Ekonomi
( 40465 )Jokowi Ajak China Bangun Moda Transportasi di IKN
Tanpa ”Skill” , Merantau Itu Berat
Meski peminatnya berkurang, Jakarta masih jadi tujuan
sejumlah perantau untuk mengadu nasib, terutama setelah Lebaran. Namun, ada banyak persiapan yang harus
dilakukan agar sukses menjadi ”seseorang” di Jakarta. Keputusan untuk merantau sebaiknya
dibarengi dengan "skill" atau keahlian. Banyak perantau membawa harta dan cerita sukacita
saat mudik ke kampung halaman. Hal ini memicu hasrat merantau bagi kerabat. Maya
Septia (23), warga Semarang, Jateng, sejak Selasa (16/4) memutuskan mencari
pekerjaan di Jakarta, seperti kakaknya yang lebih dahulu bekerja di Jakarta. Berbekal
ijazah sarjana akuntansi, Maya lebih dulu mencari lowongan pekerjaan secara
daring.
Ia juga mendapatkan panggilan wawancara kerja di beberapa tempat.
Menurut dia, kesempatan bekerja di kota besar lebih terbuka dibandingkan di perdesaan.
Di kota, lowongan kerja lebih beragam. Merantau ke Jakarta tanpa bekal memadai
tidaklah mudah. Hal ini dialami Muhammad Fahmi (41) asal Solo, pedagang makanan
di Jakpus. Mengambil hikmah pengalamannya merantau di Jakarta 15 tahun
terakhir, ia tak menyarankan calon perantau berangkat tanpa persiapan. 15 tahun
yang lalu. Berbagai pekerjaan pernah ia jalani, seperti jadi kurir hingga
penjual keliling. Beruntung, saat ini ia terbilang sukses memiliki dua warung
makan yang laris dengan penghasilan mencapai dua digit per bulan.
”Pendatang di Jakarta, dari seluruh wilayah Indonesia. Agar
tidak kalah saing, kalau bisa sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya. Harus
punya modal dan bakat tertentu juga. Lalu, pendapatan yang diterima harus disesuaikan
pola hidup di kota. “Buat apa merantau tapi gaji masih kurang,” katanya. Perantau
yang tidak memiliki kemampuan apa pun, menurut Fahmi, hanya akan menyulitkan
dirinya dan orang sekitar. Jika diterima bekerja, mereka juga akan menyulitkan
para rekan kerjanya. ”Yang terpenting para perantau memiliki keahlian di bidangnya
dan ada kemauan bekerja. Tanpa skill yang lebih unggul, perantau baru di Jakarta
tak akan dilirik,” ujarnya. (Yoga)
Kebutuhan Ahli Keamanan Siber Terus Melonjak
Seiring perkembangan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan
ahli keamanan siber juga meningkat. Tanpa pembangunan SDM, pasokan dan
kebutuhan yang saat ini sudah senjang akan semakin senjang. Situasi ini menjadi
tantangan menuju Indonesia maju sekaligus peluang lowongan kerja bagi generasi
muda Tanah Air. Sejumlah kolaborasi di antara pemangku kepentingan mulai
muncul. ”Keamanan siber dimulai dengan pengembangan kapasitas SDM. Jika tidak
memiliki ahli keamanan siber, akan sangat sulit menjalankan ekonomi digital
dalam skala besar,” kata CEO Mastercard, Michael Miebach, dalam wawancara
khusus dengan Kompas di Jakarta, Kamis (18/4).
Keamanan siber menjadi salah satu tema yang Michael bicarakan
dalam pertemuannya secara terpisah dengan empat menteri Kabinet Indonesia Maju,
17-18 April, yaitu Menteri BUMN ErickThohir, Menko Bidang Kemaritiman dan
Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto, serta Menkominfo Budi Arie Setiadi. Salah satu tujuan pertemuan
Michael dengan para menteri itu adalah menjajaki kemitraan strategis. Pengembangan
aspek keamanan siber adalah salah satunya. ”Sebagai bentuk keterlibatan dalam
sebuah pasar dan sebagai perusahaan global, kami harus memahami, mendatangi,
serta menemui pemerintah untuk mengetahui apa misinya.
Dari pertemuan dengan sejumlah kementerian, visi besar yang
hendak dicapai ialah 2045, Indonesia Emas,” katanya. Ia berpendapat, butuh sebuah pendekatan
keamanan siber kuat guna mendapatkan keuntungan dari perkembangan ekonomi
digital. ”Pendekatan kami di sini (dengan Indosat) terkait dengan pengembangan
kapasitas dan kemitraan dengan universitas, mulai dari membuat kurikulum,
pelatihan, hingga akhirnya diharapkan dapat menciptakan efek berganda,” ujar
Michael. Kebutuhan ahli keamanan siber dalam jumlah besar vital mengingat
ancaman keamanan siber di dunia terus meningkat.
Ancaman keamanan siber diperkirakan dapat menyebabkan
kerugian hingga 14 triliun USD pada 2028. Sebuah survei global terbaru
menunjukkan, 72 % serangan siber di Asia disebabkan oleh kurangnya tenaga ahli
di bidang siber. Mastercard dan Indosat Ooredoo Hutchison telah menandatangani
nota kesepahaman sekaligus meresmikan kerja sama dalam bentuk Indosat-Mastercard
Cybersecurity Center of Excellence (CoE). Kerja sama ini juga melibatkan ITB. Fokus
Indosat-Mastercard CoE adalah edukasi, inovasi, serta kolaborasi dengan
industri guna meningkatkan kapasitas tenaga ahli bidang siber. (Yoga)
Penyerahan Alat dan Mesin Pertanian
Permintaan Properti Ramah Lingkungan Terus Meningkat
Devisa Hasil Ekspor Dimaksimalkan
Memanasnya tensi geopolitik akibat serangan Iran ke Israel
membuat kondisi pasar keuangan bergejolak sehingga rupiah melemah ke titik
terendah dalam empat tahun terakhir. Untuk ”menyelamatkan” rupiah, pemerintah
mengimbau eksportir untuk lebih maksimal memarkir devisa hasil ekspornya di
dalam negeri. Wakil Menkeu Suahasil Nazara mengatakan, dengan memperkuat
pasokan cadangan devisa di dalam negeri, rupiah semestinya bisa lebih kuat
menghadapi tekanan pasar keuangan global saat ini.
Belakangan ini rupiah terus melemah terhadap USD akibat kebijakan
pengetatan moneter AS yang berlanjut lebih lama dari perkiraan serta memanasnya
konflik di Timur Tengah. ”Kami mengimbau seluruh devisa hasil ekspor (DHE) kita dari para
eksportir agar dibawa pulang ke Indonesia. Ini memang sudah sesuai aturan kalau
DHE mesti ditaruh di dalam negeri untuk waktu lebih pajang,” kata Suahasil
dalam konferensi pers tentang kondisi perekonomian Indonesia terkini setelah
serangan Iran ke Israel, Kamis (18/4). Pemerintah sebenarnya sudah mewajibkan
pelaku ekspor untuk menyimpan DHE mereka di sistem keuangan dalam negeri sejak
1 Agustus 2023.
Kewajiban itu diatur dalam PP No 36 Tahun 2023 tentang DHE
dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam
(SDA). Lewat aturan itu, eksportir SDA, seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan,
dan perikanan, wajib menyimpan 30 % devisanya di sistem keuangan domestik
selama minimal tiga bulan. Potensi devisa dari sektor SDA diperkirakan mencapai
203 miliar USD. Dengan kewajiban menyimpan minimal 30 % devisa di dalam negeri,
potensi DHE yang masuk ke sistem keuangan Indonesia bisa mencapai 60,9 miliar USD.
(Yoga)
Kiat Nelayan Karimunjawa
Kejahatan Perikanan Masif dan Sistematis
Setiap tahun Indonesia mengalami kerugian masif akibat
pencurian ikan oleh kapal-kapal asing. Kasus terakhir mengungkap eksploitasi
masif, terstruktur, dan sistematis oleh kapal trawl asing yang mencuri
ikan menggunakan BBM bersubsidi serta memperbudak puluhan warga negara
Indonesia sebagai anak buah kapal di Laut Arafura. Kasus pencurian ikan oleh dua
kapal asing yang terungkap pada pertengahan April 2024 menyingkap adanya sindikasi
asing-nasional dalam kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Apalagi,
trawl merupakan alat penangkapan ikan sejenis pukat harimau yang dilarang
karena merusak ekosistem laut dan mengeruk sumber daya ikan.
Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)
KKP Pung Nugroho Saksono, di Jakarta, Kamis (18/4) mengemukakan, masuknya dua kapal
asing ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP NRI) 718 Laut Arafura
disinyalir sudah berlangsung beberapa bulan. Pihaknya terus mendalami sindikasi
kapal asing-nasional dalam praktik kejahatan perikanan itu serta mengejar
pelaku kapal asing tersebut. Pung, yang memimpin operasi penangkapan kapal pengangkutikan
ilegal, menambahkan, kapal ikan Indonesia terindikasi membantu dua kapal asing
melakukan kejahatan perikanan, menyelundupkan BBM yang diduga jenis bersubsidi,
dan memasok ABK Indonesia ke kapal asing.
Dari hasil pemeriksaan KKP, kapal ikan Indonesia, KM Mitra
Utama Semesta (MUS), yang berbobot 289 GT terindikasi menerima 100 ton ikan
hasil alih muatan (transshipment) dari dua kapal asing ilegal, yakni Run Zeng
(RZ) 03 dan RZ 05. Sebanyak 100 ton ikan itu diduga hasil pencurian ikan di
perairan Indonesia selama lima hari dengan jenis ikan layur, kakap merah, dan
kakap putih. KM MUS diduga memasok BBM jenis solar bersubsidi ke kapal asing RZ
03 danRZ 05 di tengah laut. Pada KM MUS ditemukan solar yang disimpan pada
palka-palka ikan.
Dari hasil pemeriksaan catatan buku manual kapal di ruang kemudi,
solar yang diangkut tercatat 870 drum atau 150 ton BBM solar, sebagian sudah
disuplai ke dua kapal asing itu dan beberapa kapal mitranya sehingga tersisa 9 ton
di palka. KM MUS juga terindikasi mendistribusikan 55 ABK ke kapal RZ 03 dan RZ
05. ABK yang dipekerjakan ke kapal asing diduga tidak mendapatkan perlakuan
layak. Enam orang dari 55 ABK itu akhirnya kabur dengan terjun ke laut. Dari
enam ABK yang melarikan diri itu, satu orang ditemukan tewas karena tidak kuat
berenang. (Yoga)
Harapan dari Kunjungan CEO Apple
Kunjungan CEO Apple untuk bertemu Presiden Jokowi, pekan ini,
diharapkan berujung pada keputusan Apple menjadikan Indonesia basis manufakturnya
untuk pasar global. Sebelumnya, investasi Apple di Indonesia hanya sebatas membangun
Apple Developer Academy di sejumlah daerah, bukan manufaktur. Artinya,
Indonesia hanya menjadi pasar bagi salah satu pabrikan ponsel pintar terbesar
di dunia itu. Kalangan pengamat mengatakan, Indonesia perlu belajar dari
Vietnam untuk bisa masuk ke dalam rantai pasok global Apple (Kompas.id,
17/4/2024). Sebagai pemain baru, Vietnam cepat melesat jadi primadona baru
investasi manufaktur di kawasan, setelah China. Korporasi multinasional (MNCs)
berebut berinvestasi di negara itu.
Beberapa dari mereka bahkan menjadikan Vietnam pusat penelitian
dan pengembangan strategis produk. Dengan produksi 233,7 juta unit, Vietnam
adalah produsen ponsel pintar ketujuh terbesar dunia pada 2021. Sebanyak 60 % produksi
Samsung di seluruh dunia diproduksi di Vietnam. Kalaupun kini banyak investor
besar berkomitmen investasi di kawasan industri baru Indonesia, kita meyakini potensi
kita jauh lebih besar seandainya sejak awal kita lebih serius membenahi
kelemahan mendasar yang kita miliki. Penting bagi Indonesia mengatasi
ketertinggalan dalam partisipasi di rantai pasok/nilai global (GVC) di berbagai manufaktur
barang dan jasa, meliputi produksi ponsel pintar, produk elektronik lain, dan
teknologi informasi.
Lebih dari 25 % lapangan kerja di ASEAN terkait GVC dan lebih
dari 25 % ekspor barang ASEAN disumbang produk elektronik. Vietnam, Thailand, Kamboja,
dan Laos menunjukkan peningkatan pesat sejak 2000, sementara Indonesia relatif stagnan.
Rendahnya partisipasi Indonesia di GVC tecermin, dari hanya 10 % lapangan kerja
kita yang terkait GVC. Sebagai perbandingan, Singapura 50 %. Meski investasi
MNCs di industri elektronik Indonesia sudah dimulai sejak 1980-an, hingga kini
Indonesia kesulitan menembus rantai pasok/nilai global. Absennya industri komponen
lokal yang kuat membuat kita tertinggal dalam integrasi ke rantai pasok global.
Belum lagi bicara iklim investasi dan regulasi. Saatnya kita berbenah. (Yoga)
Indonesia Mengantisipasi Dampak Konflik Iran-Israel
Ketegangan antara Iran dan Israel dikhawatirkan memicu krisis
bagi kawasan dan global, apalagi jika berlangsung terbuka dan terus berkepanjangan.
Pemerintah Indonesia diharapkan menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi
dampak buruk krisis, terutama bagi rakyat di dalam negeri. Iran menyerang
Israel dengan 300 pesawat nirawak (drone) dan rudal pada 13 April 2024 sebagai
balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas diplomatik Iran di Damaskus, Suriah,
pada 1 April 2024. Israel menyatakan berhasil mencegat serangan tersebut dan
hanya mengalami kerusakan ringan. Namun, dunia mengkhawatirkan kelanjutan
konflik Iran dan Israel setelah serangan tersebut. Jika tidak ditangani dengan
baik, bukan tidak mungkin konflik dan kekerasan di sana bakal bereskalasi dan
menyeret banyak negara ke perang besar.
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan,
serangan Iran terukur dan langsung berakhir. ”Namun, Iran menyatakan, jika ada
serangan balasan (dari Israel), Iran akan menyerang secara lebih besar dan
masif,” katanya dalam acara bincang-bincang Satu Meja The Forum bertajuk
”Israel-Iran Adu Kekuatan, Indonesia Terancam?”, Rabu (17/4) di Jakarta. Menurut
ekonom senior Indef Didik J Rachbini, jika sampai pecah perang, apalagi
mengarah menjadi perang dunia ketiga, semua akan habis. Dampak paling krusial
adalah pada perekonomian Indonesia. ”Perdagangan internasional akan terganggu.
Ada pelaku usaha yang terdampak. Maka, sekarang saatnya menyelamatkan daya beli
masyarakat,” katanya.
Hikmahanto membenarkan, perlambatan perekonomian dunia akibat
potensi konflik terbuka Iran-Israel harus diantisipasi. Saat ini, nilai tukar
rupiah terhadap dollar AS sudah lebih dari Rp 16.000. Harga minyak dunia juga
merambat naik dan dikhawatirkan bisa melebihi 100 dollar AS per barel. Melihat
konflik tersebut, para pengusaha juga bersikap melihat dan menunggu saja. Hal
itu akan berdampak terhadap investasi dan penyerapan tenaga kerja. Hal
terpenting saat ini dalam pandangan Hikmahanto adalah memperkuat perekonomian
di dalam negeri. Didik sependapat, Indonesia perlu melihat ke negara dan
kawasan terdekat dalam menguatkan perekonomian, seperti ASEAN, Asia Timur (China,
Jepang, dan Korsel), serta India. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









