;

Kebutuhan Ahli Keamanan Siber Terus Melonjak

Ekonomi Yoga 19 Apr 2024 Kompas
Kebutuhan Ahli Keamanan
Siber Terus Melonjak

Seiring perkembangan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan ahli keamanan siber juga meningkat. Tanpa pembangunan SDM, pasokan dan kebutuhan yang saat ini sudah senjang akan semakin senjang. Situasi ini menjadi tantangan menuju Indonesia maju sekaligus peluang lowongan kerja bagi generasi muda Tanah Air. Sejumlah kolaborasi di antara pemangku kepentingan mulai muncul. ”Keamanan siber dimulai dengan pengembangan kapasitas SDM. Jika tidak memiliki ahli keamanan siber, akan sangat sulit menjalankan ekonomi digital dalam skala besar,” kata CEO Mastercard, Michael Miebach, dalam wawancara khusus dengan Kompas di Jakarta, Kamis (18/4).

Keamanan siber menjadi salah satu tema yang Michael bicarakan dalam pertemuannya secara terpisah dengan empat menteri Kabinet Indonesia Maju, 17-18 April, yaitu Menteri BUMN ErickThohir, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menkominfo Budi Arie Setiadi. Salah satu tujuan pertemuan Michael dengan para menteri itu adalah menjajaki kemitraan strategis. Pengembangan aspek keamanan siber adalah salah satunya. ”Sebagai bentuk keterlibatan dalam sebuah pasar dan sebagai perusahaan global, kami harus memahami, mendatangi, serta menemui pemerintah untuk mengetahui apa misinya.

Dari pertemuan dengan sejumlah kementerian, visi besar yang hendak dicapai ialah 2045, Indonesia Emas,” katanya.  Ia berpendapat, butuh sebuah pendekatan keamanan siber kuat guna mendapatkan keuntungan dari perkembangan ekonomi digital. ”Pendekatan kami di sini (dengan Indosat) terkait dengan pengembangan kapasitas dan kemitraan dengan universitas, mulai dari membuat kurikulum, pelatihan, hingga akhirnya diharapkan dapat menciptakan efek berganda,” ujar Michael. Kebutuhan ahli keamanan siber dalam jumlah besar vital mengingat ancaman keamanan siber di dunia terus meningkat.

Ancaman keamanan siber diperkirakan dapat menyebabkan kerugian hingga 14 triliun USD pada 2028. Sebuah survei global terbaru menunjukkan, 72 % serangan siber di Asia disebabkan oleh kurangnya tenaga ahli di bidang siber. Mastercard dan Indosat Ooredoo Hutchison telah menandatangani nota kesepahaman sekaligus meresmikan kerja sama dalam bentuk Indosat-Mastercard Cybersecurity Center of Excellence (CoE). Kerja sama ini juga melibatkan ITB. Fokus Indosat-Mastercard CoE adalah edukasi, inovasi, serta kolaborasi dengan industri guna meningkatkan kapasitas tenaga ahli bidang siber. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :