Ekonomi
( 40733 )Medan Bangun Infrastruktur BRT
Pemerintah mulai membangun infrastruktur sistem angkutan
massa cepat berbasis jalan atau bus rapid transit yang akan melayani kawasan
Medan-Binjai-Deli Serdang di Sumut. Di kawasan aglomerasi ini akan dibangun 17
koridor yang dilayani 551 bus. BRT yang terintegrasi dalam satu kawasan
diharapkan meningkatkan penggunaan transportasi publik yang saat ini masih di
bawah 20 %. Setelah tertunda sejak tahun lalu, proyek BRT akhirnya dimulai
dengan pembangunan Depo BRT Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) di bekas Terminal
Amplas, Medan, Sumut.
”BRT Medan tak sekadar proyek infrastruktur yang bersifat
pembangunan fisik, tetapi juga soft development yang memberikan jaminan keandalan
dan kenyamanan layanan transportasi publik,” ujar Direktur Angkutan Jalan
Ditjen Perhubungan Darat di Kemenhub Suharto, Sabtu (20/4). Di kawasan
Mebidang, kata Suharto, terdapat total 386.727 pelaju (commuter) per hari. Medan
merupakan tujuan terbesar dari aktivitas para pelaju tersebut. Dari jumlah itu,
69 % berada di usia produktif. Sebanyak dua pertiga komuter di antaranya
berstatus pekerja. Suharto menambahkan, pembangunan BRT merupakan bagian dari
program pemerintah pusat, Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN).
Program ini memfasilitasi kebutuhan kritis kota-kota pada mobilitas
dan perbaikan taraf hidup masyarakat, khususnya di sistem transit massal berbasis
angkutan jalan raya. Proyek ini akan dibangun di kawasan Metropolitan Cekungan
Bandung di Jabar dan Mebidang di Sumut. Pengembangan fisik meliputi pembangunan
jalur khusus (koridor), halte BRT, fasilitas khusus pejalan kaki, terminal dan
depo, serta pengembangan sistem transportasi pintar (intelligent transport
system). Pengembangannya juga berupa nonfisik, yakni peningkatan kapasitas
operator-operator penyedia layanan, penyediaan lapangan kerja di sektor
pendukung layanan, dan penyerapan pekerja perempuan. (Yoga)
Ant Group Berencana Perluas Alipay+ ke RI
Ant Group, perusahaan pemilik layanan pembayaran digital
Alipay, mengumumkan akan memperluas layanan pembayaran lintas batas negara yang
bernama Alipay+ ke Indonesia. Saat ini, Ant Group sedang mengurus segala
persyaratan sesuai regulasi BI dan kebutuhan bekerja sama dengan mitra lokal
supaya Alipay+ bisa cepat digunakan di Indonesia. CEO Ant International Peng
Yang menyampaikan hal tersebut seusai bertemu dengan Menkominfo Budi Arie
Setiadi, Jumat (19/4), di Jakarta. ”Kami membutuhkan petunjuk dari BI untuk
mengoperasikan Alipay+, solusi pembayaran lintas batas negara. Sejauh ini, diskusi
berjalan lancar. Kami harap prosesnya cepat sehingga kami bisa membawa banyak
dompet elektronik internasional, seperti dari China, Jepang, Korsel, dan negara
kawasan ASEAN lain, ke Indonesia,” ujarnya.
Beberapa tahun lalu, Alipay sudah marak di sejumlah destinasi
pariwisata di Indonesia, terutama Bali dan Manado. Pada tahun 2018, BI
menyatakan bahwa Alipay belum mendapatkan izin. Menurut BI, Alipay boleh
beroperasi, tetapi harus menjalin kemitraan dengan pemain lokal. Pada 2020,
Alipay memperkenalkan Alipay+ yang memungkinkan bisnis lokal, khsusnya UKM,
memproses metode pembayaran seluler, termasuk pembayaran lintas negara. Alipay+
telah menjadi mitra sejumlah perusahaan teknologi finansial berskala besar di
sejumlah negara. Di Asia, misalnya, Alipay+ bermitra dengan TouchNGo
(Malaysia), TrueMoney (Thailand), dan Kakao Pay (Korea Selatan). (Yoga)
INDUSTRI KECANTIKAN L KILAP BISNIS SKINCARE HALAL
Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, mengemuka sebagai pasar utama untuk produk halal, mulai dari keuangan, makanan dan minuman, pariwisata, hingga farmasi dan kosmetik. Indonesia sendiri berhasil masuk tiga besar pada Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023 yang dirilis oleh DinarStandard, naik dari peringkat keempat pada 2022. Indonesia berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Sementara itu, pengeluaran masyarakat Indonesia untuk berbelanja produk halal pun berdasarkan data dari Global Economic Report (GER) sangat besar yakni mencapai US$124 miliar pada 2018 atau mencapai 10% dari nilai total produk halal dunia. Masyarakat Indonesia juga semakin menyadari pentingnya memilih produk halal, yang tidak hanya terbatas pada produk makanan dan minuman saja tetapi juga berbagai produk lainnya seperti pariwisata, farmasi, termasuk skincare dan kosmetik halal.
Hal ini sejalan dengan hasil survei Populix berjudul Industri Halal Indonesia yang menemukan bahwa 73% responden mengetahui tentang industri halal dan sebagian besar mereka memahami konsep tersebut dengan baik. Selain itu, mayoritas masyarakat (80%) percaya bahwa industri halal memberikan kontribusi positif pada perekonomian negara. Sementara menurut SGIE Report 2023, belanja konsumen Muslim untuk kosmetik mencapai US$84 miliar pada 2022, naik 14,3% dari US$74 miliar pada 2021, dan diperkirakan mencapai US$129 miliar pada 2027 dengan CAGR sebesar 8,9%. India dan Indonesia menjadi dua pasar terbesar berdasarkan belanja konsumen Muslim untuk kosmetik.
Peluang pasar skincare halal juga dipandang sebagai potensi yang besar oleh Linda Anggrea selaku Founder Buttonscarves. Sukses dengan brand fesyen muslimnya, Linda pun mulai menghadirkan merek kecantikan Buttonscarves Beauty. “Menyadari bahwa fashion dan beauty adalah hal yang saling melengkapi, pada tahun 2021 kami memutuskan untuk menghadirkan lini kecantikan, Buttonscarves Beauty yang terinspirasi dari keinginan kami untuk memberikan nilai tambah dan melengkapi penampilan pelanggan setia Buttonscarves,” tuturnya. Produk-produk yang saat ini diproduksi oleh Buttonscarves Beauty sangatlah variatif. Setiap bulannya, Buttonscarves Beauty merilis produk baru mulai dari parfum, makeup, beauty tools, dan lainnya guna memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen yang beragam. Tidak berhenti di situ, Buttonscarves Beauty juga hanya berkomitmen untuk mengambil peran dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap perekonomian lokal.
ARUS MUDIK : Maskapai Taat Aturan Harga Tiket Lebaran
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat maskapai penerbangan memenuhi aturan terkait batasan maksimal harga tiket pesawat selama periode libur Lebaran 2024. Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan bahwa instansinya telah melakukan pemantauan kepada para pelaku industri aviasi. Dari hasil pengecekan tersebut, Seluruh maskapai menaati koridor tarif batas atas (TBA) ataupun batas bawah harga tiket pesawat. Adita mengakui harga tiket pesawat selama mudik Lebaran memang mengalami kenaikan yang cukup drastis. Selain itu, ada sejumlah maskapai yang mematok harga tiket penerbangan tepat pada batas atas yang telah ditetapkan.
Kenaikan harga tiket pesawat yang terlihat signifikan disebabkan oleh jarak antara masa low season dan high season yang pendek. Ketika masa low season terjadi pada Januari--Februari, maskapai menurunkan harga tiket penerbangan seiring dengan rendahnya permintaan. Pemerintah hanya mengatur tarif tiket pesawat untuk kelas ekonomi. Sementara kelas bisnis mengikuti mekanisme pasar. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan bahwa sebagian besar keluhan terkait harga tiket pesawat berasal dari pelanggan kelas bisnis bukan ekonomi. Sepanjang periode angkutan Lebaran 2024, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia melaporkan telah melayani lebih dari 50.000 pergerakan pesawat sepanjang periode angkutan Lebaran 2024.
IMF: Tidak Perlu Mengekor The Fed
Dana Moneter Internasional (IMF) mendorong bank-bank sentral
di Asia untuk fokus pada inflasi domestik dan
menghindari mengaitkan terlalu dekat keputusan kebijakan mereka dengan
langkah yang akan diambil bank sentral AS alias The Federal Reserve. Sinyal The
Fed yang akan memperpanjang tingkat bunga tingginya saat ini memperkuat nilai
tukar USD terhadap mata uang banyak negara di Asia. Di antaranya, yen Jepang,
won Korsel, dan rupiah. Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna
Srinivasan, Kamis (18/4) atau Jumat (19/4) waktu Indonesia, menyatakan, suku
bunga AS mempunyai dampak kuat dan cepat terhadap kondisi keuangan dan nilai
tukar mata uang negara-negara Asia.
”Ekspektasi mengenai pelonggaran kebijakan The Fed berfluktuasi
dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh faktor-faktor yang tidak berhubungan
dengan kebutuhan stabilitas harga di Asia,” katanya dalam penjelasan mengenai prospek
ekonomi kawasan. Jika terlalu ketat mengikuti The Fed, Krishna melanjutkan, bank-bank
sentral di Asia dapat merusak stabilitas harga di negara masing-masing. Hal ini
ditekankan saat beberapa bank sentral Asia menghadapi dilema. Perubahan pasar
mata uang yang dipicu oleh perubahan ekspektasi The Fed baru-baru ini
mempersulit jalur kebijakan mereka.
”Kami merekomendasikan bank-bank sentral Asia untuk fokus
pada inflasi domestik dan menghindari pengambilan keputusan kebijakan yang terlalu
bergantung pada antisipasi pergerakan Federal Reserve,” katanya. Gubernur Bank
Sentral Korsel Rhee Chang-yong pada seminar di Pertemuan IMF-Bank Dunia di
Washington mengatakan, memudarnya peluang penurunan suku bunga The Fed telah
menyebabkan hambatan bagi won, dan mempersulit keputusan banknya mengenai kapan
harus mulai memotong biaya pinjaman.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ”Kami terus memastikan
stabilitas rupiah tetap terjaga dengan intervensi valuta asing dan
langkah-langkah lain yang diperlukan,” kata Perry. Sinyal The Fed memperpanjang
tingkat bunga tinggi dan ketegangan di Timur Tengah kembali mendepresiasi rupiah
dan menurunkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEI). Berdasarkan
kurs Jisdor, kurs rupiah pada perdagangan Jumat ditutup melemah menjadi Rp
16.280 per dollar AS. Sementara IHSG ditutup di level 7.087 atau minus 1,11 %
dibandingkan penutupan bursa sehari sebelumnya. (Yoga)
ISRAEL VS IRAN MEMANAS : KINERJA IMPOR BERPOTENSI TERHAMBAT
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Budi Santoso mengatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah, khususnya Israel dan Iran belum memberikan dampak nyata terhadap perdagangan luar negeri Indonesia. Terutama pada pasokan produk impor yang dikirim melalui Terusan Suez, seperti gandum. “Sampai saat ini masih lancar belum ada kendala,” katanya saat ditemui di Kemendag, Jumat (19/4). Kendati belum berdampak terhadap perdagangan luar negeri, Budi mengaku negara tidak tinggal diam. Apalagi nilai tukar rupiah juga tengah melemah. Melalui perwakilan yang ada di luar negeri, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang berisiko terhadap ekspor dan impor “Komponen produksi atau barang modal seperti mesin-mesin industri dari Eropa akan terhambat atau mengalami kenaikan di ongkos transportasi kargo,” kata Ketua Umum Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) Dadang Asikin kepada Bisnis. Dadang juga menyoroti konflik berkepanjangan tersebut akan mengganggu ketersediaan suku cadang untuk operasional dan pemeliharaan mesin-mesin produksi.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa setidaknya ada tiga dampak yang dipengaruhi konflik Timur Tengah. Semuanya adalah kenaikan harga energi, melonjaknya ongkos logistik, dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ketiga dampak tersebut menjadi konsekuensi perekonomian dan rantai pasok global. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan suplai material pada megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap aman di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. Kendati demikian, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H. Sumadilaga tidak menampik bila akan ada kemungkinan harga material konstruksi bakal meningkat di kemudian hari. Adapun, pembangunan IKN saat ini terdiri dari 2 tahap proyek.
Total paket fisik pengerjaan konstruksi selama periode 2020—2024 mencapai 94 paket dengan total nilai sebesar Rp74,36 triliun. Sementara itu, secara keseluruhan pembangunan IKN tahap 1 telah mencapai 79,8% dan tahap 2 sebesar 24%. Keberlanjutan HGBT di tengah konflik Iran vs Israel penting untuk kelancaran produksi. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menjelaskan bahwa kebijakan gas murah berhasil menyelamatkan industri dari dampak pandemi. Konflik Iran dan Israel yang memanas dan berpotensi berkelanjutan akan memberikan dampak negatif terharap industri keramik. Salah satunya berkenaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Pihaknya juga mengkhawatirkan kenaikan harga minyak dunia yang dapat memengaruhi defisit anggaran dan fiskal negara, dan yang paling ditakutkan adalah kenaikan harga BBM bersubsidi karena langsung mempengaruhi daya beli masyarakat.
INVESTASI APPLE DI RI : Pemerintah Cari Skema Terbaik
Terdapat perbedaan yang signifikan antara investasi yang dikucurkan Apple di Indonesia dan Vietnam. Dari sisi pendekatan, Negeri Naga Biru memberikan penawaran yang lebih menarik. Saat ini, Apple telah membangun tiga akademi Apple Developer Academy di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Perusahaan asal Amerika Serikat itu berencana menambah satu lagi di Bali sehingga total dana yang dikucurkan senilai Rp1,6 triliun. Sementara di Vietnam, investasi yang dikucurkan Apple mencapai US$15,84 miliar atau setara Rp256,22 triliun. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa hal tersebut bisa terjadi karena Vietnam menawarkan tax holiday hingga 50 tahun.
Sementara pemerintah masih memiliki berbagai pertimbangan untuk memberikan insentif.
Pemerintah memang berencana membuat insentif untuk merayu Apple menanamkan investasinya di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah siap memberikan insentif jika Apple mau berinvestasi di Indonesia.
Nantinya, tambah Luhut, Indonesia bisa mencontoh insentif yang diberikan negara-negara lain untuk Apple dengan tetap menyesuaikan terhadap regulasi yang ada.
PROYEKSI PENYALURAN KREDIT VALAS BCA
BCA menyalurkan kredit dalam valas mencapai ekuivalen Rp47,6 triliun sepanjang 2023 dan memproyeksikan penyaluran kredit valas dapat terus tumbuh pada tahun ini.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyebut nilai tersebut relatif stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya di 2022.
PELEMAHAN RUPIAH : Bank Masih Sanggup Mitigasi
Perbankan dinilai masih mampu memitigasi risiko atas tren pelemahan rupiah yang terjadi sejak awal tahun. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan bahwa sejauh ini tren pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS. Penguatan dolar AS terjadi terhadap seluruh mata uang secara global tercermin dari Dollar Index yang mencatatkan tren kenaikan sejak akhir Maret 2024. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain kebijakan suku bunga high for longer yang masih berlanjut di tengah kuatnya perekonomian AS. Namun, di saat yang bersamaan, laju infl asi AS yang masih cukup jauh dari target 2%.
OJK menilai bahwa risiko yang dihadapi industri perbankan nasional akibat penguatan dolar AS masih dapat dimitigasi dengan baik. Berdasarkan hasil uji ketahanan atau stress test yang dilakukan OJK, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini relatif tidak signifikan berpengaruh langsung terhadap permodalan bank. Alasannya, posisi devisa neto (PDN) perbankan Indonesia masih jauh di bawah threshold. Sementara, secara umum dalam posisi PDN ‘long’ aset valuta asing (valas) lebih besar dari kewajiban valas.
Sementara, porsi dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk valas yang saat ini sekitar 15% dari total DPK perbankan, masih bisa tumbuh cukup baik secara tahunan.
Meski begitu, OJK tetap melakukan stress test secara rutin terhadap perbankan dengan menggunakan beberapa variabel skenario makroekonomi serta mempertimbangkan faktor risiko utama yaitu risiko kredit dan risiko pasar. OJK pun terus melakukan pengawasan secara optimal untuk memastikan bahwa berbagai risiko akibat pelemahan nilai tukar maupun suku bunga yang relatif tinggi terhadap masing-masing bank termitigasi dengan baik.
UTANG LUAR NEGERI : ANTISIPASI RISIKO JANGKA PENDEK
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa salah satu bentuk dominasi utang luar negeri (ULN) yang banyak digunakan adalah mata uang Amerika Serikat (AS). Meski dolar AS menjadi nilai tukar yang paling banyak digunakan secara global, mata uang ini juga punya resiko fluktuasi dan volatilitas yang tinggi. Apalagi jika dikaitkan dengan sentimen dari kondisi ekonomi global. “Tentu kalau kita bicara kaitannya dengan ULN, yang kemudian perlu diantisipasi pemerintah adalah bagaimana perubahan ataupun pelemahan nilai tukar rupiah saat ini akan mempengaruhi pembayaran ULN terutama yang jatuh tempo dalam waktu yang dekat,” katanya saat dihubungi Bisnis, Jumat (19/4).
“Tentu antisipasi dan mitigasi yang perlu dilakukan pemerintah memastikan bahwa nilai tukar tidak terdepresiasi lebih dalam lagi dibandingkan kondisi saat ini sehingga intervensi terutama otoritas moneter merupakan salah satu kunci untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kaitannya dengan pembayaran ULN dalam jangka waktu dekat,” jelas Yusuf. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyoroti hal yang sama. Apalagi pelemahan rupiah disertai dengan naiknya harga minyak mentah. Masalahnya, tambah Bhima, kondisi tersebut membuat banyak pemegang surat utang atau investor/kreditur akan mempertimbangkan ulang karena risiko untuk masuk ke instrumen aset negara berkembang semakin tinggi. Oleh karena itu, dia melihat ada tiga hal yang harus dilakukan pemerintah.
Pertama, membuka ruang renegosiasi utang. Negara harus punya cara yang lebih kreatif untuk mengurangi beban utang luar negeri. Kedua, menyusun APBN perubahan. Ini dilakukan untuk merealokasikan belanja yang mungkin masih bisa dihemat sehingga tidak terlalu banyak menerbitkan utang baru. Terakhir, mendorong sektor usaha yang berbasis ekspor nonkomoditas atau di industri manufaktur sehingga ada penerimaan valas yang lebih besar. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa struktur ULN tetap sehat hingga Februari 2024. Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa perkembangan tersebut didukung oleh prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan ULN.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









