Ekonomi
( 40465 )Desain Rumah Subsidi yang Tahan Gempa dan Hijau Disiapkan
Kementerian PUPR segera meluncurkan acuan desain rumah sederhana
yang tahan gempa dan lebih ramah lingkungan. Konsep baru rumah bagi masyarakat
berpenghasilan rendah itu diklaim tetap terjangkau dan sesuai dengan patokan harga
rumah bersubsidi. Desain prototipe atau purwarupa rumah sederhana untuk masyarakat
berpenghasilan rendah diperlukan dalam rangka mendukung kemudahan perizinan
bagi pelaku usaha pada tahap permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi
perumahan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto
mengemukakan, regulasi terkait desain prototipe rumah sederhana bagi masyarakat
berpenghasilan rendah kini dalam tahap harmonisasi. Kelebihan desain, antara
lain, tahan gempa, memasukkan unsur bangunan ramah lingkungan, dan prototype lainnya
yang memudahkan perizinan. Pihaknya berharap surat edaran terkait penerapan
desain rumah sederhana tersebut segera diterbitkan.
Pengembangan desain prototipe rumah sederhana dilakukan
dengan menjaring usulan desain dari asosiasi dan pelaku pembangunan perumahan,
diikuti proses verifikasi sehingga terpilih desain yang secara teknis memenuhi keandalan.
Harga jual rumah dengan desain tersebut juga memenuhi patokan harga rumah subsidi.
Nantinya seluruh pengembang rumah bersubsidi wajib mengikuti desain acuan
tersebut. Penetapan desain prototipe rumah sederhana adalah melalui surat edaran
Dirjen Perumahan dan pencantuman desain ke dalam Sistem Informasi Manajemen
Bangunan Gedung (SIMBG) yang diterbitkan Kementerian PUPR. (Yoga)
THR Tak Dibayar Dominasi Pengaduan
Total pengaduan yang diterima Posko Pengaduan Masalah THR Keagamaan
2024 yang dibuka pada 4-14 april mencapai 1.475 laporan. Dari jumlah ini, sebanyak
897 pengaduan atau lebih dari 50 % menyangkut persoalan THR idak dibayar. ”Penyebab
pengaduan THR tidak dibayar masih terus kami gali, apakah semata-mata alasan
keuangan atau ada alasan lain,” ujar Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi yang ditemui
di sela-sela halalbihalal Kemenaker, Selasa (16/4) di Jakarta. Kemenaker
membuka posko pengaduan masalah THR Keagamaan 2024 sejak 4 April 2024, sehari
setelah tenggat pembayaran THR wajib dibayarkan, yakni 3 April 2024. Posko yang
terintegrasi dengan posko pengaduan THR milik Disnaker itu akan ditutup pada
H+7 Lebaran atau Rabu (17/4).
Di luar urusan THR tidak dibayar, jumlah pengaduan yang masuk
sampai dengan Minggu (14/4) juga mencakup masalah THR dibayar dengan nominal
tidak sesuai ketentuan (361) dan THR terlambat dibayar (217). Dari sisi lokasi,
pengaduan masalah THR keagamaan terbanyak berasal dari DKI Jakarta. Sebanyak
462 pengaduan dari total 1.475 pengaduan berasal dari DKI Jakarta. Terkait
tindak lanjut penyelesaian pengaduan masalah THR, Anwar mengakui, baru 5 % dari
total pengaduan yang berhasil diselesaikan. Setelah semua posko pengaduan ditutup,
Kemenaker bersama Disnaker akan segera menindaklanjuti sampai tuntas. (Yoga)
Inspirasi dari Kejadian Langka
Senin 8 April 2024, sejumlah wilayah di AS mengalami gerhana
matahari total. Kejadian langka ini menarik perhatian para pebisnis. Ada lalu lintas perbincangan yang bisa ”ditunggangi” para
jagoan pemasaran. Laman Forbes menyebut sebuah pertemuan unik dari berbagai
kemungkinan yang memanggil orang kreatif, pembuat konten, dan inovator produk
berpengalaman, untuk terhubung dengan audiens sekaligus mengenang pengalaman
bersama dari sebuah keajaiban alam. Perusahaan harus mencuri perhatian di tengah
lalu lintas di media sosial yang membicarakan kejadian langka ini. Merek harus
menjadi yang terdepan ketika orang mulai melihat gerhana matahari dan melepas
kacamata mereka. Sekitar 31 juta orang menonton secara langsung peristiwa itu.
Peristiwa astronomi ini merupakan kejadian yang terakhir
terjadi di AS hingga tahun 2044. Fenomena ini menginspirasi festival
musik bertema gerhana, paket kapal pesiar, wisata alam, tur bersepeda,
pemberian hadiah liburan, penawaran restoran, pesta bir tradisional, pembuatan
cita rasa makanan penutup, pembuatan keripik rasa tertentu, dan bahkan tawaran
untuk menonton pesta di ketinggian 30.000 kaki. Laporan Inc menyebutkan,
maskapai Delta Airlines membuat tawaran menarik, yakni terbang saat gerhana matahari.
Tiket penerbangan dari Austin ke Detroit yang memungkinkan orang melihat gerhana
di pesawat terjual habis dalam waktu kurang dari 24 jam. Delta terpaksa
menambahkan perjalanan kedua di hari tersebut. Semua penumpang di dalamnya
diberi kacamata gerhana milik Warby Parker. Warby juga membagikan kacamata
gerhana gratis saat pengunjung menonton pesta di Soho House, Austin, di lebih
dari 240 toko milik Soho House.
Warby Parker membagikan kacamata gerhana pada tanggal 1 April
dan mengharapkan peminat terbesar dari lusinan tokonya di wilayah Austin dan
Dallas. Keduanya berada di jalur gerhana matahari total dan dipastikan ada
penonton dalam jumlah besar.”Gerhana adalah peristiwa yang terjadi sekali
dalam satu generasi dan kami senang menemukan peluang untuk terlibat,” kata rekan pendiri Warby Parker, Dave Gilboa. Ketika kita
merasa menjadi bagian dari jiwa sebuah zaman, maka mereka yang melihat gerhana
memiliki keuntungan yang jelas. ”Bahkan, jika orang-orang tidak berbelanja saat itu, mereka mungkin suatu saat akan ke toko kami, atau setidaknya akan memberi tahu teman-temannya tentang kami dan pada akhirnya hal
ini akan berdampak pada bisnis. Jika kami dapat mendorong lebih banyak penonton
gerhana, lalu lebih banyak pemahaman tentang merek kami, kami yakin semua ini akan
terkonversi yang cukup tinggi dalam penjualan,” kata Dave.
Gerhana matahari total di AS juga menginspirasi sejumlah kampanye
pemasaran beberapa merek makanan. Beberapa di antaranya sangat cerdik
memanfaatkan peristiwa dramatis ini. Krispy Kreme bermitra dengan Oreo membuat
donat bertema gerhana. Rasa spesial SunChips Frito-Lay tersedia secara daring
hanya sekitar empat setengah menit saat matahari akan sepenuhnya tertutup oleh bulan.
Sementara itu, MoonPie menjual ”peralatan bertahan hidup selama gerhana matahari”
edisi terbatas dengan kacamata yang menyertai sandwich marshmallownya. Pada
intinya, kejadian langka seperti gerhana matahari menghadirkan peluang emas
bagi bisnis untuk memanfaatkan kegembiraan dan aktivitas orang seputar peristiwa
langit itu. (Yoga)
Kiat Hemat Pemudik dari Program Mudik dan Balik Gratis
Program mudik dan balik gratis diandalkan pemudik kalangan
ekonomi menengah ke bawah. Pasalnya, mereka memperoleh layanan perjalanan
optimal tanpa keluar biaya. Martini (39), pemudik asal Surakarta, bersandar di
muka bus berwarna biru, di Terminal Tirtonadi, Kota Surakarta, Jateng, Senin
(15/4). Ibu dua anak itu adalah satu dari sekitar 1.000 peserta balik gratis
yang difasilitasi Kemenhub. Bus akan berangkat dari terminal itu. Ia sudah bebrapa
kali mengikuti program serupa dari lembaga lain. ”Untuk yang Kemenhub, saya
baru ikut pertama kali. Rasanya aman dan nyaman. Apalagi tidak perlu keluar
uang sama sekali,” ujar Martini. Keikutsertaan Martini pada program semacam itu
didasari alasan ekonomi. Uang yang perlu dikeluarkan untuk tiket bus Rp 500.000
per orang. Padahal, setiap kali mudik ia berangkat bersama suami dan dua
anaknya.
Artinya, biaya yang dikeluarkan Rp 2 juta untuk sekali
berangkat.Demi berhemat, Martini berusaha mencari program angkutan gratis
menjelang masa mudik sejak tiga tahun terakhir. Terlebih lagi, bagi dia, mudik
adalah suatu keharusan. ”Masih ada orangtua di sini (Surakarta). Kasihan kalau
tidak didatangi Lebaran. Jadi, kami sangat terbantu dengan adanya mudik maupun
balik gratis semacam ini,” kata Martini, yang sehari-hari bermukim di Jakarta. Alasan
serupa mendorong Wijiyati (53), pemudik asal Wonogiri. Ia mengikuti program
mudik gratis dari Kemenhub dua tahun berturut-turut. Selama mudik gratis, dia
merasa puas.
”Saya selalu merasa aman dalam perjalanan. Kendaraan dicek
dulu sebelum berangkat. Yang utama lagi, ini gratis,” ujar Wijiyati. Sebelum
kenal program mudik gratis, Wijiyati jarang pulang. Ia hanya pulang tiga hingga
lima tahun. Sementara tiket berangkat mahal semasa mudik Lebaran. Untuk naik
bus dari Jakarta ke Wonogiri, tiketnya Rp 400.000 per orang. ”Keluarga saya empat
orang, paling tidak, keluar Rp 1,6 juta,” tutur Wijiyati. Karena itu, Wijiyati enggan
ketinggalan setiap kali ada pembukaan kesempatan mudik gratis. Ia mengaku
kesulitan mendaftar program itu via daring. Ia pun dibantu anaknya yang lebih
fasih menggunakan gawai guna proses pendaftarannya. (Yoga)
Kredit Karbon Tingkatkan Inovasi
Kredit karbon berkualitas tinggi berperan penting dalam
mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan dan meningkatkan berbagai
solusi. Untuk itu, diperlukan investasi 4,5 triliun USD per tahun dalam rangka
mempercepat penerapan seluruh teknologi dan infrastruktur energi ramah lingkungan.
Demikian laporan terbaru dari GenZero dan Badan Energi Internasional
(International Energy Agency) yang disampaikan dalam rangkaian acara Konferensi
Filantropi Asia atau Philanthropy Asia Summit (PAS) 2024 di Singapura, Selasa (16/4).
PAS 2024 diselenggarakan bersamaan dengan Ecosperity Week 2024 di Expo Sands
& Convention Centre, Marina Bay Sands, Singapura, 15-17 April.
Dalam laporan terbaru itu disebutkan, kredit karbon berkualitas
tinggi berperan mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan dan meningkatkan
solusi, seperti hidrogen rendah emisi, bahan bakar penerbangan berkelanjutan
(sustainable aviation fuel/SAF), serta penangkapan dan penyimpanan udara langsung
(direct air capture and storage/DACS). Laporan berjudul ”Peran Kredit Karbon
dalam Meningkatkan Teknologi Energi Bersih yang Inovatif” itu memperkirakan, pada awal 2030-an diperlukan investasi
tahunan 4,5 triliun USD per tahun untuk mempercepat penerapan seluruh teknologi
dan infrastruktur energi ramah lingkungan, naik dari 1,8 triliun USD pada 2023.
”Untuk mencapaitarget emisi nol bersih (net zero emision/NZE)
diperlukan transformasi sistem energi yang cepat, termasuk penerapan teknologi inovatif
yang dapat mengatasi sektor-sektor yang paling menantang dan mengatasi residu
emisi,” kata CEO GenZero Frederick Teo. Berdasarkan laporan terkini Skenario
NZE 2050 dari Badan Energi Internasional, kemajuan lebih lanjut sangat penting
untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi-teknologi penting. Hidrogen rendah
emisi, SAF, dan DACS perlu ditingkatkan secara substansial di tahun-tahun
mendatang. Capaian peningkatannya bergantung pada penerapan awal dan investasi.
(Yoga)
Menanti Kisah Tenaga Kerja
Tenaga kerja terampil, produktif, dan sejahtera menopang perekonomian
berkualitas. Perlu peran pemerintah untuk mewujudkannya. Tenaga kerja berperan
penting dalam perekonomian sebuah negara. Kerja mereka menghasilkan barang dan
jasa yang mendukung proses produksi. Mereka juga memperoleh imbalan yang
selanjutnya dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ditilik dari PDB
berdasarkan pengeluaran, para pekerja itu memiliki peran dalam konsumsi rumah
tangga dan bisa jadi berperan dalam ekspor barang yang diproduksi. Kecil dari
sisi nilai, tapi, jika dilakukan dalam skala besar dan terus-menerus, akan
berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi. Karena itu, penambahan jumlah
penduduk usia produktif, yakni 15-64 tahun, yang melambat bisa memengaruhi perekonomian.
Apalagi, kelompok usia tua yang tidak lagi berada di puncak
produktivitas bertambah banyak. Pasokan tenaga kerja produktif yang terhambat
dapat memengaruhi struktur ketenagakerjaan. Produksi kelompok usia ini berkurang
seiring populasi yang menciut. Di beberapa negara, peluang bagi warga negara
senior bekerja tersedia meskipun dengan berbagai pertimbangan, jam kerja tak
lagi panjang dan produktivitas tak lagi tinggi. Pendapatan juga tak lagi
setinggi pekerja usia muda. Peran terhadap perekonomian pun mengecil.
Di Indonesia, salah satu persoalan di sektor ketenaga kerjaan
adalah tingkat pendidikan tenaga kerja. Kendati persentasenya berkurang, sepertiga
penduduk bekerja berpendidikan tamat SD ke bawah. Persentase penduduk bekerja
berpendidikan tamat SD yang sebesar 37,69 % pada Agustus 2021 naik menjadi 38,8
% pada Agustus 2022 dan turun menjadi 36,82 % pada Agustus 2023. Padahal,
tingkat pendidikan berkaitan dengan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
Apalagi, pergeseran investasi padat karya menjadi padat modal dan peran
teknologi yang semakin besar pada industri menuntut tenaga kerja yang kian berkualitas.
Di sini, peran pemerintah dinanti untuk memberi pendidikan dan pelatihan yang
cukup dan memadai. (Yoga)
Kapal Rampasan, antara Dilelang dan Dibagikan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemanfaatan
kapal ikan asing yang berasal dari barang rampasan negara untuk dibagikan ke
kelompok nelayan. Saat ini, sebagian besar kapal ikan ilegal yang dirampas
negara berujung dilelang atau dijual lagi. Data KKP, selama 2021-2023, Dirjen Pengawasan
Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP telah menginisiasi pengajuan
permohonan pemanfaatan 49 unit kapal perikanan hasil tindak pidana pada
Kejaksaan RI. Namun, kapal rampasan yang bisa dimanfaatkan nelayan tergolong
minim. Per tanggal 1 April 2024, dari 49 unit kapal perikanan rampasan negara
itu, sebanyak 24 kapal di antaranya telah terjual dengan cara lelang oleh
Kejaksaan di sejumlah daerah. Sementara 2 kapal masih dalam proses lelang, 4
kapal telah dimusnahkan, dan 3 kapal dalam kondisi rusak berat. Selebihnya,
empat kapal telah diserahkan ke KKP, 1 kapal diserahkan ke Universitas
Hasanuddin, dan 3 kapal dalam proses hibah. Selain itu, 5 kapal berpotensi
dimanfaatkan dan 1 kapal dalam proses penerbitan status penggunaan barang rampasan
dari Kemenkeu.
Akhir Maret lalu, 2 kapal sitaan negara diserahkan KKP kepada
Pemkab Banyuwangi untuk diteruskan kepada kelompok usaha bersama nelayan/koperasi
perikanan di Banyuwangi, Jatim, di Pantai Ancol Plengsengan, Kelurahan Lateng,
Banyuwangi. Dua kapal tersebut, KG 9464 TS berukuran 106,67 gros ton (GT) dan
kapal ikan KG 9269 TS berbobot 60,05 GT, merupakan kapal asal Vietnam. Selain
itu, masih ada tiga kapal ikan lain asal Vietnam, yakni TG 94916 TS (80 GT), BV
92602 TS (GT 107), dan BV 92601 TS (GT 62), yang kini dalam tahap perbaikan.
Tiga kapal itu juga akan diserahkan kepada kelompok usaha bersama
nelayan/koperasi perikanan.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Nelayan Tradisional
Indonesia (KNTI) Dani Setiawan mengemukakan, pemberian kapal perikanan hasil
rampasan negara kepada kelompok nelayan merupakan langkah positif. ”Pemerintah
juga perlu memfasilitasi kelompok nelayan penerima hibah kapal melalui akses
terhadap permodalan dan perizinan,” ujar Dani, pekan lalu. Agar dapat mengatasi
biaya operasional yang besar, lanjut dia, hibah kapal sebaiknya diberikan
kepada nelayan-nelayan yang tergabung dalam koperasi. Dengan demikian, koperasi
dapat ditugaskan untuk mengelola kapal, termasuk pembiayaan operasional melaut.
(Yoga)
PELUANG INVESTASI : Jakarta Miliki Eksklusivitas dari Daerah Lain
Pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Provinsi Derah Khusus Jakarta menjadi undang-undang, menjadi perhatian kalangan pengusaha. Pemerintah daerah mesti melakukan berbagai penyesuaian regulasi untuk memberi kepastian bagi dunia usaha. Pebisnis di Jakarta optimistis kawasan itu akan tetap menarik bagi kalangan investor meskipun statusnya bukan lagi ibu kota negara. Sebab, ada desain kewenangan investasi eksklusif yang membuat Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) lebih menguntungkan dibandingkan dengan daerah lain.
Wewenang khusus yang diberikan meliputi pengembangan iklim investasi; pelayanan investasi; pengendalian pelaksanaan investasi; serta pengembangan data dan sistem informasi penanaman modal. “Ini tidak dimiliki provinsi yang lain. Dalam hal ini, Jakarta memiliki ruang fleksibilitas untuk melakukan kerja sama dengan dunia usaha di dalam dan luar negeri, dan melakukan inovasi layanan dunia usaha,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani kepada Bisnis. Setelah pemindahan ibu kota, katanya, hal-hal seperti infrastruktur, kelembagaan, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul juga makin menguatkan indikasi bahwa Jakarta bakal mempertahankan statusnya sebagai pusat investasi di Indonesia. Terkait dengan hal tersebut, Apindo memberikan lima rekomendasi.
Pertama, dunia usaha menjadi stakeholders kunci dalam tata kelola ekonomi Jakarta.
Kedua, Peraturan Pemerintah (PP) tentang kewenangan khusus DKJ menjadi kunci, baik dalam dalam desain hubungan antara pemerintah pusat dan Pemprov DKJ, maupun stakeholders lain, terutama dunia usaha.
Ketiga, business process Online Single Submission Risk Based Approach atau OSS RBA di Undang-Undang tentang Cipta Kerja yang dinilai tidak cocok dengan desain kelembagaan Jakarta, mesti diperjelas dalam peraturan pemerintah.
Keempat, keberadaan Dewan Kawasan Aglomerasi hendaknya berkolaborasi dengan semua stakeholders, termasuk dunia usaha.
Selain itu, kewenangan otonomi Jakarta dalam menentukan aspek iklim usaha seperti izin usaha lahan, penggunaan air, dan lain sebagainya, tidak boleh melanggar ketentuan nasional. Hal ini dinilai sangat penting untuk menciptakan kepastian berusaha yang lebih tinggi.
Agar Dompet Tidak Tekor Seusai Perayaan Lebaran
Setelah larut dalam euforia hari raya, realita kembali menyapa.
Dompet menipis karena ”jorjoran” pengeluaran. Sementara tanggal gajian masih
lama. Bagaimana cara bertahan hidup? Rully (27) masih ingat pengalaman pahitnya
saat Lebaran tahun lalu. Terlena karena gaji bulanan masuk di tanggal yang sama
dengan hari Idul Fitri, ia belanja sepuas hati. Membeli baju baru, makan-makan,
mudik, membeli oleh-oleh, memberi ”salam tempel” untuk keponakan, dan masih
banyak pengeluaran lainnya. ”Saya belanja jorjoran, mikir uang ada banyak, nih.
Eh, hasilnya, setelah Lebaran tahun lalu itu, saya harus hemat banget sampai
tanggal gajian. Bener-bener boros,” tutur pekerja swasta asal Bekasi itu, Jumat
(12/4).
Akibat tekor, Rully terpaksa menjual tabungannya di saham Rp
1,5 juta sampai Rp 2 juta untuk menambal biaya hidup sampai menunggu tanggal
gajian berikutnya. Belajar dari pengalaman tahun lalu, ia pun berstrategi mengelola
keuangan pada Lebaran ini. Apalagi, ia sadar biaya kebutuhan hidup tahun ini
sudah naik pesat dari tahun lalu. Sementara gaji dan THR masih sama. Salah satu
siasatnya adalah tidak membeli baju baru saat Lebaran seperti tahun lalu. Ia
bisa berhemat sampai sekitar Rp 1 juta. ”Jadi, kami sekeluarga tahun ini pakai
baju Lebaran yang dari tahun-tahun lalu saja,” kata Rully.
Kebetulan, ia hanya mudik ke Bandung, Jabar, sehingga ongkos yang
diperlukan tidak terlalu mahal. Ia memilih membawa mobil sendiri sehingga total
ongkos mudik empat orang bisa ditekan menjadi Rp 600.000 mencakup bensin, tol
pulang-pergi, dan transportasi sehari-hari selama di Bandung. ”Untuk THR (ke
saudara-saudara) juga enggak gede-gede banget, sekitar Rp 600.000 buat
keponakan yang masih kecil-kecil aja. Pokoknya banyak belajar dari pengalaman
tahun lalu,” kata Rully. Dengan strategi keuangan yang tepat masyarakat bisa lebih
tenang mengakhiri libur Lebaran. (Yoga)
Populasi Usia Kerja Tumbuh Melambat
Sejak 2008, sesuai laporan analisis Dana Moneter
Internasional atau IMF, pertumbuhan populasi usia kerja yang berada dalam rentang
usia 15-64 tahun telah melambat. Hal ini dikhawatirkan memicu ketidak seimbangan
pasokan tenaga kerja dunia dan menghambat pertumbuhan ekonomi global. Laporan
analisis bertajuk ”Slowdown in Global Medium-Term: What Will It Take toTurn the
Tide?” dirilis dalam blog IMF pada Rabu (10/4). Dalam laporan itu disebutkan,
ketika suatu negara mengalami transisi demografi yang ditandai dengan menurunnya
tingkat kesuburan dan populasi yang menua, maka jumlah penduduk usia kerja mulai
menyusut. Sejak 2008, pertumbuhan populasi usia kerja yang berada dalam rentang
15–64 tahun telah melambat 92 % terhadap perekonomian global. Perlambatan ini
terlihat di sebagian besar negara maju dan berkembang.
Adapun negara-negara berpendapatan rendah masih menikmati
bonus demografi. Pergeseran demografis ini berdampak langsung pada pasokan
tenaga kerja global. Pada 2030, dalam laporan analisis yang sama, IMF memperkirakan,
kontribusi tahunan pasokan tenaga kerja terhadap pertumbuhan produk domestic bruto
(PDB) global diperkirakan akan menurun menjadi 0,2 %, atau hanya seperempat rata-rata
kontribusi tahunan pasokan tenaga kerja terhadap PDB global pada tahun
2000-2019. Hal ini mencerminkan proyeksi pertumbuhan pasokan tenaga kerja
potensial secara global hanya akan sebesar 0,3 % pada 2030. Namun, tren pasokan
tenaga kerja akan bervariasi menurut wilayah. Negara-negara berpendapatan
rendah diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pasokan tenaga kerja yang kuat
sebesar 2,1 %.
Sementara pasokan tenaga kerja di negara-negara berkembang,
kecuali China, akan tumbuh sebesar 0,9 %, dan di AS sebesar 0,5 %. Adapun
penurunan tajam dalam partisipasi kerja akan menyebabkan pasokan tenaga kerja
terkontraksi sebesar 0,6 % di China dan sebesar 0,5 % di Uni Eropa. Potensi
hambatan partisipasi kerja akibat penuaan terlihat di semua negara maju dan
China, sedangkan hambatan pada tingkat lebih rendah ada di Amerika Latin. Akan
tetapi, sejumlah negara maju, kecuali AS, mampu mengatasi dampak penuaan
demografi terhadap pasokan tenaga kerja dengan cara meningkatkan partisipasi
kerja perempuan dan pekerja berusia lebih tua. IMF, dalam laporan itu, juga
menyebutkan, tingkat pertumbuhan ekonomi global, tanpa adanya siklus naik dan
turun, terus melambat sejak krisis keuangan global tahun 2008–2009. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









