;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Lebaran di Jakarta, Yuk Nikmati Pesona Pulau Pari

15 Apr 2024

Pulau Pari di Kepulauan Seribu menjadi destinasi wisata favorit warga Jabodetabek selama libur Lebaran. Pesona keindahan pantai pasir putih, hutan bakau, hingga biota laut memikat wisatawan untuk datang ke pulau di utara Jakarta itu. Setelah berlayar dua jam dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, wisatawan tiba di Pulau Pari, Minggu (14/4). Panas matahari yang terik tak menghalangi kegembiraan para turis lokal itu. Pemandu wisata segera menyambut dan membawa wisatawan ke homestay milik warga setempat, lalu mereka meluncur ke Pantai Pasir Perawan. Mereka tersihir pesona pantai pasir putih yang bersih dengan pemandangan bahari dan embusan angin yang menyejukkan. Anak-anak pun hanyut bermain pasir di tepi pantai itu.

Ahmad Hanafiah (65), wisatawan asal Bogor, Jabar, menikmati pesona Pulau Pari bersama keluarga besarnya, yakni istri, anak-anak, dan cucu-cucunya. ”Pulau Pari ini cukup bagus dan harganya sangat terjangkau,” kata Ahmad. Liburan ke Pulau Pari memang sangat bersahabat bagi keluarga besar. Paket perjalanan Rp 350.000 per orang untuk liburan selama dua hari satu malam. Meskipun jumlah mereka 11 orang, harga itu masih bersahabat. Mereka mendapat paket pelesiran mengitari sejumlah destinasi wisata di Pulau Pari, mulai dari bermain di Pantai Pasir Perawan, Bukit Matahari, hingga Tanjung Rengge. Mereka juga bisa menikmati pengalaman selam permukaan (snorkeling) hingga olahraga air seperti banana boat. Harga tersebut sudah termasuk penginapan di homestay, makan tiga kali sehari, serta barbeku di pinggir pantai.

Wisata di Pulau Pari, kata Ahmad, sangat memesona, harga terjangkau, dan dekat dari Jakarta. Meski demikian, dia berharap pengelola wisata di Pulau Pari meningkatkan kebersihan. Wisatawan yang cukup ramai menjadi berkah Lebaran bagi warga lokal di Pulau Pari. Hampir semua penginapan milik warga di pulau seluas 42 hektar itu penuh selama musim libur Lebaran karena sudah dipesan wisatawan. Harga rata-rata paket trip (wisata) di Kepulauan Seribu Rp 350.000 per orang. Ada juga paket Rp 1 juta per orang. Bedanya, paket yang lebih murah menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke dan yang lebih mahal menaiki kapal cepat dari Pelabuhan Marina Ancol. ”Harganya sama saja dengan hari-hari biasa. Kami tidak aji mumpung mentang-menang lagi libur Lebaran,” kata Reyhan, pengusaha lokal yang menyulap rumahnya menjadi homestay. (Yoga)

Antisipasi Dampak Rupiah dan Minyak

15 Apr 2024

Perekonomian dalam negeri kembali menghadapi tekanan akibat terus melemahnya nilai tukar rupiah, menembus Rp 16.000 per USD, dan naiknya harga minyak mentah. Pelemahan nilai tukar juga dialami mata uang banyak negara lain, hal ini terkait erat dengan kebijakan suku bunga ditingkat global. Langkah bank sentral AS, The Fed, mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50 %, sejalan dengan kondisi ekonominya. Komite Pasar Terbuka Federal menyatakan pihaknya akan melakukan tiga kali penurunan bunga acuan tahun ini, masing-masing 25 basis poin dalam rangka menekan inflasi ke 2 %. Ketua The Fed tak menutup kemungkinan bunga acuan akan dipertahankan selama mungkin. Ketidakpastian kapan The Fed memangkas bunga acuan membuat tekanan pelemahan rupiah belum berakhir

Melemahnya rupiah juga dipicu meningkatnya kebutuhan Dollar AS, untuk pembayaran dividen maupun impor BBM dan pangan, yang sifatnya musiman. Dibanding negara Asia lain, pelemahan rupiah relatif terkendali. Kurs rupiah saat ini juga dinilai sesuai nilai fundamentalnya. Cadangan devisa 140 miliar USD cukup solid, memadai untuk menutup 6,4 bulan impor. Namun, pelemahan rupiah yang menembus level psikologis baru bisa memicu sentimen negatif yang dapat kian menekan rupiah. Pelemahan rupiah membuat beban utang dalam dollar AS pun meningkat. Kurs rupiah juga memengaruhi inflasi dalam negeri melalui barang yang diimpor sehingga berdampak ke daya beli masyarakat, fiskal, dan perekonomian secara keseluruhan.

Karena itu, kalangan pengamat mengingatkan pentingnya mengantisipasi dampak ini. Apalagi, melemahnya rupiah terjadi berbarengan dengan terus naiknya harga minyak mentah dan masih tingginya harga pangan dunia. Ini pukulan ganda  bagi Indonesia sebagai importir neto minyak dan negara yangmasih sangat tergantung pada energi fosil dan pangan impor. Harga Brent dan WTI mendekati 100 dollar AS per barel, dan bukan tidak mungkin kembali menyentuh 120-130 dollar AS per barel jika eskalasi konflik di Timur Tengah sampai mengganggu jalur logistik penting minyak. Pemerintah menyatakan harga BBM tak akan naik sampai Juni 2024.

Jika kenaikan harga minyak mentah global berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia dipaksa melakukan penyesuaian harga BBM dalam negeri, dengan konsekuensi pembengkakan subsidi energi apabila harga BBM bersubsidi dipertahankan. Pemerintah kemungkinan harus menambah belanja sosial guna melindungi kelompok rentan dari imbas kenaikan harga dan menerapkan kebijakan pengendalian konsumsi BBM. Mengakhiri ketergantungan yang terlalu besar pada komponen, barang jadi, dan pangan impor, serta mempercepat transisi energi fosil ke energi baru terbarukan yang potensinya melimpah di dalam negeri akan memperkuat resiliensi Indonesia menghadapi tekanan serupa di masa mendatang (Yoga)

Harga Minyak Menuju Keseimbangan Baru

15 Apr 2024

Eskalasi konflik di Timur Tengah dengan serangan udara Iran ke Israel pada Minggu (14/4) berpotensi mendongkrak harga minyak dunia. Jika eskalasi berlanjut, harga minyak dunia bisa menembus 100 USD per barel. Iran melakukan serangan udara selama beberapa jam terhadap Israel pada Sabtu (13/4) tengah malam hingga Minggu (14/4) pagi. Pemerintah Iran menyatakan, serangan itu merupakan balasan atas serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus pada 1 April 2024. Meski serangan Iran telah berhenti pada Minggu pagi, risiko eskalasi konflik sangat terbuka. Situasi memanas penuh ketidakpastian ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian global. Dampak langsung yang sudah terjadi adalah kenaikan harga minyak dunia yang biasanya akan diikuti kenaikan harga komoditas lainnya.

Baru sebatas kabar tentang potensi Iran menyerang Israel beredar pada Jumat (12/4) saja, harga minyak dunia sudah melonjak. Mengutip data situs pencatat basis data ekonomi dan komoditas, Refinitiv, harga minyak Brent pada penutupan perdagangan per Sabtu (13/4) mencapai 90,45 USD per barel, tertinggi sejak 20 Oktober 2023 atau enam bulan terakhir. Harga ini melampaui asumsi rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan pada APBN 2024 senilai 82 USD per barel. Administrasi Informasi Energi AS dalam prospek energi bulanan jangka pendeknya memperkirakan harga minyak mentah Brent rata-rata 88,55 USD per barel tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya senilai 87 USD per barel.

Kenaikan ini mencerminkan ekspektasi kuatnya penarikan persediaan minyak global pada triwulan I-2024 dan risiko geopolitik yang sedang berlangsung. Prospek ini dirilis per 9 April atau sebelum serangan udara Iran ke Israel. Artinya, bisa saja perkiraannya dalam prospek berikutnya akan direvisi naik lagi. Mengutip CNBC, Presiden Rapidan Energy dan mantan pejabat energi senior di pemerintahan Bush, Bob McNally, menyatakan, harga minyak mentah jenis Brent bisa melonjak hingga 100 USD per barel jika Iran langsung menyerang Israel. Jika eskalasi menyebabkan gangguan di Selat Hormuz, harga bisa melonjak hingga 120 USD atau 130 USD per barel. (Yoga)

Masyarakat Sipil Gugat Eksploitasi Benih Lobster

15 Apr 2024

Berbagai kalangan dari masyarakat sipil menggugat kebijakan eksploitasi benih bening lobster (puerulus) yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pemerintah menetapkan kuota benih bening lobster yang boleh dieksploitasi dan diekspor sebanyak 419.213.719 ekor atau 90 % dari estimasi stok benih. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai kebijakan ekspor benih bening lobster yang dibuka kembali menunjukkan minimnya akuntabilitas pemerintah. Penetapan potensi benih dan kuota tangkapan benih menggunakan basis data yang sepihak dari pemerintah, tanpa melibatkan unsur masyarakat sipil, LSM yang pro nelayan dan pembudidaya, serta akademisi. Publik sulit diharapkan percaya dengan penjelasan pemerintah karena akurasi dan validitasnya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Busyro menilai persoalan ekspor benih bening lobster pernah disikapi dengan baik oleh pemerintah melalui kebijakan larangan ekspor benih pada 2015-2019. Namun, dibukanya kembali kebijakan ekspor benih bening lobster pada tahun ini secara tidak transparan, sepihak, dan tanpa ada kesempatan masyarakat untuk memberikan data komparatif menunjukkan langkah mundur. ”Demokratisasi seharusnya dilakukan dalam bentuk kebijakan-kebijakan publik. Namun yang terjadi proses demokrasi sudah sekarat. Publik sangat patut meragukan kebijakan benih bening lobster,” ujar Busyro, yang juga Ketua Komisi KPK periode 2010-2011, pada Minggu (14/4).

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim mengemukakan, dibukanya penangkapan benih bening lobster besar-besaran untuk tujuan ekspor merupakan paradoks kebijakan perikanan serta bertolak belakang dengan target yang diusung pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai sentra lobster dunia. Sementara jutaan pembudidaya lobster menggantungkan hidupnya dari ketersediaan benih bening lobster. ”Usaha pembesaran lobster di Indonesia akan kalah bersaing dengan aktivitas eksploitatif benih bening lobster yang disponsori pemerintah. Eksploitasi benih lobster juga mengancam kesejahteraan nelayan penangkap benih dalam jangka panjang,” kata Halim. (Yoga)

Saat Liburan, Banyak Warga Beli Kebutuhan Harian Melampaui Anggaran

15 Apr 2024

Musim liburan menjadi kesempatan banyak orang untuk piknik dan membelanjakan uangnya. Banyak di antaranya menghabiskan dana di luar prediksi atau anggaran yang tersedia. Survei YouGov di 17 negara pasar internasional menemukan konsumen secara umum membeli kebutuhan harian, termasuk pangan dalam jumlah banyak melampaui anggaran saat liburan, 22 % responden di 16 negara menyatakan demikian. Survei dilakukan pada warga usia 18 tahun ke atas di 16 negara pasar internasional dengan jumlah sampel bervariasi, 500 responden hingga 2.001 responden setiap negara. Survei dilakukan secara daring pada November 2023 dan dipublikasikan Februari 2024.

Sebanyak 17 % responden membelanjakan dana melebihi anggaran untuk pemberian hadiah. Anggaran yang berlebih juga muncul pada aktivitas makan di luar (16 %), biaya perjalanan (16 %), dan biaya sosialisasi (10 %). Kanada dan Jerman menjadi negara dengan jumlah responden tertinggi yang membelanjakan kebutuhan harian saat liburan melebihi anggaran. Sebanyak 27 % responden melakukannya. Warga Indonesia yang membelanjakan kebutuhan harian melebihi anggaran di musim liburan mencapai 22 %, sama dengan rata-rata dunia, tetapi tertinggi di kawasan Asia yang disurvei, melebihi Singapura dan India yang masing-masing 20 %.

Meski banyak warga yang menghabiskan anggaran untuk kebutuhan harian melebihi anggaran, 35 % responden menyatakan tetap ketat mengatur belanja pangan dan kebutuhan harian dan 35 % responden lainnya menyatakan membelanjakan makanan dan kebutuhan harian di bawah anggaran. Belanja paling irit dilakukan penduduk India. Di luar 20 % responden yang belanja makanan dan kebutuhan harian melebihi anggaran, terdapat 50 % responden negara itu yang belanja di bawah anggaran. Secara khusus, survei YugGov menunjukkan hampir separuh atau 48 % responden Tanah Air menyatakan akan berbelanja makanan dan minuman lebih banyak pada Lebaran 2024 dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 37 % berbelanja sama dengan tahun lalu dan 6 % berbelanja lebih sedikit dibanding tahun lalu.

Survei dilakukan pada 2.136 responden di Indonesia usia 18 tahun ke atas pada Januari 2024. Adapun responden yang menghabiskan dana untuk fashion dan pakaian lebih besar dibandingkan tahun lalu mencapai 33 %. Artikel YouGov berjudul, ”Holiday Shopping in Indonesia: How Consumers Find What to Buy and How Early Most Start Their Shopping” berdasarkan survei pada November 2023 menemukan 79 % warga Indonesia berbelanja pada bulan liburan berlangsung, meliputi, 21 % konsumen berbelanja 3-4 minggu sebelum liburan, 34 % berbelanja 1-2 minggu sebelumliburan dan 24 % berbelanja pada pekan perayaan berlangsung. Kebanyakan konsumen mendapatkan ide berbelanja dari media sosial, 52 % responden. (Yoga)

Sudah Jatuh Tertimbun Beras

15 Apr 2024

Sore itu, Senin (8/4) Herianto (48) mengendarai sepeda motor menuju Balai Desa Belanti Siam, Pulang Pisau, Kalteng, untuk berbuka puasa bersama petani lain. Setelah berbuka, semua berencana tarawih bersama. Saat melihat sawahnya yang berisi jerami pascapanen berserakan, Herianto menghentikan sepeda motornya. Ia bahkan sujud syukur di pematang sawah atas hasil panen yang diberikan tahun ini. Sawah seluas 2 hektar miliknya itu mampu menghasilkan 10 ton gabah kering giling (GKG). Dari tiap hektar ia bisa mendapatkan 4 ton lebih GKG, dua kali lipat panen normalnya selama ini. Ungkapan syukur juga diutarakan petani-petani lain, termasuk Kelompok Tani Sido Mekar, tempat Herianto bernaung. Semuanya punya cerita sukses panen luar biasa.

Ada yang menghasilkan 5 ton per hektar, ada yang 5,5 ton per hektar, bahkan ada sawah yang dikunjungi para pejabat daerah untuk menjadi penanda kesuksesan mereka. Panen raya dihadiri Wagub Kalteng Edy Pratowo, Senin (1/4). Bangganya mereka, sawah yang berjarak 150 km dari Palangkaraya itu didatangi pejabat, tapi ada yang mengganjal di hati mereka. ”Sebenarnya kasihan petani, pas panen lagi bagus gini harga gabah malah anjlok,” ujar Herianto. Harga gabah anjlok, bahkan dua kali. Pertengahan Maret, harga gabah kering turun dari Rp 8.500 per kg menjadi Rp 7.200 per kg. Kini harga gabah tersungkur menjadi Rp 5.500 per kg. Sudah mendekati Lebaran, lanjut Herianto, harga gabah tak kunjung merangkak naik.

Bagi dia, hasil panen yang baik sudah cukup untuk menambah kegembiraan Ramadhan. ”Meski anjlok, gabahnya, ya, tetap saya jual, mau enggak mau. Berapa saja harganya, itu untuk kebutuhan hidup, sekolah, dan lain-lain. Kalau Lebaran, ya, gini-gini aja udah alhamdulillah,” kata Herianto. Pujiaman dari Kelompok Sido Mekar juga demikian. Ia tak marah, apalagi mengeluh, saat harga gabah anjlok. ”Pasti harganya enggak pernah stabil,” ucapnya. Pujiaman menyebutkan, ”Kalau belum rugi dan gagal panen, belum petani Indonesia.” Dengan harga yang anjlok kerugian tidak bisa dihindari. Apalagi Herianto dan Pujiaman tidak mendapat jatah pupuk bersubsidi. Mereka mengeluarkan uang Rp 340.000 per 100 kg pupuk.

Untuk 1 hektar lahan ia membutuhkan empat sampai enam kali pemupukan dengan total lima sampai enam karung pupuk berukuran 100 kg tersebut. Ia menghabiskan Rp 10 juta hanya untuk pupuk, belum termasuk biaya lain. Herianto dan Pujiaman bahkan harus meminjam uang di bank untuk bisa menanam padi dan menyiapkan lahan. Untuk membeli pupuk, obat-obatan, dan benih padi yang ia inginkan. ”Semoga bisa untuk nyaur utang dan nabung kuliah anak,” kata Pujiaman. Ironisnya, saat harga gabah anjlok, harga beras justru mahal. Di Pulang Pisau, beras berjenama Pangkoh dijual Rp 18.000 per liter dari yang sebelumnya Rp 13.000. Lalu, harga beras Mayang Super Rp 22.000 per liter naik pada awal Februari menjadi Rp 25.000 per liter sampai saat ini. (Yoga)

Dari Nasi Bungkus hingga Snorkeling Laris Manis di Gili Trawangan

15 Apr 2024

Saat libur Lebaran dan awal musim ramai wisatawan mancanegara, kunjungan ke Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Lombok Utara, NTB, menggeliat. Semua kecipratan rezeki. Nasi bungkus, sepeda, dan paket snorkeling laris manis. ”Lauknya ada ikan dan ayam. Satu bungkus Rp 10.000 saja,” kata Maemunah (65) saat seorang pembeli menanyakan nasi bungkus yang dijualnya pada Sabtu (13/4). Sebagian besar pembelinya memilih duduk di area lapang di bawah rindang cemara laut. Kelezatan nasi hangat dengan lauk ikan tongkol atau ayam, sedikit mi goreng, dan potongan kacangan panjang berlipat dengan suguhan di depan mata mereka. Pasir putih nan lembut berpadu dengan ombak tenang, air laut sebening kaca menyambung dengan laut biru yang lebih gelap di tengah dan berakhir di deretan perbukitan di Lombok daratan.

Jika sarapan lebih pagi, di sisi timur terlihat jelas Gunung Rinjani, favorit para pendaki dalam dan luar negeri. Sebagian yang berlibur ke Gili juga ada yang baru turun dari Rinjani. ”Kemarin saya dapat Rp 1 juta dari hasil jualan nasi bungkus dan minuman. Alhamdulillah, meningkat dari sebelumnya, Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per hari,” kata Maemunah, yang selama bulan Ramadhan libur berjualan. ”Minat sepeda banyak sekali, terutama wisatawan lokal. Ada juga wisatawan mancanegara. Mereka menyewa sehari, ada juga dua hari,” kata Najamudin (46), yang menyewakan sepeda per hari Rp 50.000. Menurut Najamudin, seminggu terakhir rata-rata tempat penyewaan sepeda laris manis.

Hampir semua unit sepeda mereka habis disewa. ”Saya punya tujuh unit, tinggal satu unit lagi. Padahal, ini masih pagi,” kata Najamudin. Ia menambahkan, kondisi di Gili memang sudah semakin membaik dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Gili ikut terdampak pandemi Covid-19. Selain dari Pelabuhan Bangsal, wisatawan yang datang ke Gili juga bisa menggunakan kapal cepat dari sejumlah titik di Bali. Mereka biasanya menginap beberapa hari hingga lebih dari satu minggu. ”Rata-rata satu kapal cepat datang membawa 100 penumpang. Kalau ditotal, bisa lebih dari 1.500 wisatawan sehari. Jumlah wisatawan lokal dalam seminggu terakhir sekitar 500 orang per hari,” kata Najamudin.

Kondisi itu berdampak pada berbagai sektor usaha jasa pariwisata terkait. Tidak hanya akomodasi, tetapi juga aktivitas    perairan yang juga jadi daya tarik Gili, seperti snorkeling dan menyelam. ”Seluruh kamar kami penuh. Open trip snorkeling juga ramai,” kata Wahab (28), pegawai Gili Gili Hotel sekaligus penyedia paket snorkeling. Selain di area pantai dengan menyewa peralatan, tersedia juga layanan open trip snorkeling ke sejumlah tempat di kawasan Gili. Setiap orang dikenai tarif Rp 150.000, sudah termasuk peralatan dan pemandu, juga ke beberapa titik snorkeling favorit di kawasan Gili. Beberapa di antaranya area patung bawah laut dan titik penyu. Pada Sabtu siang terlihat para peserta open trip snorkeling begitu antusias, baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. (Yoga)

Pilu dan Tawa di Balik ”Wisata Macet”

15 Apr 2024

Daya Tarik kawasan wisata Puncak di Kabupaten Bogor hingga Kabupaten Cianjur, Jabar, tak pernah memudar. Wisatawan berbondong-bondong mengunjungi kawasan itu meski harus merasakan kemacetan dan tertahan karena aturan sistem satu arah. Di balik derita ”wisata kemacetan” di kawasan Puncak, ternyata membawa berkah bagi sejumlah warga setempat. Fania Oktaviani (27) menimang anaknya laki-lakinya yang gelisah dan menangis dan menyerahkannya kepada sang suami, Yudi (31). ”Kami sudah terjebak di sini sejak pukul 14.00. Sekarang sudah hampir pukul 22.00. Anak dari tadi siang sudah rewel karena one way enggak selesai-selesai,” ujar Yudi, warga Depok, Sabtu (13/4) malam. Yudi sudah mengingatkan istrinya agar tidak ke kawasan Puncak karena macet. Namun, Fania tetap ingin ke Puncak karena sudah janji dengan kakak, keponakan, dan ibunya. Sebuah vila telanjur disewa untuk menghabiskan waktu libur di akhir pekan.

Cornelis Galuh (34) dan adiknya, Vincent (31), warga Jakarta, tak bisa menutupi wajah letih karena tertahan sekitar delapan jam di sisi ruas Jalan Tol Jagorawi. ”Ini sudah di luar wajar. Biasanya paling lama tiga jam, belum lagi jalan ke atas pasti kejebak macet lagi,” kata Galuh kesal. ”Keluarga dari Bandung sudah tiba di vila (Sabtu) sore. Kami masih di sini sampai malam,” kata Vincent yang kapok berwisata ke Puncak di saat musim libur. Kekesalan serupa juga dirasakan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, salah satunya Risa (32). Ia dan keluarga berniat bersilaturahmi ke rumah kerabat di Cianjur. Namun, karena lalu lintas padat, Risa memilih di rumah saja.

Di balik kemacetan hingga tertahannya kendaraan karena sistem satu arah, ternyata mendatangkan berkah dan sumber rezeki bagi para pedagang kecil. Trisno (45) selama tiga hari terakhir, dagangan aneka makanan dan minuman di warung miliknya yang berukuran 2 x 3 meter, laris manis. Pengunjung silih berganti datang berbelanja. Pada hari biasa, omzet dagangan Trisno paling banyak Rp 150.000 per hari. Namun, melonjaknya kunjungan wisatawan di Puncak membuat omzetnya bisa mencapai Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per hari. ”Ada rezeki dari macet ini. Jarang-jarang dapat segini, malam biasa sepi yang beli. Ini ada saja yang datang beli. Bisa sampai lebih dari Rp 250.000,” ujarnya sambil tertawa.

Kemacetan di jalan akses menuju Puncak tak terelakkan akibat kepadatan kendaraan. Kepolisian memberlakukan sistem satu arah pada Minggu (14/3) pukul 11.00 untuk mengalirkan arus kendaraan dari Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Rekayasa lalu lintas masih dilakukan hingga Selasa (16/4). Berdasarkan data TMC Polres Bogor pada Minggu pukul 13.00, ada 28.866 kendaraan yang melintasi Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Sementara dari arah Gadog menuju Puncak mencapai 30.539 kendaraan. Total kendaraan yang melintas di jalur Puncak itu sebanyak 59.405 kendaraan. Sepeda motor mendominasi, yakni 44.782 kendaraan. Total mobil mencapai 13.723 kendaraan. Sisanya bus dan truk sebanyak 900 kendaraan. (Yoga)

Wahai Petani, Musim Tanam Sudah Bergeser Jauh

15 Apr 2024

Goris Takene (48) memetik satu per satu buah jagung di kebun miliknya di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, Senin (8/4) pagi. Jagung yang ia panen di lahan seluas 4.000 meter persegi itu lolos dari bencana gagal tanam yang menimpa ribuan petani di NTT. Jagung yang baru dipanen itu ditanam oleh Goris pada 16 Januari 2024 atau mundur jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat menanam, ia seperti berjudi sebab hanya memanfaatkan hari hujan yang tersisa. Setelah membeli benih Rp 95.000 per kg, ia coba menanam di tanah yang disesaki hamparan batu karang itu. Ia tak berharap banyak karena sudah banyak petani yang mengalami gagal tanam. Petani mulai menanam pada awal Desember ketika hujan hampir seminggu.

Mereka mengira musim hujan tiba. Sayangnya, setelah jagung atau padi mulai tumbuh beberapa sentimeter, hujan berhenti. Panas datang mematikan tanaman. Akhir Desember hujan kembali turun. Petani berpikir itu saat tepat menanam. Ketika tanaman mulai tumbuh, datang terik dan menyapu semua tanaman. Banyak petani putus asa, lalu meninggalkan kebun. Mereka merasa seakan dikecoh oleh alam yang tidak menurunkan hujan seperti dulu lagi. ”Biasanya, petani lahan tadah hujan itu sudah mulai menanam pada awal Desember. Sejak 20 tahun terakhir, terus mundur sampai Januari. Musim tanam sudah bergeser,” ucap Goris. Ia tak lagi berpatokan pada pola lama, tapi mengikuti perkembangan cuaca dan iklim dari BMKG.

”Saatnya petani menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang ternyata banyak membantu,” ujar Goris. Kelurahan Bello merupakan salah satu sentra pangan di Kota Kupang, khususnya untuk padi, jagung, dan hortikultura. Daerah itu punya cadangan air yang banyak. Belakangan, debit air terus menurun sehingga petani mengandalkan hujan. Tak jauh dari kebun Goris terdapat hamparan sawah yang kini baru mulai ditanam padi. Petani menunggu debit air bertambah setelah hujan satu bulan terakhir. Sekitar 20 tahun sebelumnya, sawah di Bello sudah panen pertama di awal April, kemudian persiapan untuk musim tanam berikutnya. ”Sekarang tanam padi pertama sudah bergeser ke April dan tidak mungkin tanam kedua karena musim hujan sudah selesai. Satu kali tanam saja sudah bersyukur,” ujar Rino (27), warga. (Yoga)

Kenapa Pelni Butuh Kapal Baru

15 Apr 2024
BEBERAPA kali menumpang KM Umsini ketika mudik, Edi Sumardi puas atas layanan PT Pelni (Persero), dari kemudahan mengakses tiket, tarif yang terjangkau, hingga ketepatan waktu keberangkatan. Keluhannya cuma satu setiap kali ia berlayar ke kampung halamannya di Makassar ataupun saat kembali ke Surabaya. "Toiletnya cenderung kotor," katanya.

Edi bukan satu-satunya yang tidak merasa nyaman. Direktur Utama Pelni Tri Andayani banyak mendengar kritik soal kebersihan toilet di kapal-kapal milik perusahaan. Maklum, kebanyakan armada perusahaan pelayaran ini sudah tua. "Bayangkan, kapal kita ada yang berusia 38 tahun. Toiletnya mau dikasih cairan apa pun enggak bakal bersih," katanya saat dijumpai Tempo, Rabu, 3 April lalu.

Pelni mengoperasikan 26 unit kapal penumpang saat ini. Semuanya hasil pabrikan Jerman yang memiliki umur teknis 30 tahun. Tahun ini, sebanyak 12 unit di antaranya sudah melewati batas umur teknis tersebut. Dua unit lainnya akan melewati usia 30 tahun pada 2025. Untuk menyelesaikan keluhan ini, perusahaan berencana merenovasi toilet besar-besaran. Pada 4 Oktober 2023, Anda—panggilan Tri Andayani—menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose untuk merombak 614 toilet di 26 kapal penumpang Pelni secara bertahap mulai 2024 hingga 2026. Perusahaan memilih baja nirkarat sebagai material di toilet baru ini. 

Tapi, untuk armada yang tua, perusahaan berharap bisa segera menggantinya alih-alih merenovasi. Sayang, langkah ini bukan hal yang mudah buat Pelni. Kas perusahaan tidak mencukupi untuk mengganti seluruh armada sepuh sekaligus. Menurut Anda, tiap tahun perusahaan menyisihkan pendapatan buat belanja kapal. Namun, dengan harga kapal sekitar Rp 1,5 triliun, dananya baru bisa terkumpul setelah empat tahun. "Jadi, tiap empat tahun sekali baru bisa beli kapal. Enggak nguber. Tiap tahun saja ada dua yang lewat umur teknisnya," ujarnya. (Yetede)