Ekonomi
( 40600 )Kapal Rampasan, antara Dilelang dan Dibagikan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemanfaatan
kapal ikan asing yang berasal dari barang rampasan negara untuk dibagikan ke
kelompok nelayan. Saat ini, sebagian besar kapal ikan ilegal yang dirampas
negara berujung dilelang atau dijual lagi. Data KKP, selama 2021-2023, Dirjen Pengawasan
Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP telah menginisiasi pengajuan
permohonan pemanfaatan 49 unit kapal perikanan hasil tindak pidana pada
Kejaksaan RI. Namun, kapal rampasan yang bisa dimanfaatkan nelayan tergolong
minim. Per tanggal 1 April 2024, dari 49 unit kapal perikanan rampasan negara
itu, sebanyak 24 kapal di antaranya telah terjual dengan cara lelang oleh
Kejaksaan di sejumlah daerah. Sementara 2 kapal masih dalam proses lelang, 4
kapal telah dimusnahkan, dan 3 kapal dalam kondisi rusak berat. Selebihnya,
empat kapal telah diserahkan ke KKP, 1 kapal diserahkan ke Universitas
Hasanuddin, dan 3 kapal dalam proses hibah. Selain itu, 5 kapal berpotensi
dimanfaatkan dan 1 kapal dalam proses penerbitan status penggunaan barang rampasan
dari Kemenkeu.
Akhir Maret lalu, 2 kapal sitaan negara diserahkan KKP kepada
Pemkab Banyuwangi untuk diteruskan kepada kelompok usaha bersama nelayan/koperasi
perikanan di Banyuwangi, Jatim, di Pantai Ancol Plengsengan, Kelurahan Lateng,
Banyuwangi. Dua kapal tersebut, KG 9464 TS berukuran 106,67 gros ton (GT) dan
kapal ikan KG 9269 TS berbobot 60,05 GT, merupakan kapal asal Vietnam. Selain
itu, masih ada tiga kapal ikan lain asal Vietnam, yakni TG 94916 TS (80 GT), BV
92602 TS (GT 107), dan BV 92601 TS (GT 62), yang kini dalam tahap perbaikan.
Tiga kapal itu juga akan diserahkan kepada kelompok usaha bersama
nelayan/koperasi perikanan.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Nelayan Tradisional
Indonesia (KNTI) Dani Setiawan mengemukakan, pemberian kapal perikanan hasil
rampasan negara kepada kelompok nelayan merupakan langkah positif. ”Pemerintah
juga perlu memfasilitasi kelompok nelayan penerima hibah kapal melalui akses
terhadap permodalan dan perizinan,” ujar Dani, pekan lalu. Agar dapat mengatasi
biaya operasional yang besar, lanjut dia, hibah kapal sebaiknya diberikan
kepada nelayan-nelayan yang tergabung dalam koperasi. Dengan demikian, koperasi
dapat ditugaskan untuk mengelola kapal, termasuk pembiayaan operasional melaut.
(Yoga)
PELUANG INVESTASI : Jakarta Miliki Eksklusivitas dari Daerah Lain
Pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Provinsi Derah Khusus Jakarta menjadi undang-undang, menjadi perhatian kalangan pengusaha. Pemerintah daerah mesti melakukan berbagai penyesuaian regulasi untuk memberi kepastian bagi dunia usaha. Pebisnis di Jakarta optimistis kawasan itu akan tetap menarik bagi kalangan investor meskipun statusnya bukan lagi ibu kota negara. Sebab, ada desain kewenangan investasi eksklusif yang membuat Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) lebih menguntungkan dibandingkan dengan daerah lain.
Wewenang khusus yang diberikan meliputi pengembangan iklim investasi; pelayanan investasi; pengendalian pelaksanaan investasi; serta pengembangan data dan sistem informasi penanaman modal. “Ini tidak dimiliki provinsi yang lain. Dalam hal ini, Jakarta memiliki ruang fleksibilitas untuk melakukan kerja sama dengan dunia usaha di dalam dan luar negeri, dan melakukan inovasi layanan dunia usaha,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani kepada Bisnis. Setelah pemindahan ibu kota, katanya, hal-hal seperti infrastruktur, kelembagaan, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul juga makin menguatkan indikasi bahwa Jakarta bakal mempertahankan statusnya sebagai pusat investasi di Indonesia. Terkait dengan hal tersebut, Apindo memberikan lima rekomendasi.
Pertama, dunia usaha menjadi stakeholders kunci dalam tata kelola ekonomi Jakarta.
Kedua, Peraturan Pemerintah (PP) tentang kewenangan khusus DKJ menjadi kunci, baik dalam dalam desain hubungan antara pemerintah pusat dan Pemprov DKJ, maupun stakeholders lain, terutama dunia usaha.
Ketiga, business process Online Single Submission Risk Based Approach atau OSS RBA di Undang-Undang tentang Cipta Kerja yang dinilai tidak cocok dengan desain kelembagaan Jakarta, mesti diperjelas dalam peraturan pemerintah.
Keempat, keberadaan Dewan Kawasan Aglomerasi hendaknya berkolaborasi dengan semua stakeholders, termasuk dunia usaha.
Selain itu, kewenangan otonomi Jakarta dalam menentukan aspek iklim usaha seperti izin usaha lahan, penggunaan air, dan lain sebagainya, tidak boleh melanggar ketentuan nasional. Hal ini dinilai sangat penting untuk menciptakan kepastian berusaha yang lebih tinggi.
Agar Dompet Tidak Tekor Seusai Perayaan Lebaran
Setelah larut dalam euforia hari raya, realita kembali menyapa.
Dompet menipis karena ”jorjoran” pengeluaran. Sementara tanggal gajian masih
lama. Bagaimana cara bertahan hidup? Rully (27) masih ingat pengalaman pahitnya
saat Lebaran tahun lalu. Terlena karena gaji bulanan masuk di tanggal yang sama
dengan hari Idul Fitri, ia belanja sepuas hati. Membeli baju baru, makan-makan,
mudik, membeli oleh-oleh, memberi ”salam tempel” untuk keponakan, dan masih
banyak pengeluaran lainnya. ”Saya belanja jorjoran, mikir uang ada banyak, nih.
Eh, hasilnya, setelah Lebaran tahun lalu itu, saya harus hemat banget sampai
tanggal gajian. Bener-bener boros,” tutur pekerja swasta asal Bekasi itu, Jumat
(12/4).
Akibat tekor, Rully terpaksa menjual tabungannya di saham Rp
1,5 juta sampai Rp 2 juta untuk menambal biaya hidup sampai menunggu tanggal
gajian berikutnya. Belajar dari pengalaman tahun lalu, ia pun berstrategi mengelola
keuangan pada Lebaran ini. Apalagi, ia sadar biaya kebutuhan hidup tahun ini
sudah naik pesat dari tahun lalu. Sementara gaji dan THR masih sama. Salah satu
siasatnya adalah tidak membeli baju baru saat Lebaran seperti tahun lalu. Ia
bisa berhemat sampai sekitar Rp 1 juta. ”Jadi, kami sekeluarga tahun ini pakai
baju Lebaran yang dari tahun-tahun lalu saja,” kata Rully.
Kebetulan, ia hanya mudik ke Bandung, Jabar, sehingga ongkos yang
diperlukan tidak terlalu mahal. Ia memilih membawa mobil sendiri sehingga total
ongkos mudik empat orang bisa ditekan menjadi Rp 600.000 mencakup bensin, tol
pulang-pergi, dan transportasi sehari-hari selama di Bandung. ”Untuk THR (ke
saudara-saudara) juga enggak gede-gede banget, sekitar Rp 600.000 buat
keponakan yang masih kecil-kecil aja. Pokoknya banyak belajar dari pengalaman
tahun lalu,” kata Rully. Dengan strategi keuangan yang tepat masyarakat bisa lebih
tenang mengakhiri libur Lebaran. (Yoga)
Populasi Usia Kerja Tumbuh Melambat
Sejak 2008, sesuai laporan analisis Dana Moneter
Internasional atau IMF, pertumbuhan populasi usia kerja yang berada dalam rentang
usia 15-64 tahun telah melambat. Hal ini dikhawatirkan memicu ketidak seimbangan
pasokan tenaga kerja dunia dan menghambat pertumbuhan ekonomi global. Laporan
analisis bertajuk ”Slowdown in Global Medium-Term: What Will It Take toTurn the
Tide?” dirilis dalam blog IMF pada Rabu (10/4). Dalam laporan itu disebutkan,
ketika suatu negara mengalami transisi demografi yang ditandai dengan menurunnya
tingkat kesuburan dan populasi yang menua, maka jumlah penduduk usia kerja mulai
menyusut. Sejak 2008, pertumbuhan populasi usia kerja yang berada dalam rentang
15–64 tahun telah melambat 92 % terhadap perekonomian global. Perlambatan ini
terlihat di sebagian besar negara maju dan berkembang.
Adapun negara-negara berpendapatan rendah masih menikmati
bonus demografi. Pergeseran demografis ini berdampak langsung pada pasokan
tenaga kerja global. Pada 2030, dalam laporan analisis yang sama, IMF memperkirakan,
kontribusi tahunan pasokan tenaga kerja terhadap pertumbuhan produk domestic bruto
(PDB) global diperkirakan akan menurun menjadi 0,2 %, atau hanya seperempat rata-rata
kontribusi tahunan pasokan tenaga kerja terhadap PDB global pada tahun
2000-2019. Hal ini mencerminkan proyeksi pertumbuhan pasokan tenaga kerja
potensial secara global hanya akan sebesar 0,3 % pada 2030. Namun, tren pasokan
tenaga kerja akan bervariasi menurut wilayah. Negara-negara berpendapatan
rendah diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pasokan tenaga kerja yang kuat
sebesar 2,1 %.
Sementara pasokan tenaga kerja di negara-negara berkembang,
kecuali China, akan tumbuh sebesar 0,9 %, dan di AS sebesar 0,5 %. Adapun
penurunan tajam dalam partisipasi kerja akan menyebabkan pasokan tenaga kerja
terkontraksi sebesar 0,6 % di China dan sebesar 0,5 % di Uni Eropa. Potensi
hambatan partisipasi kerja akibat penuaan terlihat di semua negara maju dan
China, sedangkan hambatan pada tingkat lebih rendah ada di Amerika Latin. Akan
tetapi, sejumlah negara maju, kecuali AS, mampu mengatasi dampak penuaan
demografi terhadap pasokan tenaga kerja dengan cara meningkatkan partisipasi
kerja perempuan dan pekerja berusia lebih tua. IMF, dalam laporan itu, juga
menyebutkan, tingkat pertumbuhan ekonomi global, tanpa adanya siklus naik dan
turun, terus melambat sejak krisis keuangan global tahun 2008–2009. (Yoga)
Industri Manufaktur Berisiko Tekan Volume Produksi
Pelemahan nilai tukar rupiah secara terus-menerus berisiko menyebabkan
sebagian besar industri manufaktur menekan volume produksi. Beban biaya nonproduksi
akan melonjak jika pelemahan rupiah berkelanjutan. Meski perdagangan spot rupiah
selama sepekan terakhir atau selama periode Lebaran belum dibuka, berbagai pemberitaan
menyebutkan, rupiah telah menembus Rp 16.000 per dollar AS. Berdasarkan data
Google Finance, pelemahan rupiah menyentuh titik tertingginya pada level Rp 16.089
per dollar AS pada Jumat (12/4). Data
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan, rupiah berada di level
Rp 15.873 per dollar AS pada penutupan pasar Jumat (5/4).
Pelemahan rupiah sempat menyentuh level tertingginya sebesar
Rp 15.923 per dollar AS atau terdepresiasi 2,9 % dibandingkan dengan awal tahun
2024. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, Senin
(15/4) mengatakan, pelemahan rupiah dipastikan berdampak negatif, terutama terhadap
industri manufaktur nasional. Sebab, industri manufaktur masih bergantung pada
impor bahan baku, bahan penolong, serta barang modal.
”Terbuka kemungkinan kenaikan harga jual di pasar apabila
pelemahan ini terjadi lebih dari sebulan. Imbasnya, inflasi harga pasar bisa menjadi
lebih tinggi, pertumbuhan penjualan atau konsumsi pasar melambat dan memengaruhi
inflasi apabila pemerintah tidak bisa menstabilkan penguatan nilai tukar. Kami
sangat berharap pemerintah dapat menciptakan intervensi moneter yang dibutuhkan
untuk menciptakan stabilitas atau penguatan nilai tukar,” katanya.
Sekitar 80 % total impor nasional merupakan bahan baku, bahan
penolong, serta barang modal industri. Ini mengakibatkan biaya nonproduksi
(overhead cost) industri manufaktur seluruh subsektor melonjak dan sangat
memberatkan. Apindo memperkirakan, sebagian besar industri manufaktur akan
menekan volume produksi akibat kenaikan beban biaya nonproduksi yang disebabkan
oleh pelemahan rupiah. (Yoga)
Airlangga Janjikan Respons Terukur
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjanjikan
langkah kombinasi terukur dalam merespons dampak ekonomi menyusul konflik
Iran-Israel. Langkah yang dimaksud mencakup sektor perbankan dan pasar modal,
pengendalian inflasi, serta rencana koordinasi bauran kebijakan fiskal-moneter
guna pengendalian nilai tukar dan pengelolaan defisit anggaran pemerintah. ”Rambatan
dampak (eskalasi konflik Iran-Israel) kepada pasar finansial Indonesia baru akan
terlihat saat pembukaan pasar besok pagi (Selasa, 16/4). Namun, langkah-langkah
antisipatif akan disiapkan untuk menjaga kepercayaan pasar atas dampak potensi
semakin meningkatnya harga komoditas terutama minyak akibat terganggunya pasokan,
serta kenaikan harga emas, sebagai aset safe haven, dan rambatan ke sektor
lainnya,” katanya.
Airlangga menyelenggarakan rapat terbatas dengan seluruh unsur
kedeputian pada Kemenko Bidang Perekonomian dengan sejumlah Dubes di Jakarta, Senin
(15/4), merespons eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan udara Iran
ke Israel pada Minggu (14/4) yang diklaim sebagai balasan atas serangan Israel
yang menghancurkan gedung Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, 1 April 2024. Rapat
tersebut, membahas respons kebijakan terhadap dampak konflik di tingkat
regional dan global, kinerja sektor perbankan dan pasar modal, pengendalian
inflasi, serta rencana koordinasi bauran kebijakan fiskal moneter dengan
otoritas terkait untuk strategi pengendalian nilai tukar dan pengelolaan
defisit anggaran ke depan.
Konflik Iran-Israel, Airlangga menambahkan, juga akan menimbulkan
gangguan pada rantai pasokan melalui Terusan Suez. Ini akan berdampak langsung
setidaknya pada kenaikan biaya kargo. Produk yang terganggu antara lain gandum,
minyak, dan komponen alat-alat produksi dari Eropa. Secara fundamental, perekonomian
Indonesia relatif cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi masih terjaga di atas 5 %
dengan inflasi terkendali. Sampai Februari 2024, neraca perdagangan Indonesia
juga masih mengalami surplus dan menopang cadangan devisa yang pada posisi
terakhir di Maret 2024 tercatat masih kuat. (Yoga)
Sulitnya Transpuan Klaim Dana Kematian
Harapan 163 transpuan dan warga miskin untuk mendapatkan klaim
atas program jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan untuk kategori
bukan penerima upah (BPU) lagi-lagi kandas. Kendati menjadi peserta aktif program
tersebut, mereka tetap tidak bisa menikmati manfaat dari program itu. BPJS
Ketenagakerjaan tetap menolak pengajuan klaim mereka atas program jaminan
kematian kategori BPU meskipun sudah ada upaya mediasi antara Perkumpulan Suara
Kita (perwakilan transpuan dan orang miskin) dan BPJS Ketenagakerjaan. Mediasi
dengan mediator Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) hingga akhir Maret 2024
pun gagal. Dalam ”Risalah Gagal Mediasi oleh Mediator DJSN” yang ditandatangani
Ketua DJSN Agus Suprapto dan mediator DJSN, Subiyanto, disebutkan sikap BPJS
Ketenagakerjaan yang tidak dapat menjalankan anjuran DJSN.
Sebelumnya, DJSN menyampaikan dua anjuran kepada BPJS
Ketenagakerjaan. Pertama, DJSN menganjurkan ketentuan Pasal 218 Ayat (5)
Peraturan Direksi BPJS Ketenagakerjaan No 36 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis
Penyelenggaraan JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM harus segera dicabut
karena bertentangan dengan regulasi jamsostek. Kedua, DJSN menganjurkan BPJS
Ketenagakerjaan agar membayar klaim JKM yang diajukan Perkumpulan Suara Kita
yang menggunakan surat wasiat, baik surat wasiat di-waarmerking maupun tidak, berdasarkan
regulasi yang berlaku dalam jamsostek. Waarmerking adalah tindakan notaris yang
melakukan pembukuan atas akta bawah tangan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait
dengan memasukkannya ke dalam buku khusus. Namun, BPJS Ketenagakerjaan selaku
terlapor menyatakan sikap tidak dapat menjalankan kedua anjuran yang
disampaikan DJSN.
Atas penolakan BPJS Ketenagakerjaan tersebut, Perkumpulan
Suara Kita dan Jaringan Komunitas untuk BPJS Ketenagakerjaan menyatakan sangat
kecewa. ”BPJS Ketenagakerjaan bukan cuma tidak peka dan tidak sensitif,
melainkan juga tidak bisa memahami maksud dan tujuan program jaminan sosial
yang telah didesain negara,” ujar Hartoyo, mewakili Jaringan Komunitas untuk BPJS
Ketenagakerjaan, Senin (15/4). Bagi para transpuan dan warga miskin, klaim dana
kematian bagi peserta program jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan kategori
BPU sangat berarti. Selain untuk membantu pengurusan saat mereka meninggal,
dana tersebut bisa bermanfaat untuk solidaritas sosial bagi komunitas
transpuan. (Yoga)
Dua Perusahaan Rintisan Inovator dari Indonesia Dapat Suntikan Dana
Dua perusahaan rintisan atau start up dari Indonesia mendapat
suntikan dana sebesar 250.000 dollar Singapura atau Rp 2,9 miliar di ajang
Konferensi Filantropi Asia atau Philanthropy Asia Summit 2024 di Singapura,
Senin (15/4). Keduanya dianggap sebagai inovator di bidang iklim dan alam karena
telah berinovasi dalam pengelolaan limbah. Mereka adalah, Mycotech Lab (MYCL) dan
Sampangan. MYCL adalah perusahaan bioteknologi bersertifikat B Corp, yang membuat
produk dari limbah tanaman pertanian yang diikat dengan miselium jamur. Bahan
serbaguna itu untuk berbagai keperuan, mulai dari alas kaki hingga interior
otomotif dan bahan bangunan. Adapun Sampangan menyediakan produk karbon negatif
melalui teknologi karbonisasi dengan mengubah semua jenis sampah yang tidak
disortir menjadi bahan baku serbaguna dan berkelanjutan.
Total ada lima perusahaan rintisan yang mendapat suntikan
dana. Tiga lainnya, Circ yang berbasis di AS, GRST di Hong Kong, dan MAYANI di
Filipina. ”Program amplifier yang berlangsung selama setahun ini bertujuan
membina start up yang berdampak menjadi layak secara komersial dan memberikan
dampak positif di Asia,” kata Chief Executive Officer (CEO) Center for Impact
Investing and Practices (CIIP) Dawn Chan. Menurut Chan, program ini menerima
139 pengajuan dari 35 negara. Temanya beragam, seperti energi dan listrik,
pangan berkelanjutan dan konservasi lahan, konservasi lautan, serta
sirkularitas dan limbah. Semuanya mencerminkan minat yang signifikan terhadap dampak
pasar serta keinginan pendiri dan inovator untuk mengatasi tantangan iklim juga
alam di Asia. (Yoga)
Harga Beras Mahal, Desa Dapat Apa?
Jenis kapital yang tersedia di perdesaan dan jarang ditemukan
di perkotaan adalah lahan pertanian. Ini membuat sektor pertanian, termasuk
pertanian tanaman pangan, khususnya padi, sebagian besar ada di perdesaan.
Maka, ketika harga beras melambung, muncul pertanyaan, seberapa banyak kenaikan
harga dinikmati para petani padi sebagai produsen utama beras di Indonesia,
yang sebagian besar tinggal di perdesaan. Tapi, alih-alih menikmati rezeki
karena kenaikan harga produknya, petani padi sebagaimana yang diberitakan malah
ikut antre beras murah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)
pemerintah.
Liputan Kompas mendapati petani padi di Cirebon tak punya
simpanan beras hasil panen masa tanam sebelumnya karena panen mundur akibat
kekeringan sebagai dampak El Nino. Tapi lain cerita dengan petani padi organik,
simpanan beras mereka masih aman, tidak terjadi kekurangan, mereka masih makan nasi
hasil panen sebelumnya. Sejak lama, petani padi organik selalu membiasakan
menggunakan hasil panen mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka
terlebih dulu. Jika ada sisa, barulah itu dijual. Kebiasaan menempatkan pemenuhan
kebutuhan pangan keluarga sebagai prioritas utama dalam pemanfaatan hasil panen
memang selalu disampaikan para pendamping petani organik.
Adapun beras dengan harga yang mahal itu, awalnya, begitu
selesai panen, sebagian besar petani menjual beras kepada para penampung. Sebagian
dari mereka ini bermodal raksasa, dengan fasilitas gudang yang sangat besar.
Walau petani padi menyimpan beras hasil sawah mereka untuk kebutuhan pangan
keluarga, uang hasil penjualan sebagian gabah juga sangat diharapkan sebagai
modal tanam pada masa tanam berikutnya. Karena hasil bertani padi di Indonesia
tidak cukup untuk modal di musim tanam berikutnya, tekanan untuk menjual hasil
panen menjadi semakin tinggi. Situasi ini jarang terjadi pada para petani padi
sehat atau organik. Sebab, sarana produksi untuk padi jenis ini sebagian besar adalah
hasil produksi sendiri.
Banyak bukti di lapangan, pertanian padi organik memiliki
produktivitas di atas produktivitas padi konvensional. Jika produktivitas sawah
konvensional adalah 5,5 ton per hektar (ha), sawah padi sehat di Tasikmalaya
bisa menghasilkan 8 ton per ha, di Wonogiri bisa 13 ton per ha. Para petani
padi organik ini sudah lama tidak lagi merasakan kerepotan berburu pupuk
bersubsidi. Sebab, pupuk kompos bisa mereka produksi sendiri. Di sisi sarana produksi
pertanian, para petani padi organik adalah tuan bagi dirinya sendiri. Terlebih,
hasil produksi mereka jika dijual di toko ritel akan masuk ke kelompok beras
premium. Ada baiknya pemerintah mulai mendalami dan mendorong penerapan
pertanian padi organik secara lebih luas. Ketahanan pangan hanya dapat dicapai lewat
kedaulatan para petani tanaman pangan, yang sebagian besar tinggal di desa. (Yoga)
STRATEGI KELOLA ASET : Peluang Cuan Investasi
Di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan ekspektasi kinerja emiten yang kurang menggembirakan, aktivitas investasi tak bisa begitu saja terhenti. Koreksi di pasar modal justru menjadi momen bagi investor meraup cuan. Dikutip dari Bloomberg, Senin (15/4), kinerja pasar saham Indonesia diperkirakan terkoreksi dari kinerja laba bersih emiten pada kuartal I/2024. Kepala Riset Macquarie Sekuritas Ariyanto Jahja mengatakan bahwa koreksi tersebut hanyalah jangka pendek. Setelah pasar saham memecahkan rekor pada Maret 2024, kinerja pasar saham masih memiliki peluang penguatan pada sisa tahun ini.
Menurutnya, pada paruh kedua, ruang pertumbuhan ekonomi Indonesia terbuka sehingga meredam gejolak akibat pelaksanaan Pemilu 2024 dan memberikan bahan bakar pada pasar saham. Terpisah, CEO Manulife Aset Manajemen Indonesia Afi fa mengatakan untuk mendapatkan cuan tebal, investasi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Investasi pun harus dilakukan secara disiplin bahkan sejak dini sehingga bisa memberikan imbal hasil berupa bunga berbunga atau compounding interest.
Menurutnya, investasi rutin tanpa peduli kondisi koreksi pasar bisa memberikan imbal hasil maksimal pada portofolio investasi. Cara itu, katanya, turut diimbangi dengan pemilihan produk investasi yang sesuai. Sebagai contoh, dia menyebut untuk instrumen pasar uang seperti deposito, akan lebih baik bila menggunakan sistem tambahan bunga ke pokok simpanan atau automatic roll over (ARO). Menurutnya, produk ini akan memberikan keuntungan maksimal karena investor mendapatkan tambahan bunga dari bunga yang terakumulasi.
Dia menggambarkan, dana pokok dan durasi Rp5 juta diinvestasikan selama 10 tahun, serta PHI 4% per tahun secara bulanan bisa membuat dana investor mencapai Rp7,5 juta.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









