;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

SEPEDA MOTOR, Rela ”Mengaspal” demi Merajut Perjumpaan

08 Apr 2024

Salah satu esensi Lebaran tentu merekatkan yang berjauhan. Demi ini, masyarakat mengupayakan banyak cara agar bisa berkumpul dengan sanak saudara dan handai tolan di kampung halaman. Sepeda motor menjadi pilihan rasional untuk pulang, sekaligus simbol keberhasilan banyak orang. Program mudik gratis ataupun berbayar banyak diserbu. Pemerintah dan korporasi mengakomodasi pengguna sepeda motor dengan mengirimkan kendaraan serta pemilik dan keluarganya ke titik terdekat tujuan akhir. Salah satunya dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) melalui program Mudik Balik Bareng Honda. Tahun ini, perusahaan itu mengantar 2.559 konsumennya mudik dengan bus ke kota tujuan di Semarang, Jateng dan Yogyakarta pada Sabtu (6/4). Sebanyak 1.109 sepeda motor peserta mudik diangkut menggunakan 28 truk pada Kamis (4/4).

Yunik Dharyanti (36), salah satu peserta mudik gratis ini. Ia sekeluarga memilih berhenti di Semarang, lalu melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor ke Sragen. Estimasi waktu tempuh sekitar 4 jam. Dengan satu sepeda motor, ia berboncengan dengan suami serta kedua anaknya yang berusia 3 tahun dan 11 tahun. Walau jarak yang ditempuh sekitar 116 kilometer (km), kendaraan roda dua ini masih menjadi andalan keluarga ini. ”Kalau naik motor, di rumah (kampung) bisa  bawa motor jalan-jalan karena di kampung juga terbatas kendaraannya. Sepeda motor juga bisa dipakai bapak dan adik,” kata Yunik.

Riana Dwi (39) asal Pulo Gadung, Jaktim, bersama suami dan keenam anaknya, mendaftarkan tiga sepeda motor agar bisa terangkut dalam rombongan mudik menuju Yogyakarta. Sesampai di sana, mereka melanjutkan perjalanan ke Magelang, Jateng, selama dua jam. ”Total delapan orang. Motor akan dibawa anak pertama (18), saya, dan suami. Anak-anak lain, termasuk anak balita, dijemput saudara di Yogyakarta. Jalanan rawan,” kata Riana yang menganggap sepeda motor begitu penting karena membantu pergerakan keluarga. Mereka tidak lagi kebingungan mencari moda transportasi yang cocok untuk bersilaturahmi, agenda wajib tahunan keluarganya. (Yoga)

Warga Manfaatkan Mudik Gratis di Tengah Keterbatasan Ekonomi

08 Apr 2024

Mudik gratis sangat membantu warga di tengah keterbatasan ekonomi. Para penyelenggara mudik gratis mencegah pungutan liar kepada peserta dengan sistem pengaduan dan pengawasan. Peserta program mudik gratis seyogianya tidak dikenai pungutan apa pun. Salah satu penyelenggara mudik gratis adalah Pemprov Jateng yang menggandeng sejumlah pelaku usaha, termasuk Bank Jateng. Tidak hanya untuk mudik ke Jateng, fasilitas balik ke Jabodetabek pun cuma-cuma. Pelepasan 239 bus dalam program bertajuk Mudik Balik Asyik 2024 itu berlangsung di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (6/4). Program ini menyasar pekerja informal di Jabodetabek dan akan mengantar 11.750 pemudik ke 35 kabupaten/kota di Jateng.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menggaris bawahi, program mudik-balik gratis itu benar-benar tanpa pungutan. ”Kalau ada pungutan, kami akan tindak tegas. Kami sudah mengantisipasi dari awal,” ujarnya. Roy (44), pedagang soto di Karawaci, Tangerang, Banten, adalah salah satu yang memanfaatkan program mudik-balik gratis yang itu. Mudik gratis meringankan biaya mudiknya ke kampung halaman. Dirut PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan menyatakan, mereka berupaya memberikan fasilitas mudik yang asyik, nyaman, dan aman sehingga seluruh pemudik selamat sampai ke kota tujuan, berkumpul dengan keluarga.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) juga mengerahkan 10 bus ke Jateng dan Jatim untuk program mudik gratis. Agar tidak terjadi pungutan liar, Marketing Communications Manager PT IAMI Puti Annisa Moeloek menyatakan, penyelenggara menempatkan petugas selama perjalanan. Di Jatim, sebanyak 3.841 orang berangkat mudik gratis dengan 96 bus dari depan kantor Dishub Jatim, Surabaya, Minggu (7/4). ”Selain membantu warga merayakan Lebaran di kampung halaman, program mendukung keselamatan pemudik di perjalanan,” kata Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono. Sugianto, peserta mudik gratis asal Ponorogo, mengatakan, program ini selalu ditunggu. ”Mudik gratis ini meringankan biaya perjalanan menuju kampung halaman,” katanya. Di tengah keterbatasan ekonomi, mudik gratis sangat membantu warga. (Yoga)

Omzet Lebaran Tidak Setinggi Satu Dekade Lalu

08 Apr 2024

Kenaikan omzet industri alas kaki dan tekstil serta produk tekstil pada momentum Lebaran terus merosot dalam 10-20 tahun terakhir. Jika dulu lonjakan omzet bisa berkali-kali lipat dibanding bulan biasa, kini lonjakan maksimal hanya 50 %. Penyebabnya beragam, mulai dari impor yang makin marak hingga daya beli masyarakat yang menurun. ”Ada kenaikan omzet karena momentum Lebaran, tetapi tidak seramai zaman dulu,” ujar Eddy Widjanarko, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia, saat dihubungi, Minggu (7/4). Eddy menjelaskan, kenaikan omzet penjualan sepatu pada momentum Lebaran tahun ini tidak sebesar 10-20 tahun lalu. Sekitar 20 tahun lalu atau awal 2000-an, momentum Lebaran bisa meningkatkan omzet hingga tujuh kali lipat dibanding bulan biasanya.

Sampai 10 tahun lalu pun, meski menurun, momen Lebaran tetap bisa meningkatkan omzet tiga kali lipat dibanding bulan biasa. Namun, pada Lebaran 2024, kenaikan omzet hasil penjualan industri alas kaki atau sepatu paling besar mencapai 50 % disbanding bulan biasa. Penyebabnya, menurut Eddy, adalah kenaikan biaya hidup yang ditandai dengan inflasi pangan. Daya beli masyarakat juga menurun. Akhirnya, masyarakat lebih memprioritaskan belanja barang primer, seperti pangan, dibandingkan sepatu. Selain itu, kini makin marak sepatu impor, baik yang legal maupun ilegal, yang dipasarkan dengan harga lebih murah. Penjualan industri sepatu lokal pun tergerus. Ditambah lagi, telah terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Kini masyarakat lebih mengedepankan pakaian rapi, tanpa harus membeli sepatu baru dan pakaian baru. (Yoga)

Misi Nelayan Sejahtera Dihadang Gelombang

08 Apr 2024

Hari Nelayan Nasional yang diperingati setiap 6 April mengingatkan semua pihak, terutama pemerintah, soal nasib nelayan. Mereka semakin tidak sejahtera dan pekerjaan ini mulai ditinggalkan. Regulasi untuk mendorong kesejahteraan nelayan sudah dibuat melalui UU RI No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, yang mengamanatkan negara hadir mendorong kesejahteraan pelaku sektor perikanan. Namun, upaya perlindungan dan pemberdayaan untuk mendorong kesejahteraan nelayan belum optimal.

Indikator kesejahteraan nelayan melalui nilai tukar nelayan, cenderung melemah. Berdasarkan data BPS, nilai tukar nelayan pada Maret 2024 adalah 102,1, naik tipis dibanding Februari 2024, yakni 101,59. KKP mematok target nilai tukar nelayan 2024 sebesar 108. Sekjen Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana mengemukakan, nelayan menghadapi tantangan yang semakin berat di tengah dampak perubahan iklim. Perubahan cuaca yang tak bisa diprediksi menyebabkan beberapa jenis ikan sulit dicari. Tangkapan kian tak menentu. Selain itu, abrasi juga menggerus ruang hidup nelayan. Hingga kini belum terlihat peta jalan yang konkret untuk menyejahterakan nelayan.

Program peningkatan kesejahteraan nelayan belum tecermin dalam program kampanye presiden di Pemilu 2024. ”Kehidupan nelayan semakin berat, sedangkan belum terlihat peta jalan untuk mendorong kesejahteraan nelayan, seperti dihadang gelombang” ujar Budi, Kamis (4/5/2024). Plt Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu mengemukakan, pemerintah memiliki keberpihakan penuh kepada nelayan dengan memperjuangkan keberlanjutan subsidi perikanan di Indonesia di tengah tekanan internasional untuk menghapuskan skema subsidi perikanan. (Yoga)

Ekonomi (Bencana) Selat Muria

08 Apr 2024

Pada Februari 2024, banjir akibat cuaca ekstrem melanda Demak, Grobogan, dan Kudus. Sebulan kemudian, banjir melanda kembali ketiga kota itu beserta Semarang, Pati, dan Jepara. Bencana hidrometeorologi itu menggenangi permukiman dan lahan pertanian. Banjir juga merendam sejumlah titik jalan pantura di Semarang, Demak, dan Kudus dan berlangsung hampir dua minggu sehingga menyumbat jalur transportasi dan logistik. BPBD Jateng mencatat, total kerugian sementara akibat banjir di enam kota tersebut per 2 April 2024 mencapai Rp 2,22 triliun. Dari jumlah itu, kerugian Semarang Rp 852,3 miliar, Demak Rp 800,93 miliar, Grobogan Rp 343,2 miliar, Jepara Rp 139,64 miliar, Kudus Rp 80,77 miliar, dan Pati Rp 11,52 miliar.

Bencana besar serupa pernah melanda Kudus, Demak, Pati, dan Jepara pada awal 2014. Hujan ekstrem dengan curah 100-300 milimeter menyebabkan banjir dan longsor di empat daerah itu. Bencana itu mengakibatkan 125.000 warga mengungsi, 16 orang tewas, jalan pantura lumpuh selama dua minggu, dan tanaman padi seluas 23.723 hektar di ketiga daerah itu puso. Total kerugian akibat bencana di keempat kabupaten itu sebesar Rp 2,2 triliun.

Fenomena banjir akibat cuaca ekstrem dan air pasang itu memantik perbincangan potensi munculnya kembali Selat Muria. Selat Muria merupakan wilayah perairan di antara daratan utara Jateng dan Gunung Muria mulai abad ke-9 hingga abad ke-17. Waktu itu, Gunung Muria merupakan pulau tersendiri, terpisah dari Pulau Jawa, yang terekam dalam peta Jawa Dwipa yang menggambarkan Jawa pada zaman purba (Sejarah Kawitane Wong Jawa lan Wong Kanung, 1930). Akibat endapan selama ratusan tahun, Selat Muria berubah menjadi daratan sehingga Pulau Muria menyatu dengan Pulau Jawa.

Daratan tersebut mencakup Kudus serta sebagian Demak, Pati, Semarang, Jepara, dan Grobogan. Hingga kini, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara menjadi nadi ekonomi Jateng, bahkan Indonesia. Semarang, misalnya, menjadi nadi logistik karena memiliki Pelabuhan Tanjung Emas. Demak, Kudus, Pati, dan Grobogan menjadi daerah sentra beras. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng mencatat, per 15 Maret 2024, banjir melanda 16.269 hektar sawah yang ditanami padi di Kabupaten Grobogan, Demak, Pati, Kudus, dan Jepara, menyebabkan sebagian besar padi gagal dipanen. (Yoga)

TUNJANGAN HARI RAYA, Kemenaker Terima 1.187 Pengaduan

08 Apr 2024

Kemenaker telah menerima 1.187 pengaduan masalah tunjangan hari raya atau THR keagamaan, yang tercatat di posko pengaduan pelaksanaan THR kementerian dan dinas tenaga kerja yang dibuka sejak 4 April hingga 6 April 2024 pukul 15.00 WIB. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker Haiyani Rumondang, yang ditemui di sela-sela pelepasan mudik gratis bersama Kemenaker, Minggu (7/4) di Jakarta, menyampaikan, ada tiga masalah utama yang diadukan ke posko, yakni THR tidak dibayar, THR terlambat dibayar, dan nominal THR tidak sesuai ketentuan. Sesuai ketentuan, THR keagamaan dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum perayaan Idul Fitri. Pada tahun 2024, H-7 Lebaran jatuh pada 3 April.

Sesuai Surat Edaran Menaker No M/2/HK.04/III/-2024, besaran THR keagamaan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan terus-menerus atau lebih diberikan 1 bulan upah. Bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus-menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, akan diberikan THR secara proporsional. THR keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) dan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Adapun jumlah perusahaan yang diadukan terkait masalah THR sampai 6 April 2024 pukul 15.00 mencapai 725 perusahaan.

”Pengaduan masalah THR keagamaan tahun 2024 sejauh ini paling banyak datang dari Daerah Khusus Jakarta. Kami menduga karena jumlah perusahaan di provinsi ini banyak,” ujar Haiyani. Dia menambahkan, daftar perusahaan yang diadukan ke posko pengaduan THR akan menjadi atensi pengawas ketenagakerjaan. Sejauh ini, pengawas ketenagakerjaan sudah memeriksa 30 pengaduan. Kadisnakertrans dan Energi Daerah Khusus Jakarta Hari Nugroho, mengatakan, ada 200 perusahaan di Daerah Khusus Jakarta yang belum membayar THR keagamaan. Menurut dia, kebanyakan dari perusahaan tersebut bergerak di industri, bukan di bidang perdagangan ataupun sektor lainnya. (Yoga)

Konsumsi Tunjangan Hari Raya

08 Apr 2024

Tunjangan hari raya (THR) setiap tahun bagi pekerja swasta dan aparatur sipil negara menjadi harapan bergeraknya konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi. Apa saja yang dikonsumsi pekerja menggunakan THR mereka? Farika Daniar (37) Guru di Bandung, membeli kebutuhan pokok, seperti sayur, daging, dan bumbu. Makan bersama saat Lebaran sudah menjadi tradisi di rumah yang menjadi tujuan mudik. Harga-harga lebih mahal, tapi tetap dibeli. Selain itu, beli hamper untuk berbagi dengan keluarga. Harga barang-barang untuk hamper juga naik. Tahun lalu, dengan anggaran Rp 150.000 sudah banyak, sekarang hanya dapat setengahnya. Kaget juga dengan harganya.

Vandy Kusumawardhana (34) Karyawan Swasta, di Tangsel, Banten, setiap Ramadhan dan Lebaran, membeli bahan pangan pokok, pakaian, dan buah. Bahan pangan pokok dan buah-buahan kami pilih karena ibadah puasa membutuhkan asupan makanan lebih baik guna menjaga daya tahan tubuh. Pakaian baru, biasanya kami gunakan pada saat perayaan hari raya Idul Fitri. Namira Daufina Nainggolan (32) Karyawan Swasta di Jakarta, mengatakan, setiap bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, pola belanja meningkat. Mulai agenda buka bersama yang padat, saling tukar hamper, serta belanja pakaian Lebaran. Selain itu, persiapan dana mudik dan bagi-bagi THR buat sanak saudara. Kebutuhan Lebaran, di alokasikan dari pendapatan saya dan suami. THR dari tempat kerja juga membantu kami memenuhi kebutuhan Lebaran. (Yoga)

Mengapa Pabrik Narkoba Marak di Indonesia?

08 Apr 2024
PRODUKSI narkoba di dalam negeri semakin merajalela. Dalam satu tahun terakhir saja, polisi telah mengungkap setidaknya 10 pabrik narkoba dengan omzet hingga triliunan rupiah. Pemerintah dinilai perlu menggunakan pendekatan baru untuk memberantas produksi maupun penggunaan obat-obatan yang berbahaya bagi kesehatan tersebut. Pengungkapan pabrik narkoba terbaru terjadi pada Kamis, 4 April 2024. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek pabrik ekstasi yang dikendalikan oleh bandar narkoba Fredy Pratama di Perumahan Taman Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Ini adalah kepunyaan Fredy Pratama. Dia mengendalikan langsung melalui aplikasi BBM dari Bangkok, Thailand," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigjen Mukti Juharsa, Jumat, 5 April 2024.

Mukti menyatakan pihaknya menangkap enam orang kaki tangan Fredy Pratama yang mengoperasikan pabrik terebut. Menurut dia, mereka juga menyita ribuan ekstasi, mesin pencetak, bahan baku, bahan adonan, dan alat pendukung pembuatan ekstasi lainnya. "Bahan baku tersebut jika dicetak bisa mencapai 300 ribu butir," ujarnya. Sehari sebelumnya, polisi bersama Direktorat Jenderal Bea-Cukai juga menggerebek pabrik narkoba jenis happy water dan sabu di wilayah Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Selain menyita bahan baku dan alat produksi narkoba, polisi menangkap dua orang operator pabrik itu. Polisi pun menyita 2.000 kemasan happy water siap edar. “Dalam sepekan, pabrik rumahan itu mampu memproduksi 2.000 kemasan happy water dan 3 kg sabu,” kata Mukti.

Pengungkapan pabrik narkoba oleh aparat penegak hukum bukan kali ini saja. Berdasarkan catatan Tempo, sepanjang 2023 hingga saat ini polisi sudah membongkar sedikitnya 10 lokasi di berbagai daerah. Salah satu yang terbesar adalah pabrik pil koplo yang beroperasi di Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah. Pabrik ini disebut memiliki omzet hingga Rp 1,5 triliun per tahun. (Yetede)

Titip Rindu buat Anabul Tersayang

07 Apr 2024

Tussy Hapsary bersiap pulang kampung ke Yogyakarta mulai Senin (8/4) bersama keluarga. Asisten rumah tangganya juga mudik. Tussy terpaksa meninggalkan dua ekor ”buah hati”-nya, Zoe dan Zayn, anjing ras shihtzu dan maltese. ”Mulai tahun lalu aku menyewa dogsitter kalau mudik. Nanti dogsitter akan tinggal di rumah sekaligus jaga rumah. Aku pakai jasa mereka karena rekomendasi dari teman dan mereka terlatih menghadapi anjing sehingga aku cukup percayalah,” kata pakar strategi komunikasi di agensi kehumasan ini. Biaya menyewa jasa pengasuh anjing berada di angka Rp 350.000-Rp 750.000 per hari. Tarif termahal, kata Tussy, biasanya untuk anjing yang berukuran besar atau pelayanannya termasuk dimandikan. Tussy lebih cocok mendatangkan pengasuh ke rumah daripada menitipkan di rumah / hotel penampungan.

Ibu anabul lainnya, Igna, tidak mudik karena tak berlebaran. Namun, selama 10 hari ke depan, dia bakal jadi ”ibu asuh” untuk Tom, kucing berumur satu tahun peliharaan Runi, tetangga indekosnya. ”Nanti waktu aku mudik Natal, giliran Runi yang ngasuh Uri, kucingku,” kata pekerja sosial yang indekos di Jaksel ini. ”Aku enggak keberatan sama sekali kamarku jadi berantakan karenanya. Aku merasa Tom sudah seperti anak sendiri karena lebih sering main di kamarku. Kalau Runi ada di indekos, Tom juga lebih sering di kamarku,” kata Igna. Sebelum bertemu Runi, Igna menyewa jasa pengasuh (cat-sitter) dengan bayaran Rp 65.000 per tiga jam. Baru setahun belakangan Igna dan Runi berkolaborasi mengasuh anak-anak mereka. (Yoga)

Tiket Penyeberangan Mobil di Merak Telah Habis

07 Apr 2024

Volume kendaraan yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, membeludak, Sabtu (6/4). Tiket penyeberangan dua hari ke depan sudah ludes dan baru tersedia untuk Selasa (9/4). Sementara di Tol Trans-Jawa, sistem satu arah cukup efektif mengurai kepadatan lalu lintas. Berdasarkan pantauan Kompas, sistem penundaan masuk dermaga diterapkan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di dermaga ataupun di area parkir Pelabuhan Merak. Pengendara ditahan secara bertahap mulai dari Rest Area KM 13 Tol Tangerang hingga Gerbang Tol Merak.

”Kami terapkan delaying system (penundaan masuk dermaga) di Pelabuhan Merak. Ketika area di pelabuhan sudah kosong untuk 100 kendaraan, kami membuka gerbang tol dan mengatur 100 kendaraan masuk,” kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Aan Suhanan. Sistem itu semakin efektif karena tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan oleh PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry. Kendaraan yang masuk hanya untuk yang sudah membeli tiket secara daring melalui laman atau aplikasi Ferizy.

Di hari normal, kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, Lampung, 8.000 kendaraan per hari. Di masa mudik, lebih dari 24.000 kendaraan melintas setiap hari. Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, Tiket penyeberangan mobil dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni sudah habis terjual untuk 6-8 April 2024. Tiket tersedia kembali untuk penyeberangan Selasa (9/4). Penjualan tiket yang hanya dilakukan secara daring juga mengurangi penumpukankarena kendaraan yang tidak punya tiket tidak ikut mengantre. Untuk pengendara sepeda motor ataupun penumpang orang, kuota tiket penyeberangan dari Pelabuhan Ciwandan masih tersisa 30 %. (Yoga)