Ekonomi
( 40465 )SEPEDA MOTOR, Rela ”Mengaspal” demi Merajut Perjumpaan
Salah satu esensi Lebaran tentu merekatkan yang berjauhan.
Demi ini, masyarakat mengupayakan banyak cara agar bisa berkumpul dengan sanak
saudara dan handai tolan di kampung halaman. Sepeda motor menjadi pilihan
rasional untuk pulang, sekaligus simbol keberhasilan banyak orang. Program
mudik gratis ataupun berbayar banyak diserbu. Pemerintah dan korporasi mengakomodasi
pengguna sepeda motor dengan mengirimkan kendaraan serta pemilik dan
keluarganya ke titik terdekat tujuan akhir. Salah satunya dilakukan PT Astra
Honda Motor (AHM) melalui program Mudik Balik Bareng Honda. Tahun ini, perusahaan
itu mengantar 2.559 konsumennya mudik dengan bus ke kota tujuan di Semarang, Jateng
dan Yogyakarta pada Sabtu (6/4). Sebanyak 1.109 sepeda motor peserta mudik
diangkut menggunakan 28 truk pada Kamis (4/4).
Yunik Dharyanti (36), salah satu peserta mudik gratis ini. Ia
sekeluarga memilih berhenti di Semarang, lalu melanjutkan perjalanan dengan
sepeda motor ke Sragen. Estimasi waktu tempuh sekitar 4 jam. Dengan satu sepeda
motor, ia berboncengan dengan suami serta kedua anaknya yang berusia 3 tahun
dan 11 tahun. Walau jarak yang ditempuh sekitar 116 kilometer (km), kendaraan
roda dua ini masih menjadi andalan keluarga ini. ”Kalau naik motor, di rumah
(kampung) bisa bawa motor jalan-jalan
karena di kampung juga terbatas kendaraannya. Sepeda motor juga bisa dipakai
bapak dan adik,” kata Yunik.
Riana Dwi (39) asal Pulo Gadung, Jaktim, bersama suami dan
keenam anaknya, mendaftarkan tiga sepeda motor agar bisa terangkut dalam rombongan
mudik menuju Yogyakarta. Sesampai di sana, mereka melanjutkan perjalanan ke Magelang,
Jateng, selama dua jam. ”Total delapan orang. Motor akan dibawa anak pertama
(18), saya, dan suami. Anak-anak lain, termasuk anak balita, dijemput saudara
di Yogyakarta. Jalanan rawan,” kata Riana yang menganggap sepeda motor begitu
penting karena membantu pergerakan keluarga. Mereka tidak lagi kebingungan
mencari moda transportasi yang cocok untuk bersilaturahmi, agenda wajib tahunan
keluarganya. (Yoga)
Warga Manfaatkan Mudik Gratis di Tengah Keterbatasan Ekonomi
Mudik gratis sangat membantu warga di tengah keterbatasan
ekonomi. Para penyelenggara mudik gratis mencegah pungutan liar kepada peserta
dengan sistem pengaduan dan pengawasan. Peserta program mudik gratis seyogianya
tidak dikenai pungutan apa pun. Salah satu penyelenggara mudik gratis adalah
Pemprov Jateng yang menggandeng sejumlah pelaku usaha, termasuk Bank Jateng.
Tidak hanya untuk mudik ke Jateng, fasilitas balik ke Jabodetabek pun
cuma-cuma. Pelepasan 239 bus dalam program bertajuk Mudik Balik Asyik 2024 itu
berlangsung di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah,
Jakarta, Sabtu (6/4). Program ini menyasar pekerja informal di Jabodetabek dan akan
mengantar 11.750 pemudik ke 35 kabupaten/kota di Jateng.
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menggaris bawahi, program
mudik-balik gratis itu benar-benar tanpa pungutan. ”Kalau ada pungutan, kami
akan tindak tegas. Kami sudah mengantisipasi dari awal,” ujarnya. Roy (44),
pedagang soto di Karawaci, Tangerang, Banten, adalah salah satu yang
memanfaatkan program mudik-balik gratis yang itu. Mudik gratis meringankan
biaya mudiknya ke kampung halaman. Dirut PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan
menyatakan, mereka berupaya memberikan fasilitas mudik yang asyik, nyaman, dan
aman sehingga seluruh pemudik selamat sampai ke kota tujuan, berkumpul dengan
keluarga.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) juga mengerahkan 10 bus
ke Jateng dan Jatim untuk program mudik gratis. Agar tidak terjadi pungutan
liar, Marketing Communications Manager PT IAMI Puti Annisa Moeloek menyatakan,
penyelenggara menempatkan petugas selama perjalanan. Di Jatim, sebanyak 3.841
orang berangkat mudik gratis dengan 96 bus dari depan kantor Dishub Jatim,
Surabaya, Minggu (7/4). ”Selain membantu warga merayakan Lebaran di kampung
halaman, program mendukung keselamatan pemudik di perjalanan,” kata Pj Gubernur
Jatim Adhy Karyono. Sugianto, peserta mudik gratis asal Ponorogo, mengatakan, program
ini selalu ditunggu. ”Mudik gratis ini meringankan biaya perjalanan menuju kampung
halaman,” katanya. Di tengah keterbatasan ekonomi, mudik gratis sangat membantu
warga. (Yoga)
Omzet Lebaran Tidak Setinggi Satu Dekade Lalu
Kenaikan omzet industri alas kaki dan tekstil serta produk
tekstil pada momentum Lebaran terus merosot dalam 10-20 tahun terakhir. Jika
dulu lonjakan omzet bisa berkali-kali lipat dibanding bulan biasa, kini
lonjakan maksimal hanya 50 %. Penyebabnya beragam, mulai dari impor yang makin
marak hingga daya beli masyarakat yang menurun. ”Ada kenaikan omzet karena momentum
Lebaran, tetapi tidak seramai zaman dulu,” ujar Eddy Widjanarko, Ketua Umum
Asosiasi Persepatuan Indonesia, saat dihubungi, Minggu (7/4). Eddy menjelaskan,
kenaikan omzet penjualan sepatu pada momentum Lebaran tahun ini tidak sebesar 10-20
tahun lalu. Sekitar 20 tahun lalu atau awal 2000-an, momentum Lebaran bisa meningkatkan
omzet hingga tujuh kali lipat dibanding bulan biasanya.
Sampai 10 tahun lalu pun, meski menurun, momen Lebaran tetap
bisa meningkatkan omzet tiga kali lipat dibanding bulan biasa. Namun, pada
Lebaran 2024, kenaikan omzet hasil penjualan industri alas kaki atau sepatu
paling besar mencapai 50 % disbanding bulan biasa. Penyebabnya, menurut Eddy,
adalah kenaikan biaya hidup yang ditandai dengan inflasi pangan. Daya beli
masyarakat juga menurun. Akhirnya, masyarakat lebih memprioritaskan belanja
barang primer, seperti pangan, dibandingkan sepatu. Selain itu, kini makin
marak sepatu impor, baik yang legal maupun ilegal, yang dipasarkan dengan harga
lebih murah. Penjualan industri sepatu lokal pun tergerus. Ditambah lagi, telah
terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Kini masyarakat lebih mengedepankan
pakaian rapi, tanpa harus membeli sepatu baru dan pakaian baru. (Yoga)
Misi Nelayan Sejahtera Dihadang Gelombang
Hari Nelayan Nasional yang diperingati setiap 6 April
mengingatkan semua pihak, terutama pemerintah, soal nasib nelayan. Mereka
semakin tidak sejahtera dan pekerjaan ini mulai ditinggalkan. Regulasi untuk
mendorong kesejahteraan nelayan sudah dibuat melalui UU RI No 7 Tahun 2016
tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak
Garam, yang mengamanatkan negara hadir mendorong kesejahteraan pelaku sektor
perikanan. Namun, upaya perlindungan dan pemberdayaan untuk mendorong
kesejahteraan nelayan belum optimal.
Indikator kesejahteraan nelayan melalui nilai tukar nelayan, cenderung
melemah. Berdasarkan data BPS, nilai tukar nelayan pada Maret 2024 adalah
102,1, naik tipis dibanding Februari 2024, yakni 101,59. KKP mematok target
nilai tukar nelayan 2024 sebesar 108. Sekjen Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana
mengemukakan, nelayan menghadapi tantangan yang semakin berat di tengah dampak
perubahan iklim. Perubahan cuaca yang tak bisa diprediksi menyebabkan beberapa jenis
ikan sulit dicari. Tangkapan kian tak menentu. Selain itu, abrasi juga
menggerus ruang hidup nelayan. Hingga kini belum terlihat peta jalan yang
konkret untuk menyejahterakan nelayan.
Program peningkatan kesejahteraan nelayan belum tecermin
dalam program kampanye presiden di Pemilu 2024. ”Kehidupan nelayan semakin berat,
sedangkan belum terlihat peta jalan untuk mendorong kesejahteraan nelayan,
seperti dihadang gelombang” ujar Budi, Kamis (4/5/2024). Plt Dirjen Perikanan
Budidaya KKP TB Haeru Rahayu mengemukakan, pemerintah memiliki keberpihakan penuh
kepada nelayan dengan memperjuangkan keberlanjutan subsidi perikanan di Indonesia
di tengah tekanan internasional untuk menghapuskan skema subsidi perikanan. (Yoga)
Ekonomi (Bencana) Selat Muria
Pada Februari 2024, banjir akibat cuaca ekstrem melanda Demak,
Grobogan, dan Kudus. Sebulan kemudian, banjir melanda kembali ketiga kota itu beserta
Semarang, Pati, dan Jepara. Bencana hidrometeorologi itu menggenangi permukiman
dan lahan pertanian. Banjir juga merendam sejumlah titik jalan pantura di
Semarang, Demak, dan Kudus dan berlangsung hampir dua minggu sehingga menyumbat
jalur transportasi dan logistik. BPBD Jateng mencatat, total kerugian sementara
akibat banjir di enam kota tersebut per 2 April 2024 mencapai Rp 2,22 triliun.
Dari jumlah itu, kerugian Semarang Rp 852,3 miliar, Demak Rp 800,93 miliar, Grobogan
Rp 343,2 miliar, Jepara Rp 139,64 miliar, Kudus Rp 80,77 miliar, dan Pati Rp 11,52
miliar.
Bencana besar serupa pernah melanda Kudus, Demak, Pati, dan
Jepara pada awal 2014. Hujan ekstrem dengan curah 100-300 milimeter menyebabkan
banjir dan longsor di empat daerah itu. Bencana itu mengakibatkan 125.000 warga
mengungsi, 16 orang tewas, jalan pantura lumpuh selama dua minggu, dan tanaman
padi seluas 23.723 hektar di ketiga daerah itu puso. Total kerugian akibat bencana
di keempat kabupaten itu sebesar Rp 2,2 triliun.
Fenomena banjir akibat cuaca ekstrem dan air pasang itu memantik
perbincangan potensi munculnya kembali Selat Muria. Selat Muria merupakan wilayah
perairan di antara daratan utara Jateng dan Gunung Muria mulai abad ke-9 hingga
abad ke-17. Waktu itu, Gunung Muria merupakan pulau tersendiri, terpisah dari
Pulau Jawa, yang terekam dalam peta Jawa Dwipa yang menggambarkan Jawa pada
zaman purba (Sejarah Kawitane Wong Jawa lan Wong Kanung, 1930). Akibat endapan
selama ratusan tahun, Selat Muria berubah menjadi daratan sehingga Pulau Muria
menyatu dengan Pulau Jawa.
Daratan tersebut mencakup Kudus serta sebagian Demak, Pati,
Semarang, Jepara, dan Grobogan. Hingga kini, Semarang, Demak, Kudus, Pati,
Grobogan, dan Jepara menjadi nadi ekonomi Jateng, bahkan Indonesia. Semarang,
misalnya, menjadi nadi logistik karena memiliki Pelabuhan Tanjung Emas. Demak,
Kudus, Pati, dan Grobogan menjadi daerah sentra beras. Dinas Pertanian dan
Perkebunan Provinsi Jateng mencatat, per 15 Maret 2024, banjir melanda 16.269
hektar sawah yang ditanami padi di Kabupaten Grobogan, Demak, Pati, Kudus, dan
Jepara, menyebabkan sebagian besar padi gagal dipanen. (Yoga)
TUNJANGAN HARI RAYA, Kemenaker Terima 1.187 Pengaduan
Kemenaker telah menerima 1.187 pengaduan masalah tunjangan
hari raya atau THR keagamaan, yang tercatat di posko pengaduan pelaksanaan THR
kementerian dan dinas tenaga kerja yang dibuka sejak 4 April hingga 6 April
2024 pukul 15.00 WIB. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker Haiyani Rumondang, yang ditemui di
sela-sela pelepasan mudik gratis bersama Kemenaker, Minggu (7/4) di Jakarta, menyampaikan,
ada tiga masalah utama yang diadukan ke posko, yakni THR tidak dibayar, THR terlambat
dibayar, dan nominal THR tidak sesuai ketentuan. Sesuai ketentuan, THR keagamaan
dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum perayaan Idul Fitri. Pada tahun 2024,
H-7 Lebaran jatuh pada 3 April.
Sesuai Surat Edaran Menaker No M/2/HK.04/III/-2024, besaran
THR keagamaan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan terus-menerus
atau lebih diberikan 1 bulan upah. Bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan
secara terus-menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, akan diberikan THR secara
proporsional. THR keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh berdasarkan
perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) dan perjanjian kerja waktu
tertentu (PKWT). Adapun jumlah perusahaan yang diadukan terkait masalah THR
sampai 6 April 2024 pukul 15.00 mencapai 725 perusahaan.
”Pengaduan masalah THR keagamaan tahun 2024 sejauh ini paling
banyak datang dari Daerah Khusus Jakarta. Kami menduga karena jumlah perusahaan
di provinsi ini banyak,” ujar Haiyani. Dia menambahkan, daftar perusahaan yang
diadukan ke posko pengaduan THR akan menjadi atensi pengawas ketenagakerjaan.
Sejauh ini, pengawas ketenagakerjaan sudah memeriksa 30 pengaduan. Kadisnakertrans
dan Energi Daerah Khusus Jakarta Hari Nugroho, mengatakan, ada 200 perusahaan
di Daerah Khusus Jakarta yang belum membayar THR keagamaan. Menurut dia,
kebanyakan dari perusahaan tersebut bergerak di industri, bukan di bidang perdagangan
ataupun sektor lainnya. (Yoga)
Konsumsi Tunjangan Hari Raya
Tunjangan hari raya (THR) setiap tahun bagi pekerja swasta
dan aparatur sipil negara menjadi harapan bergeraknya konsumsi rumah tangga dan
pertumbuhan ekonomi. Apa saja yang dikonsumsi pekerja menggunakan THR mereka? Farika
Daniar (37) Guru di Bandung, membeli kebutuhan pokok, seperti sayur, daging,
dan bumbu. Makan bersama saat Lebaran sudah menjadi tradisi di rumah yang
menjadi tujuan mudik. Harga-harga lebih mahal, tapi tetap dibeli. Selain itu, beli
hamper untuk berbagi dengan keluarga. Harga barang-barang untuk hamper juga
naik. Tahun lalu, dengan anggaran Rp 150.000 sudah banyak, sekarang hanya dapat
setengahnya. Kaget juga dengan harganya.
Vandy Kusumawardhana (34) Karyawan Swasta, di Tangsel, Banten,
setiap Ramadhan dan Lebaran, membeli bahan pangan pokok, pakaian, dan buah.
Bahan pangan pokok dan buah-buahan kami pilih karena ibadah puasa membutuhkan
asupan makanan lebih baik guna menjaga daya tahan tubuh. Pakaian baru, biasanya
kami gunakan pada saat perayaan hari raya Idul Fitri. Namira Daufina Nainggolan
(32) Karyawan Swasta di Jakarta, mengatakan, setiap bulan Ramadhan dan perayaan
Idul Fitri, pola belanja meningkat. Mulai agenda buka bersama yang padat, saling
tukar hamper, serta belanja pakaian Lebaran. Selain itu, persiapan dana mudik
dan bagi-bagi THR buat sanak saudara. Kebutuhan Lebaran, di alokasikan dari
pendapatan saya dan suami. THR dari tempat kerja juga membantu kami memenuhi kebutuhan
Lebaran. (Yoga)
Mengapa Pabrik Narkoba Marak di Indonesia?
Titip Rindu buat Anabul Tersayang
Tussy Hapsary bersiap pulang kampung ke Yogyakarta mulai
Senin (8/4) bersama keluarga. Asisten rumah tangganya juga mudik. Tussy
terpaksa meninggalkan dua ekor ”buah hati”-nya, Zoe dan Zayn, anjing ras shihtzu
dan maltese. ”Mulai tahun lalu aku menyewa dogsitter kalau mudik. Nanti
dogsitter akan tinggal di rumah sekaligus jaga rumah. Aku pakai jasa mereka
karena rekomendasi dari teman dan mereka terlatih menghadapi anjing sehingga
aku cukup percayalah,” kata pakar strategi komunikasi di agensi kehumasan ini.
Biaya menyewa jasa pengasuh anjing berada di angka Rp 350.000-Rp 750.000 per
hari. Tarif termahal, kata Tussy, biasanya untuk anjing yang berukuran besar
atau pelayanannya termasuk dimandikan. Tussy lebih cocok mendatangkan pengasuh
ke rumah daripada menitipkan di rumah / hotel penampungan.
Ibu anabul lainnya, Igna, tidak mudik karena tak berlebaran.
Namun, selama 10 hari ke depan, dia bakal jadi ”ibu asuh” untuk Tom, kucing berumur
satu tahun peliharaan Runi, tetangga indekosnya. ”Nanti waktu aku mudik Natal, giliran
Runi yang ngasuh Uri, kucingku,” kata pekerja sosial yang indekos di Jaksel ini.
”Aku enggak keberatan sama sekali kamarku jadi berantakan karenanya. Aku merasa
Tom sudah seperti anak sendiri karena lebih sering main di kamarku. Kalau Runi
ada di indekos, Tom juga lebih sering di kamarku,” kata Igna. Sebelum bertemu
Runi, Igna menyewa jasa pengasuh (cat-sitter) dengan bayaran Rp 65.000 per tiga
jam. Baru setahun belakangan Igna dan Runi berkolaborasi mengasuh anak-anak
mereka. (Yoga)
Tiket Penyeberangan Mobil di Merak Telah Habis
Volume kendaraan yang hendak menyeberang dari Pelabuhan
Merak, Cilegon, Banten, membeludak, Sabtu (6/4). Tiket penyeberangan dua hari
ke depan sudah ludes dan baru tersedia untuk Selasa (9/4). Sementara di Tol
Trans-Jawa, sistem satu arah cukup efektif mengurai kepadatan lalu lintas. Berdasarkan
pantauan Kompas, sistem penundaan masuk dermaga diterapkan untuk mengurangi
penumpukan kendaraan di dermaga ataupun di area parkir Pelabuhan Merak. Pengendara
ditahan secara bertahap mulai dari Rest Area KM 13 Tol Tangerang hingga Gerbang
Tol Merak.
”Kami terapkan delaying system (penundaan masuk dermaga) di
Pelabuhan Merak. Ketika area di pelabuhan sudah kosong untuk 100 kendaraan,
kami membuka gerbang tol dan mengatur 100 kendaraan masuk,” kata Kepala Korps
Lalu Lintas Polri Irjen Aan Suhanan. Sistem itu semakin efektif karena tidak
ada lagi penjualan tiket di pelabuhan oleh PT Angkutan Sungai, Danau, dan
Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry. Kendaraan yang masuk hanya untuk yang
sudah membeli tiket secara daring melalui laman atau aplikasi Ferizy.
Di hari normal, kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan
Merak ke Bakauheni, Lampung, 8.000 kendaraan per hari. Di masa mudik, lebih
dari 24.000 kendaraan melintas setiap hari. Sekretaris Perusahaan PT ASDP
Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, Tiket penyeberangan mobil dari
Pelabuhan Merak menuju Bakauheni sudah habis terjual untuk 6-8 April 2024.
Tiket tersedia kembali untuk penyeberangan Selasa (9/4). Penjualan tiket yang
hanya dilakukan secara daring juga mengurangi penumpukankarena kendaraan yang
tidak punya tiket tidak ikut mengantre. Untuk pengendara sepeda motor ataupun penumpang
orang, kuota tiket penyeberangan dari Pelabuhan Ciwandan masih tersisa 30 %.
(Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









