;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Mengapa Penjualan Pakaian Bekas Impor Tetap Marak

13 Apr 2024
PAKAIAN bekas beraneka jenis dan warna berjejer di badan jalan Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 7 April lalu. Tiga hari menjelang perayaan Idul Fitri, kawasan tersebut dipadati warga yang hendak berbelanja. Saat Tempo berkunjung ke sana pada pukul 23.06, pembeli masih tampak berdesakan memilih pakaian. Parulian, salah seorang pedagang, menjual sehelai kemeja bekas berbahan flanel dengan harga Rp 85 ribu. “Masih bisa ditawar,” kata dia. Parulian mengaku mematok harga demikian karena jenis  baju tersebut merupakan pakaian bekas impor yang  sudah dipilih. Ada pula pakaian bekas impor yang dijual lebih murah karena kualitas jelek atau terdapat cacat. menurut dia, peminat pakaian bekas impor mash tinggi. Biasanya meningkat saat lebaran," kata Parulian. (Yetede)

Kuota Wisata untuk Perairan Konservasi

13 Apr 2024

Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP akan memberlakukan pembatasan pada kegiatan pariwisata alam perairan di kawasan konservasi nasional, untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya ekosistem di dalam kawasan konservasi. Namun, penerapannya dinilai perlu mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi. Salah satu kawasan konservasi prioritas yang direncanakan akan menerapkan pembatasan atau sistem kuota adalah kawasan konservasi Pulau Gili Matra di NTB yang merupakan konservasi perairan nasional. Penerapan kuota bertujuan untuk menghindari wisatawan berlebih yang mengakibatkan tekanan terhadap sumber daya alam sebagai nilai jual pariwisata.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Luky Adrianto berpendapat, penetapan sebuah kawasan sebagai kawasan konservasi berimplikasi pada tujuan pengelolaan kawasan tersebut, yaitu konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Karena itu, pembatasan jumlah wisatawan atau kegiatan wisata di kawasan konservasi merupakan salah satu instrumen untuk menjaga ekosistem, sumber daya hayati, dan keberlanjutan kawasan konservasi.

Meski demikian, penetapan kuota wisata dalam kawasan konservasi perlu mempertimbangkan daya dukung sosial dan ekologis (sosial-ekologis) dalam satu kesatuan kawasan, meliputi faktor ekologis, sosial ekonomi, dan manajemen sebagai parameter untuk menentukan kuota wisata. ”Secara ekonomi, pembatasan kuota wisata di kawasan konservasi dapat diukur dengan pemberlakuan wisata premium sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Luky, Jumat (12/4). (Yoga) 

Berburu Kuliner di Hari Raya

13 Apr 2024

Suasana lebaran tak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Di Kota Bandung, Jabar, masyarakat hingga pengunjung dari luar kota berburu kuliner memanjakan lidah dalam kebersamaan. Hujan yang mengguyur Bandung tidak menyurutkan niat Isna (50) bersama lima temannya menikmati Bakso Tjap Haji di Jalan Burangrang, Jumat (12/4) siang. Mereka rela mengantre lebih dari 45 menit agar bisa menyantap bakso yang menggugah selera. Ratusan orang tampak sabar menanti giliran. Sebagian terpaksa menunggu di bawah payung di depan restoran. Sebagian lagi berlindung menghindari tempias hujan.

”Lebaran biasanya menunya santan dan ketupat. Sekarang saya mencari yang kuahnya segar seperti bakso. Di sini (Bakso Tjap Haji) lebih enak. Jadi, sengaja jauh-jauh datang, ngantre juga tidak apa-apa,” ujar Isna yang berasal dari Kecamatan Rancasari. Tidak hanya Isna, pesohor dari Jakarta pun rela mengantre demi semangkuk bakso. Gitaris band Maliq & D’Essentials Arya Aditya yang dipanggil Lale juga berbaur dengan pengunjung sambil menyantap bakso. Dia datang bersama istrinya, Fikha Effendi.

”Setiap momen lebaran pasti makan bakso. Kebetulan disini langganan, weekday juga pas ke Bandung pasti ke sini,” ujar Fikha. Manajer Operasional Bakso Tjap Haji Rati Kurniati menjelaskan, saat Lebaran, setiap hari mereka melayani lebih dari 2.000 pengunjung yang menghabiskan 2.500 porsi. Jumlah ini meningkat lima kali lipat di- bandingkan hari-hari biasa. ”Salah satu bakso kami sampai keluar lebih dari 20.000 butir. Menu Bakso Spesial 1 menjadi favorit. Biasanya keramaian seperti ini terjadi sampai cuti Lebaran beres,” ujarnya. Oleh-oleh makanan ringan di Kota Bandung juga diserbu para penggemar kuliner.

Putri (37), warga Ciputat, Tangsel, menunggu giliran makanan ringannya ditimbang di toko Sari Milo Shultoniah. Warung oleh-oleh di Jalan Kemuning, Kecamatan Sumur Bandung, ramai pada Jumat pagi. Neni Rosmawati (32), pengelola toko Sari Milo Shultoniah, menyebutkan, Kentang Manohara, keripik kentang renyah berwarna kuning keemasan menjadi salah satu favorit yang dijual di sana bersama Kentang Putih dan Cireng Ariel. Dalam sehari, dia menjual lebih dari 60 kg keripik Kentang Manohara. ”Kentang Putih dan Cireng Ariel juga rata-rata bisa habis 60 kg sehari. Ada belasan jenis makanan ringan, cuma yang sering dibeli tiga jenis itu setiap lebaran dan waktu libur,” paparnya. (Yoga) 

Mudik dan Pelesiran via Tol Trans-Sumatera

13 Apr 2024

Melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 lewat Jalan Tol Trans-Sumatera menjadi pengalaman menarik yang perlu dicoba. Tahun ini lonjakan harga tiket pesawat yang tak masuk akal membuat banyak warga memilih jalur darat. Apalagi testimoni warga Ibu Kota yang kerap bepergian ke wilayah Sumatera menggunakan jalur darat menyatakan kehadiran ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang saat ini sudah beroperasi dari Bakauheni, Lampung, hingga Prabumulih, Sumsel, telah mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan berkendara. Pernyataan mereka seragam, yaitu ” Sekarang, sejak ada jalan tol, dari Bakauheni ke Palembang cuma 5 jam.”

Agar terhindar dari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 6-7 April 2024, Kompas berangkat pada Kamis (4/4) pukul 04.00. Sekitar pukul 09.00, Kompas sudah memasuki Gerbang Tol (GT) Bakauheni. Kota Palembang menjadi destinasi persinggahan di malam pertama pada perjalanan menuju Bukittinggi, Sumbar. Untuk mencapai Palembang dari Bakauheni, terdapat tiga ruas jalan tol yang harus dilalui, yakni ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 km, lalu ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sejauh 189 km, dan yang terakhir ruas Tol Kayu Agung-Palembang yang berjarak 42,5 km. Di sepanjang jalan tol, terdapat sekitar 9 rest area permanen dan sejumlah rest area fungsional. Kendaraan siaga, seperti kendaraan patroli dan kendaraan derek juga terlihat siap bertugas.

Tarif jalan tol dari GT Bakauheni Selatan ke GT Tol Kayu Agung/Kayu Agung Utama untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 360.000. Sementara tarif tol dari GT Kayu Agung Utama menuju GT Palembang untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 75.000. Tiba di Palembang pada pukul 15.00, rombongan mudik punya waktu banyak untuk berpelesir di Jembatan Ampera dan berwisata kuliner menikmati sajian pempek dan pindang patin di waktu berbuka puasa. Sesuai rencana awal, mudik kali ini memang menjadi sebuah perjalanan wisata. Ternyata, banyak pula keluarga-keluarga yang berpelesir di kota-kota yang mereka lalui dalam perjalanan mudik.

Keberadaan jalan tol telah menciptakan potensi perekonomian baru di wilayah sekitar jalan tol. Dimulai dari daerah di sekitar pintu gerbang tol hingga di sejumlah area istirahat. Sejalan dengan berlanjutnya ruas JTTS di area selatan dan utara yang akan saling terhubung, potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah di sekitar pintu gerbang tol sebagai wilayah transit juga akan terus berkembang. Pemerintah daerah perlu memanfaatkan situasi ini, misalnya dengan membangun kawasan industri dan perdagangan yang dekat dengan akses jalan tol sehingga akan tercipta kawasan ekonomi baru. (Yoga) 

Angkutan Gelap Dijajakan lewat Media Sosial

13 Apr 2024

Kecelakaan maut Tol Jakarta-Cikampek KM 58 menjadi momentum menertibkan angkutan gelap. Menhub Budi Karya Sumadi telah meminta dilakukan razia mobil pribadi yang digunakan menjadi angkutan travel gelap. Namun, angkutan gelap ini masih banyak beroperasi dan dipasarkan secara daring. Dari penelusuran Kompas, Jumat (12/4) angkutan gelap ini menawarkan jasa melalui media sosial. Di Facebook, jasa travel ini mudah ditemukan hanya dengan mengetikkan kata kunci rute yang dibutuhkan, seperti travel dari Jakarta. Kompas menghubungi salah satu angkutan gelap yang menawarkan jasa travel rute Brebes-Jabodetabek dan sebaliknya. Ia mengaku sebagai Rudin, sopir sekaligus pemilik mobil travel yang ia gunakan.

Dari foto yang ia kirim, mobil yang ia gunakan ialah Daihatsu Gran Max bernomor polisi warna hitam atau mobil pribadi. Melalui telepon, Rudin mematok tarif Rp 250.000 untuk tujuan Depok-Brebes. Sekali berangkat, angkutan itu hanya membawa enam penumpang. ”Bawa motor juga bisa,” ujarnya. Selain itu, ada Acong Tour and Travel yang menawarkan rute Jabodetabek-Sukabumi dan sebaliknya. Melalui pesan Whatsapp, ia menjamin penumpang dijemput di rumah dan diantar sampai ke rumah tujuan. Acong Tour and Travel juga menawarkan biaya Rp 250.000 per orang untuk rute Jabodetabek-Sukabumi. ”Armadanya Avanza, maksimal enam orang,” katanya.

Menteri Budi Karya Sumadi meminta kepolisian merazia angkutan travel gelap saat arus balik Lebaran 2024. Ia meminta kepolisian menegakkan hukum bagi jasa travel tak berizin itu. ”Bagi mereka yang akan kembali ke kota asal, cari kendaraan yang laik jalan dan sopir yang segar. Pastikan jumlah penumpang di mobil tidak melebihi kapasitas,” ucap Budi. Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Komisaris Besar Sonny Irawan mengatakan, kepolisian kesulitan membedakan mana angkutan travel gelap dan mana mobil pribadi. Sebab, jumlah kendaraan pribadi sangat banyak. (Yoga) 

Arus Balik Dimulai Hari Ini

13 Apr 2024

Rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dan lawan arah (contraflow) di Tol Trans-Jawa dari Gerbang Tol (GT) KM 414 Kalikangkung, Semarang, Jateng, sampai KM 72 GT Cikampek Utama belum diterapkan pada Jumat (12/4). Skema yang direncanakan mulai pukul 14.00 ini ditunda karena arus balik Lebaran belum terpantau padat. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Aan Suhanan menjelaskan, volume kendaraan dari arah timur yang masuk GT Kalikangkung sebanyak 1.178 kendaraan dalam rata-rata tiga jam, di bawah parameter kepadatan 2.800 kendaraan per jam. Selain itu, kendaraan yang masuk dari arah Pejagan dan pintu masuk lain setelah GT Kalikangkung juga masih berada di angka 881 kendaraan.

”Secara keseluruhan masih berada di bawah parameter sampai tadi jam 10.00. Trennya ada kenaikan di setiap traffic counting walau belum signifikan,” kata Aan. Puncak arus balik diprediksi terjadi Minggu (14/4) sampai Senin (15/4), mengingat waktu libur dan cuti bersama nasional akan berakhir dan masyarakat mulai kembali bekerja pada Selasa (16/4). Aan mengimbau pemudik kembali ke perantauan lebih awal guna menghindari puncak arus balik. Faktor keselamatan harus menjadi yang utama dengan tidak memaksa sopir menyetir lebih dari delapan jam dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. (Yoga) 

Data Kredit Macet Pinjol

12 Apr 2024
Pembiayaan lewat pinjam-meminjam berbasis teknologi atau fintech peer to peer lending diperkirakan meningkat saat Ramadan dan Lebaran 2024. Di balik potensi pertumbuhan tersebut, muncul risiko kredit macet pinjaman online. Total kredit macet atau tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP 90) fintech peer to peer lending melonjak hingga Rp 1,78 triliun pada Januari 2024 dari total outstanding pinjaman Rp 60,4 triliun. Nilainya lebih tinggi 27% dari kredit  macet pada Januari tahun lalu sebesar Rp1,4 triliun. Berdasarkan penyalurannya, transaksi pinjol online nasional masih didominasi peminjam di Pulau Jawa. Untuk rekening peminjam, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama dengan 38,4 juta rekening, disusul Jawa Barat 29,4 juta rekening dan Jawa Timur 11,8 juta rekening. Pemberi pinjaman terbesar juga berada di lokasi yang sama, yakni DKI  Jakarta 228 ribu rekening, Jawa Barat 237 rekening, dan Jawa Timur 214 ribu rekening. (Yetede)

Salam Tempel Ajarkan Literasi Keuangan

12 Apr 2024

Danik (14), siswi salah satu SMP swasta di Jaksel, sudah menyiapkan cara apabila sanak saudaranya ingin memberi salam tempel saat Lebaran, Rabu (10/4). Sistem pembayaran berbasis QR atau QRIS disiapkan dalam aplikasi pembayaran digitalnya untuk dipindai oleh keluarganya. Setelah QRIS-nya jadi, sekitar minggu kedua Ramadhan, dia menyampaikan kepada om dan tantenya untuk menyiapkan uang yang pada hari Idul Fitri ditransfer melalui QRIS tersebut agar tidak repot. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk jajan dan keperluan sehari-hari. ”Sekarang, kan, semua kios maunya transfer QRIS. Enggak ada lagi yang terima uang tunai. Kalaupun ada, jarang yang ada duit kembalian.

Makanya, nanti THR (tunjangan hari raya) ditransfer saja,” kata Danik. Menurut dia, praktik salam tempel digital ini lumrah bagi dirinya dan kalangan teman-teman sekolahnya. Bagi mereka, cara ini menghindari risiko ”investasi bodong”, yaitu ketika salam tempel berupa uang tunai harus disetor kepada orangtua. Setelah itu, anak tidak akan pernah melihat uang itu selamanya. Entah oleh orangtua memang ditabung untuk masa depan anak atau dipakai untuk berbelanja sayur. Tradisi salam tempel memang tak lepas dari tradisi silaturahmi hari raya. Orang yang sudah berpenghasilan biasanya akan memberikan uang kepada anak-anak atau orang yang membutuhkan saat mereka bertemu dalam momen tersebut. (Yoga)

Wastra Aceh Punya Cerita

12 Apr 2024

Di tangan anak-anak muda, kain tradisional Aceh bertransformasi dan menggeliat bersama industri mode Wastra Aceh bukan sekadar simbol kebudayaan. Kain-kain tradisional Aceh menyimpan potensi ekonomi yang besar, apalagi jika dikembangkan sepe nuhnya dari hulu ke hilir. Bunyi ketukan alat tenun bukan mesin bersahut-sahutan dari lantai dua rumah produksi Tenun Kutaraja di Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/3). Pesanan 40 lembar kain dari BI Kantor Perwakilan Aceh harus segera rampung. ”Untuk sementara, kami fokus selesaikan pesanan BI. Pekerja kami hanya tiga orang, tak bisa terima banyak orderan,” kata Zulhelmi (29) pemilik usaha Tenun Kutaraja. Dia memulai usaha itu pada tahun 2022. Pada 2021, Helmi mengikuti program Muslim Fashion Collaboration (MFC) yang digulirkan BI Perwakilan Aceh. 

Seusai pelatihan, BI Perwakilan Aceh menawarkan kepada Helmi untuk belajar menenun, ia menerimanya. ”Saya tertarik, pertama untuk merawat  kebudayaan dan kedua ini peluang bisnis. Sebab, perajinnya sedikit,” katanya. Motivasi yang tinggi membuat dia tidak sulit menguasai tekniknya. Setelah pelatihan, Helmi diberi bantuan berupa alat produksi tenun oleh BI Perwakilan Aceh. Dari situ, ia membuat tenun motif sederhana, seperti pintu aceh reubong (rebung), dan awan berarak; hingga motif yang lebih rumit, seperti ornamen pada batu nisan kuno dan simbol-simbol perjalanan Kerajaan Aceh Darussalam. Dalam sebulan, Tenun Kutaraja hanya mampu memproduksi 40 lembar kain tenun. Padahal, pesanan jauh lebih banyak. Terkadang, pemesan harus menunggu sebulan baru pesanan rampung. Helmi masih kekurangan penenun. ”Aceh butuh banyak penenun. Kain tenun Aceh mulai diminati, bahkan oleh perancang busana nasional,” katanya.

Saat ini, jumlah penenun di provinsi itu bisa dihitung dengan jari. Generasi muda tidak tertarik belajar tenun. Padahal, tenun memiliki potensi bisnis yang besar. Harga per lembar kain tenun buatan Helmi berkisar Rp 700.000-Rp 1 juta. Terpaut 4 kilometer dari rumah produksi Tenun Kutaraja, di sebuah rumah di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Suryani Marzuki (27), istri Helmi, tengah memeriksa pakaian hasil jahitan dua karyawannya. Jika Helmi bermain di hulu, Suryani, yang berprofesi sebagai perancang dan penjahit pakaian, bermain di hilir. Tak jarang kain produksi Helmi menjadi bahan pembuatan pakaian bagi Suryani. Pada bulan Ramadhan, pemesanan pakaian mengalir deras. Tarif jasa membuat satu pakaian Rp 200.00 hingga Rp 300.000. Selama Ramadhan, dia mampu menyelesaikan 200 potong pakaian.

Perancang mode kenamaan Wignyo Rahadi menuturkan, wastra Aceh, baik tenun maupun songket, memiliki potensi untuk bersaing di panggung nasional, bahkan internasional. Pada 2022, kain songket Aceh pernah tampil di acara Paris Fashion Week. ”Motif wastra Aceh sangat menarik dan berkarakter kuat, seperti motif pintu aceh. Di daerah lain tidak ada motif pintu Aceh, bahkan yang mirip pun tidak ada,” kata Wignyo. Wignyo mendorong para pelaku usaha di bidang mode, penenun, perancang, hingga pembuat pakaian berkolaborasi untuk mengembangkan usaha mode dari hulu ke hilir. Kain tenun dan songket perlu didekatkan dengan warga Aceh dalam bentuk pakaian jadi siap pakai. (Yoga)

Angkutan Umum Kian Diminati Pemudik

12 Apr 2024

Moda transportasi umum menjadi pilihan banyak pemudik Lebaran 2024. Secara umum, mudik dengan kendaraan pribadi masih mendominasi, tetapi pamor angkutan umum menaik. Jika dibandingkan Lebaran tahun lalu, angkanya mengalami peningkatan cukup signifikan. Jumlah kendaraan pribadi melalui jalan tol justru menurun. Kompas membandingkan data pergerakan pemudik Lebaran tahun 2024 dari H-7 hingga H-2 atau dari 3 April hingga 8 April 2024 dengan periode yang sama pada Lebaran 2023. Data yang digunakan berasal dari laman Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) yang dikelola Kemenhub RI.

Dibandingkan tahun 2023, pemudik tahun ini lebih banyak memilih transportasi umum. Hingga H-2 Lebaran 2024, total keberangkatan menggunakan transportasi umum 3,86 juta penumpang. Angka ini meningkat 11,5 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,46 juta penumpang. Keberangkatan penumpang menggunakan kereta api mengalami peningkatan paling tinggi, yaitu 14,3 %. Setelah itu, bus antarkota antarprovinsi sebesar 13,9 % dan pesawat terbang 8,1 %. Sedang jumlah kendaraan melalui jalan tol mengalami penurunan signifikan. H-2 Lebaran 2024, total kendaraan via tol sebanyak 1,4 juta unit, turun 26 % dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,9 juta unit kendaraan.

Di Jakarta dan sekitarnya, peningkatan pemudik menggunakan transportasi umum meningkat 6,7%, mereka berangkat dari Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Terminal Pulo Gebang, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Halim Perdanakusuma. Kendaraan yang keluar Jakarta via jalan tol menurun 16,7 %. Sesuai prediksi Maraknya pemudik yang lebih memilih moda transportasi umum sesuai dengan prediksi sejumlah pengamat. Salah satunya Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno.

”Keinginan masyarakat cenderung menggunakan angkutan umum itu bagus. Dan itu harus dijaga terus oleh pemerintah mempertahankan angkutan umum yang sudah menarik,” katanya. Andri (29), warga Cipulir, Kebayoran Lama, memutuskan menggunakan bus untuk mudik ke Prembun, Kebumen, Jateng, bersama ibunya. ”Penginnya naik suite class, tapi enggak ada jurusan ke Prembun. Padahal jika ada mau naik kelas itu karena harganya tidak jauh berbeda dengan kelas lainnya,” ujar Andri. Ia mendapat tiket Rp 460.000 per orang. Dengan kenyamanan yang memungkinkan istirahat maksimal. (Yoga)