Ekonomi
( 40465 )Mitos, Kerja Mudah Bergaji Tinggi
Kasus ferienjob menjadi cermin fenomena anak muda yang kian
rentan terhadap rayuan kerja di luar negeri. Diaspora Indonesia di Eropa dan
Australia menepis mitos kerja mudah bergaji besar di luar negeri. Gilang Desti
Parahita, mahasiswa Indonesia yang menempuh program doctoral di King’s College
London, Inggris, melihat unsur penipuan dalam program magang ferienjob yang
diikuti para mahasiswa Indonesia di Jerman. Jika disebut magang, seharusnya ada
unsur pemanduan dari kampus kepada mahasiswa.
”Kalau tidak ada pemanduan sama sekali, itu namanya bukan
magang. Apalagi ferienjob itu kerja fisik,” kata Gilang, Kamis (4/4). Polri
menetapkan lima tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait
program magang bermasalah, yang menawari mahasiswa untuk ikut ferienjob yang
disebut bagian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dapat dikonversi
menjadi 20 SKS.Terungkapnya kasus itu berawal dari informasi Kedutaan Besar RI
di Berlin, Jerman, soal kejanggalan proses magang empat mahasiswa Indonesia. Para
mahasiswa itu merasa dieksploitasi dan terjerat utang.
Presiden Ikatan Alumni Hongaria Putra Hutama menilai, kampus
dan perusahaan penyedia lowongan magang perlu membuat nota kesepahaman (MOU).
Dengan MOU, kampus bakal mendapat kejelasan mengenai nasib mahasiswa selama
berada di negara tujuan. Menurut dia, kerja magang yang sesuai dengan keilmuan biasanya
berdurasi enam bulan sampai dua tahun. Tidak seperti ferienjob yang disebut
bagian dari MBKM, tetapi durasinya hanya 90 hari. Adapun di Australia ada peluang
kerja lewat program kerja sama dengan Pemerintah Indonesia yang disebut work and
holiday visa (WHV). Program ini untuk anak muda yang ingin berlibur sambil
bekerja di Australia.
Syarat utama untuk dapat mengikuti program WHV adalah berusia
18-30 tahun, sudah mengikuti pendidikan perguruan tinggi atau setara setidaknya
dua tahun, mempunyai biaya memadai untuk tiket pergi-pulang Indonesia-Australia,
5.000 dollar Australia (Rp 52 juta), dan berbahasa Inggris baik dengan syarat
IELTS 4,5. Biaya pengajuan visa WHV ini 635 dollar Australia (Rp 6,6 juta). Mantan
jurnalis senior di Australia, Sastra Wijaya, mengatakan, saat ini bidang pekerjaan
yang tersedia untuk anak muda Indonesia, di antaranya, ialah pembuatan roti,
koki profesional, kerja perhotelan, dan bidang jasa lain. Menurut Sastra,
tingginya minat orang Indonesia bekerja di Australia membuat bidang ini rentan
penipuan. (Yoga)
Mudik Gratis Bersama Bank Jateng
Akumulasi Dana SMF ke Perumahan Capai Rp 103, 75 T
Kereta Cepat ke IKN Beri Manfaat ke Ekonomi RI
DJP : Penerimaan Sektor Ekonomi Digitalisasi Rp 23 Triliun
Masa Depan Harita Nickel Tangguh
Lanjutkan Hilirisasi Sawit, Gapki Minta PSR Dipacu
Kenapa Eddy Hiariej Tak Jadi Tersangka Lagi?
Detoks Keuangan Sebelum Berinvestasi
Detoks keuangan adalah proses kegiatan yang dilakukan secara
terstruktur untuk mengembalikan posisi keuangan ke kondisi netral. Harapannya,
dari situasi yang netral, perencanaan keuangan, termasuk investasi, dapat
berjalan baik. Langkah pertama dimulai dengan memahami pengeluaran rutin dan
pasti untuk bulan berjalan. Caranya, dengan membuat daftar tagihan dan kewajiban
yang perlu dibayarkan. Sumber dana pembayaran tagihan dan kewajiban sejatinya berasal
dari penghasilan rutin. Jumlah pos pengeluaran ini wajib bisa dipenuhi dari penghasilan
bulanan. Caranya adalah menghitung
anggaran pengeluaran pasti, lalu memisahkan angka tersebut di rekening yang
terpisah. Setiap bulan, terlepas berapa pun penghasilan yang diterima, transfer
dana tetap dilakukan ke rekening pos pengeluaran pasti.
Bagi mereka yang penghasilannya tak menentu, lakukan
pengaturan keuangan mingguan. Jika penghasilan sama sekali belum cair, jalan
keluarnya adalah mengecek saldo dana darurat. Apabila rumah tangga memiliki
dana darurat, sangat disarankan untuk mengambil sejumlah dana hanya untuk
memenuhi kebutuhan biaya hidup harian hingga tanggal gajian tiba. Bila saldo
kas dana darurat sudah menipis, langkah berikutnya adalah melihat saldo dana di
asset investasi yang likuid, seperti emas, reksa dana pasar uang, dan saham.
Jika diperlukan, ambil secukupnya hanya untuk menjaga likuiditas hingga tanggal
gajian berikutnya. Saat keadaan mulai stabil, lebih baik hasil investasi
diputarkan kembali dalam aset investasi lain. Langkah kedua adalah antisipasi
pengeluaran tambahan di masa transisi antara libur Lebaran dan tanggal gajian
berikutnya.
Jika asisten rumah tangga terlambat datang atau bahkan tidak
kembali, misalnya, ada potensi pengeluaran tambahan untuk jasa bersih rumah
ataupun jasa penitipan anak. Ketiga, evaluasi daftar pinjaman baru yang
terbentuk akibat bengkaknya pengeluaran pada momen Lebaran lalu. Apabila jumlah
tagihan utang konsumtif sudah melebihi penghasilan, saran terbaik adalah
menjual barang-barang konsumtif yang dibeli dan mempergunakan dananya untuk
pelunasan. Lalu, susunlah strategi pelunasan utang. Keempat, membatasi
penggunaan fasilitas pinjaman konsumtif untuk beberapa waktu ke depan. Di masa
detoks keuangan, sangat disarankan untuk disiplin membuat anggaran dan membagi
pos-pos pengeluaran secara fisik. Terakhir, mengembalikan saldo dana darurat
menjadi setidaknya tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Hasil dari detoks keuangan adalah, saldo utang
menurun, bahkan nihil, saldo dana darurat minimal terpenuhi, dan alokasi arus
kas bulanan yang positif. (Yoga)
Jelang Libur Panjang Lebaran, IHSG Ditutup Menguat
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









