Ekonomi
( 40465 )LOGAM MULIA : Saham Emiten Emas Unjuk Gigi
Harga emas global yang mengukir rekor harga di atas US$2.300 per ons menyulut apresiasi harga saham emiten-emiten yang memiliki portofolio bisnis emas. Pada perdagangan Selasa (16/4), mayoritas saham emiten-emiten pertambangan emas parkir di zona hijau. Hal itu tak terlepas dari sentimen harga emas global yang meroket di tengah perang Iran-Israel. Merujuk Bloomberg, harga emas spot bertengger di level US$2.372,88 per ons dan emas Comex dibanderol US$2.390 per ons pada perdagangan kemarin. Di lantai bursa, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 8,38% ke level Rp1.810.
Selanjutnya, tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) milik Garibaldi Thohir juga melesat 9,92% atau 260 poin ke level Rp2.880 per saham. Selain itu, saham PT Bumi Resources Mineral Tbk. (BRMS) milik Grup Bakrie menguat 6,25% ke Rp170 per saham. Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga mendarat di teritori positif dengan penguatan 2,25% ke level Rp364. Senada, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) memantul 3,96% ke level Rp26.250 per saham. Dari sisi emiten, Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie meyakini kenaikan harga emas merupakan berkah bagi ANTM. Dia menyebutkan sampai dengan saat ini, komoditas emas yang menjadi instrumen safe haven itu masih menjadi penyumbang 62% pendapatan ANTM.
TANAMAN PANGAN : PENYUBUR PERFORMA PRODUKSI PERTANIAN SUMBAR
Penambahan alokasi pupuk bersubsidi bagi para petani di Provinsi Sumatra Barat diyakini dapat menjadi katalis baru bagi wilayah ini yang dalam 3 tahun terakhir mampu menorehkan hasil yang cukup positif. Meski, ada sejumlah daerah yang mengalami penurunan produksi sepanjang tahun lalu. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menunjukkan bahwa sepanjang 2023, wilayah ini mampu menjaga tren peningkatan produksi beras. Pada 2023, produksi beras wilayah ini mampu menyentuh 843.927,06 ton, atau naik 6,11% secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian tersebut mampu melampaui peningkatan produksi pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,27% Yo Y. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan bahwa penambahan pupuk bersubsidi oleh Kementerian Pertanian merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang kemudian dituangkan menjadi surat Kementerian Pertanian Nomor 51/SR.210/M/03/2024 perihal alokasi tambahan pupuk bersubsidi. Dalam surat itu, imbuhnya, disebutkan bahwa volume pupuk bersubsidi pada tahun ini sebanyak 9,55 juta ton, termasuk pupuk organik untuk sembilan jenis komoditas yang dialokasikan pada 34 provinsi.
Dia menjelaskan bahwa kuota pupuk bersubsidi yang ditambah itu terbagi pada tiga jenis. Pertama, pupuk urea ada penaingkatan sebanyak 48.684 ton, dari sebelumnya 68.638 ton menjadi 117.322 ton. Kedua, pupuk NPK sebelumnya 61.111 ton menjadi 130.643 ton atau ada penambahan 69.532 ton. Ketiga, pupuk NPK (fk) yang bertambah menjadi 2.284 ton dari sebelumnya hanya 385 ton. “Saya merasa sangat berterima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas tambahan kuota pupuk tersebut. Tentu petani akan gembira dengan peningkatan kuota ini,” katanya. Untuk itu, imbuhnya, dengan adanya kebijakan Menteri Pertanian pada 2024, Mahyeldi menyampaikan akan menyelesaikan kesulitan yang dihadapi petani dan sekaligus menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah pusat pada sektor pertanian dan khususnya petani Indonesia makin meningkat. Mahyeldi menambahkan bahwa dengan kebijakan dari Kementerian Pertanian itu, maka makin juga menguatkan ketersediaan pupuk di Sumbar, sehingga ke depannya produksi pertanian yakni beras, padi, dan jagung bisa lebih baik. Kendati demikian, penambahan alokasi pupuk subsidi tersebut tak mengurangi upaya Sumbar guna menciptakan pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian di wilayah ini, lewat pemanfaatan sampah.
Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sumbar memandang bahwa persoalan sampah yang ada di Ranah Minang bisa diatasi melalui sistem pengelolaan yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi. Kakanwil DJPb Sumbar Syukriah HG mengatakan bahwa pihaknya telah melihat dari keberhasilan serupa di Provinsi Jawa Timur (Jatim), yang melakukan ekspor pupuk organik hasil dari pengolahan sampah. Syukriah mengatakan bahwa sebenarnya Sumbar telah memulai dengan adanya budidaya maggot yang juga memakan sampah-sampah organik. Akan tetapi, imbuhnya, langkah itu belum memberikan peran atau dampak terhadap pengurangan sampah di wilayah ini. Dia mengungkapkan bahwa untuk maggot baru mampu untuk mengurangi sampah di lingkungan rumah. Padahal, Sumbar butuh gerakan yang bisa mengolah sampah-sampah tersebut dalam jumlah yang besar. Dia berharap ke depannya pemerintah daerah bisa menangkap peluang tersebut, sehingga persoalan sampah di Sumbar bisa teratasi dan dapat memberikan dampak secara nilai ekonomi.
LIBUR LEBARAN : Impak Minim Perhotelan DIY
Tumpah ruah pemudik saat momentum libur Lebaran 2024 nyatanya tak berdampak signifikan bagi perhotelan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel pada momen Idulfi tri berada di bawah target. Meskipun, jumlah pemudik yang masuk ke provinsi ini diprediksikan naik hingga 6% dibanding tahun sebelumnya. “Kami kepleset di tanggal 8—10 April 2024, dari target [okupansi] di 70% hanya tercapai 20%—50%. Baru naik di tanggal 11 April 2024 dengan okupansi 65% dan tanggal 12—13 dengan rata-rata okupansi 85%,” jelas Deddy Pranowo Eryono, Ketua PHRI DI Yogyakarta, Selasa (16/4). PHRI DIY mencatat bahwa kenaikan jumlah pengunjung baru mencapai puncaknya pada H+2 Idulfi tri. Kondisi tersebut, imbuhnya, juga terjadi di restoran dan kafe di provinsi ini.
Hanya saja, dia memandang bahwa meski masih belum memenuhi target, tetapi kinerja sektor perhotelan pada momentum itu sesuai dengan proyeksi yang dikeluarkan PHRI pada awal Maret 2024 yang memperkirakan tingkat okupansi di atas 70%.
Sebagai informasi, pada tahun sebelumnya, Kota Yogyakarta bersama Malang dan Cirebon menjadi kota favorit yang banyak dikunjungi pemudik. Sebelumnya, pada Februari 2024, PHRI DIY mencatat okupansi kamar mengalami kenaikan di kisaran 5% sepanjang periode libur Imlek.
Berbeda, momentum Idulfitri diproyeksikan bakal mendongkrak kinerja sektor perhotelan di Jawa Tengah lantaran 18,23 juta pemudik yang melintas ke Jawa Tengah, juga akses Tol Trans Jawa, menjadi faktor pendorong utama.
POTENSI MIGAS : HARAPAN BARU DARI AMERIKA LATIN
Secercah asa untuk industri minyak dan gas bumi atau migas nasional muncul dari Amerika Selatan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Venezuela yang sebenarnya masih mendapatkan embargo dari Amerika Serikat memberikan penawaran menarik untuk Indonesia yang hingga kini masih banyak mengimpor minyak dan produk olahannya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeklaim Venezuela sudah menawarkan sejumlah blok minyak prospektif untuk Indonesia. Hanya saja, pemerintah hingga kini masih memikirkan tawaran tersebut, mengingat problem berlapis yang berpotensi dihadapi Indonesia jika menggarap potensi migas negara tersebut. Tidak hanya embargo, karakter minyak yang relatif berbeda dengan spesifikasi kilang di Indonesia juga menjadi pertimbangan dalam kerja sama yang nantinya dilanjutkan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji membeberkan bahwa salah satu negara dengan potensi migas terbesar di dunia tersebut tidak hanya menawarkan blok minyak yang prospektif untuk digarap, tetapi juga mematok investasi yang terbilang murah dan kompetitif.
Pemerintah memang mesti berhati-hati dalam menindaklanjuti kerja sama pengerjaan blok migas di wilayah yang terkena sanksi oleh Amerika Serikat (AS). Pasalnya, sanksi yang diberikan Negeri Paman Sam tersebut kerap menghambat proses bisnis yang dilaksanakan Pertamina. Misalnya saja, dividen senilai US$300 juta yang baru bisa ditarik Pertamina setelah mengendap 4 tahun dari kepemilikan sebanyak 32% atas hak partisipasi Lapangan Urdaneta West Field di Venezuela. Dividen tersebut baru bisa ditarik setelah pemerintah melakukan ‘sejumlah lobi’ terhadap AS. Meski begitu, Kementerian ESDM sebenarnya telah melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian Perminyakan Venezuela pada awal tahun ini. Selain itu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) baru saja resmi mendapat perpanjangan kontrak selama 20 tahun untuk Blok Urdaneta West Field, yang merupakan portofolio minyak perusahaan migas pelat merah di Venezuela. Chalid menjelaskan, terdapat pembatasan sulfur content atau kandungan sulfur yang bisa diolah di kilang-kilang milik Kilang Pertamina Internasional, yakni maksimal 0,2%. Sementara itu, sulfur content minyak berat aset perseroan di Venezuela itu lebih dari 1%.
Meski pengolahan minyak dari Venezuela masih jadi persoalan, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto meminta PHE untuk menambah investasi pengembangan, eksplorasi, dan akuisisi lapangan minyak di Venezuela. Hal tersebut untuk mengompensasi realisasi lifting nasional terus susut beberapa tahun terakhir. Adapun, realisasi lifting minyak hingga akhir 2023 berada di level 605.500 barel minyak per hari (bph) atau 92% dari target APBN yang saat itu ditetapkan 660.000 bph. Sementara itu, realisasi salur gas hingga akhir 2023 berada di level 5.378 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) atau 87% dari target tahun lalu 6.160 MMscfd. Hanya saja, investasi yang dikeluarkan untuk menahan laju penurunan produksi relatif mahal. “Di Rokan ini terlalu mahal, bayangkan produksinya 160.000 barel, tetapi fluida yang dikeluarkan itu 10.000 barel, itu yang jadi mahal karena itu perlu listrik buat flooding uapnya,” tuturnya. Di sisi lain, Pri Agung Rakhmanto, Founder & Advisor Refor Miner Institute, mengatakan bahwa Pertamina perlu melakukan kajian detail mengenai potensi sumber daya dan cadangan migas yang disertai dengan tingkat risiko sebelum memutuskan untuk mengakuisisi lapangan migas di luar negeri.
PENANAMAN MODAL ASING : Jalur Khusus Investasi Apple
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah telah lama berkomunikasi dengan Apple terkait dengan rencana penanaman modal di dalam negeri. Dia pun berharap investasi Apple di Indonesia dapat segera terwujud. “Dengan Apple kami sudah bicara, sudah cukup lama kami bicara. Ada kebijakan, ini saya tidak mengatakan kebijakan khusus, tetapi ada kebijakan yang kami keluarkan untuk Apple,” kataya, Selasa (16/4). Salah satu kebijakan yang disesuaikan oleh pemerintah adalah terkait dengan penghitungan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk-produk Apple. Adapun, kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 29/2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.
Menurutnya, hasil pembangunan Apple Academy cukup baik karena mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) brainware, dan inovasi untuk aplikasi yang juga dapat mendukung kebutuhan perusahaan lain. Untuk diketahui, Tim Cook memang dikabarkan akan datang ke Indonesia pada April 2024. Nantinya, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie dan Tim Cook akan bersama-sama meninjau Apple Academy yang baru di Bali. Apple telah membangun Apple Academy di Banten dan Batam. Pada 2016, Apple menginvestasikan US$44 juta untuk membuat pusat inovasi atau Apple Academy di Indonesia, untuk memenuhi kewajiban TKDN.
PENDAPATAN NONBUNGA : Cuan Bank dari ‘Lalu-lintas’ Transaksi Nasabah
Momen liburan Lebaran 2024 membuat transaksi nasabah perbankan, baik tunai maupun nontunai, melonjak sejalan dengan mudik dan pembagian tunjangan hari raya (THR). Sejumlah bank pun optimistis fee-based incomesebagai salah satu sumber pendapatan selain bunga, bakal terkatrol pada tahun ini. Apalagi, ada peluang untuk meraih lebih banyak pendapatan nonbunga, salah satunya melalui aktivitas pembelian surat berharga negara (SBN) ritel yang kian diminati masyarakat. Sebagai gambaran, hingga kuartal I/2024, penjualan SBN ritel mencapai Rp45,28 triliun dari target hingga Rp160 triliun. Dari penjualan tersebut, bank berkontribusi sebagai mitra distribusi paling dominan. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan aktivitas transaksi tunai dan nontunai selama musim Lebaran tahun ini meningkat ketimbang tahun lalu. Hal itu pun mendorong capaian pendapatan nonbunga industri perbankan pada 2024.
Sebagai gambaran, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan selain bank untuk kalangan bank umum mencapai Rp664,98 triliun atau naik 27,15% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada Januari 2024, realisasinya mencapai Rp147,81 triliun atau naik 18,9% YoY dari Rp124,31 triliun pada Januari 2023. Hal itu menjadi modal bagi pencapaian pendapatan nonbunga yang lebih kencang pada sisa tahun 2024. Kendati tren pertumbuhan transaksi nasabah diproyeksi moncer, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn belum bisa menggambarkan realisasi pada kuartal I/2024. Namun, dia optimistis pertumbuhan transaksi, termasuk nontunai menjadi mesin bagi pendapatan nonbunga tahun ini. Dia menuturkan realisasi transaksi itu mampu direalisasikan dengan bantuan ketangguhan platform digital perusahaan, bahkan pada Ramadan dan Idulfi tri. Hal itu, menurutnya, berkontribusi terhadap layanan perbankan prima sehingga mampu memenuhi kebutuhan transaksi nasabah.
“BCA juga memastikan nasabah dapat menikmati layanan perbankan BCA di mana pun dan kapan pun melalui aplikasi myBCA, BCA mobile, internet banking (KlikBCA), serta ATM BCA,” katanya. Di sisi lain, aktivitas penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan di kalangan korporasi mengalami masa surut sementara pada Lebaran. Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan semula peningkatan jumlah simpanan perbankan terdorong lantaran adanya pembagian THR yang terjadi jelang Lebaran.
Sebaliknya, setelah Lebaran, DPK korporasi justru mengalami peningkatan karena penerimaan pembayaran alias tagihan dari pelanggan dan pencairan pinjaman oleh debitur korporasi untuk memenuhi kebutuhan operasional yang bersifat sementara. OJK mencatat pada Februari 2024, DPK perbankan tumbuh 5,66% secara tahunan, menjadi Rp8.441 triliun dari tahun sebelumnya yang tumbuh 8,18% YoY.
DAMPAK GEOPOLITIK : FLUKTUASI PASAR SAHAM MENINGKAT
Eskalasi geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed kembali meniupkan volatilitas tinggi di pasar saham Indonesia. Hal itu diikuti dengan aksi investor merotasi dana ke instrumen berisiko rendah (low risk). Pada perdagangan perdana setelah libur Lebaran 2024, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,68% atau 122,07 poin ke level 7.164,80. Merosotnya indeks komposit juga terjadi di mayoritas bursa saham Asia Pasifik dan Asean. Bursa Vietnam melorot 4,7%, Malaysia turun 0,55%, Filipina terkoreksi 1,46%, Singapura melandai 1,04%, Hong Kong -0,72%, serta Jepang dan Korea Selatan masing-masing terkoreksi 0,74% dan 0,42%. Memerahnya bursa saham global tak terlepas dari memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah Iran melancarkan serangan ke Israel.Di dalam negeri, pelemahan IHSG disebabkan oleh penurunan harga saham BBRI (-5,3%), TLKM (-6,1%), BBCA (-3,6%), BMRI (-2,9%), dan AMRT (-6,3%). Pada saat yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih Rp2,47 triliun pada perdagangan kemarin, sehingga akumulasi net buy menyusut menjadi Rp14,15 triliun sepanjang 2024.
Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, IHSG masih akan cenderung tertekan dalam beberapa waktu ke depan, dan saat ini pelaku pasar pun masih mewaspadai tensi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Lebih lanjut, dia mengatakan, pascarilis data infl asi AS yang di atas ekspektasi pasar pada pekan lalu, potensi pemangkasan suku bunga The Fed menurun hanya menjadi dua kali, atau di bawah ekspektasi pasar sebelumnya pada tahun ini. Dampaknya, dalam jangka panjang berpotensi akan menggerus daya beli masyarakat dan melambatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, investor akan mengalihkan investasi pada aset yang berisiko rendah (low risk), sehingga dapat memberikan sentimen negatif untuk pasar saham.
Senada, Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan, pelemahan IHSG hari ini mayoritas disebabkan sentimen negatif dari tensi geopolitik Timur Tengah. Namun, selain itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan terjadi kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net di level 0,82% periode Februari 2024, naik dari bulan sebelumnya di angka 0,79%. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, ada bebe-rapa faktor yang memengaruhi pelemahan IHSG hari ini, baik dari domestik maupun global.
Sementara itu, dari sentimen domestik, beberapa rilis data ekonomi dalam 2 pekan terakhir turut memengaruhi terkoreksinya IHSG.“Selain itu, cadangan devisa Maret 2024 tercatat sebesar US$140,4 miliar, turun dibandingkan dengan Februari 2024 yang sebesar US$144 miliar,” ujarnya.
Asuransi Parametrik
Berbeda dengan asuransi pada umumnya, asuransi parametrik adalah produk asuransi di mana pembayaran klaim tidak bergantung pada penilaian terhadap timbulnya kerugian dari risiko yang terjadi. Misalnya, perusahaan asuransi akan membayar klaim pada pihak yang mengalami kerugian akibat gempa di suatu daerah, bila magnitudo gempa telah mencapai 8,0 skala richter. Contoh lainnya, perusahaan asuransi yang mempunyai nasabah petani akan membayarkan klaim bila nasabah terkena dampak kerugian bencana banjir akibat curah hujan mencapai 400 milimeter. Dari kedua contoh tersebut, perusahaan asuransi akan membayar klaim tanpa melihat seberapa besar dampak kerugian yang timbul, tetapi melihat parameter yang terjadi, yaitu magnitudo gempa dan curah hujan. Asuransi parametrik erat kaitannya dengan sektor pertanian, yang merupakan salah satu sektor produktif terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2023), sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian Indonesia menghasilkan sebesar Rp1.009 triliun pada 2023 atau 8% dari total PDB.
Jumlah ini lebih besar daripada sektor pertambangan yang hanya menghasilkan sebesar Rp910 triliun. Lahan pertanian di Indonesia juga sangat besar yaitu sekitar 58 juta hektare, di mana 99% dari lahan pertanian tersebut dimiliki oleh perorangan. Sebagai salah satu sektor vital karena menyangkut kebutuhan pangan, proteksi adalah kebutuhan yang penting pada sektor ini.
Beberapa negara telah mengadopsi asuransi parametrik dengan sukses, contohnya di India menerapkan asuransi parametrik yang dijual oleh perusahaan asuransi untuk melindungi petani dari risiko gagal panen. Asuransi parametrik mendapatkan subsidi premi dari pemerintah sebesar 50% dari premi yang dibayarkan. Selain itu, di Meksiko, asuransi parametrik didistribusikan oleh pemerintah kepada target petani yang mempunyai pendapatan kurang dari US$4 per hari dengan skema subsidi 100% dari pemerintah.Berbeda dengan India dan Meksiko, Jepang mempunyai karakteristik tersendiri, yaitu penjualan asuransi parametrik tanpa skema subsidi dari pemerintah.
Sebagai negara yang rentan terdampak banjir dan perubahan iklim, banyak hal yang perlu dilakukan Indonesia untuk memitigasi risiko. Pertama, mengedukasi masyarakat tentang manfaat asuransi parametrik agar timbul kesadaran di tengah masyarakat bahwa melindungi aset dengan asuransi adalah hal yang sangat penting. Kedua, keberpihakan pemerintah. Subsidi pemerintah sangat penting untuk mengurangi beban petani dalam melindungi aset dari risiko kerugian. Ketiga, kerja sama perusahaan asuransi dengan perusahaan yang bergerak pada sektor agrobisnis.
Keempat, kerja sama distribusi. Perusahaan asuransi perlu bekerja sama dengan pihak lain untuk memperoleh saluran distribusi yang luas, misalnya dengan perbankan dan perusahaan pembiayaan, sehingga penjualan produk asuransi parametrik dapat menjangkau sampai daerah terpencil. Kelima, perlunya digitalisasi asuransi. Digitalisasi dapat memudahkan akses produk ini bagi masyarakat.
Keenam, sinergi perusahaan asuransi dengan penyedia data.
Demi Mudik dan Balik yang Membaik
Keriuhan arus mudik dan arus balik Lebaran 2024 sudah nyaris tuntas. Masih ada sisa arus balik dalam beberapa hari ke depan. Akan tetapi, sebagaimana perkiraan semula, kemungkinan besar puncak arus balik sudah terlampaui. Secara umum kita menyaksikan proses mudik dapat dikatakan cukup lancar. Dengan perkiraan ada pergerakan 193 juta orang selama mudik, maka kelancaran yang terlihat tentu layak disyukuri. Proses mudik kali ini relatif terjaga. Selain karena berbagai persiapan dan kesiagaan yang dilakukan oleh semua pihak, ini juga karena periode libur dan cuti bersama yang relatif cukup panjang sebelum hari Lebaran. Dengan demikian, mobilitas selama arus mudik relatif lebih menyebar.
Pada H-1 Lebaran pun jalan tol trans-Jawa sudah tampak sepi. Ada beberapa catatan yang mengemuka selama arus mudik. Hal yang paling menonjol adalah kecelakaan di jalur contra-flow jalan tol (serta beberapa kecelakaan lain di jalan tol) dengan korban yang fatal, serta antrean padat pada jalur penyeberangan di Merak. Sepantasnya hal di atas menjadi bahan evaluasi tersendiri bagi pihak-pihak terkait, termasuk menyangkut pengaturan contra-flow di jalan tol, penyelenggaraan angkutan umum semacam travel selama Lebaran, dan pemakaian sistem online dalam antrean kendaraan. Apabila kita telisik lebih jauh, setidaknya ada empat hal yang perlu menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan kegiatan mudik dan arus balik yang terus membaik.
Empat hal itu meliputi keselamatan, kelancaran, ketersediaan, dan keterjangkauan. Pertama, keselamatan. Keselamatan adalah hal terpenting yang perlu dijaga oleh semua pihak. Hal ini berlaku untuk transportasi darat, laut, maupun udara. Kedua, kelancaran. Selama beberapa tahun terakhir kita menyaksikan sudah banyak perbaikan terkait dengan kelancaran arus kendaraan selama mudik. Ketiga, ketersediaan. Ketersediaan yang dimaksud di sini adalah ketersediaan kendaraan dan angkutan umum. Banyaknya orang yang memerlukan kendaraan dalam waktu singkat kadang kala tidak diimbangi dengan kapasitas sarana transportasi yang mencukupi. Keempat, keterjangkauan. Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan dapat menimbulkan lonjakan harga sehingga menjadi kurang terjangkau bagi sebagian konsumen.
BERKELIT DARI EFEK KONFLIK
Serangan rudal Iran ke Israel yang dilakukan pekan lalu menambah deretan panjang dinamika geopolitik yang menjadi virus ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Maklum, perang di Timur Tengah itu kembali melahirkan kecemasan di kalangan pelaku ekonomi lantaran efeknya yang cukup besar. Misalnya, kenaikan harga minyak, pelemahan mata uang, hingga lesatan inflasi. Indonesia pun tak luput dari risiko itu. Buktinya, nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin, Selasa (16/4) ditutup melemah 2,07% ke Rp16.175,5 per dolar Amerika Serikat (AS). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun merosot 1,68% atau 122,07 poin menjadi 7.164,80. Pemerintah pun menyadari betul adanya potensi guncangan dari dinamika tersebut. Tak ayal, kemarin Presiden Joko Widodo, menggelar rapat bersama sejumlah menteri guna merumuskan skenario untuk memitigasi dampak dari perang tersebut ke perekonomian nasional. Sebab jika tak segera direspons, efek negatif di pasar keuangan akan mengganggu stabilitas ekonomi. Misalnya, pelemahan rupiah yang akan memacu inflasi barang impor sehingga menekan daya beli masyarakat.
Apalagi, dalam kajian yang dilakukan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia US$5 per barel maka akan menambah subsidi bahan bakar minyak (BBM) Rp0,19 triliun. Soal rupiah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, menegaskan komitmen otoritas moneter untuk siap siaga menjaga mata yang Garuda sehingga tidak memicu kenaikan inflasi dan tekanan daya beli. Fungsi bank sentral memang cukup krusial, karena bertugas menjaga ekspektasi inflasi dan rupiah agar seiring sejalan. Jika rupiah bergerak liar, inflasi pun lebih sulit dikendalikan. Dari sisi fiskal, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan telah menyiapkan beberapa siasat untuk meredam efek dinamika geopolitik itu. Salah satunya mengimprovisasi postur fiskal untuk belanja subsidi apabila harga minyak terus bergerak ke atas. Akan tetapi, pemerintah masih terus memantau perkembangan terkini sebelum mengutak-atik belanja APBN 2024.
Airlangga menambahkan, dalam konteks subsidi pemerintah masih optimistis mampu bertahan dengan postur anggaran yang telah disusun sebelumnya. Setidaknya, sampai Juni 2024 tidak ada perubahan harga BBM. Jika dicermati, sejatinya ada gelagat kegalauan di lingkungan pemangku kebijakan dalam merespons efek dari dinamika di Timur Tengah ini. Di satu sisi, pemerintah menyadari adanya bahaya yang muncul sehingga perlu mitigasi. Namun di lain sisi, aksi konkret terutama dari sisi fiskal masih belum difinalisasi. Menteri ESDM Arifin Tasrif, tak memungkiri kesulitan pemerintah dalam mencegah lonjakan subsidi energi apabila konflik di Timur Tengah makin memanas. Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menambahkan potensi eskalasi konflik itu berdampak ke manufaktur nasional yang sebagian besar bahan baku/penolong masih dipenuhi dengan importasi. Adapun, PT Pertamina Patra Niaga tengah mengantisipasi tren pelemahan nilai tukar rupiah dan reli harga minyak mentah di tengah konflik Iran-Israel. Manager Media dan Stakeholder Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari, mengatakan perseroan tengah mengkaji situasi yang berkembang ihwal rebound harga minyak serta komponen produksi BBM dalam negeri lainnya. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, menambahkan BI patut lebih aktif dalam menggunakan instrumen kebijakan seperti Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk mengguyur pasar valas sehingga bisa meredam depresiasi rupiah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









