;

Asuransi Parametrik

Ekonomi Hairul Rizal 17 Apr 2024 Bisnis Indonesia
Asuransi Parametrik

Berbeda dengan asuransi pada umumnya, asuransi parametrik adalah produk asuransi di mana pembayaran klaim tidak bergantung pada penilaian terhadap timbulnya kerugian dari risiko yang terjadi. Misalnya, perusahaan asuransi akan membayar klaim pada pihak yang mengalami kerugian akibat gempa di suatu daerah, bila magnitudo gempa telah mencapai 8,0 skala richter. Contoh lainnya, perusahaan asuransi yang mempunyai nasabah petani akan membayarkan klaim bila nasabah terkena dampak kerugian bencana banjir akibat curah hujan mencapai 400 milimeter. Dari kedua contoh tersebut, perusahaan asuransi akan membayar klaim tanpa melihat seberapa besar dampak kerugian yang timbul, tetapi melihat parameter yang terjadi, yaitu magnitudo gempa dan curah hujan. Asuransi parametrik erat kaitannya dengan sektor pertanian, yang merupakan salah satu sektor produktif terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2023), sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian Indonesia menghasilkan sebesar Rp1.009 triliun pada 2023 atau 8% dari total PDB. 

Jumlah ini lebih besar daripada sektor pertambangan yang hanya menghasilkan sebesar Rp910 triliun. Lahan pertanian di Indonesia juga sangat besar yaitu sekitar 58 juta hektare, di mana 99% dari lahan pertanian tersebut dimiliki oleh perorangan. Sebagai salah satu sektor vital karena menyangkut kebutuhan pangan, proteksi adalah kebutuhan yang penting pada sektor ini. Beberapa negara telah mengadopsi asuransi parametrik dengan sukses, contohnya di India menerapkan asuransi parametrik yang dijual oleh perusahaan asuransi untuk melindungi petani dari risiko gagal panen. Asuransi parametrik mendapatkan subsidi premi dari pemerintah sebesar 50% dari premi yang dibayarkan. Selain itu, di Meksiko, asuransi parametrik didistribusikan oleh pemerintah kepada target petani yang mempunyai pendapatan kurang dari US$4 per hari dengan skema subsidi 100% dari pemerintah.Berbeda dengan India dan Meksiko, Jepang mempunyai karakteristik tersendiri, yaitu penjualan asuransi parametrik tanpa skema subsidi dari pemerintah.

Sebagai negara yang rentan terdampak banjir dan perubahan iklim, banyak hal yang perlu dilakukan Indonesia untuk memitigasi risiko. Pertama, mengedukasi masyarakat tentang manfaat asuransi parametrik agar timbul kesadaran di tengah masyarakat bahwa melindungi aset dengan asuransi adalah hal yang sangat penting. Kedua, keberpihakan pemerintah. Subsidi pemerintah sangat penting untuk mengurangi beban petani dalam melindungi aset dari risiko kerugian. Ketiga, kerja sama perusahaan asuransi dengan perusahaan yang bergerak pada sektor agrobisnis. Keempat, kerja sama distribusi. Perusahaan asuransi perlu bekerja sama dengan pihak lain untuk memperoleh saluran distribusi yang luas, misalnya dengan perbankan dan perusahaan pembiayaan, sehingga penjualan produk asuransi parametrik dapat menjangkau sampai daerah terpencil. Kelima, perlunya digitalisasi asuransi. Digitalisasi dapat memudahkan akses produk ini bagi masyarakat. Keenam, sinergi perusahaan asuransi dengan penyedia data.

Tags :
#Asuransi
Download Aplikasi Labirin :