;

Devisa Hasil Ekspor Dimaksimalkan

Ekonomi Yoga 19 Apr 2024 Kompas
Devisa Hasil Ekspor
Dimaksimalkan

Memanasnya tensi geopolitik akibat serangan Iran ke Israel membuat kondisi pasar keuangan bergejolak sehingga rupiah melemah ke titik terendah dalam empat tahun terakhir. Untuk ”menyelamatkan” rupiah, pemerintah mengimbau eksportir untuk lebih maksimal memarkir devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Wakil Menkeu Suahasil Nazara mengatakan, dengan memperkuat pasokan cadangan devisa di dalam negeri, rupiah semestinya bisa lebih kuat menghadapi tekanan pasar keuangan global saat ini.

Belakangan ini rupiah terus melemah terhadap USD akibat kebijakan pengetatan moneter AS yang berlanjut lebih lama dari perkiraan serta memanasnya konflik di Timur Tengah. ”Kami mengimbau seluruh  devisa hasil ekspor (DHE) kita dari para eksportir agar dibawa pulang ke Indonesia. Ini memang sudah sesuai aturan kalau DHE mesti ditaruh di dalam negeri untuk waktu lebih pajang,” kata Suahasil dalam konferensi pers tentang kondisi perekonomian Indonesia terkini setelah serangan Iran ke Israel, Kamis (18/4). Pemerintah sebenarnya sudah mewajibkan pelaku ekspor untuk menyimpan DHE mereka di sistem keuangan dalam negeri sejak 1 Agustus 2023.

Kewajiban itu diatur dalam PP No 36 Tahun 2023 tentang DHE dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA). Lewat aturan itu, eksportir SDA, seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan, wajib menyimpan 30 % devisanya di sistem keuangan domestik selama minimal tiga bulan. Potensi devisa dari sektor SDA diperkirakan mencapai 203 miliar USD. Dengan kewajiban menyimpan minimal 30 % devisa di dalam negeri, potensi DHE yang masuk ke sistem keuangan Indonesia bisa mencapai 60,9 miliar USD. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :