;

Indonesia Mengantisipasi Dampak Konflik Iran-Israel

Ekonomi Yoga 19 Apr 2024 Kompas
Indonesia Mengantisipasi Dampak Konflik Iran-Israel

Ketegangan antara Iran dan Israel dikhawatirkan memicu krisis bagi kawasan dan global, apalagi jika berlangsung terbuka dan terus berkepanjangan. Pemerintah Indonesia diharapkan menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak buruk krisis, terutama bagi rakyat di dalam negeri. Iran menyerang Israel dengan 300 pesawat nirawak (drone) dan rudal pada 13 April 2024 sebagai balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas diplomatik Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024. Israel menyatakan berhasil mencegat serangan tersebut dan hanya mengalami kerusakan ringan. Namun, dunia mengkhawatirkan kelanjutan konflik Iran dan Israel setelah serangan tersebut. Jika tidak ditangani dengan baik, bukan tidak mungkin konflik dan kekerasan di sana bakal bereskalasi dan menyeret banyak negara ke perang besar.

Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan, serangan Iran terukur dan langsung berakhir. ”Namun, Iran menyatakan, jika ada serangan balasan (dari Israel), Iran akan menyerang secara lebih besar dan masif,” katanya dalam acara bincang-bincang Satu Meja The Forum bertajuk ”Israel-Iran Adu Kekuatan, Indonesia Terancam?”, Rabu (17/4) di Jakarta. Menurut ekonom senior Indef Didik J Rachbini, jika sampai pecah perang, apalagi mengarah menjadi perang dunia ketiga, semua akan habis. Dampak paling krusial adalah pada perekonomian Indonesia. ”Perdagangan internasional akan terganggu. Ada pelaku usaha yang terdampak. Maka, sekarang saatnya menyelamatkan daya beli masyarakat,” katanya.

Hikmahanto membenarkan, perlambatan perekonomian dunia akibat potensi konflik terbuka Iran-Israel harus diantisipasi. Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sudah lebih dari Rp 16.000. Harga minyak dunia juga merambat naik dan dikhawatirkan bisa melebihi 100 dollar AS per barel. Melihat konflik tersebut, para pengusaha juga bersikap melihat dan menunggu saja. Hal itu akan berdampak terhadap investasi dan penyerapan tenaga kerja. Hal terpenting saat ini dalam pandangan Hikmahanto adalah memperkuat perekonomian di dalam negeri. Didik sependapat, Indonesia perlu melihat ke negara dan kawasan terdekat dalam menguatkan perekonomian, seperti ASEAN, Asia Timur (China, Jepang, dan Korsel), serta India. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :