;

Harapan dari Kunjungan CEO Apple

Ekonomi Yoga 19 Apr 2024 Kompas
Harapan dari Kunjungan CEO Apple

Kunjungan CEO Apple untuk bertemu Presiden Jokowi, pekan ini, diharapkan berujung pada keputusan Apple menjadikan Indonesia basis manufakturnya untuk pasar global. Sebelumnya, investasi Apple di Indonesia hanya sebatas membangun Apple Developer Academy di sejumlah daerah, bukan manufaktur. Artinya, Indonesia hanya menjadi pasar bagi salah satu pabrikan ponsel pintar terbesar di dunia itu. Kalangan pengamat mengatakan, Indonesia perlu belajar dari Vietnam untuk bisa masuk ke dalam rantai pasok global Apple (Kompas.id, 17/4/2024). Sebagai pemain baru, Vietnam cepat melesat jadi primadona baru investasi manufaktur di kawasan, setelah China. Korporasi multinasional (MNCs) berebut berinvestasi di negara itu.

Beberapa dari mereka bahkan menjadikan Vietnam pusat penelitian dan pengembangan strategis produk. Dengan produksi 233,7 juta unit, Vietnam adalah produsen ponsel pintar ketujuh terbesar dunia pada 2021. Sebanyak 60 % produksi Samsung di seluruh dunia diproduksi di Vietnam. Kalaupun kini banyak investor besar berkomitmen investasi di kawasan industri baru Indonesia, kita meyakini potensi kita jauh lebih besar seandainya sejak awal kita lebih serius membenahi kelemahan mendasar yang kita miliki. Penting bagi Indonesia mengatasi ketertinggalan dalam partisipasi di rantai    pasok/nilai global (GVC) di berbagai manufaktur barang dan jasa, meliputi produksi ponsel pintar, produk elektronik lain, dan teknologi informasi.

Lebih dari 25 % lapangan kerja di ASEAN terkait GVC dan lebih dari 25 % ekspor barang ASEAN disumbang produk elektronik. Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Laos menunjukkan peningkatan pesat sejak 2000, sementara Indonesia relatif stagnan. Rendahnya partisipasi Indonesia di GVC tecermin, dari hanya 10 % lapangan kerja kita yang terkait GVC. Sebagai perbandingan, Singapura 50 %. Meski investasi MNCs di industri elektronik Indonesia sudah dimulai sejak 1980-an, hingga kini Indonesia kesulitan menembus rantai pasok/nilai global. Absennya industri komponen lokal yang kuat membuat kita tertinggal dalam integrasi ke rantai pasok global. Belum lagi bicara iklim investasi dan regulasi. Saatnya kita berbenah. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :