;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Gotong Royong BUMN-Swasta Belum Optimal

04 Jul 2024

Peran perusahaan negara yang dilindungi undang-undang sebagai alat pemerintah dalam menata kebijakan perekonomian membuat entitas ini punya kekuatan besar untuk mengintegrasikan potensi dan kapasitas sektor swasta demi meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Total nilai aset milik seluruh BUMN yang pada 2022 tercatat mencapai 622 miliar USD (Rp 10.185 triliun) bukanlah modal yang kecil untuk memacu terbukanya lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sayangnya, dalam pemanfaatan dan pengembangan aset itu, banyak BUMN yang belum optimal bersinergi dengan perusahaan-perusahaan swasta. Padahal, kolaborasi kedua entitas dapat menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Dirut PT Hotel Sahid Jaya International Tbk Hariyadi Sukamdani menilai, terdapat perbedaan karakteristik pengembangan bisnis antara sektor swasta dan BUMN. Dalam merumuskan strategi dan arah bisnis, pihak swasta selalu mengedepankan perhitungan yang didasarkan pada mekanisme pasar. Sementara BUMN memiliki penugasan khusus dari mandat yang diberi negara untuk menjadi perintis, sekaligus membangun fondasi untuk keberlanjutan. Dari rintisan tersebut, kata Hariyadi, pasar akan tercipta dan para pelaku usaha serta industri di sektor swasta akan tergerak membantu.

”BUMN dan swasta bisa saling mengisi. Dibutuhkan kerangka kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Hariyadi. Namun, kondisi yang terjadi saat ini, kerja sama atau kemitraan antara pihak swasta dan BUMN belum optimal. Di sektor pariwisata, misalnya, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, belum pernah menggandeng pihak swasta untuk sama-sama merancang target pertumbuhan bisnis. ”Kalau mau bersinergi, harus ditetapkan dulu tujuan bersamanya. Kemudian, programnya dibuat dan dibagi, lini mana yang digarap InJourney dan lini mana yang digarap swasta. Ini akan sangat ideal jika ditentukan bersama,” ucap Hariyadi. (Yoga)


Batik, Ekspresi Seni dan Nadi Hidup Madura

04 Jul 2024

Dahulu, batik dibawa dari Majapahit ke Keraton Sumenep. Kini, batik berkembang menjadi ekspresi seni sekaligus nadi hidup masyarakat Pulau Madura. Hamid (43) memotong satu rol kain katun rayon putih di rumahnya di Dusun Banyumas, Pamekasan, Madura, Jatim. Potongan kain itu bahan baku gendongan bayi, salah satu produk batik Dusun Banyumas. ”Kemarin, saya baru kirim 150 gendongan bayi ke Situbondo,” ujar Hamid, Jumat (31/5). Membatik dan memproduksi gendongan bayi ditekuninya sejak lama. Batik produksinya dijual ke Situbondo, Bondowoso, dan daerah lain di kawasan Tapal Kuda. Hamid juga menjual ke Pasar 17 Agustus Pamekasan, salah satu pasar batik teramai di Indonesia.

Hamid tidak sendirian. Hampir setiap keluarga di Dusun Banyumas merupakan perajin batik. Maituah (45), pemilik kios Hamdani Batik di Dusun Banyumas, bercerita, dirinya mulai membatik sejak menikah. Metode membatik mereka sama dengan daerah lain, seperti Solo dan Yogyakarta. Warga Dusun Banyumas menjadikan batik sebagai penghasilan utama di samping berkebun dan pekerjaan sambilan lainnya. Selain dusun sentra batik seperti di Banyumas, ada Pasar 17 Agustus di Pamekasan yang sering didatangi pembeli dari luar daerah, baik dari Jawa, Bali, maupun pelancong dari Malaysia. ”Paling ramai Minggu sama Kamis. Pengunjung full kalau pas hari pasar. Kalau hari biasa tetap ada saja yang beli, tetapi tidak seramai hari pasar,” ujar Sri Astuti (22) di kios Fiqi Galeri.

Selain kain batik, juga di- jajakan kemeja, kain, pencung, sarung, dan udeng ikat kepala dari batik. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 15.000 untuk udeng sampai puluhan ribu hingga jutaan rupiah untuk kain batik. ”Dua motif paling terkenal, yaitu sekar jagat dan junjung drajat, paling banyak dicari. Semua batik tulis asli Pamekasan,” ucap Sri Astuti. Di Tanjungbumi, Fausi Adi Putra, pemilik Batik Lavega, menilai keunggulan batik klasik Madura terletak pada motif yang unik. Corak dan warna batiknya tak ditemukan pada batik di daerah lain. Semisal motif bang ompay dan gene sekerreng koceng renduh. Juga pada warnanya yang tajam. ”Begitu memandang langsung terpikat,” kata perajin batik generasi ketiga ini. (Yoga)


Hidup hingga Mati di Pantai Pisangan

04 Jul 2024

Kelenteng Hok Tek Tjeng Sin di ujung Dusun Pisangan terlihat tergerus abrasi dan empasan gelombang laut di Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024). Sejak 2002, sepanjang garis pantai di desa itu mengalami abrasi dan subsidensi atau amblesan tanah. Penggerusan tanah itu makin parah sejak 2010 dan terus berlangsung hingga kini dengan laju abrasi 2 meter per tahun. Daratan sebelumnya menjorok hingga 150 meter dari bibir pantai yang sekarang. Meski 75 keluarga sudah direlokasi di tempat baru, 80 rumah warga masih berdiri di sepanjang pantai dengan alasan dekat dengan tempat usaha. (Yoga)

E-katalog LKPP Ceruk Pasar Potensial bagi UMKM

04 Jul 2024

Sistem pengadaan barang dan jasa untuk operasionalisasi pemerintah yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP tidak hanya menjadi alat untuk mengawasi integritas pemerintah. Sistem dengan platform katalog elektronik atau e-katalog ini juga menghubungkan pelaku UMKM dengan ceruk pasar yang bernilai besar. E-katalog pertama kali diperkenalkan pada 2012. Pada tahun 2024, LKPP meluncurkan e-katalog versi ke enam yang lebih mumpuni dalam memitigasi potensi korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa. E-katalog juga dibuat untuk memudahkan pelaku usaha. Kepala LKPP Hendrar Prihadi di kantornya di kawasan Setiabudi, Jaksel, Sabtu (22/6) mengatakan, tantangan pertama adalah banyak penyedia barang dan jasa yang enggan tayang di e-katalog.

Penyedia jasa dan pejabat pengadaan masih suka lewat model konvensional, dengan bidding, lelang, dan penunjukan langsung. Padahal, perlu waktu 30 sampai 40 hari dari pengumuman lelang sampai sanggah banding. Kalau e-katalog, pejabat pengadaan tinggal melihat produk cocok, kalau harganya kompetitif tinggal diklik, barang dikirim minggu ini, minggu depan langsung membayar. Tantangan berikutnya adalah setelah produk pelaku usaha tayang, mereka komplain ke pemerintah karena tidak ada yang beli. Pertama, ada yang bilang harganya mahal, lalu, ada yang bilang kualitasnya belum bisa seperti produk impor.

Maka kita sosialisasi ke kementerian dan lembaga serta pemda supaya mereka  terbuka dengan pelaku usaha mengenai kebutuhan di lembaga masing-masing pemerintahan. Tantangan lainnya soal efisiensi. Kami keluarkan peraturan, wajib hukumnya (bagi pejabat pengadaan) paham harga pasar. Lalu, sebelum transaksi di e-katalog, wajib melakukan negosiasi, namanya mini kompetisi. Berita acara mini kompetisi itu tercatat di dalam e-katalog. KPK dan BPKP menilai sistemnya bagus.

E-katalog versi 6 dengan semua fitur ini sedang menjadi pilot project di lima entitas, di kantor LKPP; Kemenkeu, Kemendikbudristek; Pemprov DKI; dan Pemprov Jateng. Kalau sampai akhir tahun 2024 tidak ada masalah, pada 2025 semuanya wajib pakai katalog versi 6. Dalam Inpres No 2 Tahun 2022, setiap belanja pemda kementerian, dan lembaga minimal 40 % membeli produk atau penyedia jasa UMKM. Kedua, setiap belanja pemerintah kementerian lembaga maksimal 5 % untuk beli produk impor. Jadi, harapannya 95 % itu produk dalam negeri. (Yoga)


"Family Office” untuk Keluarga Superkaya

04 Jul 2024

Menjelang akhir tugasnya, Presiden Jokowi mulai mengkaji berbagai kemudahan dan layanan untuk keluarga-keluarga superkaya agar mereka dapat menanamkan dananya di Indonesia. Rencana Presiden mulai dibahas dalam rapat internal yang juga dihadiri Wapres Ma’ruf Amin, Senin (1/7). Terkait upaya menyambut keluarga superkaya berinvestasi di Tanah Air, pengamat menilai masih banyak pembenahan yang perlu disiapkan terlebih dahulu oleh pemerintah, mulai dari kepastian hukum hingga iklim berusaha yang menjanjikan. Rencana menggelar ”karpet merah” untuk keluarga-keluarga superkaya membawa dananya ke Indonesia itu digelar dalam rapat tertutup di Istana Merdeka, Jakarta.

Family office, menurut Menparekraf Sandiaga Uno, adalah kluster keuangan yang memberi kemudahan pelayanan bagi keluarga-keluarga superkaya untuk menanamkan dananya di Indonesia. ”Tadi dipikirkan mulai dari segi potensi, regulasi, hingga akan dibentuk tim khusus untuk mengkaji ini dan diharapkan kita bisa menawarkan sesuatu, seperti Singapura, Dubai, dan Hong Kong,” tutur Sandi seusai rapat. Sejauh ini, regulasi bagi bisnis keluarga besar ini sudah tersedia di IKN. Namun, menurut Sandi, banyak permintaan family office di Bali. ”Nanti bagaimana kita menyikapinya akan dilakukan melalui kajian satu bulan ke depan,” katanya.

Selain harus menyesuaikan regulasi, daya tarik Indonesia ada pada akses finansial, termasuk kegiatan investasi hijau di ekonomi hijau maupun filantropi. Sejauh ini, Singapura adalah tujuan family office paling utama. Sebab, aturan di negara tersebut dinilai tidak tumpeng tindih dan sistem hukumnya juga bereputasi. Januari 2023, tercatat ada 700 bisnis keluarga di Singapura, tujuh kali lipat dari 2017. Financial Times mencatat, saat ini keluarga-keluarga superkaya harus menanti proses pendaftaran selama 18 bulan untuk masuk Singapura. Sebab, penyidikan terkait pencucian uang marak di ”Negeri Singa” ini. Melansir Bloomberg, Rabu (3/7), enam single family office di Singapura terlibat dalam kasus pencucian uang senilai 2,2 miliar USD. (Yoga)


Tembakau Madura, dari Mitologi hingga Menjadi Komoditas ”Daun Emas”

04 Jul 2024

Petani di Dusun Jambangan, Sumenep, Jatim, belum mulai menanam tembakau jenis campalok. Namun, para calon pembeli telah mengantre untuk mendapatkan tembakau rajangan yang dihasilkan dusun di puncak perbukitan itu. Sebagian lagi memesan sejak dua tahun lalu. Sajak’i (41) petani tembakau, mengatakan, musim tanam serentak di kawasan tegalan dan perbukitan dimulai pertengahan Mei 2024. Namun, khusus tembakau campalok baru ditanam awal Juni 2024. ”Saat ini baru proses penyiapan lahan, seperti penggemburan tanah, dilanjutkan pembuatan bedengan (petak-petak tanam). Setelah siap tanam, baru dikasih pupuk kandang,” ujar Sajak’i, Rabu (8/5) di rumahnya. Selain menunggu lama, pembeli harus merogoh kocek dalam-dalam karena harga tembakau campalok rajangan kering tahun ini Rp 5 juta per kg, berkali lipat lebih mahal dari tembakau biasa yang berkisar Rp 70.000-Rp 120.000 per kg.

Ada dua petak ladang di Bukit Jambangan dengan luas 10 x 20 meter dan 7 x 15 meter. Hasil panen tiap tahun hanya 14-15 kg. Petak-petak ladang itu berada di bawah pohon campalok yang berusia ratusan tahun. Menurut mitologi, bunga penghias mahkota putri Kerajaan Sumenep, Potre Koneng yang berteduh di bawah pohon campalok jatuh ke tanah dan menguarkan wangi. Karena itu, tembakau yang ditanam di bawah pohon tersebut memiliki aroma wangi yang kuat, daun tembakaunya berwarna kuning keemasan. Daun yang sudah dirajang dan dikeringkan memiliki tekstur lembut. Pelanggan tembakau campalok, Ibnu Jaril, mengatakan, tembakau berkualitas tersebut kerap dipakai sebagai campuran pada industri rokok. Bisa juga disimpan di gudang untuk menguatkan aroma tembakau biasa.

”Kualitas rasanya paling enak,” ujar penikmat campalok, KH Mochammad Naqib Hasan. Di luar urusan mitologi, tembakau merupakan komoditas pertanian yang sangat berharga bagi petani di Madura, karena itu, tembakau mendapat julukan ”daun emas” atau ”emas hijau”. Hal itu tak lepas dari harganya yang tinggi dibanding padi, jagung, ketela, atau tanaman pertanian lain. Petani tembakau di Desa Kertagena Dajah, Pamekasan, Cholili (35), mengatakan, setiap 1 hektar tanaman menghasilkan 800 kg hingga 1,2 ton tembakau rajangan kering dengan harga jual Rp 70.000-Rp 100.000 per kg. Potensi pendapatan kotor petani Rp 80 juta hingga Rp 120 juta untuk satu musim tanam yang berlangsung empat bulan. (Yoga)


Rumah Barokah Palmerah, Cara Menjadi Kota Layak Huni

04 Jul 2024

Hunian vertikal Rumah Barokah Palmerah di RT 013 RW 008, Palmerah, Jakbar menjadi salah satu program andalan Jakarta untuk mewujudkan kota layak huni. Program ini bagian dari pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sampai 2030. Hunian vertikal yang terdiri atas empat lantai di tengah permukiman padat penduduk ini dipamerkan dalam gelaran International Mayors Forum 2024 di Jakarta, Rabu (3/7). Dahulu, sebanyak enam keluarga tinggal di atas lahan seluas 90 meter persegi. Mereka menempati rumah berukuran 5-6 meter persegi dengan ventilasi dan pencahayaan yang buruk sehingga lembab. Saat ini, rumah tersebut bersalin rupa menjadi sembilan unit hunian, tersebar di empat lantai.

Masing-masing berupa satu ruangan berukuran 18 meter persegi, dilengkapi kamar mandi dengan toilet duduk dan pancuran air, wastafel atau tempat cuci, teras dan balkon, serta alat pemadam api ringan. Rabu kemarin, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia selaku pembedah hunian dalam program Bebenah Kampung menyerahkan kunci rumah kepada sembilan keluarga, disaksikan wali kota dunia atau perwakilannya di sela-sela International Mayors Forum 2024. Forum bertajuk ”Accelerating Action at the Local Level to Achieve the 2030 Agenda and the Sustainable Development Goals” ini diikuti 200 perwakilan dari 36 negara dan 74 kota, berlangsung hingga 4 Juli 2024.

Heru menjelaskan fokus ketiga Jakarta sebagai kota berkelanjutan, dengan menata kampung kumuh, pembangunan rusun atau rusunawa, dan konsolidasi tanah vertikal bagi warga prasejahtera agar kualitas hidupnya naik. ”Ini konsolidasi lahan dan bedah rumah agar layak huni. Bagian dari program SDGs sampai 2030, secara bertahap dan seterusnya. Wali kota atau perwakilannya ingin melihat dan mudah-mudahan jadi contoh,” ucapnya. Heru meminta warga merawat Rumah Barokah Palmerah serta memanfaatkan lantai satu hunian sebagai tempat kegiatan usaha. Selain itu, warga diharapkan menjadi pionir agar warga lain tertarik ikut program serupa. Sampai pertengahan tahun ini, Pemprov DKI Jakarta masih dalam proses mengentaskan 450 RW kumuh dari total 2.744 RW yang ada secara bertahap hingga 2026. (Yoga)


Syaf Anton WR Suarakan Madura lewat Sastra

04 Jul 2024

Orang mengenal Madura dengan stereotipe keras. Melalui sastra, Syaf Anton menyuarakan sisi lembut Madura. Sisi sederhana dan penuh cinta. Kekuatan sastra Madura memang diakui pada sastra lisan. Di Era Balai Pustaka, tahun 1910-1930, ada 35 judul buku sastra Madura diterbitkan. Pencarian buku itu salah satu kegiatan R Syaiful Anwar atau Syaf Anton (68). Perkembangan sastra Madura tak lepas dari Keraton Sumenep, yang memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar, termasuk dalam sastra. Saat itu berbagai jenis sastra, seperti paparegan dan saloka, memanfaatkan kearifan lokal Madura menjadi materi.

Dekade 1970-an hingga 1980-an, lazim terdengar orang di perdesaan Madura berkidung. Kekayaan dan kelembutan sastra Madura yang menjelma dalam kehidupan sehari-hari membuat Syaf Anton mencintai sastra sejak SMP (1973). Sejak itu, ia terus menulis dan mengirimkan karya ke mana-mana. Setamat SMA pada 1977, Syaf Anton pindah ke Surabaya. Ia mengirimkan puisi dan cerpen ke media-media di Surabaya, Yogyakarta, maupun Jakarta. Tahun 1978 ia diminta almarhum penyair Suripan Sadi Hutomo membantu mengasuh rubrik Balada, Harian Bhirawa, khususnya rubrik cerita mini berbahasa Madura.

Di ujung 1981, Syaf Anton kembali ke Sumenep, mendirikan Bengkel Seni Primadona (1984), Sanggar Seni Kembara (1985), Sanggar Sastra Mayang (1985), dan Forum Bias (forum kajian sastra dan budaya) (1994). Ia juga mengoordinasi para seniman dari semua bidang seni dalam Jaringan Seniman Sumenep (JSS) (1999). Pernah pula ia menjadi Ketua Umum Dewan Kesenian Sumenep serta mendirikan Rumah Literasi Sumenep. ”Lewat sastra, orang akan lebih mudah tersentuh. Ungkapan-ungkapan sastrawi bisa mengenakkan bagi pendengarnya sehingga kritik sekalipun akan terdengar santun dan lembut,” ujarnya. Syaf Anton terus menulis puisi. Satu demi satu bukunya terbit hingga mendapat penghargaan.

Karyanya, antara lain, puisi tunggal ”Cermin” (1990), kumpulan puisi Bingkai (1993), kumpulan puisi Langit Suasa Langit Pujangga (2016), dan novel Marlena, Perjalanan Panjang Perempuan Madura (2019).Cinta pada sastra tidak berhenti pada dirinya sendiri. Syaf Anton mengajak banyak orang Madura terus bersastra. Selain mengajari sastra, Syaf Anton juga membina kesenian teater Hilal dan Sanggar Sastra Al-Amien. Belakangan, lahir penulis-penulis Madura dari sini. Syaf Anton tetap memupuk semangatnya menjaga api literasi di Madura dan kini tengah menyiapkan munculnya museum sastra Madura. (Yoga)


Judi Online Harus Menjadi Isu Bersama Asean

04 Jul 2024
Aktivitas judi online (judol) yang kian marak telah menebarkan keresahan di tengah masyarakat Indonesia. Tak hanya di Tanah Air, sejumlah negara di Asean juga diterpa persoalan serupa. Oleh karena itu, tindakan ilegal bagi mayoritas negara-negara di kawasan Asia tenggara tersebut pula diangkat sebagai isu regional dan diberantas bersama-sama, apalagi judol telah menjadi kegiatan lintas batas atau transnasional. Dari sebanyak 10 anggota negara Asean, dua negara tercatat melegalkan akitivtas judi, sedang delapan sisanya melarang atau menganggap judi sebagai aktivitas ilegal. Dua negara yang melegalkan judi tersebut adalah Singapura dan Filipina, sedangkan yang melarang adalah Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. (Yetede)

Delisting Makin Marak, Perketat Seleksi IPO

04 Jul 2024
BEI mengeluarkan daftar 50 saham yang terancam dicoret dari pencatatan (delisting), karena sudah disusppensi selama enam bulan lebih. Sejumlah kalangan lantas meminta BEI memperketat seleksi  perusahaan yang berencana  menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Dengan memperketat seleksi IPO, hanya emiten berkualitas yang bisa melantai di bursa. Ini akan mencegah kerugian para investor ritel. Sebab, ketika suatu saham terkena delisting, pemegang saham ritel akan sulit  mendapatkan dananya kembali, apalagi jika perusahaan terkait bangkrut. Pada prinsipnya, perusahaan yang bangkrut dan dilikuidasi, prosesnya harus melalui penetapan pengadilan. (Yetede)