Ekonomi
( 40554 )PENDAR PAMOR UNIT-LINKED
Perihal perolehan premi, produk unit-linked memang sedang loyo, tetapi tidak demikian halnya dengan kinerja investasi produk asuransi jiwa ini. Faktanya, performa sejumlah investasi produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (Paydi) alias unit-linked sepanjang paruh pertama tahun ini, tidaklah buruk. Mengacu pada data Infovesta Utama, kinerja rata-rata Paydi di instrumen pasar uang tumbuh 1,53%, disusul pendapatan tetap tumbuh sebesar 0,13%. Adapun, kinerja rata-rata Paydi di instrumen campuran dan saham memang melemah masing-masing 1,24% dan 1,97%, tetapi capaian itu masih mengungguli kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang tercatat melorot 2,88% sepanjang paruh pertama. Bahkan, jika dibandingkan dengan indeks acuan utama lain seperti LQ45 (-8,54%), Paydi jauh lebih digdaya. Kinerja ini ditopang instrumen yang berkaitan dengan dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan penguatan nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam terhadap rupiah. Sebagai contoh, produk asuransi saham PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund menguat 27,71%, disusul Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$ yang naik 23,92%. Tak ayal, para pelaku industri asuransi jiwa pun berharap hal tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali mendongkrak kinerja unit-linked, baik dari kinerja investasi maupun perolehan premi.
Maklum saja, sudah beberapa periode ini, premi yang dihimpun melalui produk unit-linked tak lagi mendominasi perolehan premi industri. Data termutakhir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per kuartal I/2024 menunjukkan premi sebesar Rp19,22 triliun turun 16,36% (year-on-year/YoY), capaian itu kalah jauh dari premi tradisional yang tercatat mencapai Rp26,77 triliun, tumbuh 18,34%.
Arry Herwindo, GM Corsec, Legal, and Corcomm BNI Life mengatakan peningkatan imbal hasil Paydi pasar uang disebabkan oleh meningkatnya suku bunga acuan ke level 6,25%. Adapun, untuk unit-linked jenis saham, masih terdapat beberapa produk yang mencatatkan penurunan lantaran IHSG sedang turun.
Perihal masih seretnya premi unit-linked, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat salah satu pemicunya adalah masih minimnya edukasi. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengungkapkan meski pendapatan premi unit-linked mengalami penurunan, dia optimistis produk ini masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat. Hal itu mulai terlihat dari catatan premi baru Paydi. Guna mengerek pendapatan premi unit-linked, Togar mengimbau agar pelaku asuransi jiwa harus gencar melakukan edukasi. Para tenaga pemasar juga harus mempelajari tata cara menjual unit-linked yang sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) tentang Paydi. Sementara itu, Research Analyst Infovesta Capital Advisory Arjun Ajwani menilai prospek kinerja unit-linked saham bakal meningkat pada semester II/2024. Pemicunya adalah sentimen dari potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada September yang berpotensi mendongkrak kenaikan harga saham dan juga penurunan yield obligasi sehingga kenaikan harga.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono turut menyoroti masih melemahnya premi asuransi campuran.
KUNJUNGAN TURIS ASING 2024 : Sandiaga Yakin Mencapai 14 Juta
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif optimistis target ini total kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 14 juta kunjungan bisa tercapai pada tahun ini seiring dengan kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan kolaborasi penguatan kemitraan dengan pengusaha diperlukan guna menggenjot lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Pada tahun ini, Indonesia menargetkan total kunjungan wisman sebanyak 14 juta kunjungan. “Ini angka yang sangat tinggi, tapi kami yakin dengan kerja sama dengan teman-teman semua, maka kita akan bisa menembus angka 14 juta,” katanya dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) periode 2024-2029 di Jakarta, Kamis (4/7). Pada kepengurusan Asita, Nunung Rusmiati kembali dilantik sebagai Ketua Umum periode 2024-2029, setelah sebelumnya menempati posisi yang sama. Dia siap menarik wisatawan asing untuk mengunjungi destinasi wisata di Indonesia. Dia juga mengharapkan para pengurus untuk bekerja maksimal melaksanakan program itu. “Dalam kesempatan ini, kepada seluruh pengurus DPP agar dapat melaksanakan program kerja yang telah diamanatkan dengan program-program yang dibuat oleh lingkungan DPP, dan bermanfaat bagi seluruh anggota kita yang lebih dari 7.000,” ujarnya. Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani mengharapkan Asita lebih solid dan bisa merangkul semua pihak yang mungkin sempat bersilang pendapat.
PROPERTY TECHNOLOGY : Persaingan Marketplace Berubah
Property Technology (Proptech) merupakan penggunaan teknologi informasi dalam industri properti untuk membantu perusahaan dan individu dalam mencari, menjual, membeli, dan mengelola properti. Teknologi ini membuat proses jual beli dan sewa properti lebih efisien dan efektif. CEO Indonesian Property Watch Ali Tranghanda mengatakan proptech dengan perkembangan teknologi harus dapat menjawab kebutuhan konsumen. Dengan teknologi di sektor properti ini, konsumen dapat memperoleh informasi end-to-end bahkan sampai transaksi.
Sementara itu, Founder Viruma Indonesia Paulus Timothy menuturkan bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat berimbas pada semua sektor, termasuk bisnis properti. Para pelaku bisnis properti dituntut untuk dapat lebih memahami kebutuhan konsumen yang menginginkan kecepatan dan kemudahan untuk mengakses dan mendapatkan informasi mengenai proyek properti yang diminatinya. Dalam perkembangannya, brosur dibuat lebih menarik dengan gambar rendering dan pembuatan video animasi yang lebih hidup.
Hilirisasi Kerek Pertumbuhan Kredit Korporasi
Belum Semua Data Bisa Dipakai
Ramai Kredit Fiktif demi Jaga NPL
Indofarma di Ujung Tanduk
Restrukturisasi Tiktok Bukan Tarik TKA China
Keluhan Menahun Ojek Online
Buah Pahit Buruknya Proses Seleksi Calon Komisioner KPU
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









