Ekonomi
( 40460 )Ekonomi Sirkular Dorong PDB Rp 600 Triliun
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong Indonesia untuk bisa mengimplementasikan ekonomi sirkular untuk mewujudkan ekonomi hijau. Menteri PPN/.Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bilang, penerapan ekonmi sirkular pada lima prioritas yaitu pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi dan tekstil akan mendorong produk domestik bruto (PDB) Indonesia, "Peningkatan PDB hingga Rp 638 Triliun pada tahun 2030," kata dia, Rabu (3/7).
Emiten Industri Kena Efek Penurunan PMI
Kinerja industri manufaktur Indonesia melambat. Tercermin dari penurunan Purchasing Manager's Index (PMI). S&P Global merilis PMI Manufaktur Indonesia Juni 2024 turun ke level 50,7, anjlok 1,4 poin dibandingkan Mei yang masih di level 52,1.
Penurunan PMI menjadi perhatian pelaku pasar. Penurunan PMI bisa jadi sentimen prospek kinerja dan saham emiten di sektor industri. Terlebih, di semester I-2024, indeks saham sektor industri masih terkoreksi -15,08%.
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menyoroti tiga faktor yang menyebabkan penurunan PMI Manufaktur Indonesia.
Pertama, tertahannya suku bunga acuan di level tinggi, dimana pasca kenaikan suku bunga, PMI menunjukkan tren menurun. Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketiga, pemulihan ekspor yang masih lambat.
Equity Research Analyst
Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menimpali, penurunan PMI dapat menimbulkan kekhawatiran atau dampak psikologis di kalangan investor.
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani ikut memprediksi, sentimen dari penurunan PMI hanya jangka pendek. "Dampak ke pasar hanya sementara, akan ada koreksi satu atau dua hari.Setelah itu IHSG akan melanjutkan rally," terang Arjun.
Sektor barang konsumsi primer performanya bisa lebih stabil dengan produk yang tetap dibutuhkan masyarakat. Sedangkan konsumsi non-primer rawan tekanan saat ekonomi melambat. Masyarakat akan membatasi konsumsi.
AKSI KORPORASI : Pertamina Dekati Potensi Timur Tengah
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kantor cabang PT Pertamina Internasional EP (PIEP) di Dubai bisa menjadi kendaraan perusahaan untuk melakukan ekspansi, sekaligus membuka peluang menambah blok migas baru di Timur Tengah. “Potensi pengembangan bisnis dan peluang penambahan blok baru masih sangat besar dan terbuka lebar. Kami berharap kantor cabang baru ini bukan hanya sekadar penambahan fasilitas fisik, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dari sisi intangible benefits maupun tangible benefits,” katanya, Rabu (3/7). Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Chalid Said Salim mengatakan, hingga kini Pertamina Internasional EP telah berkontribusi sebanyak 20% terhadap total produksi migas Pertamina. Kantor cabang di Dubai pun diharapkan bisa meningkatkan koordinasi yang berujung pada peningkatan produksi. Adapun, Direktur Utama Pertamina Internasional EP Jaffee A Suardin mengakui perusahaan tengah mengincar blok migas baru di Irak. Pembicaraan awal telah dilakukan dengan serius bersama dengan otoritas hulu migas Irak.
Politisasi Mengganggu BUMN
Transformasi yang dilakukan pemerintah di tubuh BUMN sehingga entitas ini mampu menyetorkan jumlah nominal dividen terbesar sepanjang sejarah kepada negara, mencapai Rp 82,1 triliun pada tahun 2023, patut diapresiasi. Namun, politisasi berpotensi menghambat ruang gerak BUMN sehingga sulit melompat, apalagi mengglobal. Sesuai amanat UU No 19 Tahun 2003 tentang BUMN, perusahaan negara bukan hanya melakukan fungsi komersial, BUMN punya peran menjalankan fungsi layanan publik, seperti penyedia layanan kebutuhan masyarakat, pengelola sumber daya alam, hingga alat pemerintah dalam menata kebijakan ekonomi. Dalam kerangka fungsi dan tugas BUMN tersebut, para pemangku kepentingan (stakeholder) yang berurusan dengan BUMN menjadi luas. Bukan cuma pemegang saham, seperti eksekutif di pemerintahan, tetapi juga pemegang shareholder lain, sebut saja legislatif, ormas, dan berbagai kelompok kepentingan.
Pengamat BUMN dari BUMN Research Group Lembaga Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Toto Pranoto, mengatakan, tidak bisa dinafikan bahwa kekuasaan politik punya pengaruh terhadap pengelolaan BUMN. Contoh paling sederhana, penguasa selalu punya wewenang untuk menempatkan sosok, baik di jajaran direksi maupun komisaris BUMN. ”Kondisi ini kerap membuat harapan dari terlaksananya tata kelola yang baik di BUMN terganggu. Karena adanya intervensi dari invisible hand (tangan tak terlihat) yang menggunakan bermacam akses, termasuk akses-akses yang dianggap tidak bersih,” ujarnya. Besarnya pengaruh pemerintah dalam menempatkan sosok-sosok kunci di tubuh BUMN, lanjut Toto, merupakan konsekuensi dari struktur kelembagaan BUMN yang kepemilikannya didominasi oleh negara. Meski demikian, risiko praktik tata kelola yang buruk dapat diantisipasi selama ada sistem dan mekanisme yang sesuai dalam penunjukan direksi ataupun komisaris. (Yoga)
Alarm Kinerja Manufaktur
Penurunan tajam Indeks Manajer Pembelian, Juni 2024, menjadi sinyal perlambatan sektor manufaktur, yang harus segera diantisipasi agar tak berdampak negatif ke ekonomi. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) bulan Juni yang dirilis S&P Global menunjukkan, meskipun industri manufaktur kita masih dalam zona ekspansi (tecermin dari angka indeks di atas 50), PMI Juni itu mendekati ambang batas menuju kontraksi, yakni 50,7. Turun dibandingkan bulan Mei di 52,1 (Kompas, 1/7/2024). Setelah 34 bulan berturut-turut mengalami ekspansi, sinyal kontraksi tentu harus diwaspadai. Apalagi, sektor manufaktur adalah tulang punggung perekonomian nasional yang menyumbang 19 % PDB dan 72,24 % total ekspornasional di 2023. Sektor ini juga banyak menyerap tenaga kerja. Kemerosotan kinerja manufaktur menjadi alarm bahaya bagi perekonomian, mengingat tren ekspor dan neraca perdagangan yang mencemaskan beberapa bulan terakhir.
Ekspor manufaktur nonmigas, yang terus meningkat sepanjang 2019 hingga 2022, berbalik terkontraksi 11,95 % pada 2023 akibat perlambatan ekonomi global. Angka PMI Juni adalah yang terendah sejak November 2022, dipcu menurunnya pesanan baru akibat melambatnya perekonomian global dan domestik. Penurunan pesanan ini juga yang pertama terjadi sejak Agustus 2021. Menurut Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence, manufaktur Indonesia telah kehilangan momentum besar karena pertumbuhan permintaan baru nyaris berhenti dan ekspor terkontraksi empat bulan berturut-turut. Penurunan permintaan akibat melambatnya perekonomian global tak hanya dialami Indonesia. Adanya negara-negara pesaing yang mengalami kenaikan PMI, sementara kita mengalami penurunan tajam PMI, menunjukkan ada faktor lain yang menyebabkan pelaku industri kita tak mampu berekspansi. (Yoga)
Keluarga Ultrakaya Dibidik
Pemerintah sedang membidik dana investor ultrakaya dunia untuk diinvestasikan di Indonesia dalam bentuk family office. Satgas family office dibentuk Juli ini. Family office merupakan konsep menarik dana dari luar negeri ke dalam negeri guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Family office memberi kesempatan bagi kalangan jutawan dan ultrakaya (UHNW) di dunia untuk menyimpan dana di Indonesia. Namun, pemilik dana harus melakukan investasi pada proyek di Indonesia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan, saat ini ada sekitar 11 triliun USD aset finansial dunia yang diinvestasikan di luar negara asal dan diproyeksikan terus meningkat. Dana itu banyak ditempatkan di Singapura, Hong Kong, dan Dubai. Luhut mengatakan, The Wealth Report memperkirakan populasi individu ultrakaya di Asia tumbuh 38,34 % selama periode 2023-2028.
Untuk Indonesia, pertumbuhannya diperkirakan 34 %. Asia diprediksi memiliki pertumbuhan individu ultrakaya terbesar dibanding kawasan lain. Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, kondisi politik stabil, dan geopolitik yang netral dinilai berpeluang untuk menarik aset asing dan menjadi alternatif penempatan dana. Luhut mencontohkan, orang ultrakaya dapat menyimpan dana di Indonesia 10 juta-30 juta USD. Kemudian, dana tersebut diputar untuk diinvestasikan ke proyek yang ada di Tanah Air. ”Mereka tidak dikenai pajak, tetapi harus investasi, dan investasinya itu yang nanti akan kita pajaki. Kemudian dia (investor) harus memakai orang Indonesia untuk kerja di family office,” ujar Luhut, seperti dikutip dari laman Instagram-nya, Selasa (2/7).
Dalam rapat terbatas 1 Juli 2024, Presiden Jokowi sudah memberi arahan untuk menyiapkan satgas family office dalam tiga minggu hingga satu bulan ke depan, yang terdiri atas lintas kementerian, melibatkan Bank Dunia. Pemerintah juga akan menyusun regulasi secara terpadu untuk membuat Indonesia lebih kompetitif dengan family office. Banyak proyek investasi di Indonesia yang bisa ditawarkan, seperti hilirisasi dan rumput laut. Luhut menyebutkan, studi sedang dilakukan dengan pilihan family office di Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bali menjadi pilihan karena memiliki dua kawasan ekonomi khusus (KEK), yakni KEK Kura-kura Bali dan KEK Kesehatan Sanur. ”Ini sekarang kita sedang garap dengan cermat,tetapi kita menghindari pencucian uang. Dia (investor) harus datang kemari, investasi sekian juta USD, dan harus memakai orang Indonesia untuk kerja di family office,” ujarnya. (Yoga)
Tutup Gerai, Matahari Optimalisasi Bisnis
Manajemen PT Matahari Department Store Tbk menutup dua gerainya di WTC Serpong dan Mall Balekota Tangerang, Banten. Pihak manajemen mengatakan tengah melakukan optimalisasi bisnis dan masih akan membuka gerai baru tahun ini. Dalam siaran pers resmi yang diterima pada Selasa (2/7), perwakilan manajemen Matahari menyebutkan, pihaknya sedang melakukan optimalisasi strategis terhadap portofolio gerai. Ini melibatkan penutupan beberapa gerai yang tidak berkinerja baik dan pembukaan gerai baru di area dengan tingkat kunjungan konsumen yang tinggi untuk memberikan pengalaman ritel terbaik bagi pelanggan. ”Keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi menyeluruh, sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang kami dan praktik operasional standar,” ujar perwakilan perusahaan dalam siaran pers.
Matahari terus berfokus pada rebranding dan modernisasi gerai-gerai utamanya, melanjutkan pembukaan sembilan gerai pada tahun lalu. Tahun ini Matahari juga masih akan membuka gerai baru, termasuk penambahan gerai terkini di AEON Deltamas pada Maret 2024. Mengutip laporan keuangannya, pada triwulan pertama 2024, emiten berkode saham LPPF ini mencatat laba bersih Rp 326 miliar, meningkat 221 % dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 101 miliar. Laba bersih mencapai Rp 3,7 triliun, meningkat 35,9 % secara tahunan. Sampai triwulan pertama 2024, Matahari memiliki 155 toko yang tersebar di 82 kota. Selain itu, Matahari juga memiliki lebih dari 600 pemasok barang yang terdiri atas 94 % pelaku lokal. Perusahaan mempekerjakan 9.092 orang. (Yoga)
Serapan Pupuk Baru 32 Persen
Pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 4,73 juta ton menjadi 9,55 juta ton tahun ini. Namun, enam bulan berlalu, serapan pupuk bersubsidi baru terealisasi 32,6 %. Sebanyak 7,58 juta petani terdaftar juga belum menebus pupuk. Kondisi ini terjadi kala produksi beras nasional pada Januari-Agustus 2024 diperkirakan turun 2,25 juta ton dibanding Januari-Agustus 2023. Untuk itu, akselerasi penyaluran pupuk bersubsidi dan penambahan luas tanam perlu dilakukan. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Selasa (2/7). Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan, per 30 Juni 2024, sebanyak 97 % kabupaten dan kota dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia telah menerbitkan surat keputusan (SK) bupati/wali kota tentang alokasi pupuk bersubsidi. Sisanya belum melakukan alokasi.
Mereka adalah daerah yang alokasi pupuk subsidinya kecil, yakni Papua, Papua Barat, Kalimantan, dan DKI Jakarta. ”Patut menjadi catatan, ada satu daerah yang menjadi lumbung beras nasional belum menerbitkan SK bupati, yakni Banyuwangi,” ujarnya. Per 30 Juni 2024, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi 3,11 juta ton atau baru 32,8 % dari total alokasi 9,55 juta ton. Jumlah petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik (e-RDKK) yang belum menebus pupuk juga masih banyak. Dari 14,28 juta petani yang terdaftar dalam e-RDKK, baru 6,7 juta petani yang sudah menebus pupuk bersubsidi. Artinya masih ada 7,58 juta petani atau 53 % dari jumlah petani terdaftar dalam e-RDKK yang belum menebus pupuk tersebut. Rahmad mengaku, perseroan sudah berkoordinasi dengan Kementan untuk mencari penyebab dan solusi persoalan itu.
Hal itu bisa jadi karena ada daerah yang belum memasuki musim tanam berikutnya dan ada juga petani yang pindah lahan, tetapi datanya belum termutakhirkan. ”Kami telah sepakat dengan Kementan untuk memutakhirkan data petani dalam e-RDKK empat bulan sekali,” katanya. Rahmad juga meminta pemda terlibat mengatasi persoalan tersebut. Itu penting mengingat pupuk sangat dibutuhkan petani di setiap daerah untuk meningkatkan produktivitas padi. Selama ini, pupuk berkontribusi besar terhadap produktivitas pertanian, yakni 56 %. Secara khusus, pupuk bersubsidi mampu menurunkan biaya produksi padi sebesar 9 % sehingga pemerintah berupaya menjaga harganya tidak naik. Di tengah masih rendahnya penyaluran pupuk bersubsidi, Indonesia dibayangi penurunan produksi beras nasional lantaran dampak El Nino tahun lalu dan kondisi cuaca ekstrem pada tahun ini. (Yoga)Musim Pancaroba Pengaruhi Produksi Ikan Asin
Pekerja menata ikan tongkol yang diasinkan untuk dijemur di kawasan Muara Angke, Jakarta, Senin (1/7/2024). Musim pancaroba yang terjadi di kawasan Jakarta dan sekitarnya membuat proses pengeringan ikan asin menjadi lebih lama dari biasanya. Normalnya, pengeringan dilakukan selama satu hingga dua hari. Namun, saat musim pancaroba, pengeringan ikan asin bisa memakan waktu hingga tiga hari. Satu kilogram ikan asin itu dijual Rp 33.000. (Yoga)
Bea dan Pungutan Tak Terduga Hambat Pengembangan Industri Kesehatan
Presiden Jokowi memimpin rapat tertutup terkait relaksasi pajak untuk industri kesehatan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/7). Selama ini pengenaan bea untuk komponen alat kesehatan ataupun biaya tak terduga membuat industri kesehatan Indonesia sulit bersaing dengan produk impor. Presiden Jokowi meminta supaya harga alat kesehatan dan obat-obatan produksi dalam negeri bisa sama denganproduk impor. Selain itu, Presiden juga meminta supaya industri farmasi dan industri alat kesehatan dalam negeri bisa dibangun, demikian disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin seusai rapat, Indonesia semakin tangguh, terutama saat menghadapi kondisi darurat seperti pandemi. Masalahnya, saat ini harga obat produksi Indonesia bisa tiga sampai lima kali lebih mahal dari obat impor. Harga alat kesehatan buatan dalam negeri juga cenderung lebih mahal. Industri alat kesehatan Indonesia pun tak maju. Penyebabnya, menurut Budi, adalah inefisiensi di jalur perdagangannya.
Ada biaya-biaya yang tak transparan dan tak terduga. Akibatnya, harga jual produk jadi tak masuk akal. Ujung-ujungnya yang membeli juga pemerintah. ”Layanan kesehatan sekarang hampir semuanya dibayar BPJS. Jadi, kalau (biaya layanan kesehatan) mahal, nanti pemerintah yang akan bayar (mengeluarkan biaya). Itu sebabnya kita harus mencari kombinasi yang semurah mungkin,” kata Budi. Selain itu, penerapan pajak tidak mendukung perkembangan industri alat kesehatan dalam negeri. Contohnya, produk alat kesehatan impor tak dikenai bea masuk. Namun, komponen pembentuk alat kesehatan yang masih impor dikenai bea 15 %. Ketika ditambah biaya-biaya tak terduga lainnya, harga produk alat kesehatan dalam negeri menjadi tak bisa bersaing. Untuk itu, tambah Budi, perlu ada transparansi jalur perdagangan alat kesehatan dan produk farmasi. Tata kelola yang baik akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Langkah kedua adalah mengefisienkan sistem perpajakan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









