Keluarga Ultrakaya Dibidik
Pemerintah sedang membidik dana investor ultrakaya dunia untuk diinvestasikan di Indonesia dalam bentuk family office. Satgas family office dibentuk Juli ini. Family office merupakan konsep menarik dana dari luar negeri ke dalam negeri guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Family office memberi kesempatan bagi kalangan jutawan dan ultrakaya (UHNW) di dunia untuk menyimpan dana di Indonesia. Namun, pemilik dana harus melakukan investasi pada proyek di Indonesia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan, saat ini ada sekitar 11 triliun USD aset finansial dunia yang diinvestasikan di luar negara asal dan diproyeksikan terus meningkat. Dana itu banyak ditempatkan di Singapura, Hong Kong, dan Dubai. Luhut mengatakan, The Wealth Report memperkirakan populasi individu ultrakaya di Asia tumbuh 38,34 % selama periode 2023-2028.
Untuk Indonesia, pertumbuhannya diperkirakan 34 %. Asia diprediksi memiliki pertumbuhan individu ultrakaya terbesar dibanding kawasan lain. Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, kondisi politik stabil, dan geopolitik yang netral dinilai berpeluang untuk menarik aset asing dan menjadi alternatif penempatan dana. Luhut mencontohkan, orang ultrakaya dapat menyimpan dana di Indonesia 10 juta-30 juta USD. Kemudian, dana tersebut diputar untuk diinvestasikan ke proyek yang ada di Tanah Air. ”Mereka tidak dikenai pajak, tetapi harus investasi, dan investasinya itu yang nanti akan kita pajaki. Kemudian dia (investor) harus memakai orang Indonesia untuk kerja di family office,” ujar Luhut, seperti dikutip dari laman Instagram-nya, Selasa (2/7).
Dalam rapat terbatas 1 Juli 2024, Presiden Jokowi sudah memberi arahan untuk menyiapkan satgas family office dalam tiga minggu hingga satu bulan ke depan, yang terdiri atas lintas kementerian, melibatkan Bank Dunia. Pemerintah juga akan menyusun regulasi secara terpadu untuk membuat Indonesia lebih kompetitif dengan family office. Banyak proyek investasi di Indonesia yang bisa ditawarkan, seperti hilirisasi dan rumput laut. Luhut menyebutkan, studi sedang dilakukan dengan pilihan family office di Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bali menjadi pilihan karena memiliki dua kawasan ekonomi khusus (KEK), yakni KEK Kura-kura Bali dan KEK Kesehatan Sanur. ”Ini sekarang kita sedang garap dengan cermat,tetapi kita menghindari pencucian uang. Dia (investor) harus datang kemari, investasi sekian juta USD, dan harus memakai orang Indonesia untuk kerja di family office,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023