;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

BTN Bakal Rilis Obligasi Rp 10 Triliun

09 Jul 2024
PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk (BTN) telah memiliki rencana penguatan likuiditas untuk ekspansi bisnis pada tahun depan. Dimana, perseroan akan menerbitkan surat utang baik berdenominasi rupiah maupun valuta asing (valas) dengan total hampir Rp 10 triliun,  dan ditambah dengan sekuritas sebesar Rp 1 triliun. Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menjelaskan, terdapat inisiatif aksi korporasi yang dilakukan pada tahun depan. Dengan selesainya pemilihan presien, maka bank bersandi BBTN itu juga telah mengetahui visi misi dar pemerintahan baru, diantaranya program tiga juta rumah. Sehingga BBTN perlu memperkuat permodalan tanpa perlu meminta  Penyertaan Modal Negara dari pemerintah. "Kami akan terbitkan junior global bond US$ 3000 juta, ini marketnya di Singapura dan Hongkong," Jelas Nixon

Wijaya Karya Minta PMN Rp 2 Triliun

09 Jul 2024

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meminta penyertaan modal negara (PMN) kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan untuk tahu anggaran 2025 sebesar Rp 2 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan. "Kami lagi ajukan (PNM). Sudah disampaikan kementerian BUMN, dan kementerian BUMN sudah bersurat kepada Kementerian Keuangan," kata Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya kepada Investor Daily. Jumlah PMN yang WIKA minta, tutur mahendra, sebesar Rp 2 triliun. Angka tersebut sesuai dengan usulan yang diziinkan para pemegang saham.

Sekaligus, boleh jadi, usulan PMN RP 2 triliun ini merupakan tindak lanjut dari PMN pada tahun anggaran 2023 yang seharusnya WIKA terima sebesar Rp 8 triliun. Pada tahun anggaran 2023, WIKA sedianya dicanangkan untuk menerima PMN sebesar Rp 8 triliun. Namun usulan tersebut kemudian ditolak, dan disepakati perseroan memperoleh PMN sebesar Rp 6 triliun melalui skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMH-METD/right issue). (Yetede)

Lesu Darah Industri Kesehatan, Apa Saja Penyebabnya

09 Jul 2024
SETELAH jumlah kasus Covid-19 berkurang, momentum meraup untung pelaku usaha di industri farmasi turut memudar. Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Elfiano Rizaldi menyatakan pertumbuhan industri belum juga menyentuh angka dua digit seperti lima tahun lalu. "Masih di angka 7-8 persen sekarang," katanya kepada Tempo, kemarin, 8 Juli 2024.  

Berakhirnya pandemi berkontribusi pada perlambatan pertumbuhan industri kesehatan. Elfiano mencatat penurunan permintaan terhadap sejumlah produk, terutama multivitamin. Pada 2020, permintaan multivitamin sempat tumbuh tiga kali lipat lantaran berguna menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari virus corona. Belakangan, pelemahan daya beli masyarakat turut berkontribusi menghambat laju industri.

Tahun ini tantangannya makin berat karena nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat anjlok. Dari data kurs jual Bank Indonesia per 8 Juli 2024 tampak US$ 1 sudah setara dengan Rp 16.393. Padahal, pada awal tahun, para pelaku usaha menyiapkan modal kerja dengan asumsi nilai tukar sebesar Rp 15.000-15.500 per dolar AS. 

Menurut Elfiano, pergerakan kurs sangat mempengaruhi industri yang masih mengimpor bahan baku dan pendukung ini. Sekitar 90 persen bahan produksi farmasi masih impor. Jika nilai tukar tak kunjung menguat dan bergerak ke kisaran Rp 16.500 hingga akhir tahun, dia mengungkapkan ada potensi kenaikan harga jual produk farmasi. "Kita tunggu situasinya, mudah-mudahan tidak terus turun," tuturnya. (Yetede)

Jangan Pilih Politisi Jadi Anggota BPK

09 Jul 2024
INI sebenarnya pesan yang muskil digubris Dewan Perwakilan Rakyat: jangan memilih politikus sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Sejumlah kasus korupsi yang menyeret nama anggota BPK semestinya menjadi pelajaran bagi panitia seleksi dan anggota DPR untuk tak meloloskan mereka yang terafiliasi dengan partai politik. Dari 76 pendaftar calon anggota BPK pada seleksi tahun ini, setidaknya sembilan di antaranya tercatat sebagai anggota partai. Para calon akan memperebutkan lima dari sembilan kursi anggota BPK yang lowong tahun ini. Jika kebanyakan yang terpilih politikus, mereka akan makin mendominasi BPK. Pada periode ini, lima dari sembilan anggota BPK merupakan bekas anggota DPR.

Keberadaan para politikus membuat BPK tak genah. Beberapa nama anggota BPK yang berasal dari partai, misalnya, muncul pada sejumlah perkara jual-beli hasil audit. Tak hanya menyebabkan BPK tercoreng, perilaku mereka turut menyebabkan kepercayaan terhadap lembaga auditor ini longsor. Hasil audit BPK tak bisa dipercaya sepenuhnya.

Contoh terbaru adalah dugaan keterlibatan Pius Lustrilanang, anggota BPK yang berasal dari Gerindra, dalam suap rekayasa hasil audit di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pius diduga meminta kepala perwakilan BPK di daerah yang berada di bawah kewenangannya menyetorkan Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar sampai akhir Desember 2023. Pius berstatus saksi dalam kasus yang tengah disidangkan tersebut.

Rekan Pius pada periode jabatan yang sama, Achsanul Qosasi, lebih dulu berurusan dengan hukum. Dalam perkara korupsi pembangunan menara pemancar atau BTS, Achsanul, dari Partai Demokrat, divonis 2,5 tahun penjara. Pada 2020, anggota BPK dari Partai Amanat Nasional, Rizal Djalil, terbukti menerima suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum dan dihukum 4 tahun bui. (Yetede)

Tata Kelola Buruk Hambat Kolaborasi BUMN-Swasta

08 Jul 2024

Nyala dari manfaat BUMN dalam memberikan layanan publik dan menggerakkan berbagai sektor strategis akan semakin berpijar apabila dapat berpadu dengan sektor swasta yang mempunyai kapasitas untuk mendorong inovasi dan efisiensi. Sayangnya, hingga saat ini kolaborasi swasta dan BUMN masih menghadapi beberapa tantangan fundamental berupa adanya perbedaan prioritas dalam proses bisnis serta kesenjangan kapabilitas dan sumber daya. Pemerintah punya tanggung jawab untuk menciptakan proyek pembangunan yang lebih kreatif agar bisa dikerjakan dan menguntungkan pihak BUMN dan swasta.

Kondisi ini terungkap dalam Afternoon Tea#18 Kompas Collaboration Forum bertema ”Memacu Kolaborasi Swasta BUMN dalam Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja”, Kamis (4/7) di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta. Dalam diskusi yang dihadiri pemilik dan pimpinan perusahaan anggota Kompas Collaboration Forum (KCF) tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima memandang peran BUMN sebagai agen pembangunan membuat tugas entitas ini tidak hanya mencari untung. Namun, juga untuk melayani kepentingan masyarakat dalam skala ekonomi yang sulit dilakukan swasta. Orientasi ini, sayangnya, malah memaku banyak BUMN.

Sehingga tidak menciptakan kultur kerja yang mendukung tata kelola BUMN menjadi efisien dan produktif. ”Kalau saya belajar dari Jepang, spirit ’Restorasi Meiji’ menjadi soft skill untuk menjadikan smart teknokatrik industri Jepang yang maju. Begitu juga di Vietnam di mana spirit ’Ho Chi Minh’ menjadi kekuatan ekspansi industri. Ini tak terlihat di BUMN,” kata Aria Bima. Sektor swasta cenderung memiliki prioritas yang tinggi pada aspek keuntungan finansial dan inovasi. Untuk berkolaborasi dengan swasta secara optimal, BUMN perlu meningkatkan efisiensi operasionalisasi dan tata kelola yang baik, dengan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme untuk kinerja optimal dan kepercayaan publik.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pemerintah akan melakukan studi pasar yang komprehensif dalam tiap program pembangunan untuk memastikan BUMN dan swasta diuntungkan dalam kolaborasi. Peningkatan kolaborasi BUMN-swasta telah masuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045. Salah satu kolaborasi BUMN dan swasta yang didesain Bappenas adalah proyek pembangunan PLTA di atas bendungan yang digarap BUMN atas penugasan negara. ”Swasta cukup mengeluarkan modal untuk menyewa lahan waduk dan mendapat penghasilan dari PLTA. Sementara waduk menghasilkan irigasi sebagai bentuk pelayanan publik,” kata Suharso. (Yoga)


Pembiayaan Alternatif Tapera Perlu Disiapkan

08 Jul 2024

Pelaksanaan program Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera secara bertahap perlu mempertimbangkan alternatif sumber pendanaan. Ketentuan Tapera diatur PP No 21 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP No 2/2020 tentang Tapera yang ditetapkan pada 20 Mei 2024. Regulasi ini merupakan turunan UU No 4/2016 tentang Tapera. Pembiayaan rumah untuk peserta Tapera diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan pendapatan maksimal Rp 8 juta per bulan. KPR Tapera saat ini memiliki suku bunga tetap (fixed rate) 5 % per tahun serta jangka waktu pinjaman hingga 30 tahun. Badan Pengelola (BP) Tapera merilis pelaksanaan kewajiban kepesertaan Tapera bakal bertahap. BP Tapera juga tengah menjajaki skema perluasan manfaat Tapera, yakni pembiayaan bagi masyarakat menengah berpenghasilan tanggung dengan penghasilan di atas Rp 8 juta hingga Rp 15 juta (Kompas.id, 4/7/2024).

Untuk itu, BP Tapera berharap perluasan manfaat Tapera dapat dilegalisasi dalam peraturan menteri. BP Tapera juga sudah mendapatkan penugasan dari Komite Tapera untuk memperluas manfaat Tapera bagi penabung Tapera yang tidak tergolong masyarakat berpenghasilan rendah. Komite Tapera dipimpin oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Pengembang Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto, Minggu (7/7) mengemukakan, kekurangan rumah di Indonesia sangat besar, menembus 10 juta unit. Kekurangan rumah tidak hanya dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga masyarakat berpenghasilan tanggung di atas Rp 8 juta-Rp 15 juta. Selama ini, pembiayaan subsidi perumahan dari APBN terbatas. Tapera yang diamanatkan menarik iuran dari pekerja menjadi masalah karena ditentang serikat pekerja dan perusahaan, karena pekerja sudah banyak terkena iuran dengan pemotongan gaji hingga 8,5-9 %. (Yoga)


Pelemahan Rupiah Memukul Industri Penerbangan Domestik

08 Jul 2024

Pelemahan rupiah terhadap USD memukul industri penerbangan dalam negeri. Apalagi, tarif batas atas tiket pesawat tidak pernah berubah sejak 2019 meski harga komponen lain terus naik. Apabila terus dibiarkan, berisiko merugikan banyak pihak. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia ditutup dengan nilai tukar rupiah Rp 16.312 per USD pada Jumat (5/7). Para petinggi maskapai penerbangan menilai kondisi ini amat berdampak pada industrinya. Sebab, berbagai komponen pesawat dibayarkan dengan USD. ”Karena komponen USD banyak, tentu dampaknya besar,” ujar Direut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra, Sabtu (6/7).

Meski USD meningkat,tarif tiket pesawat tidak terkerek naik karena maskapai harus mengikuti regulasi tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) Kemenhub. ”Tak bisa menaikkan harga tiket karena TBA sudah tak naik dari 2019. Tak ada masalah buat penumpang, masalahnya pada maskapai,” kata Irfan. Hal serupa diutarakan Presdir Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro. Menghadapi kondisi tersebut, upaya efisiensi ditempuh dengan tetap menjaga tak ada perubahan pada rute penerbangan. ”Dari pandemi Covid-19, strategi yang harus kami jalankan adalah efisien. Namun, bukan berarti mengabaikan keselamatan. Kami tetap fokus. Efisiensi pada segala hal menjadi kekuatan,” tuturnya.

Pengamat penerbangan, Gatot Rahardjo, mengemukakan, kurs USD memengaruhi banyak aspek, di antaranya harga avtur, biaya sewa pesawat, dan harga suku cadang. Ketika diakumulasi, proporsi komponen memanfaatkan USD mencapai 70 %i total pengeluaran atau biaya operasional maskapai. ”Naiknya biaya saat ini melebihi biaya yang dijadikan patokan pemerintah saat menentukan TBA tahun 2019. Jadi, kalau secara ekonomi, biaya lebih besar daripada pendapatan (TBA) sehingga maskapai merugi,” ujarnya. (Yoga)


Antisipasi Pelemahan Ekonomi

08 Jul 2024

Perekonomian Indonesia mengalami perlambatan. Kepercayaan konsumen, walau optimis, melemah. Indikator industri manufaktur (Purchasing Management Index/PMI), di angka 50,7, masih ekspansi, juga mengalami pelemahan. PHK semakin banyak, terutama di industri tekstil dan pakaian. Sementara nilai rupiah mengalami depresiasi dan tekanan. Inflasi relatif rendah 2,5 %, tetapi deflasi dua bulan berturut-turut menunjukkan indikasi pelemahan daya beli konsumen. Sekalipun inflasi relatif rendah, BI belum berani menurunkan suku bunga. Kekhawatirannya adalah pada rupiah yang semakin tertekan dan sulit dijaga. Beberapa bank sentral, seperti bank sentral Eropa, Swiss, Swedia, dan Brasil, telah menurunkan suku bunganya. BI menunggu bank sentral AS, The Fed, menurunkan suku bunga kemudian mengikutinya.

Padahal, para pelaku ekonomi menanti penurunan suku bunga untuk mendorong kegiatan usaha. Dengan cadangan devisa yang tidak besar, walau memadai, BI menjaga stabilitas rupiah dengan intervensi langsung, penerbitan obligasi rupiah dan dollar, serta meningkatkan domesticnon-delivery forward market untuk membantu stabilitas rupiah. Namun, ini belum memadai. BI praktis menjadi pemegang Surat Berharga Negara (SBN) terbesar, sekitar 24 %. Rupiah masih akan mengalami tekanan sampai The Fed menurunkan suku bunga. The Fed tidak menurunkan suku bunga karena inflasi masih di atas 2 %. Tingginya suku bunga membuat bank semakin bersaing untuk mendapatkan dana tambahan. Margin pun turun. Sementara debitor menunggu turunnya suku bunga untuk mengajukan kredit baru yang lebih besar.

Mereka juga menunggu kebijakan pemerintahan baru yang diharap lebih menjanjikan. Nasabah UMKM masih meminta restrukturisasi kredit, untuk mendapat perpanjangan. Konsumen berpendapatan menengah dan tinggi cenderung menahan pengeluaran. Mereka lebih suka menabung dananya dengan lebih tingginya suku bunga. Secara makro, ekonomi terlihat baik-baik saja. Namun, berbeda secara sektoral, terutama industri manufaktur, apalagi mikro, yang membutuhkan perhatian tinggi. Tanggapan kebijakan makro dan sektoral yang fasilitatif dibutuhkan untuk restrukturisasi dan transformasi. Tentu saja inisiatif di tingkat mikro perusahaan sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi. (Yoga)


Cegah Investasi Ilegal, OJK Gelar Patroli Siber

08 Jul 2024

Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas Pasti akan menggelar patrol siber guna mengantisipasi kasus-kasus dugaan investasi ilegal sebagai tindak lanjut atas kasus titip kelola dana investasi perorangan oleh Ahmad Rafif Raya yang menimbulkan kerugian hingga Rp 71 miliar. Ketua Sekretariat Satgas Pasti Hudiyanto mengatakan, pihaknya mencegah potensi terjadinya penawaran investasi yang tidak berizin dan dapat merugikan masyarakat dengan melakukan patroli siber dan pemantauan media sosial. ”Satgas Pasti didukung anggotanya, terutama Kemenkominfo beserta Satgas Pasti di daerah akan melakukan cyber patrol dan saling menginfokan jika terdapat kasus dugaan pelanggaran, termasuk pemantauan media sosial,” katanya, Minggu (7/7).

Sejak 2017 hingga 31 Mei 2024, Satgas Pasti telah menghentikan 9.888 entitas keuangan ilegal yang terdiri dari 1.366 entitas investasi ilegal, 8.271 entitas pinjaman online ilegal atau pinjaman pribadi, serta 251 entitas gadai ilegal. Selama April-Mei 2024, Satgas Pasti telah memblokir 129 tawaran investasi ilegal. Modus penipuan yang ditemukan adalah dengan meniru atau menduplikasi nama produk, situs, ataupun media sosial milik entitas berizin dengan tujuan menipu (impersonation). ”Laporan masyarakat sangat diharapkan sejalan dengan berkembangnya modus penipuan dan literasi keuangan serta digital yang belum optimal di masyarakat,” ujar Hadiyanto. Belakangan, ramai diberitakan kasus gagal bayar dana kelolaan investasi oleh Ahmad Rafif Raya, pemengaruh (influencer) investasi di media sosial.

Pemilik akun @waktunyabelisaham tersebut gagal mengelola investasi 34 klien asalMakassar, Sulsel, senilai Rp 71 miliar. Sebulan sebelumnya, pada Minggu (9/6), Ahmad telah memberi keterangan resmi dan bertanda tangan di atas meterai terkait kasus tersebut. Ia mengakui mengelola dana tersebut atas nama pengurus dan pemegang saham dari PT Waktunya Beli Saham. Ahmad mengaku salah mengelola investasi sehingga timbul kerugian akibat timbulnya biaya operasional dan pengembalian investasi atas modal investasi investor lainnya. Ahmad berjanji menanggung seluruh nilai investasi yang telah dicatatkan sebagai utang sebesar Rp 71,81 miliar, yang akan dibayar secara bertahap sejak 10 Juli 2024 hingga 10 Juli 2027 dengan pembayaran setiap tanggal 10 per bulan. Ia juga siap menanggung segala konsekuensi hukum, baik secara pidana maupun perdata jika lalai menyelesaikan tanggung jawabnya. (Yoga)


Industri Kerajinan Berorientasi Ekspor

08 Jul 2024

Pekerja menggarap kerajinan kap lampu dari pelepah pisang dan daun lontar di industri Palem Craft, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (6/7/2024). Produk yang dihasilkan dari tempat tersebut untuk pasar ekspor ke sejumlah negara, seperti Spanyol, Yunani, Turki, dan Perancis, dengan nilai ekspor pada enam bulan terakhir sekitar Rp 4 miliar. Promosi yang gencar mendorong ekspor dari usaha mikro, kecil, dan menengah itu naik 40 persen dibanding pada tahun lalu. (Yoga)