Kredit Menganggur Bank Semakin Menggunung
Penyaluran kredit perbankan tumbuh dua digit. Namun, fasilitas kredit menganggur atau undisbursed loan juga terus menumpuk.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total undisbursed loan naik 10,59% secara tahunan jadi Rp 2.130,37 triliun. Padahal penyaluran kredit juga naik 13,09% menjadi Rp 7.398,76 triliun.
Para bankir menyebut, anomali ini terjadi lantaran ada cukup banyak pengajuan kredit untuk proyek jangka panjang. "Kredit investasi biasanya jangka waktunya panjang. Bisa juga karena persyaratan dokumen belum dipenuhi, sehingga kredit belum bisa dicairkan," ujar Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia, kemarin.
Di Bank Oke, kredit menganggur naik 11,85% secara tahunan menjadi Rp 1,17 triliun per Mei 2024. Sementara total penyaluran kredit Bank Oke naik 10,29% menjadi Rp 8,83 triliun per Mei 2024.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mencatatkan kenaikan kredit menganggur. Per Mei 2024, total kredit menganggur BCA naik 14% secara tahunan menjadi Rp 399,97 triliun. Padahal, total kredit BCA tumbuh 15,91% secara tahunan menjadi Rp 824,73 triliun. "Pagu kredit yang masih tersedia Rp 399,97 triliun. Ini untuk mengantisipasi permintaan kredit yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi, sekaligus siklus bisnis nasabah," ujar Hera F. Haryn, VP Corporate Communication and Social Responsibility BCA. Seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, BCA yakin permintaan fasilitas kredit sepanjang 2024 akan terjaga. "Faktor inflasi yang terkendali serta likuiditas BCA yang memadai juga menambah optimisme kami agar dapat menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan," ungkap Hera.
Sementara total kredit CIMB Niaga naik 3,77% menjadi Rp 203,184 triliun. Meski kredit menganggur naik, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kenaikan undisbursed loan serta penyaluran kredit ini sejalan dengan tumbuhnya portofolio kredit.
Tags :
#KreditPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023