Ekonomi
( 40733 )Pertumbuhan Rumah Tapak
Proyek pembangunan perumahan sedang berlangsung di kawasan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/7/2024). Memasuki paruh kedua tahun 2024, pemerintah memberlakukan insentif properti berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 50 persen. Insentif PPN sebesar 50 persen mulai semester II (Juli-Desember) 2024 menurun jika dibandingkan dengan PPN DTP periode Februari-Juni 2024 yang sebesar 100 persen (Yoga)
Kembali Cetak Prestasi di Kancah Global, BRI jadi Bank Nomor 1 di Indonesia Versi The Banker Top 1000 Banks 2024
Jaga Profesionalitas TNI
Revisi UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI tidak hanya untuk memperluas kementerian/lembaga yang bisa diisi prajurit aktif, tetapi juga untuk menghapus aturan yang melarang prajurit TNI melakukan kegiatan bisnis. namun, usulan ini dikhawatirkan bisa menghambat profesionalitas TNI. Pasal 30 Ayat (3) UUD 1945 mengamanatkan bahwa TNI adalah alat negara untuk mempertahankan, melindungi, serta memelihara kebutuhan dan kedaulatan negara. Di UU No 34/2004 dan UU No 3/2002 tentang Pertahanan Negara telah digariskan bahwa tugas pokok TNI berada di bidang pertahanan negara.
”Jika TNI ingin terlibat kembali dalam kegiatan bisnis atau ekonomi lainnya, artinya melanggar UU No 34/2004, khususnya Pasal 2 Huruf d, serta melanggar hakikat atau jati diri dan fungsi utama TNI sebagai militer,” kata peneliti Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia, Beni Sukadis, Jumat (12/7) di Jakarta. Usulan agar larangan prajurit TNI melakukan kegiatan bisnis dihapus dari UU TNI disampaikan Kepala Badan Pembinaan Hukum TNI Laksamana Muda Kresno Buntoro saat dengar pendapat publik RUU Perubahan atas UU TNI yang diselenggarakan Kemenkopolhukam secara hibrida, Kamis (11/7).
Kresno menyampaikan, penghapusan larangan prajurit berbisnis seperti yang dimuat dalam Pasal 39 Angka 3 UU TNI cukup kontroversial. Namun, kenyataannya banyak prajurit yang berdinas di TNI, tetapi juga bekerja sebagai pengojek daring, pengusaha warung, dan lainnya. ”Istri saya punya warung, buka warung dirumah. Kalau diperiksa, saya kena karena mengantar belanja dan sebagainya,” ujar Kresno. Menurut Kresno, pelarangan kegiatan bisnis lebih cocok terhadap institusi TNI, bukan prajuritnya. Ia pun mencontohkan sopirnya yang menjadi pengojek daring seusai berdinas.Revisi UU TNI, lanjut Kresno, dibutuhkan untuk mendukung kerja-kerja TNI agar tetap sesuai dengan hukum yang berlaku. (Yoga)
Edi Susanto Pelestari Ukiran Penuh Makna
Cinta Edi Susanto (44) ikut menyelamatkan seni ukir Kalimantan. Ukiran dianggapnya mampu menghadirkan masa lalu yang hilang sekaligus merefleksikan perjalanan hidup ke depan. Sebanyak 13 potong kayu ulin atau belian sepanjang 60-80 cm dan lebar 8 cm berjajar di halaman rumah Edi di Kelurahan Akcaya, Pontianak, Kalbar, Selasa (9/7). Potongan kayu itu diukir Edi dengan beragam motif, mulai dari wajah manusia, bunga terong, hingga puncak pakis yang melengkung. Potongan kayu itu diklaim bukan hasil pembalakan liar yang hingga kini masih membelit Kalimantan. Kayu langka itu adalah sisa bahan pembuatan rumah warga tahun 1990-an di kampungnya yang terletak di Kabupaten Landak. Masih berstatus ASN, Edi mengukir sepulang kerja, pukul 16.00 hingga malam.
Motif ukirannya biasa digunakan sebagai pantak di subsuku Dayak Balangin. Pantak merupakan orang yang dituakan atau mempunyai pengaruh di suatu kampung yang telah meninggal. Sosoknya dihadirkan lewat patung. Dulu, pantak menjadi jembatan untuk meminta bantuan kekuatan dan panen yang bagus. Namun, ukiran patung yang dibuat Edi tidak memiliki spiritualitas seperti itu. Ia melihatnya sebagai karya seni dan pengingat warisan budaya. Ketertarikannya pada seni ukir muncul sejak kuliah di Jurusan Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, pada 2000-2003. Kala itu, Edi aktif di sanggar seni di Rumah Betang, Pontianak. Di sana, dia kerap melihat berbagai kegiatan budaya, salah satunya mengukir. Edi baru mulai mengukir pada 2012. Ide mengukir muncul saat melihat ukiran pada dua tiang kayu ulin di depan Gereja Katedral Pontianak yang bermotif burung ruai dan manusia.
Edi mengukir agar budaya itu tidak putus sebagai salah satu identitas dan karya seni. Ketika ada ukiran di depan rumah, hal itu diharapkan menjadi identitas khas rumah orang Dayak. Ia rela melakukan apa saja untuk melestarikan budaya ukir. Ia juga memberi kenang-kenangan ukiran kepada teman-temannya sesama orangtua murid di sekolah. Bahkan, rekan kerjanya dalam tim pemadam kebakaran diberi ukiran kayu secara cuma-cuma berbentuk kepala naga pada 2018. Belasan teman yang memiliki minat khusus pernah meminta Edi membuat ukiran untuk hiasan rumah, dengan sejumlah uang sebagai tanda terima kasih kendati uang bukan tujuan Edi dalam mengukir. Ukiran, kata Edi, menjadi medium merefleksikan hidup. Salah satu ukiran di teras rumahnya, dijadikan bentuk refleksi perjalanan hidupnya.
Hal itu tertuang pada ukiran setinggi 4 meter dengan lebar 15 cm. Di bagian atas ada manusia yang berdiri dengan agung simbol kesuksesan. Lalu, di bawahnya ada sekelompok orang menopang motif manusia. Pesannya, di balik kesuksesan ada orang-orang yang jungkir balik mendukung seseorang, entah keluarga atau siapa pun. Edi menyadari, melestarikan budaya ukir menghadapi tantangan. Terlebih bahan baku sudah tak mudah ditemukan. Transfer ilmu juga sulit. Sebab, diperlukan minat karena mengukir bagi sebagian orang melelahkan. Beberapa anak muda yang mencoba belajar mengukir di rumahnya tidak bisa konsisten sehingga berhenti. Tapi, Edi pantang menyerah. Selain terus berjejaring dengan pengukir lain di media sosial, tangannya tetap terbuka untuk berbagi ilmu pada siapa saja. (Yoga)
KAI Terlilit Utang Rp 56 T, Negara Wajib Hadir
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membukukan pembengkakan utang menjadi Rp 56 triliun kuartal I-2024 dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp 50 triliun. Sejumlah kalangan mendesak pemerintah hadir untuk membantu KAI mengatasi masalah tersebut. Lonjakan utang KAI dipicu megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dan LRT Jabodetabek. Sejalan dengan itu, KAI memutuskan tidak membagikan dividen ke pemerintah. KAI mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,8 triliun pada tahun anggaran 2025 untuk mendukung pengaduan sarana KRL Jabodetabek, termasuk mendatangkan 11 rangkaian kereta baru dari luar negeri. Selain KAI, BUMN transportasi lainnya industri Kereta Api (PT INKA) mengajukan PMN Rp 976 miliar, PT Pelayaran nasional Indonesia (Pelni) Rp 2,5 triliun, dan Perum Damri Rp 1 triliun. Dengan demikian, total pengajuan BUMN transportasi Rp 6,27 triliun PMN. Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan, wajar penugasan pemerintah dijalankan oleh BUMN. Dalam konteks ini, pemerintah perlu memberikan dukungan BUMN yang diberikan penugasan misalnya mellaui PMN. (Yetede)
Menanti Sinyal Positif Emiten Semen di Paruh Kedua 2024
Kenapa Mitigasi Pusat Data Nasional Berjalan Lamban
Salah Obat BUMN Sakit
Muncul Gugatan Setelah Peretasan Pusat Data Nasional
Rumah Kontainer yang Makin Diminati
Tiny house, yaitu konsep bangunan mungil yang dibangun atas gerakan sosial dan arsitektur yang mempromosikan ruang hidup sederhana, mulai diadaptasi banyak orang di dunia, termasuk pebisnis dan miliarder dunia asal AS, Elon Musk. Ia dikabarkan menjual rumah hingga vila mewahnya, lalu pindah ke rumah kubus seluas 37 meter persegi seharga 50.000 USD (Rp 800 juta dengan kurs Rp 16.000). Konsep konstruksi prefabrikasi atau prefab ini sudah ada di Indonesia dan banyak peminatnya. Spesialis modifikasi kontainer PT Baskoro Cahaya Continindo (BCC), yang eksis sejak 2018, belakangan banyak menerima permintaan produk tiny house yang dijual kurang dari Rp 100 juta. Segmen ini mengalahkan permintaan pembuatan stan kuliner yang mulanya menjadi fokus produksi mereka.
Presdir BCC Reynaldo Faula Baskoro berkata, dari tiny house yang marak di luar negeri. Mereka berimprovisasi menawarkan solusi konstruksi rumah minimalis hingga akomodasi pariwisata yang unik dan modern untuk pasar Indonesia. ”Awalnya kami desain agar kontainernya punya nilai lebih. Kami bikin konsep rumah, vila, glamping atau kemah mewah,” kata Aldo, awal Juli. Di lahan seluas 2.000 meter persegi di kawasan Sagara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jabar, BCC mengolah kontainer yang hanya ada dua ukuran, volume 6 m x 2,5 m x 2,5 m dan 12 m x 2,5 m x 2,5 m, menjadi bangunan layak tinggal sesuai pesanan pembeli. Kontainer itu juga bisa dilengkapi kamar mandi atau set dapur. Untuk meredam panas, kontainer dilapisi cat tahan panas serta lapisan insulator di sekeliling kontainer. Penyejuk ruangan dapat dipasang untuk menyejukkan ruangan ketika ditinggali.
Debby (46), asal Bali, menjajal inovasi bangunan prefab setelah mengamati iklan dan presentasi di media sosial. Ia membeli satu unit bangunan prefab untuk usaha sewa penginapan di kawasan wisata Canggu pada 2023. Ia membeli produk berukuran studio 36 meter persegi yang berisi tempat tidur, lengkap dengan dapur dan kamar mandi. Produk itu jadi dalam waktu 45 hari dan terinstalasi dalam sebulan. Untuk produk dan seluruh jasa pengerjaan, dihargai sekitar Rp 400 juta. ”Aku mikir-nya praktis, kalau bangunan konvensional banyak pusingnya, mesti cari mandor yang ngerjain, harus disupervisi. Ini lebih efisien karena tinggal terima beres aja, dibanding pengalaman kami beberapa tahun sebelumnya membangun kos-kosan dengan bangunan konvensional,” tuturnya, Kamis (11/7). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









