Kinerja Membaik di Paruh Kedua 2024
Penguatan harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) dapat memberikan sentimen positif terhadap prospek saham emiten CPO. Melansir Bloomberg, harga CPO naik 1,7% dalam sebulan terakhir dan menguat 1,58% dalam sepekan terakhir ke harga RM 4.042 per ton, Senin (8/7). Sementara melansir Kementerian Perdagangan, harga referensi produk CPO untuk bulan ini ditetapkan sebesar US$ 800,75 per ton. Nilai ini lebih tinggi 2,82% atau US$ 21,93 per ton dari harga acuan untuk Juni 2024, yaitu US$ 778,82 per ton. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menilai, kinerja harga CPO pada tahun 2024 masih berada pada level yang cukup tinggi. Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjeng mengatakan, pasokan minyak nabati global belum naik signifikan, khususnya minyak kedelai. Di sisi lain, harga minyak mentah masih cukup tinggi akibat kondisi geopolitik.
Sentimen tersebut menjaga harga CPO di semester pertama 2024. Sementara itu, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mencatatkan harga rata-rata CPO sebesar Rp 11.856 per kg di kuartal I-2024. "Proyeksi harga jual rata-rata sangat tergantung ke mekanisme pasar serta juga fluktuasi harga komoditas dunia, ujar Investor Relations SGRO Stefanus Darmagiri. Analis Phillip Sekuritas, Marvin Lievincent menilai, kenaikan harga CPO membawa dampak positif terhadap industri. Namun, Marvin mengingatkan, penguatan harga CPO harus diimbangi dengan upaya emiten untuk menjaga biaya operasional agar tidak ikut naik. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo bilang, kenaikan harga CPO memang berpotensi menaikkan harga jual emiten sektor ini. Tapi, belum tentu kenaikan harga ini berdampak signifikan terhadap kinerja semua emiten sawit.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023