;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Transaksi Kartu Kredit Terus Melonjak

29 Aug 2024

Bisnis kartu kredit perbankan tetap tumbuh mekar meski layanan paylater menjamur. Transaksi kartu kredit di paruh pertama tahun ini tumbuh baik, disertai kualitas aset yang tetap rendah. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume transaksi kartu kredit perbankan sepanjang semester pertama 2024 mencapai 218,03 juta. Realisasi ini meningkat 15,9% secara tahunan. Nilai transaksinya juga meningkat 7,78% menjadi Rp 210,2 triliun. Bank Negara Indonesia (BNI) salah satu yang mencetak pertumbuhan solid bisnis kartu kredit. Per Juni, outstanding kartu kredit bank ini mencapai Rp 14,4 triliun, naik 9,9% secara tahunan. 

GM Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang mengatakan, transaksi di paruh pertama 2024 naik sekitar 6%. Ia tak merinci volume dan nilai transaksinya. Transaksi terkait travel, e-commerce dan dining masih mendominasi transaksi kartu kredit BNI, ungkap Grace, Rabu (28/8). Peningkatan transaksi juga ditorehkan Bank Central Asia (BCA). EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, transaksi kartu kredit BCA di semester I-2024 mencapai Rp 58 triliun atau tumbuh 15%. Senada, Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram, mengatakan, pihaknya juga mencetak pertumbuhan bisnis kartu kredit. Transaksi kartu kredit meningkat hampir 20% pada paruh pertama. Pertumbuhan transaksi kartu kredit Bank Permata disertai kualitas yang baik. "NPL masih di bawah 1,8%," ungkap Djumariah. Grace menyebut kenaikan risiko tak bisa dihindari seiring peningkatan ekspansi portofolio. "Walau begitu, BNI akan menjaga NPL tetap di bawah 2%, dengan tetap hati-hati dalam pemberian kartu kredit," ujarnya.

BANTUAN KEMANUSIAAN, Air Bersih untuk Warga

29 Aug 2024

Musim kemarau di Kampung Karamat, Cianjur, Jabar, tak pernah seindah tahun ini. Air bersih kini mudah didapat warga tanpa berebut. Air bersih mengalir kencang saat Muhamad Solehudin (40) warga RT 003 RW 008, Kampung Karamat, membuka keran kamar mandi rumahnya. Airnya bening, tanpa bau. ”Lima belas tahun di sini, baru kali ini saya punya keran di dalam rumah. Tak terbayangkan sebelumnya,” katanya, Rabu (28/8). Tinggal di kaki Gunung Gede-Pangrango bukan berarti air bersih mudah didapat. Tak ada sumber air layak dekat permukiman. Satu-satunya ada di Lebak Salada, 500 meter dari permukiman. Setelah ditampung, air rembesan dari Lebak Salada disalurkan melalui banyak selang plastik ke rumah warga. Namun, airnya keruh tercampur material tanah. Pada musim kemarau debit air berkurang drastis.

Akibatnya, warga berebut demi setetes air yang kerap tercemar limbah rumah tangga, yang berujung adu mulut antarwarga, saat sulit air pada Juni-Oktober. Awal tahun 2024, Habitat for Humanity Indonesia dan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) menawarkan bantuan air bersih bagi warga, dalam Program Penyediaan Air Bersih untuk Penyintas Gempa Cianjur. Sebelumnya, Yayasan DKK terlibat merenovasi Puskesmas Pacet dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sarbini di Desa Sukamanah, Cugenang, yang rusak akibat gempa. Dari hasil survei, Karamat punya potensi sumber air bersih melimpah, yang terdekat adalah Mata Air Persemehan, 3 km dari RW 008. Saat kemarau, debit airnya 1 liter per detik. Pengelola Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango mengizinkan.

”Syarat utamanya, warga ikut menjaga hutan. Hutan terjaga menjamin air terus menghidupi warga,” kata Lana Sari, Kabid Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 Cianjur di TNGGP. Serah Terima dilakukan Rabu (28/8). Banyak warga hadir mensyukuri perjuangan mereka siang dan malam sejak Februari 2024 mengalirkan air ke rumah, yang memberi manfaat bagi 921 jiwa yang tersebar di 225 kepala keluarga di RT 001, 002, dan RT 003. Semuanya di RW 008 Karamat. Melalui meteran berkelir biru Yayasan DKK, air dialirkan juga untuk kebutuhan 11 fasilitas umum, 6 sarana pendidikan, 1 posyandu, serta 4 sarana sosial. Manajer Proyek Program Penyediaan Air Bersih untuk Penyintas Gempa Cianjur dari Habitat for Humanity Indonesia Dani Agustianto mengatakan, sebagian besar infrastruktur dibuat warga.

Setiap RT mengirim minimal 10 orang per hari. Pengerjaan tetap dilakukan saat hujan turun deras hingga puasa. Tak hanya pembangunan fisik, warga mendapat pelatihan tentang pengelolaan air. Ke depan, air akan diurus Komite Air Anugrah Kehidupan. Sebagian besar bekerja sebagai buruh tani. Tanpa bayaran, ada 15 warga yang akan bertugas merawat, mengatur, dan mengelola tarif pemakaian air. Soleh, Ketua Komite Air Anugrah Kehidupan, menyatakan, setelah sebulan mendapat air secara gratis, warga akan ditarik biaya penggunaan dan perawatan, mulai September 2024. Tarifnya Rp 2.100 per meter kubik air. Penggunaan di atas 10 meter kubik akan ditambah biaya Rp 2.500 per meter kubik. Bila warga menunggak, dendanya Rp 500 per hari, sebagai bagian edukasi agar warga lebih menghargai air. (Yoga)


Anak Muda Korsel Memilih Berfoya-foya

29 Aug 2024

Lelah bekerja, anak muda Korsel pilih habiskan penghasilan untuk diri sendiri. Tidak menabung untuk menikah atau keluarga. Apalagi, punya anak butuh biaya besar. Angka kelahiran di Korsel terus terpangkas sejak 1970. Kini, gara-gara YOLO, semakin sedikit anak muda di negara itu mau punya anak. Pada Rabu (28/8) hanya ada 18.242 kelahiran sepanjang Juni 2024, terendah dibanding Juni tahun-tahun seebelumnya. Korsel hanya mencatat angka kelahiran 0,71 bayi per perempuan. Paling rendah sepanjang sejarah. Di Seoul dan kota sekitarnya lebih buruk lagi, cuma 0,55. Penyebabnya dijelaskan dosen sosiologi Seoul Women’s University, Jung Jae-hoon, yaitu anak muda Korsel mau bersenang-senang, yang tak lepas dari nilai hidup generasi Z, hidup cuma sekali atau you only live once (YOLO).

Penganut YOLO yakin kesenangan atau hal menarik harus dilakukan. Konyol dan berbahaya pun tetap dilakukan. Tak perlu banyak berpikir. Karena hidup cuma sekali. Harus dinikmati sepenuhnya. Kejar impian, ambil risiko, dapatkan pengalaman baru. Anak muda memilih keluar dari zona nyaman dan tak keberatan hidup dalam ketidakpastian. Park Yeon (28) contohnya. Mayoritas pengeluarannya untuk makan dan jalan-jalan. Tidak ada tabungan persiapan menikah, apalagi punya anak. ”Tidak cukup uang tersisa untuk ditabung setelah saya melakukan hal-hal yang dapat memberi penghargaan kepada diri sendiri. Ia mau menjadi penyanyi dan mengumpulkan modal dengan berjualan baju dulu. ”Untuk saat ini, menikmati hidup dan mengerjakan pekerjaan impian adalah prioritas saya,” katanya.

Menurut Jung, orang Korsel kelompok umur 20-30 tahun fokus menghabiskan uang, bukan menabung. Bank sentral Korsel mencatat, tabungan di kelompok umur itu turun menjadi 28,5 % pada kuartal I-2024. Sebaliknya, pengeluaran mereka naik 40,1 %. Di kelompok umur lain, tabungan naik dan pengeluaran menurun. Jung menyebut, sibuk belanja di kalangan orang muda dipicu keinginan memburu status dan menikmati hidup. Media sosial mendorong orang muda butuh tampil sukses, dengan penggunaan aneka barang mahal. Banyak orang Korsel berpendapat, hidup bermakna kalau sukses secara material. (Yoga)


Apresiasi Bagi Masa Depan Atlet

29 Aug 2024

Prestasi para atlet di Olimpiade Paris 2024 layak mendapat apresiasi. Gelombang apresiasi dan penghargaan bagi para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade Paris 2024 terus bergulir. Apresiasi terakhir diberikan para pengusaha yang digalang Ketua Kontingen Tim Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024 Anindya Bakrie, dimana atlet panjat tebing Veddriq Leonardo dan lifter angkat besi Rizki Juniansyah yang meraih medali emas mendapat penghargaan Rp 1 miliar. Pelatih mereka mendapatkan Rp 500 juta. Pebulu tangkis putri Gregoria Mariska Tunjung yang meraih medali perunggu mendapat Rp 500 juta, pelatihnya mendapat Rp 150 juta. Ditambah bonus bagi 26 atlet lain yang tampil di Olimpiade, total penghargaan dari kelompok pengusaha ini mencapai Rp 4,5 miliar.

Sebelumnya, atlet dan pelatih mendapat penghargaan dari pemerintah, yang diserahkan simbolis oleh Presiden Jokowi. Atlet peraih medali emas mendapat bonus Rp 6 miliar dan peraih medali perunggu Rp 1,65 miliar. Pelatih atlet peraih emas memperoleh Rp 2,75 miliar dan perunggu Rp 675 juta. Atlet lain yang tampil di Olimpiade mendapat Rp 250 juta per orang, lebih besar dari bonus pada Olimpiade Tokyo 2020. Penghargaan dan perhatian dari pemerintah dan kalangan swasta yang diterima para atlet ini perlu disyukuri, mengingat mereka telah berjuang membela negara. Penghargaan ini diharapkan bisa membantu para atlet mempersiapkan masa depan setelah tak lagi menjadi atlet.

Sering kita mendengar kisah mengenaskan para mantan atlet di hari tua, setelah berjuang membela negara di masa muda mereka. Upaya Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) untuk memberi asuransi yang baru dapat dimanfaatkan Rizki pada usia 41 tahun pun menjadi inisiatif yang patut diapresiasi. Hal ini memperlihatkan, kini atlet bisa sejahtera jika fokus berlatih dan berusaha mencapai prestasi terbaik. Namun, untuk mencapai hasil itu, perhatian dan dukungan pada mereka perlu diberikan sejak awal. Mulai dari pencarian bibit atlet, pembinaan terarah dengan bantuan sport science, hingga kesempatan berkompetisi seluas-luasnya. (Yoga)


Ancaman Kemiskinan pada Kelas Menengah

29 Aug 2024

Faktor yang berpotensi menggeser posisi kelas menengah hingga turun kasta sangat beragam, salah satunya faktor kesehatan. Guncangan kesehatan (unexpected health shocks) dapat memicu gelombang besar yang mengancam kemapanan ekonomi rumah tangga. Ibaratnya sakit sedikit jadi miskin alias ”sadikin” atau jatuh miskin lagi (jamila). Penyakit kardiovaskular atau serebrovaskular merupakan contoh nyata unexpected health shocks karena bisa terjadi pada waktu yang tidak dapat diprediksi. Serangan jantung dan stroke merupakan kondisi darurat akut yang menjadi beban masalah kesehatan di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, lebih dari 150 juta orang yang jatuh miskin tiap tahun karena guncangan kesehatan yang merugikan.

Studi di AS tahun 2018 menunjukkan bahwa rawat inap di rumah sakit bertanggung jawab atas 4–6 % kebangkrutan. Di Asia dan Afrika, guncangan kesehatan berpotensi mengurangi pendapatan rumah tangga serta meningkatkan potensi kemiskinan hingga 20-40 %. Kelas menengah rentan terdampak guncangan kesehatan karena alokasi keuangan mereka terserap untuk biaya hidup, ongkos pendidikan, alokasi dana berwisata, dan kebutuhan lainnya. Langkah antisipatif Untuk mencegah konsekuensi yang sangat buruk dari unexpected health shocks bagi ekonomi rumah tangga, diperlukan langkah-langkah antisipatif dengan menyiapkan tabungan dan berpartisipasi dalam asuransi kesehatan untuk meminimalkan segala risiko akibat penyakit dan kecelakaan.

Pascapandemi Covid-19, terjadi peningkatan biaya medis yang dipicu inflasi medis. Sayangnya, kondisi ini belum membuat masyarakat Indonesia menyiapkan sumber pendanaan untuk biaya kesehatan agar tidak menjadi beban pengeluaran pribadi. Pelayanan kesehatan yang mengutamakan prinsip promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, dapat menekan penyakit kronik degeneratif yang ujungnya akan meminimalkan terjadinya unexpected health shocks. Dengan sistem kesehatan nasional yang lebih baik, diharapkan tidak akan muncul lagi ”sadikin” atau ”jamila” berikutnya (Yoga)


Karyawan Aktif Mencari Pekerjaan Baru

29 Aug 2024

Lebih dari setengah karyawan di Indonesia aktif mencari lowongan kerja baru dalam enam bulan terakhir sebagai langkah antisipasi. Alasannya, mereka merasa budaya kantor tidak sehat dan tidak puas dengan tempat kerja mereka. Demikian hasil riset perusahaan perekrutan karyawan, Robert Walters. Fenomena karyawan aktif mencari lowongan kerja baru atau career cushioning ialah langkah proaktif karyawan untuk meningkatkan prospek karier sebagai antisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam pekerjaan saat ini.

Career cushioning melibatkan pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman baru sambil tetap bekerja. Langkah ini membantu para pekerja beradaptasi dengan ketidakpastian pasar kerja dan perubahan dalam industri. Dalam siaran pers laporan hasil riset Robert Walters, Rabu (28/8) di Jakarta, 50 % profesional atau karyawan kerah putih dalam jaringan Robert Walters mengaku aktif mencari lowongan kerja baru dalam enam bulan terakhir. Faktor yang mendorong praktik career cushioning adalah budaya kerja yang tidak sehat (52 %), kepuasan kerja rendah (25 %) dan kurangnya jaminan keamanan kerja (17 %).

”Career cushioning tidak hanya membantu mengurangi risiko kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba, juga memungkinkan para profesional membangun jaringan yang berharga dan meningkatkan keterampilan mereka,” ujar Senior Manager Robert Walters Indonesia Rika Tantiana. Menurut dia, 63 % res- ponden meyakini bahwa career cushioning dapat mempercepat pencarian pekerjaan mereka. Karyawan yang melakukan praktik career cushioning merasa lebih percaya diri di tengah volatilitas pasar kerja. Taktik career cushioning yang paling populer dilakukan karyawan, kata Rika, adalah melamar pekerjaan lain (47 %) dan mengikuti pelatihan atau keterampilan (42 %). (Yoga)


PARIWISATA, Infrastruktur dan Higienitas Kuncinya

29 Aug 2024

Target Indonesia masuk peringkat 15 besar dunia dalam Indeks Pembangunan Perjalanan dan Pariwisata atau TTDI membutuhkan sejumlah pembenahan. Kendala infrastruktur dan higienitas di destinasi wisata perlu jadi perhatian pemerintahan mendatang. Menurut Deputi Bidang Parekraf Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo RM Manuhutu, Rabu (28/8) di Jakarta, target pariwisata Indonesia mencapai 15 besar dunia butuhkan pembenahan. Pengembangan pariwisata membutuhkan destinasi yang menawarkan keunikan, seperti destinasi pariwisata superprioritas. Selain itu, juga pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Destinasi pariwisata superprioritas meliputi lima destinasi, yakni Borobudur (Jateng), Likupang (Sulut), Mandalika (NTB), Danau Toba (Sumut), dan Labuan Bajo (NTT).

 Meski demikian, performa lima destinasi pariwisata superprioritas masih di bawah target dan hanya satu destinasi yang mendekati target, yakni Borobudur. Dicontohkan, proses penanganan sampah sudah digarap dengan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu. Kendala utama dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas, antara lain, infrastruktur dan konektivitas antardestinasi wisata, serta higienitas dalam pariwisata. Dalam lima tahun terakhir, pemerintahan Jokowi memiliki perhatian besar dalam pembangunan infrastruktur, tapi perbaikan infrastruktur tetap perlu dilanjutkan. Selain itu, perbaikan-perbaikan higienitas juga diperlukan, dan pemda memiliki peran untuk mengubah perilaku masyarakat. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan penanganan sampah sudah mulai muncul.

Di Samosir, Sumut, masyarakat lokal memprotes wisatawan yang membuang sampah sembarangan. ”Isu besar kita untuk mengubah perilaku wisatawan Indonesia agar tertib dalam menangani sampah,” kata Odo. Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati menambahkan, pencapaian Indonesia di peringkat ke-22 dunia merupakan cermin kebangkitan sektor pariwisata. Indonesia menargetkan mampu menembus posisi 15 besar dunia melalui langkah-langkah strategis menuju peningkatan kinerja pariwisata melalui kolaborasi pemerintah dan dunia industri untuk fokus mengembangkan pariwisata yang berkualitas, penyempurnaan dalam memberikan pengalaman pariwisata, paket-paket wisata khusus, infrastruktur yang berkelanjutan, hingga pengolahan sampah. Juga digitalisasi pariwisata, pemberian layanan, dan pengalaman unik bagi wisatawan. (Yoga)


Pembangunan Pasar Telan Rp 89 Miliar

29 Aug 2024

Presiden Jokowi didampingi Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X meresmikan Pasar Godean yang telah selesai direvitalisasi, di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (28/8). Revitalisasi pasar tradisional itu menelan anggaran Rp 89 miliar. Pasar Godean dibangun tahun1980 dan pernah diperbaiki tahun 1994. ”Sekarang dibangun, direvitalisasi total, dan telah selesai hari ini menelan anggaran Rp 89 miliar,” ujar Presiden. Di hadapan ratusan pedagang pasar dan warga yang hadir, Presiden berpesan agar pasar dirawat dan dipelihara kebersihannya. Presiden juga berharap para pedagang dapat melayani para pembeli dengan baik, dengan senyuman.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti. mengatakan, revitalisasi Pasar Godean dilaksanakan Ditjen Cipta Karya atas penentuan Presiden. Revitalisasi dilakukan secara total pada bangunan pasar di lahan seluas 12.359 meter persegi tersebut. ”Revitalisasi dimulai tahun 2023 dan selesai Juli 2024. Sekarang pasar sudah bisa dimanfaatkan, tinggal menunggu pengaturan zona-zona pedagang di dalam pasar oleh Pemkab Sleman,” ujarnya. Pasar Godean kini memiliki tiga lantai, dari sebelumnya hanya satu lantai. Luasan bangunan pun bertambah, dari 10.500 meter persegi menjadi 14.988 meter persegi dengan daya tampung 1.837 pedagang. (Yoga)


Sektor Ritel Sehat dan Berkembang Mampu Mencetak Omzet Rp 700 triliun

29 Aug 2024

Sektor ritel modern nasional diprediksi mampu mencetak omzet sekitar Rp 700 triliun per tahun. Prospek sektor ini kedepan  masih sangat menjanjikan, seiring besarnya jumlah penduduk dan konsumsi rumah tangga, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, jumlah ritel di suatu negara menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk nomor empat dunia sebanyak 281 juta jiwa pada 2024. Ini merupakan pasar yang bagus bagi sektor ritel. Dalam acara Indonesian Retails Summit 2024 di Jakarta, Rabu (28/8/2024), dia menuturkan, berdasarkan laporan  World Bank, sektor konsumsi atau ritel terus tumbuh sejak 2022. Mall di Indonesia termasuk dalam jajaran pusat perbelanjaan yang terbaik dan modern, khususnya di wilayah Jakarta. "Pertumbuhan sektor konsumsi di Indonesia sejak 2022 lebih besar dari pertumbuhan ekonomi yakni 12%. Kita harus tepuk tangan untuk para peritel," ucap Menko. (Yetede)

BCA Akan Mendorong Pertumbuhan Positif Kinerja Tahun Ini

29 Aug 2024

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan mendorong pertumbuhan positif kinerja tahun ini. Hal ini sebagai bentuk konsistensi perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada investor melalui pembayaran dividen. "Terkait beberapa dividen itu ada beberapa indikator, dividen per share kami upayakan meningkat, karena yield meningkat dibagi rata-rata harga saham. Tapi yang salah satu tolak ukur adalah  dividen per share, bisa dilihat dalam lima tahun terakhir bagaimana terakhir kinerja BCA," ungkap Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim. Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary BCA Raymon Yonarto menambahkan, perseroan bakal memperhatikan kecukupan permodalan kedepan, namun tetap berkomitmen memberikan dividen yang terus meningkat. "Kami terus menjaga capital di di BCA tetap kuat dan kami lihat ROE 24,8% posisinya. BCA tetap menunjukkan komitmen yang baik dan di-translate dengan memberikan dividen lebih besar," samung Raymon. (Yetede)