;

Jangan Berharap Bunga Kredit Turun Cepat

Ekonomi Hairul Rizal 28 Aug 2024 Kontan
Jangan Berharap Bunga Kredit Turun Cepat

Debitur perbankan tampak belum bisa terlalu berharap era penurunan suku bunga kredit akan segera datang. Meski, ada sentimen positif menuju kesana. Semisal, pertama, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan segera turun mengikuti langkah The Fed yang sudah memberikan sinyal akan memangkas suku bunga pada September mendatang. Kedua, Otoritas Jasa Keuangan telah merilis aturan baru terkait transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK). Dengan beleid baru itu, bank-bank diwajibkan melaksanakan transparansi dalam mempublikasikan SBDK dengan melampirkan indikator dalam perhitungan SBDK, mulai dari biaya overhead , biaya dana, hingga margin yang ditetapkan bank. Namun dua faktor itu, kecil kemungkinan berdampak menurunkan bunga kredit dalam waktu dekat. Sebabnya, SBDK tak banyak mengalami kenaikan di era suku bunga tinggi. Malahan, SBDK tercatat sedikit menurun. Data BI mencatat rata-rata SBDK perbankan per Juni 2024 berada di level 8,80%, turun tipis dari posisi Desember 2023 sebesar 8,81%. Secara rinci, penurunan SBDK paling banyak terjadi di bank swasta, yakni dari 8,89% menjadi 8,84%. 

Direktur Kepatuhan Bank Oke, Efdinal Alamsyah, mengungkapkan bahwa penurunan suku bunga kredit ini tidak selalu proporsional. Memang, penurunan bunga acuan bisa mendorong penurunan bunga kredit karena biaya dana pasti akan turun juga. Bank Oke terakhir menaikkan SBDK pada November 2023. Saat itu, SBDK naik 25 basis poin untuk semua segmen. Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Mandiri, Sigit Prastowo, menyebut ada beberapa aspek yang dipertimbangkan Bank Mandiri dalam menentukan bunga kredit, terutama terkait likuiditas. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu menyebut, penurunan bunga kredit bergantung besaran penurunan suku bunga acuan. "Itu akan melihat seberapa besar impact penurunan terhadap biaya dana perbankan hari ini," ujarnya.

Download Aplikasi Labirin :