Ekonomi
( 40460 )Vale Mencari Mitra Ketiga Garap Proyek Rp 30 T
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah mencari mitra strategis untuk diajak bergabung dalam konsorsium pembangunan proyek smelter berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL)) di Sorowako, Sulawesi Selatan, senilai US$ 2 miliar atau setara Rp30,8 triliun. Saat ini, Vale telah berhasi menjalin kemitraan dengan perusahaan asal China, Zhejiang Huayou CobaltCo.Ltd. (Huayou). Jika mengacu pada rencana, Vale memerlukan satu mitra lagi untuk dapat menggarap fasilitas pemurnian tersebut. Pasalnya, INCO akan bertanggung jawab pada bagian pembangunan tambangnya, sedangkan kedua mitranya mengerjakan smelter. "Memang rencananya ada tiga party (pihak). Saat ini, baru dua party. Huanyou dan Vale," ucap Presiden Direktur INCO Febriany Eddy. Namun dari hasil diskusi yang berkembang Febriany menuturkan, Huayou yang akan bertugas untuk menarik mitra yang ketiga. Tinggal selanjutnya, INCO menyetujui usulan mitra anyar tersebut sepanjang memenuhi persyaratan. (Yetede)
Penipuan Lowongan Kerja
Investigasi harian Kompas mengungkap, sindikat penipu berkedok lowongan kerja bekerja secara terorganisasi dari sejumlah ruko di Jakarta dan sekitarnya. Hasil penelusuran pada Juli dan Agustus 2024, komplotan yang mengaku sebagai lembaga penempatan tenaga kerja swasta atau LPTKS ini menyebar lowongan kerja di media sosial dan platform loker. Mereka mengendalikan operasinya dari kantor pusat hingga sejumlah kantor cabang. Salah satunya adalah PT KTT, yang berkantor pusat di Kalideres, Jakbar. Kompas, melalui penyamaran, mengikuti wawancara kerja di PT KTT untuk posisi staf administrasi ke restoran Jepang bernama Norren Han Sushi akhir Juli 2024. Sehari setelah pengajuan lamaran, Kompas diminta datang wawancara kerja ke kantor pusat Norren Han Sushi di Kompleks Perkantoran Kirana, Cipinang Cempedak, Jaktim.
Di kantor itu, pewawancara menawarkan gaji Rp 4,9 juta per bulan. Ia juga menjanjikan uang makan dan transportasi Rp 700.000 per bulan. Namun, agar bisa melanjutkan tahapan wawancara, pewawancara meminta uang jaminan Rp 1,7 juta, untuk pengecekan kesehatan, pelatihan, serta pengambilan seragam. Dia meyakinkan uang itu akan dikembalikan Rp 1,4 juta saat di kantor pusat. ”Kalau sudah pelunasan Rp 1,7 juta, saya langsung kasih kuitansi, surat kontrak, sama formulir, bawa semuanya ke pusat. Kalau sudah selesai di jam 3 sore, baru pengembalian (uang),” ucap pewawancara. Setelah pembayaran, pewawancara meminta kami menandatangani surat perjanjian dan menuju ke kantor pusat yang berada di Kalideres. Di kantor pusat PT KTT di Kalideres, anggota komplotan berbagi peran menghadapi pelamar. Ada delapan orang yang terdiri dari empat penyedia lowongan, tiga satpam dan seorang pemateri pembekalan kerja.
Di lantai tiga, perwakilan PT KTT menjelaskan, pelamar kerja akan menjalani penempatan sebanyak tiga kali ke perusahaan lain. Jika pelamar kerja gagal diterima kerja tiga kali, perusahaan menjanjikan mengembalikan uang jaminan. Keterangan berbeda dating dari pewawancara di kantor cabang yang menyebutkan pelamar sudah diterima bekerja. Untuk membuktikan janji perusahaan, Kompas menjalani penempatan hingga tiga kali dan tetap tidak diterima bekerja. Saat Kompas menagih janji PT KTT terkait pengembalian biaya jaminan, pihak PT KTT berkelit dengan menyalahkan pelamar kerja serta menyatakan uang jaminan tidak dapat dikembalikan. Perlakuan ini memperdaya pencari kerja, seperti yang dialami Cahyo, bukan nama sebenarnya. Pria asal Pringsewu, Lampung, ini pertengahan Juli lalu, mendapat undangan wawancara perusahaan logistik.
Namun, lokasi wawancara merupakan kantor PT PSL. Saat proses wawancara, Cahyo diminta uang jaminan Rp 1,45 juta. Selanjutnya, dia diarahkan mengikuti pembekalan dan penempatan kerja di mitra PT PSL di Jatinegara. Di Jatinegara, Cahyo baru sadar dirinya diperdaya. Ia sebelumnya dinyatakan diterima bekerja setelah membayar uang jaminan. Namun, di lokasi itu dirinya akan diarahkan ke perusahaan lain. Sesuai aturan, LPTKS dilarang memungut uang kepada pencari kerja dengan dalih apa pun seperti amanat UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Permenaker No 39/2016 tentang Penempatan Tenaga Kerja. ”LPTKS yang memungut uang dari pencari kerja akan kami beri sanksi sesuai regulasi. Kalau dari sisi penipuannya, masuk dalam hukum pidana, bisa dilaporkan ke kepolisian,” ujar Siti Kustiati, Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemenaker. (Yoga)
Waspadai Permintaan Uang Pada Lowongan Kerja
Penipu berkedok lowongan kerja menyasar orang yang menyebar lamaran secara daring. Di antara banyaknya lamaran yang dikirim, sebagian lowongan kerja fiktif itu menyangkut ke alamat surel pencari kerja. Dari situlah Lina (22) bukan nama sebenarnya, menerima lowongan kerja fiktif awal Agustus 2024. Perempuan ini sempat berharap karena akhirnya ada undangan wawancara kerja dari puluhan lamaran yang dikirim. Namun, dia merasa ada kejanggalan pada lowongan itu, terutama karena syarat yang sangat mudah, yakni usia 18-65 tahun boleh mendaftar. Saat dia menjalani wawancara kerja, perusahaan itu meminta uang jaminan dengan total Rp 1,7 juta. Staf perusahaan itu pun mengumbar janji gaji layak dan sejumlah fasilitas.
Sudah membayar penuh uang jaminan itu, Lina justru tidak pernah mendapat gaji dan fasilitas yang dijanjikan. ”Ini penempatan malah dioper-oper, tidak sesuai dengan nama perusahaan dan bidang yang aku lamar di awal. Gaji yang dibilang UMR ternyata cuma Rp 2 juta (per bulan),” jelasnya, saat ditemui, Rabu (14/8). Seperti dialami Lina, penipuan lowongan kerja dapat menimpa siapa saja. Pencari kerja perlu mencermati ciri-ciri lowongan yang mengarah ke penipuan. Berdasarkan penelusuran Kompas di platform pencarian kerja dan media sosial, penipu lowongan kerja palsu sering menerapkan syarat-syarat yang terlalu mudah. Hampir semua penipuan lowongan kerja tak mensyaratkan ijazah pendidikan terakhir.
Sejumlah lowongan kerja dengan syarat mudah kerap berujung pada wawancara di lokasi ruko yang tidak terawat dan dijaga ketat petugas sekuriti. Ketika ditelusuri, perusahaan yang tercantum pada lowongan berbeda dengan pihak yang mewawancara, yang kemudian mengaku sebagai penyalur tenaga kerja. Jika mendapati situasi seperti ini, pencari kerja patut curiga karena tak jarang praktik semacam ini yang berujung pada penipuan. Indikasi kuat penipuan berkedok lowongan kerja adalah saat pewawancara meminta uang jaminan kepada pelamar kerja. Permintaan uang itu selalu dibarengi dengan janji gaji standar upah minimum provinsi, uang transportasi dan uang makan, serta fasilitas mes pekerja.
Nyatanya setelah membayar uang jaminan pencari kerja justru disalurkan lagi ke tempat kerja lain. Gaji yang didapat pun di bawah Rp 3 juta per bulan. Siti Kustiati, Direktur Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemenaker, menyebut ”Untuk pencari kerja, ketika nanti akan dipungut biaya dengan segala modus, pelatihan dan yang lain-lain, itu agar waspada,” ucapnya. Siti merekomendasikan para pencari kerja agar menjelajahi lowongan-lowongan di aplikasi dan situs SIAPkerja besutan Kemenaker. Melalui menu Karirhub, pengunjung situs bisa mencari lowongan kerja di dalam maupun luar negeri, sesuai bakat, minat, dan kualifikasi masing-masing. (Yoga)
Manufaktur Kendaraan Listrik
Menjadi negara yang kaya sumber daya alam dan manusia, Indonesia memiliki potensi besar membangun sendiri industri manufaktur kendaraan listrik. Pengembangan manufaktur ini memerlukan peta jalan yang jelas dan kolaborasi dengan segala lini agar Indonesia tidak sekadar menjalankan ”transisi hijau”. Ekosistem kendaraan listrik mengandalkan ragam manufaktur produk yang padat teknologi, mulai dari baterai kendaraan, unit kendaraan, hingga sistem pengisian listrik. Sejauh ini, Indonesia masih cenderung fokus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di hilir. Setidaknya, sampai Mei 2024, Kemenperin mencatat populasi kendaraan listrik di Tanah Air mencapai 150.000 unit. Mayoritasnya sepeda motor roda dua diikuti kendaraan roda tiga, kendaraan penumpang, bus, dan truk.
Kendaraan yang beredar masih banyak diimpor atau dipasok pemegang merek asing yang berproduksi di dalam negeri. Dominasi produk asing juga ada pada komponen kendaraan listrik, hal ini membuat pemerintah mengatur tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk kendaraan listrik minimal 40 % hingga 2026, yang diperpanjang dari sebelumnya hanya sampai akhir 2024. Selepas itu, TKDN harus di atas 40 %. Untuk mengembangkan manufaktur kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari hulu ke hilir, dibentuklah Indonesia Battery Corporation (IBC), perusahaan patungan BUMN pertambangan dan energi, yang didirikan pada 2021.
Direktur Hubungan Kelembagaan IBC Reynaldi Istanto, pada ASEAN Battery and Electric Vehicle Technology Conference (ABTC) ke-2, di Singapura, Kamis (22/8) mengatakan, pada 2030 IBC diproyeksikan menjadi perusahaan yang bergerak pada ekosistem baterai dan kendaraan listrik global. ”Pengembangan proyek IBC mencakup inisiatif untuk menciptakan dan mempercepat adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS) serta memastikan pasar Indonesia dapat menyerap kegiatan hilirisasi yang dihasilkan dari sumber daya bahan baku,” katanya. Melihat gerak cepat negara lain mematangkan manufaktur kendaraan listrik dalam negerinya, Indonesia sudah saatnya serius mengembangkan industri ini dari hulu ke hilir. (Yoga)
UU Cipta Kerja, Yang Kini Melempem
Empat tahun berlalu sejak pemerintah dan DPR mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang. Di atas kertas, tujuan UU tersebut baik, yakni memperbaiki aspek perizinan berusaha agar menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja yang banyak. Sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat di era bonus demografi ini. Namun, setelah empat tahun berlalu, UU yang dulunya digadang-gadang akan menjadi game changer atas kondisi ekonomi Indonesia, ternyata berakhir jauh dari ekspektasi. Kalangan pengusaha yang semestinya paling diuntungkan oleh UU Cipta Kerja bahkan ikut mengeluh. Pekan depan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) akan menggelar Raker dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Ke 33 pada 28-30 Agustus 2024 di Surabaya. Agenda utamanya mengevaluasi penerapan UU Cipta Kerja karena ternyata regulasi itu belum banyak membantu perizinan berusaha di daerah.
Direktur Apindo Riset Institute Agung Pambudi mengatakan, dunia usaha masih menghadapi masalah klasik, yaitu kendala perizinan berusaha di daerah, meski dalam 10 tahun terakhir pemerintah telah melakukan sejumlah reformasi regulasi dan birokrasi, salah satunya melalui UU Cipta Kerja. Pengusaha di daerah mengeluh UU Cipta Kerja belum mampu menyederhanakan perizinan usaha. Bahkan, untuk beberapa aspek, UU Cipta Kerja semakin menambah rumit urusan perizinan. ”Kami masih berharap agar UU Cipta Kerja ini bisa menjadi game changer perubahan iklim investasi di Indonesia sesuai tujuan awalnya. Dibutuhkan perbaikan atas beberapa kasus yang justru lebih rumit pasca-UU Cipta Kerja,” kata Agung, Jumat (23/8). (Yoga)
Transportasi Publik di Jabodetabek
Transportasi publik yang mampu mengurangi kemacetan dan polusi menjadi salah satu kebutuhan warga, termasuk di Jabodetabek, untuk bermobilitas. Sejauh mana warga menggunakan transportasi umum? Menurut Bernadetha Rosari Prathivi (25) karyawati swasta di Jakarta, kalau dari ongkos, pasti lebih irit. Misalnya, mau ke Kuningan, Jaksel, hanya butuh Rp 3.500 naik bus, sedang ojek daring Rp 30.000. Ongkosnya 10 kali lipat dan itu bisa untuk pergi pulang selama lima hari. Jadi, lumayan menghemat. Namun, ada beberapa halte yang kapasitasnya tak mampu menampung penumpang, bahkan sampai harus antre mengular panjang. Dan, tidak semua halte besar ada toiletnya, padahal itu kebutuhan dasar.
“Kalau di area Jakarta yang bisa dijangkau sepeda motor, aku naik sepeda motor. Kadang lebih repot naik KRL jika masih harus transit di Jakarta. Secara keseluruhan, stasiun KRL memang sudah baik. Namun, masih ada beberapa stasiun yang sulit untuk akses parkir sepeda motor. Saya, berharap transportasi umum dapat menjangkau beragam kawasan yang lebih jauh supaya konektivitas lebih optimal. Tempat parkir kendaraan pribadi juga perlu disediakan,” ujar Dwina (28), karyawan swasta.
“Menurut saya, integrasi moda transportasi umum di Jakarta cukup membantu. Hanya saja, kerap terjadi penumpukan penumpang. Bahkan, tak jarang desak-desakan di KRL, yang bisa memicu konflik sesama penumpang. Tarif terbilang murah, tapi beberapa transportasi umum, seperti KRL dan Transjakarta, masih perlu menambah armada, mengingat banyaknya minat masyarakat menggunakan transportasi umum di Jakarta,” kata Widya Islamiati (25), karyawan swasta di Jakarta. (Yoga)
Penurunan Penjualan E-Dagang
Pemilik usaha kecil menengah yang berjualan di platform perdagangan secara elektronik atau e-dagang mulai mengeluhkan pengurangan pesanan. Mereka menduga hal itu ada kaitannya dengan penurunan daya beli. Pemilik platform e-dagang Thenblank, UKM bidang pakaian jadi, Mutiara Kamila Athiyya, yang ditemui di sela Festival Beli Lokal di Plaza Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/8) menceritakan, penurunan pesanan terasa tahun 2024, sampai 20 %. ”Mei 2024 sudah terasa penurunan pesanan. Lalu, Juni 2024, tim internal kami melakukan clearance stok. Selanjutnya, Juli, juga masih terasa penurunan pesanan, tapi Agustus yang masih berjalan sejauh ini mulai ada perbaikan keadaan,” ucapnya.Festival Beli Lokal diselenggarakan dalam rangka peringatan ulang tahun ke-15 Tokopedia.
Lebih dari 100 mitra UKM ikut serta dalam festival ini. Mutiara berharap penurunan pesanan disebabkan memang ada pengaruh faktor musiman tengah tahun yang biasanya konsumen banyak pengeluaran lain, seperti biaya sekolah anak. Meski demikian, di sisi lain, Thenblank juga berusaha mengencangkan konten-konten produk di Tiktok, termasuk konsisten menjalankan live shopping dan menggelar aneka promo. Mengikuti festival belanja, baik daring maupun luring, menurut dia, sangat membantu. Thenblank juga rajin berkomunikasi dengan platform lokapasar, seperti Tokopedia, untuk mengupayakan berbagai inisiatif supaya konsumen tetap tertarik berbelanja daring.
”Memang harus tetap melakukan promo,” katanya. Saat ini, porsi penjualan produk Thenblank 70 % dari saluran daring dan 30 % luring. Sesuai data BPS, dari sisi pengeluaran, ada tren perlambatan konsumsi rumah tangga. Selama tiga triwulan terakhir, konsumsi masyarakat tumbuh di bawah level 5 %. Chief Marketing Officer Kintakun (produsen seprai dan selimut) Vincent Saputra mengungkap, sekarang ada realitas sejumlah konsumen yang lebih sensitif terhadap harga barang. Di lokapasar pun kenyataan itu juga terjadi. ”Ada segmen pasar yang lebih memilih mencari harga rendah. Untuk menghadapi situasi ini, kami upayakan mencari bahan-bahan kain yang baik, tetapi harga produk jadinya lebih murah,” ucap Vincent. (Yoga)
Nilam Aceh yang Mewangi hingga Eiffel
Jika suatu hari Anda berkesempatan jalan-jalan sampai ke Menara Eiffel di Paris, Perancis, dan mencium wangi parfum di antara wisatawan di sana, barangkali ada minyak nilam asal Aceh di rantai produksinya. Semprotan minyak wangi atau parfum hampir tak bisa dilepaskan dari aktivitas kita. Aroma wangi mampu meningkatkan kepercayaan diri, bahkan dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Berdasarkan data Statista, pendapatan segmen fragrance alias wewangian di Indonesia terus meningkat selama 2023-2028 dengan pertumbuhan 14,36 %. Pada 2023, pendapatannya 429,69 juta USD. Pada 2028, sebanyak 491,36 juta USD. Namun, tak banyak yang tahu, ada rantai pasok global yang melibatkan banyak pihak dalam proses produksi parfum. Dalam konteks Indonesia, ini misalnya dimulai dari petani nilam di Aceh.
Di balik aneka wewangian, patchouli atau minyak nilam merupakan salah satu unsur dalam produksinya. Minyak nilam digunakan sebagai bahan fiksatif alias untuk membuat aroma parfum bertahan lama. Minyak itu dihasilkan melalui proses panjang, dimulai dari tahapan distilasi. Minyak nilam merupakan jenis minyak asiri (essential oil). Selain sebagai salah satu bahan baku parfum, minyak asiri juga digunakan sebagai bahan perasa (essence), perisa (flavor), dan wewangian (fragrance) dalam makanan, minuman, jamu, sabun, pasta gigi, dan kosmetik. Ali Ibrahim (66) petani nilam, pada pertengahan Agustus 2024 berkata, Untuk bisa menghasilkan minyak asiri dari proses distilasi dibutuhkan waktu 8-12 jam. ”Harus tunggu satu jam dulu, baru keluar minyaknya,” kata Ali saat ditemui di Sentra Industri Nilam, Desa Umong Siribee, Aceh Besar, Selasa (13/8).
Ketel di Sentra Industri Nilam menghasilkan 1,5 kg minyak nilam. Dengan dua kali pengoperasian sehari, total produksi minyak nilam sebanyak 3 kg. Saat ini, para petani di wilayah itu sedang antusias menanam nilam. Sebab, harga jual minyak nilam mencapai Rp 1,68 juta per kg. Namun, butuh waktu hingga tujuh bulan agar nilam siap dipanen. Sebelumnya, harga minyak nilam hasil produksi para petani bergantung tengkulak. Untuk 1 kg minyak nilam, pernah harganya hanya Rp 400.000 sehingga para petani bersikap mana suka dalam menanam nilam. Kemudian, Atsiri Research Center (ARC)/Pusat Penelitian Nilam Universitas Syiah Kuala bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk datang untuk menginisiasi Sentra Industri Nilam pada 2022. Seluruh minyak nilam petani dibeli ARC dengan ambang batas minimal Rp 700.000 dan mengikuti kenaikan harga di pasar. Alhasil, harga minyak nilam pun stabil dan cenderung terus naik.
Pendamping Sentra Industri Nilam, Rifyal Faruqi (33), menyebut, ”Dampak terbesar itu soal stabilitas harga, Dengan harga Rp 700.000, petani untung Rp 150.000-Rp 200.000 per kg minyak. Saat awal penanaman, mereka mengeluarkan biaya Rp 550.000. Dengan harga sekarang Rp 1,68 juta-Rp 1,7 juta, sudah tiga kali lipat,” ujarnya. Dalam tiga tahun terakhir, ekspor minyak nilam mentah Indonesia meningkat enam kali lipat. Pada 2021, ekspor nilam tercatat 300 ton. Setahun kemudian menjadi 1.400 ton. Pada 2023, ekspornya tumbuh jadi 1.900 ton. Negara tujuan ekspor antara lain AS, Inggris, dan Perancis. Menurut lektor kepala di Program Studi Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Syaifullah Muhammad, minyak nilam Indonesia, khususnya Aceh, memiliki kualitas terbaik di dunia. Indonesia memasok 90 % dari total kebutuhan minyak nilam di dunia. (Yoga)
Tingkat Pengangguran Tinggi
Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pilkada
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









