Tingkat Pengangguran Tinggi
INI adalah ironi dalam dunia ketenagakerjaan di Indonesia: di tengah angka pengangguran yang tinggi, perusahaan justru sulit mendapatkan pegawai baru. Riset Populix mendapati 46 persen perusahaan kesulitan mendapatkan calon karyawan. Data itu didapat dari survei terhadap 100 perusahaan, lebih dari 1.000 pencari kerja, dan analisis 1 juta data situs web pencari kerja KitaLulus pada Juni 2024. Hasil riset ini disampaikan pada Sabtu, 24 Agustus 2024. Padahal data Badan Pusat Statistik atau BPS menunjukkan ada 7,2 juta orang Indonesia yang menganggur per Februari 2024.
Angka itu, menurut Populix, menunjukkan banyak pencari kerja di Indonesia yang belum memiliki pengalaman, keterampilan, dan tingkat pendidikan yang dianggap cukup bagi pemberi kerja. Sebanyak 50 persen perusahaan menyebutkan keterampilan teknis pelamar tergolong rendah. Adapun 35 persen perusahaan menyebutkan keterampilan lunak atau soft skill pelamar belum cukup baik. Tingkat pendidikan pelamar juga tidak seperti yang diharapkan perusahaan.
Kepala Riset Sosial Populix Vivi Zabkie mengatakan analisis terhadap 1 juta data pelamar kerja dan permintaan tenaga kerja di KitaLulus menunjukkan makin tinggi tingkat pendidikan yang dibutuhkan perusahaan, makin besar pula kesenjangan dengan ketersediaan tenaga kerjanya. Hal yang sama juga berlaku pada kebutuhan akan pengalaman kerja. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023