Ekonomi
( 40554 )Ekonomi Digital Terjebak DIlema
Setelah pemain on demand service (ODS) menaikkan tarif potongan ke para mitra driver, sejumlah platform e-commerce ikut mengerek tarif komisi ke para seller. Ini dilakukan untuk mengejar para profitabilitas, sebuah visi yang mencuat di era tech winter. Manuver pemain e-commerce itu menambah beban para seller, termasuk pelaku UMKM. Riset Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menyebutkan, jutaan pelaku UMKM memanfaatkan platform online untuk berdagang. Mayoritas mengalami kenaikan omzet begitu berjualan online. Ketahanan ekonomi digital Indonesia juga diuji, jika penaikan tarif malah menggerus penjualan. Sebab, e-commerce adalah salah satu mesin pertumbuhan ekonomi digital. Tahun 2023, berdasarkan riset Google, Temasek, dan Bain& Company, pasar perdagangan onlie atau e-commerce nasional diprediksi tumbuh 7% menjadi US$ 62 miliar dan naik 15% menjadi US$ 82 miliar tahun 2025. Pada 2030, pasar e-commerce Indonesia bakal menembus US$ 160 miliar, terbesar diantara subsektor ekonomi digital. (Yetede)
United Tractors Mencari Tambang Potensial untuk Diakuisisi
PT United Tractors Tbk (UNTR) menegaskan akan terus mencari tambang potensial untuk diakuisisi, baik didalam maupun di luar negeri. Anak usaha Grup Astra ini mengaku tengah mencari tambang mineral seperti nikel, emas, tembaga, hingga lithium, yang bisa diakuisisi guna mendongkrak konstribusi bisnis non-batu bara menjadi 50% dalam lima tahun kedepan. Saat ini, ketergantungan pendapatan perseroan dari bisnis batu bara masih cukup tinggi, mencapai 65% baik dari sketor kontrakstor batu bara maupun pertambangan batu bara. Dan diharapkan dalam lima tahun ke depan, kontribusi dari bisnis batu bara dan non-baru bara menjadi imbang. Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro mengatakan, dalam lima tahun terakhir, United Tractors telah menyusun strategi untuk diverifikasi usaha ke dua sektor, yakni pertambangan mineral (non-batu bara), dan bisnis energi baru terbarukan (EBT) atau rebewables energi. (Yetede)
Daya Beli Kelas Menengah Cenderung Menurun
Pemerintah perlu membuat kebijakan yang memperkuat daya beli kelas menengah di Indonesia, mengingat kontribusinya yang tinggi terhadap perekonomian. Adapun jumlah populasi kelas ekonomi menengah saat ini cenderung menurun yang juga melanda banyak negara di seluruh dunia. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPS, jumlah kelas menengah dan menuju kelas menengah mencakup 66,35% dari total penduduk Indonesia, dengan proporsi konsumsi pengeluaran mencapai 81,49% dari total konsumsi masyarakat. namun posri kelas menengah mulai mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19, dari 57,33 juta (21,45%) pada 2019. dari 47,85 juta (48,20%) menjadi 137,50 juta (49,22%). "Penguatan daya beli diperlukan tidak hanya untuk kelompok miskin, tapi juga untuk kelas menengah (middle class) dan menuju kelas menengah (aspiring middle class)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Yetede)
BNI Pertahankan Rasio Dividen
PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) memastikan akan memberi nilai tambah kepada para pemegang saham, salah satunya melalui pembayaran dividen. Hingga posisi semester I-2024, rasio kecukupan modal BNI relatif kuat, sehingga perseroan bisa memberikan dividen minimal sama dengan tahun lalu dari sisi rasionya. Direktur keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, apabila riwayat pembayaran dividen bank bersandi saham BBNI ini, pada tahun buku 2021 dividend payout ratio (DPR) yang diberikan sebesar 25%. kemudian secara bertahap terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan kinerja menjadi 30% pada tahun buku 2022. Berikutnya, pada tahun buku 2023, BBNI kembali mengerek DPR menjadi 50% dari laba bersih yang diperoleh. Novita menjelaskan bahwa dalam mempertimbangkan pembagian dividen, perseroan melakukan evaluasi, utamanya dari sisi kecukupan modal. Hingga posisi Juni 2024, CAR BNI cukup kuat dan sehat berada di level 20,7%, dengan Tier 1 sebesar 19,1%. (Yetede)
Peluang Emas Memburu Saham Berkualitas
Dana asing ( hot money ) yang mengalir deras ke pasar saham membuat rally Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut. Seiring, saham-saham big cap terpantik, cenderung menanjak. Di tengah tren penguatan harga, masih ada sejumlah saham murah meriah berkualitas yang layak ditadah. Kamis (29/9), IHSG sempat menembus level 7.700 secara intraday . Penguatan ini tak bertahan hingga akhir perdagangan. IHSG pun berakhir dengan pelemahan 0,41% ke level 7.627,60. Namun, sepanjang tahun berjalan ini, IHSG menguat 4,88% dengan price to earning ratio (PER) sebesar 12,71 kali. Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG belakangan i dipicu peluang pemangkasan suku bunga. Hal ini membuat asing memburu kembali saham dalam negeri. Head of Equity Trading MNC Sekuritas, Frankie WP menyebut, meskipun kenaikan IDX Value30 sudah cukup tinggi, tetapi masih ada saham-saham di daftar indeks ini yang tergolong undervalue . "Valuasi saham di IDX Value30 masih berpotensi naik lagi menjelang akhir tahun 2024," kata Frankie.
Untuk memilih saham yang masih murah, dapat cermati prospek kinerja ke depan dan valuasi harganya. Frankie mencontohkan, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dinilai masih
undervalue.
Terlihat dari ekspansi INKP yang agresif dengan membangun pabrik baru yang akan mendorong kinerjanya ke depan. Dengan raihan laba bersih di semester I-2024 sebesar US$ 278,7 juta, saat ini saham INKP diperdagangkan dengan PER 5 kali.
Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga terbilang menarik. Emiten Grup Salim ini bakal ketiban berkah dari adanya pelemahan dolar Amerika Serikat. .
Sedangkan Adityo menakar sejumlah saham besar yang lajunya masih tertinggal. Contohnya, saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Valuasi saham-saham ini juga masih rendah. Contoh, PER ASII berada di 6,37 kali dan TLKM 12,76 kali.
Kelas Menengah Masih Rentan Terdegradasi
Salah satu tugas penting pemerintahan baru adalah mendorong warga kelompok menengah agar naik kelas dalam upaya mengungkit perekonomian nasional. Pasalnya, masyarakat kelas menengah saat ini sulit melompat maju menuju kelas atas, bahkan rentan jatuh ke jurang kemiskinan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, modus (nilai frekuensi paling tinggi) pengeluaran penduduk kelas menengah cenderung lebih dekat ke batas bawah pengelompokan. BPS mencatat, batas atas pengelompokan kelas menengah pada 2024 adalah 17 kali dari garis kemiskinan, yaitu Rp 582.932 per bulan atau Rp 9,91 juta per bulan. Sementara batas atas kelompok menengah ke bawah adalah 3,5 kali Rp 582.932 menjadi Rp 2,04 juta per bulan. Sementara modus pengeluaran kelas menengah mencapai Rp 2,06 juta atau mendekati batas bawah pengelompokan yakni Rp 2,04 juta. BPS juga mencatat, jumlah kelas menengah terus menurun. Pada 2019, masyarakat kelas menengah mencapai 57,33 juta. Namun di 2024, jumlahnya hanya 47,85 juta. Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Raden Pardede mengakui jumlah masyarakat kelas menengah di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (2019-2024) mengalami penurunan.
Hal ini lantaran terdampak pandemi Covid-19. Sementara saat itu pemerintah paling banyak menggelontorkan bantuan untuk masyarakat bawah.
Mengacu data S&P Gloobal,
Purchasing Manager's Index
(PMI) Manufaktur Indonesia merosot ke level 49,3 atau berada di level kontraksi pada Juli 2024. Ini kontraksi kali pertama setelah Agustus 2021 sebesar 43,7. Tak hanya persoalan manufaktur, Raden juga melihat, persoalan kelas menengah juga disebabkan penciptaan lapangan kerja akhir-akhir ini lebih banyak di sektor informal dan yang minim produktivitas. Oleh sebab itu, penciptaan lapangan kerja ke depannya lebih banyak ada di sektor formal. Khususnya pada industri manufaktur. Ia juga berharap, pendapatan yang diterima masyarakat di sektor manufaktur bisa naik ke kisaran US$ 20.000 hingga US$ 30.000 per kapita.
Kepala Ekonom BCA David Sumual menyampaikan, agar bisa melindungi kelas menengah, pemerintah harus peka terhadap respons geopolitik. Sebab, perubahan geopolitik amat penting diperhatikan.
Permasalahannya, kata David, dari 37% lulusan sarjana di Indonesia, sebanyak 25% di antaranya bekerja sebagai guru honorer yang umumnya mendapat upah rendah. Sementara 12% sisanya bekerja di jasa pemerintahan.
Jokowi Siap Resmikan Delapan Bendungan Baru
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meresmikan bendungan ke-45 selama 10 tahun pemerintahannya. Bendungan tersebut adalah Bendungan Leuwikeris di Tasikmalaya Jawa Barat.
Jokowi berharap bendungan ini bermanfaat secara multifungsi, baik untuk air baku, irigasi, pengendalian banjir hingga pembangkit listrik. "Ini adalah bendungan yang menelan biaya paling besar, yakni Rp 3,5 triliun," ucap Jokowi, Kamis (29/8).
Berikutnya, di sisa masa pemerintahannya yang tinggal dua bulan, Presiden Jokowi masih akan meresmikan delapan proyek bendungan lagi. Berarti Jokowi bakal meresmikan hingga 53 bendungan lagi selama kepemimpinannya. Adapun target pemerintah adalah membangun 61 bendungan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan bisa membangun 61 bendungan di Tanah Air. Anggaran proyek pun telah disiapkan. Untuk tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan bendungan Rp 21,56 triliun. Jumlah tersebut meningkat 54% dari 2023 sebesar Rp 13, 99 triliun.
Laba Emiten Rokok Menguap
Kenaikan tarif cukai jadi bandul pemberat kinerja keuangan emiten rokok. Di semester pertama tahun ini, seluruh emiten rokok membukukan rapor merah. Terbaru, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melaporkan pendapatan yang terkoreksi 10,45% secara tahunan menjadi Rp 50,01 triliun di semester I-2024. Padahal, di periode yang sama tahun 2023, GGRM masih mencatat penjualan dan pendapatan Rp 55,85 triliun. Alhasil, laba bersih GGRM di enam bulan pertama tahun ini tergerus 71,8% menjadi Rp 925,51 miliar dari Rp 3,28 triliun di semester I-2023. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman menyampaikan, penurunan kinerja keuangan perseroan dipicu turunnya volume penjualan. Ini imbas dari kenaikan tarif cukai. Pada 2024, pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 10%. Dus, kebijakan itu mengerek harga jual rokok. Heru bilang, hingga akhir Juni 2024, volume penjualan rokok GGRM mencapai 27,8 miliar batang. Turun 14,4% dari periode sama tahun lalu sebanyak 32,5 miliar batang. Biaya pokok pendapatan GGRM mencapai Rp 44,95 triliun pada semester I-2024, turun 6,2% dari sebelumnya Rp 47,91 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penyebabnya, kenaikan biaya cukai 3,1% dan penurunan volume penjualan. Penurunan laba juga dialami PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP). Di semester I-2024, HMSP mencetak laba bersih Rp 3,31 triliun, turun 11,55% secara tahunan dari Rp 3,75 triliun per Juni 2023.
Penurunan laba HMSP terjadi ketika penjualan bersih emiten ini naik 2,96% secara tahunan menjadi Rp 57,81 triliun.
Senasib, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) mencatat penurunan laba dan pendapatan di semester I-2024. Di periode ini, WIIM meraup laba bersih Rp 147,24 miliar, anjlok 40,35% secara tahunan. Penurunan laba WIIM seiring merosotnya penjualan sebesar 6,68% secara tahunan jadi Rp 2,22 triliun.
Direktur PT Rumah Para Pedagang Kiswoyo Adi memproyeksi, prospek kinerja emiten rokok hingga akhir tahun ini masih berat. Salah satu sentimen, kenaikan tarif cukai progresif dan pembatasan iklan rokok untuk masyarakat. "Sudah iklan dibatasi, kenaikan cukai juga progresif," kata Kiswoyo.
Sedangkan Equity Analyst Kanaka Hita Solvera William Wibowo merekomendasi
buy on weakness
HMSP dan GGRM dengan target harga masing-masing hingga akhir tahun Rp 950 dan Rp 19.500 per saham.
Ketidakserasian KIM Plus di Pulau Jawa
Peta kandidat dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah strategis seperi Pulau Jawa sudah terlihat jelas. Sebagian besar partai politik sudah mengajukan jagonya untuk pemiliihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub).
Di Jawa Timur, tiga calon pemimpin perempuan bakal bertarung. Ada Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang terdiri 15 partai. Ini minus partai parlemen yakni PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Sejahtera (PKB).
PDIP bersama Partai Hanura dan Partai Ummat mengusung Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Zahrul Azhar Asad (Gus Hans). Sedangkan PKB mengusung kader partainya, yakni Luluk Nurhamidah dan Lukmanul Khakim.
Sedangkan di Jawa Tengah, KIM Plus mengajukan pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen. Kemudian PDIP menjagokan kadernya yakni mantan panglima TNI Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi.
Di Jakarta, jagoan KIM Plus, Ridwan Kamil-Suswono akan bersaing dengan calon dari PDIP, Pramono Anung-Rano Karno, serta pasangan independen Dharma Pongrekun dan Kun Wardana.
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyebutkan, beragamnya pilihan kandidat kepala daerah tersebut menunjukkan anggota KIM Plus tidak semuanya berjalan beriringan di setiap daerah. Pasalnya parpol-parpol di KIM Plus yang punya keunggulan di daerah tertentu mengusung jagoannya masing-masing.
Presiden Joko Widodo yang tengah mendapatkan sorotan, berharap ajang pilkada serentak bisa berjalan demokratis karena banyaknya pilihan yang disodorkan parpol.
Emas ANTAM Tetap Memikat
Sikap dovish bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve membuat harga emas spot menguat. Tapi, laju harga emas Antam tak sekencang emas spot, lantaran rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS. Kendati begitu, emas Antam masih bisa memberi cuan asal membeli di waktu yang tepat. Dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam pada Kamis (29/8) berada di Rp 1.412.000, turun Rp 21.000 atau 1,43% dari harga di awal bulan Agustus (1/8) Rp 1.433.000. Pengamat Komoditas dan Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah menjadi faktor yang membuat harga emas Antam tidak ikut melonjak. "Rupiah menguat hampir 1000 poin atau sekitar 6% sejak awal bulan, sedangkan emas dunia hanya naik kurang dari 3%. Jadi jika dirupiahkan, harga emas Antam turun sekitar 3%," katanya ke KONTAN, Kamis (29/8). Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo juga mengatakan, selain sentimen suku bunga, masih ada sejumlah katalis yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas. Founder Traderindo.com. Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, harga emas Antam masih bisa bullish sampai akhir tahun. Jika dolar AS menguat dan harga emas global melemah, emas Antam masih dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap dolar AS.
Apalagi, rupiah sejatinya masih rentan melemah dalam jangka panjang dan menengah. Prediksi Wahyu, harga emas antam di Rp 1,5 juta–Rp 1,6 juta per gram.
Sedangkan Sutopo memprediksi, harga logam mulia ini akan berada di kisaran Rp 1,5 juta per gram. Nah, bulan September adalah siklus tahunan penurunan harga emas.Sehingga, investor dapat membeli dan menyimpan setelah akhir September 2024.
Jika penguatan rupiah terus berlanjut, harga emas Antam tidak akan jauh berubah. Menurutnya rupiah berpotensi menguat ke Rp 15.000 Dus, harga emas antam pada akhir tahun sejutar Rp 1.48 juta. Lukman melihat belum terlambat melakukan pembelian, terutama jika punya target investasi jangka panjang.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









