Ekonomi
( 40554 )Mengamankan Rupiah dengan Uang Lokal
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengharapkan penggunaan mata yang lokal atau local currency transaction (LCT) antar negara terus meningkat demi melepas ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Targetnya, rasio penggunaan LCT sebesar 10% pada 2024 dan 2025. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemko) Perekonomian Ferry Irawan menyampaikan, rasio transaksi LCT sejak penandatanganan nota kesepahaman (NK) antara pemerintah dan BI pada 5 September 2023 telah meningkat signifikan. Hingga semester I-2024, rasio transaksi LCT mencapai 7,89% dari total transaksi perdagangan dengan empat negara mitra utama. "Ke depannya, pemerintah berharap untuk terus memperluas implementasi LCT, baik dengan negara mitra yang sudah berjalan seperti Thailand, Malaysia, Jepang dan Tiongkok, maupun dengan empat mitra baru seperti Singapura, Korea Selatan, India dan Uni Emirat Arab," tutur Ferry kepada KONTAN, Jumat (30/8). Pada Jumat pekan lalu, pemerintah melalui sembilan kementerian dan lembaga (K/L) dan BI juga telah meneken perjanjian kerja sama dan koordinasi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi Satgas Nasional Transaksi Mata Uang Lokal.
Penandatanganan itu merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (NK) awal September 2023. Adapun sembilan K/L tersebut antara lain Kemko Perekonomian, Kemko Marves, Kementerian Keuangan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Analis Senior Departemen Internasional BI Veny Tamarind menyampaikan, langkah pertama yang akan dilakukan Satgas untuk memperkuat mata uang lokal dalam transaksi ekonomi dan keuangan dengan negara mitra adalah menyusun rencana strategis (Strategic Business Plan/SBP), program kerja dan
quick wins
yang akan dimulai dari masing-masing komite kerja.
Chief Economist
Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menilai, target rasio 10% bisa mengurangi volatilitas rupiah, juga menahan pelemahan tajam rupiah. Dia menyebut, sebenarnya ide adanya penggunaan mata uang lokal bukan untuk mengurangi ketergantungan rupiah terhadap dolar AS.
Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan
Global Markets
Maybank Indonesia Myrdal Gunarto bilang, target penggunaan mata uang lokal sebesar 10% belum berdampak signifikan terhadap rupiah.
Dana Asing Masuk Lagi, Capai Rp 6 Triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat, terdapat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada pekan keempat Agustus 2024.
Berdasarkan data transaksi yang dihimpun BI, pada periode 26 hingga 29 Agustus 2024 nonresiden di pasar keuangan domestik mencatatkan pembelian neto Rp 6,21 triliun. Dana asing tersebut, masuk ke pasar surat berharga negara (SBN), pasar saham, serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Terdiri dari beli neto Rp 3,89 triliun di pasar saham, Rp 1,56 triliun di SRBI, dan Rp 0,76 triliun di pasar SBN," kata Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/8).
Lebih lanjut, selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen sampai dengan 29 Agustus 2024, nonresiden tercatat beli neto Rp 187,66 triliun di SRBI, Rp 12,79 triliun di pasar saham, dan Rp 9,20 triliun di pasar SBN.
Bursa Tak Lagi Riang Menanti Keputusan Bunga
Setelah berkali-kali mencetak rekor sepanjang masa alias all time high (ATH) di sepanjang Agustus lalu, pada September ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan diuji untuk bisa mencetak rekor serupa. Memasuki awal September, IHSG melangkah dari posisi 7.670,73. Level ini didapat usai IHSG melonjak 4,96% dalam sebulan terakhir dan menembus ATH 7.715,75 pada Agustus. Head of Institutional Research Sinarmas Sekuritas, Isfhan Helmy menilai, setelah menanjak di Agustus, investor perlu waspada. Sebab, September bukan jadi bulan ceria bagi IHSG. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mencatat, secara historis, performa IHSG melambat di bulan September.
Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menyoroti hal yang sama. Dalam 10 tahun terakhir bulan September, IHSG hanya mampu menguat pada 2017 dan 2021. Pada September ini, sentimen utama yang akan menentukan arah IHSG adalah kebijakan suku bunga The Fed. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni mengamini, keputusan The Fed akan menjadi sentimen penting, bersamaan dengan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Namun, jika pemangkasan suku bunga hanya 25 basis points (bps), efeknya cenderung flat. Sebab, sentimen ini sudah cenderung priced in atau diantisipasi pelaku pasar. Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada berharap, tren kenaikan IHSG masih berlanjut. "Namun harus realistis, jika pelaku pasar mulai profit taking dan ada sentimen negatif, IHSG bisa melemah," kata Reza.
Prospek Cerah Bagi Emiten E-Commerce
Sejumlah emiten sektor teknologi di sektor e-commerce masih mencatatkan kerugian. Tetapi berbagai inovasi, seperti meningkatkan biaya layanan, membuka peluang bagi emiten e-commerce meningkatkan pendapatannya di masa depan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dan Sabela Nur Amalina melihat ada dinamika positif di industri e-commerce yang ditandai dengan sejumlah e-commerce yang kompak akan menaikkan biaya layanan bagi penjual pada September 2024 ini. Riset BRI Danareksa 29 Agustus 2024 menyebut, platform e-commerce yang akan menaikkan biaya layanan adalah Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Shopee dan Lazada terakhir kali menyesuaikan biaya mereka pada Desember 2023. Sementara Tokopedia terakhir kali menaikkan biaya pada Mei 2024. Tokopedia telah tiga kali menaikkan biaya sejak 2023, dengan total peningkatan sekitar 108 basis poin (bps) secara agregat. Penyesuaian biaya ini sejalan dengan panduan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk mencapai target EBITDA diperkirakan US$ 40 juta atau sekitar Rp 610 miliar dalam proyeksi di akhir 2024. Selain itu BRI Danareksa memperkirakan, Tokopedia akan terus menggunakan TikTok sebagai layanan outsourcing untuk kegiatan operasionalnya. Biaya marketplace di Tokopedia misalnya akan meningkat menjadi 1%-8% setelah menerapkan diskon 20% pada batas atas, dari sebelumnya 1,0%-6,5% yang berlaku sejak 24 Mei).
Kisaran biaya baru ini akan berlaku untuk semua produk mulai 16 September. Selain itu, biaya komisi untuk toko mall akan berbeda dari biaya untuk penjual
marketplace
mulai 24 September. Sebelumnya biaya keduanya sama.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, kenaikan biaya
merchant
punya sisi negatif untuk beberapa
merchant
kecil karena akan kesulitan menanggung biaya tambahan. Hal ini bisa mengurangi jumlah
merchant
di platform.
Analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy menilai secara garis besar jika perusahaan
e-commerce
sudah mampu mencetak profit yang berkelanjutan, perusahaan lebih mampu menyediakan alokasi anggaran untuk membangun fitur baru yang juga akan menguntungkan bagi
merchant.
"Kenaikan
platform fee
dari
e-commerce
memang didasari oleh kebutuhan para penyedia platform untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Mengingat baik Shopee maupun Tokopedia masih cukup kesulitan untuk mencetak keuntungan yang stabil di pasar Indonesia," kata Jimmy kepada KONTAN, Jumat (30/8).
Obligasi dan Emas: Pilihan Tepat di Tengah Suku Bunga Rendah
Instrumen saham menjadi portofolio dengan kinerja terbaik sepanjang Agustus 2024. Tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 5,72% secara bulanan (MoM). Berdasarkan riset KONTAN, kinerja saham di Agustus mengungguli kinerja emas. Meskipun sempat mencapai level tertinggi baru, kenaikan emas spot di Agustus sebesar 2,20% month on month (mom). Sementara emas Antam justru mencatatkan kinerja minus 0,78% mom. Aset kripto juga terkoreksi dua digit bulan lalu. Tapi sejak awal tahun ini, aset kripto dan emas masih jadi primadona. Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, instrumen saham didukung risk on global yang sudah mulai terjadi. Sebab, ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed akan terjadi pada September ini. Untuk bulan ini, Fikri berpandangan kedua instrumen tersebut masih menarik. Namun, ia melihat obligasi pemerintah yang paling menarik. "Jika penurunan Fed Rate di September terjadi, kemungkinan BI rate juga akan turun dan harapannya akan mendorong kinerja pasar obligasi lebih baik," katanya.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong menambahkan, melemahnya kinerja emas Antam lebih karena nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS. Mengingat, rupiah telah menguat hampir 6% sejak awal bulan, sedangkan emas dunia hanya naik kurang dari 3%.
Meski begitu, secara umum kinerja instrumen saham, obligasi dan emas tetap baik pada jangka pendek ini. "Hanya saja, saham itu secara umum paling berisiko dan bisa bergerak terbalik terhadap
safe haven
emas," imbuh Lukman.
Adapun untuk instrumen aset kripto,
trader
Tokocrypto, Fyqieh Fachrur memaparkan, secara historis September sering kali menjadi bulan yang penuh tantangan bagi bitcoin. Dalam periode tersebut, terjadi penurunan bitcoin antara 5% hingga 15% dalam waktu sebulan. Tapi pada September 2023, bitcoin mampu naik sekitar 5%.
Dengan suku bunga yang lebih rendah, maka daya tarik bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi juga meningkat. Sehingga kondisi ini bisa mendorong harga bitcoin naik mendekati level psikologis US$ 100.000, jika momentum
bullish
berlanjut. Ia mengingatkan, volatilitas harga bitcoin masih bisa meningkat seiring ketidakpastian ekonomi global.
Lesunya Daya Beli Membuat Emiten Ritel Merana
Kinerja emiten ritel semakin dihantui melemahnya daya beli konsumen, khususnya masyarakat kelas menengah. Masyarakat di kelas menengah semakin rentan tergelincir ke kelompok kelas menengah rentan, bahkan rentan miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kelas menengah terus menurun dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2019 masyarakat kelas menengah mencapai 57,33 juta. Namun, pada tahun 2024, jumlah masyarakat kelas menengah kembali anjlok menjadi 47,85 juta jiwa. Fenomena banyaknya kelompok kelas menengah yang semakin turun kasta, jadi salah satu bandul pemberat kinerja emiten ritel. Tercermin dari kinerja keuangan sejumlah emiten ritel yang negatif di semester I-2024. Jebloknya kinerja keuangan ikut menyeret negatifnya laju saham emiten ritel. Dalam catatan KONTAN, hingga akhir penutupan perdagangan bursa pekan lalu, hampir semua saham emiten ritel mengakumulasi penurunan harga secara year to date atau sejak awal tahun ini. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, emiten ritel pada segmen menengah ke bawah paling merasakan dampak penurunan kelompok kelas menengah.
"Emiten seperti PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bisa jadi kena dampak negatif," katanya, Jumat (30/8).
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi sepakat, penurunan pendapatan kelas menengah efek kebijakan moneter dan fiskal pemerintah. "Pada akhirnya, daya beli masyarakat kelas menengah ini akan tergerus dan berdampak pada emiten-emiten ritel," katanya.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengamini, tak semua emiten ritel terpapar lesunya daya beli konsumen kelas menegah. Dia mengamati, emiten ritel seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan MAPI masih tahan banting. "Kedua emiten ini masuk defensif sektor," ujar Nafan.
Subsidi Bunga KUR Akan Terpangkas Tahun Depan
Pemerintah berencana menurunkan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun depan. Dalam dokumen nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, subsidi bunga KUR hanya dianggarkan Rp 38,28 triliun, turun dari 2024 yang anggarannya Rp 47,78 triliun. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM), Yulius, mengatakan anggaran subsidi bunga KUR 2024 terlihat besar karena ada porsi membayar carry over subsidi bunga tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan ada perbaikan data dari penyalur KUR. Kemenkop-UKM berharap pembayaran carry over tersebut dapat selesai tahun ini sehingga pada 2025 hanya perlu menyiapkan subsidi bunga reguler. "Tahun depan subsidi bunga Rp 38 triliun itu hanya untuk subsidi reguler dan jumlahnya juga hampir sama dengan subsidi reguler 2024," ujar Yulius, Jumat (30/8). Sementara itu, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian yang juga Ketua Tim Teknis Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, Gede Edy Prasetya menyebutkan, besaran subsidi itu masih mengakomodir penyaluran KUR tahun depan meski anggarannya turun.
Dari sisi bank penyalur KUR sendiri,General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI, Sunarna Eka Nugraha berpendapat kebijakan penyesuaian subsidi bunga KUR merupakan bagian dari upaya pemerintah mengelola anggaran dengan lebih efisien.
Sunarna bilang penurunan subsidi bunga tentunya berpengaruh pada pendapatan bunga yang diterima oleh Penyalur KUR. Namun, ia menyebutkan BNI justru melihat ini sebagai peluang untuk lebih kreatif dalam menyalurkan KUR, salah satunya melalui inovasi digital dan peningkatan efisiensi operasional.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi belum bisa berspekulasi mengenai besaran angka subsidi untuk bunga. Sebab, ia bependapat kebijakan pemerintah nantinya pasti akan sangat dinamis mengikuti urgensi kebutuhan masyarakat.
WAWANCARA KHUSUS DUBES RI UNTUK TAKHTA SUCI VATIKAN
Dubes Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono menjelaskan hubungan bilateral Vatikan dan Indonesia dalam wawancara khusus dengan Kompas di Jakarta, Rabu (28/8) sebagai berikut: Isu kemanusiaan menjadi perhatian Vatikan dan Indonesia. Salah satu yang membuat Vatikan kagum dengan Indonesia ialah Pancasila. Itu diakui Vatikan sejak negara itu mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947. Di dalam Pancasila ada nilai-nilai kemanusiaan. Sila kedua Pancasila dengan tegas menyebut: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Indonesia dan Vatikan juga punya semangat yang sama kalau membahas persaudaraan antarmanusia.
Siapa pun dia, dia adalah saudara kita. Tidak peduli agama atau sukunya. Perdamaian juga menjadi perhatian bersama. Vatikan dan Indonesia punya sikap yang sama terhadap perdamaian dunia. Dalam konflik Palestina, contohnya, kedua negara punya sikap yang sama, yaitu two state solution. Bagi Vatikan dan Indonesia, perang tidak menyelesaikan konflik. Perang hanya menghasilkan perang lagi. Nilai persaudaraan dan kerja sama antaragama juga menjadi titik berat Vatikan dan Indonesia. Ini penting karena kita akan saling menghargai agama orang lain sehingga tahu posisi dan sikap masing-masing. Berbeda tidak apa-apa, tetapi tetap saling menerima apa adanya.
Kunjungan Paus ke Indonesia menegaskan penghargaan Takhta Suci Vatikan terhadap Indonesia. Terkait agama yang beragam dan Bhinneka Tunggal Ika, itu yang dihargai oleh Vatikan. Mereka memuji dan menghargai keberagaman dan upaya Indonesia menjalin persatuan. Vatikan kagum, bagaimana mungkin negara yang besar ini, dengan suku dan agama yang berbeda-beda, tetapi tetap bersatu. Salah satu kerja sama yang dilakukan antara Vatikan dan Indonesia adalah upaya untuk menghargai keberagaman tersebut. Ada mahasiswa-mahasiswi lintas agama yang dikirim untuk belajar di Roma menggunakan beasiswa dari Vatikan.
Mahasiswa non-Katolik itu belajar sekaligus memahami apa itu Katolik, siapa itu paus, uskup, dan romo. Selain itu, ada pula pastor-pastor Katolik yang juga belajar tentang Islamologi. WNI di Vatikan adalah biarawan-biarawati. Saya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan mengurusi biarawan-biarawati tersebut. Mereka ada yang menempuh pendidikan, ada yang berkarya. Tak sedikit biarawan-biarawati asal Indonesia yang menjabat sebagai pemimpin kongregasi internasional. Uskup Agung Ende Mgr Budi Kleden SVD, contohnya. Sebelum ditunjuk menjadi uskup, dia adalah pemimpin kongregasi SVD internasional. (Yoga)
Zakia Khudadadi, Medali yang Menginspirasi Pengungsi
Menjadi perempuan sekaligus penyandang disabilitas di Afghanistan adalah hal tersulit di dunia. Zakia Khudadadi, atlet asal negara itu, bahkan sempat mencoba bunuh diri. Namun, ia bangkit dan menjadi atlet pengungsi pertama yang meraih medali Paralimpiade. Tiga tahun silam, Khudadadi menjadi bahan perbincangan luas aktivis perempuan dan pembela HAM. Dalam rekaman video yang tersebar luas, atlet taekwondo itu meminta bantuan publik dunia untuk mengeluarkannya dari Kabul, ibu kota Afghanistan yang dikuasai Taliban. Pemerintahan Taliban, kelompok ultrakonservatif, membuat Khudadadi hidup bak terpenjara. Nyawanya bahkan terancam. Dia tak bisa berlatih ataupun sekadar belanja di luar rumah. Ia terperangkap di rumahnya, tanpa makanan yang cukup.
”Saya meminta ke kalian, perempuan di seluruh dunia, organisasi pelindung perempuan, dari semua negara, jangan biarkan hak perempuan Afghanistan direnggut dengan mudah. Tolong bantu saya,” ujar Khudadadi penuh iba, seperti dikutip Reuters, 17 Agustus 2021. Saat itu, perempuan yang terlahir tanpa lengan bawah kiri itu ingin tampil di Paralimpiade Tokyo 2020, tapi, terjadi gejolak politik di Kabul. Taliban mengambil alih pemerintahan. Pembatasan, khususnya untuk perempuan, dilakukan secara masif. Di era Taliban, perempuan kian terkungkung. Hak-hak mereka dilucuti. Mereka dilarang keluar rumah tanpa didampingi laki-laki, apalagi berlatih taekwondo seperti dirinya. Mereka juga dilarang berbicara di depan umum, bahkan bernyanyi di rumah sendiri, karena dianggap bisa menjadi godaan bagi laki-laki.
Khudadadi melawan. Ia ingin mengejar mimpinya meraih medali di Paralimpiade. Setelah bersembunyi, dia melarikan diri dari Afghanistan, memanfaatkan operasi evakuasi besar yang dilakukan Sekutu dan sejumlah negara lainnya di Bandara Kabul. Sebanyak 195 orang, 11 orang di antaranya warga sipil Afghanistan, tewas dalam evakuasi yang diwarnai kepanikan itu. Khudadadi dan rekannya sesama atlet, Hossain Rasouli, diselamatkan AU Australia. Ia pun memenuhi ambisinya tampil di Paralimpiade Tokyo 2020 lewat jalur atlet wildcard. Khudadadi tersingkir di babak 16 besar setelah dikalahkan Ziyodakhon Isakova (Uzbekistan). ”Sejak sembilan tahun, saya bermimpi tampil di Paralimpiade. Meski banyak tantangan, tinggal di negara yang tak aman dan tiap hari terdengar ledakan, saya tak pernah mengkhianati komitmen (sebagai atlet),” ujar Khudadadi.
Di Perancis, Khudadadi mengembangkan potensi dirinya tanpa hawatir. ”Olahraga bak cahaya di tengah kegelapan hidup saya. Itu seperti mukjizat. Dari gadis yang menyembunyikan lengan di syal, saya kini menjadi atlet yang dikenal luas dunia,” ujar Khudadadi. Namanya kini dikenal luas, apalagi setelah tampil di Paralimpiade Paris 2024. ia membela Tim Pengungsi Paralimpiade, yang mewadahi atlet pengungsi dari banyak negara untuk tampil di panggung olahraga terbesar sejagat. Tim itu pertama diperkenalkan di Rio de Janeiro 2016. Di Paris, ia meraih prestasi yang belum pernah diukir atlet pengungsi sebelumnya di Paralimpiade, yaitu medali perunggu, yang ia raih usai mengalahkan Nurcihan Ekinci (Turki), Kamis (29/8) dan mundurnya calon lawannya, Naoual Larrif (Maroko) pada taekwondo nomor 47 kg putri kategori K44. Capaian Khudadadi dianggap menginspirasi banyak orang, khususnya perempuan dan pengungsi. (Yoga)
Perjuangan Ojek Online Mengais Kesejahteraan
TIGA titik di Jakarta dipadati pengemudi layanan transportasi berbasis aplikasi atau ojek online pada Kamis, 29 Agustus 2024. Tempat-tempat tersebut adalah kantor Gojek Indonesia di Petojo, Jakarta Pusat; kantor Grab Indonesia di Cilandak, Jakarta Selatan; dan Istana Merdeka di Jakarta Pusat. Para pengemudi ojek online itu datang menyuarakan protes mereka kepada pemerintah. Mereka yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) meminta pemerintah mengatur tarif layanan transportasi ataupun pengiriman barang per kilometer. Selama ini, penyedia jasa yang menentukan besarannya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial, jenis tarif layanan tersebut tidak ditentukan oleh pemerintah.
Menurut Ketua Divisi Hukum KON Ramhan Thohir, tarif layanan yang dilepas ke pasar menimbulkan perang harga antarpenyedia aplikasi. "Jadinya ada pasar yang tidak sehat, yang merugikan mitra," ujarnya seperti dilansir Antara pada Kamis, 29 Agustus 2024. Idealnya, menurut dia, pemerintah menetapkan batas bawah tarif sebesar Rp 10 ribu untuk jarak terdekat, yaitu hingga 4 kilometer. Ada lima tuntutan yang digaungkan para pengemudi ini. Di antaranya, menuntut adanya evaluasi kegiatan bisnis penyedia aplikasi yang tidak adil terhadap mitra pengemudi. Kemudian penghapusan program tarif hemat untuk pengantaran barang dan makanan serta penyeragaman tarif kedua layanan tersebut. Mereka juga menolak program promosi dari pemilik aplikasi yang dibebankan pada pendapatan mitra pengemudi. Tuntutan lain yang tak kalah penting adalah melegalkan ojek online sebagai angkutan publik. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









