Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Bukan Sekedar Kunjungan Spiritual
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia bukan sekadar kunjungan spiritual bagi umat Katolik Indonesia. Momen ini juga merupakan kunjungan bilateral karena Paus Fransiskus merupakan Kepala Negara Vatikan. Kementerian Luar Negeri Indonesia punya andil besar dalam kunjungan kenegaraan ini. Berikut cuplikan wawancara harian Kompas dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi yang dilakukan secara
tertulis pada Rabu (28/8/2024). Setelah 35 tahun, sejak kunjungan Paus Yohanes Paulus II, Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia.
Apa arti penting kunjungan itu bagi hubungan Indonesia dan Takhta Suci Vatikan? Kunjungan Paus Fransiskus sudah lama dinantikan oleh saudara-saudara kita umat Katolik di Indonesia. Kunjungan itu sudah direncanakan sejak 2020. Namun, terpaksa ditunda karena adanya pandemi Covid-19. Kunjungan Paus dilakukan di tengah situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Konflik, perang, dan instabilitas terjadi di berbagai belahan dunia. Kunjungan Paus Fransiskus akan dapat digunakan untuk memperkokoh pesan pentingnya persaudaraan, toleransi, dan perdamaian bagi dunia. Tanpa perdamaian dunia, pembangunan ekonomi dan upaya untuk mengatasi perubahan iklim tidak akan dapat tercapai. (Yetede)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023