;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Lesunya Daya Beli Membuat Emiten Ritel Merana

02 Sep 2024

Kinerja emiten ritel semakin dihantui melemahnya daya beli konsumen, khususnya masyarakat kelas menengah. Masyarakat di kelas menengah semakin rentan tergelincir ke kelompok kelas menengah rentan, bahkan rentan miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kelas menengah terus menurun dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2019 masyarakat kelas menengah mencapai 57,33 juta. Namun, pada tahun 2024, jumlah masyarakat kelas menengah kembali anjlok menjadi 47,85 juta jiwa. Fenomena banyaknya kelompok kelas menengah yang semakin turun kasta, jadi salah satu bandul pemberat kinerja emiten ritel. Tercermin dari kinerja keuangan sejumlah emiten ritel yang negatif di semester I-2024. Jebloknya kinerja keuangan ikut menyeret negatifnya laju saham emiten ritel. Dalam catatan KONTAN, hingga akhir penutupan perdagangan bursa pekan lalu, hampir semua saham emiten ritel mengakumulasi penurunan harga secara year to date atau sejak awal tahun ini. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, emiten ritel pada segmen menengah ke bawah paling merasakan dampak penurunan kelompok kelas menengah. 

"Emiten seperti PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bisa jadi kena dampak negatif," katanya, Jumat (30/8). Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi sepakat, penurunan pendapatan kelas menengah efek kebijakan moneter dan fiskal pemerintah. "Pada akhirnya, daya beli masyarakat kelas menengah ini akan tergerus dan berdampak pada emiten-emiten ritel," katanya. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengamini, tak semua emiten ritel terpapar lesunya daya beli konsumen kelas menegah. Dia mengamati, emiten ritel seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan MAPI masih tahan banting. "Kedua emiten ini masuk defensif sektor," ujar Nafan.

Subsidi Bunga KUR Akan Terpangkas Tahun Depan

02 Sep 2024

Pemerintah berencana menurunkan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun depan. Dalam dokumen nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, subsidi bunga KUR hanya dianggarkan Rp 38,28 triliun, turun dari 2024 yang anggarannya Rp 47,78 triliun. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM), Yulius, mengatakan anggaran subsidi bunga KUR 2024 terlihat besar karena ada porsi membayar carry over subsidi bunga tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan ada perbaikan data dari penyalur KUR. Kemenkop-UKM berharap pembayaran carry over tersebut dapat selesai tahun ini sehingga pada 2025 hanya perlu menyiapkan subsidi bunga reguler. "Tahun depan subsidi bunga Rp 38 triliun itu hanya untuk subsidi reguler dan jumlahnya juga hampir sama dengan subsidi reguler 2024," ujar Yulius, Jumat (30/8). Sementara itu, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian yang juga Ketua Tim Teknis Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, Gede Edy Prasetya menyebutkan, besaran subsidi itu masih mengakomodir penyaluran KUR tahun depan meski anggarannya turun. 

Dari sisi bank penyalur KUR sendiri,General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI, Sunarna Eka Nugraha berpendapat kebijakan penyesuaian subsidi bunga KUR merupakan bagian dari upaya pemerintah mengelola anggaran dengan lebih efisien. Sunarna bilang penurunan subsidi bunga tentunya berpengaruh pada pendapatan bunga yang diterima oleh Penyalur KUR. Namun, ia menyebutkan BNI justru melihat ini sebagai peluang untuk lebih kreatif dalam menyalurkan KUR, salah satunya melalui inovasi digital dan peningkatan efisiensi operasional. Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi belum bisa berspekulasi mengenai besaran angka subsidi untuk bunga. Sebab, ia bependapat kebijakan pemerintah nantinya pasti akan sangat dinamis mengikuti urgensi kebutuhan masyarakat.

WAWANCARA KHUSUS DUBES RI UNTUK TAKHTA SUCI VATIKAN

31 Aug 2024

Dubes Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono menjelaskan hubungan bilateral Vatikan dan Indonesia dalam wawancara khusus dengan Kompas di Jakarta, Rabu (28/8) sebagai berikut: Isu kemanusiaan menjadi perhatian Vatikan dan Indonesia. Salah satu yang membuat Vatikan kagum dengan Indonesia ialah Pancasila. Itu diakui Vatikan sejak negara itu mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947. Di dalam Pancasila ada nilai-nilai kemanusiaan. Sila kedua Pancasila dengan tegas menyebut: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Indonesia dan Vatikan juga punya semangat yang sama kalau membahas persaudaraan antarmanusia.

Siapa pun dia, dia adalah saudara kita. Tidak peduli agama atau sukunya. Perdamaian juga menjadi perhatian bersama. Vatikan dan Indonesia punya sikap yang sama terhadap perdamaian dunia. Dalam konflik Palestina, contohnya, kedua negara punya sikap yang sama, yaitu two state solution. Bagi Vatikan dan Indonesia, perang tidak menyelesaikan konflik. Perang hanya menghasilkan perang lagi. Nilai persaudaraan dan kerja sama antaragama juga menjadi titik berat Vatikan dan Indonesia. Ini penting karena kita akan saling menghargai agama orang lain sehingga tahu posisi dan sikap masing-masing. Berbeda tidak apa-apa, tetapi tetap saling menerima apa adanya.

Kunjungan Paus ke Indonesia menegaskan penghargaan Takhta Suci Vatikan terhadap Indonesia. Terkait agama yang beragam dan Bhinneka Tunggal Ika, itu yang dihargai oleh Vatikan. Mereka memuji dan menghargai keberagaman dan upaya Indonesia menjalin persatuan. Vatikan kagum, bagaimana mungkin negara yang besar ini, dengan suku dan agama yang berbeda-beda, tetapi tetap bersatu. Salah satu kerja sama yang dilakukan antara Vatikan dan Indonesia adalah upaya untuk menghargai keberagaman tersebut. Ada mahasiswa-mahasiswi lintas agama yang dikirim untuk belajar di Roma menggunakan beasiswa dari Vatikan.

Mahasiswa non-Katolik itu belajar sekaligus memahami apa itu Katolik, siapa itu paus, uskup, dan romo. Selain itu, ada pula pastor-pastor Katolik yang juga belajar tentang Islamologi. WNI di Vatikan adalah biarawan-biarawati. Saya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan mengurusi biarawan-biarawati tersebut. Mereka ada yang menempuh pendidikan, ada yang berkarya. Tak sedikit biarawan-biarawati asal Indonesia yang menjabat sebagai pemimpin kongregasi internasional. Uskup Agung Ende Mgr Budi Kleden SVD, contohnya. Sebelum ditunjuk menjadi uskup, dia adalah pemimpin kongregasi SVD internasional. (Yoga)


Zakia Khudadadi, Medali yang Menginspirasi Pengungsi

31 Aug 2024

Menjadi perempuan sekaligus penyandang disabilitas di Afghanistan adalah hal tersulit di dunia. Zakia Khudadadi, atlet asal negara itu, bahkan sempat mencoba bunuh diri. Namun, ia bangkit dan menjadi atlet pengungsi pertama yang meraih medali Paralimpiade. Tiga tahun silam, Khudadadi menjadi bahan perbincangan luas aktivis perempuan dan pembela HAM. Dalam rekaman video yang tersebar luas, atlet taekwondo itu meminta bantuan publik dunia untuk mengeluarkannya dari Kabul, ibu kota Afghanistan yang dikuasai Taliban. Pemerintahan Taliban, kelompok ultrakonservatif, membuat Khudadadi hidup bak terpenjara. Nyawanya bahkan terancam. Dia tak bisa berlatih ataupun sekadar belanja di luar rumah. Ia terperangkap di rumahnya, tanpa makanan yang cukup.

”Saya meminta ke kalian, perempuan di seluruh dunia, organisasi pelindung perempuan, dari semua negara, jangan biarkan hak perempuan Afghanistan direnggut dengan mudah. Tolong bantu saya,” ujar Khudadadi penuh iba, seperti dikutip Reuters, 17 Agustus 2021. Saat itu, perempuan yang terlahir tanpa lengan bawah kiri itu ingin tampil di Paralimpiade Tokyo 2020, tapi, terjadi gejolak politik di Kabul. Taliban mengambil alih pemerintahan. Pembatasan, khususnya untuk perempuan, dilakukan secara masif. Di era Taliban, perempuan kian terkungkung. Hak-hak mereka dilucuti. Mereka dilarang keluar rumah tanpa didampingi laki-laki, apalagi berlatih taekwondo seperti dirinya. Mereka juga dilarang berbicara di depan umum, bahkan bernyanyi di rumah sendiri, karena dianggap bisa menjadi godaan bagi laki-laki.

Khudadadi melawan. Ia ingin mengejar mimpinya meraih medali di Paralimpiade. Setelah bersembunyi, dia melarikan diri dari Afghanistan, memanfaatkan operasi evakuasi besar yang dilakukan Sekutu dan sejumlah negara lainnya di Bandara Kabul. Sebanyak 195 orang, 11 orang di antaranya warga sipil Afghanistan, tewas dalam evakuasi yang diwarnai kepanikan itu. Khudadadi dan rekannya sesama atlet, Hossain Rasouli, diselamatkan AU Australia. Ia pun memenuhi ambisinya tampil di Paralimpiade Tokyo 2020 lewat jalur atlet wildcard. Khudadadi tersingkir di babak 16 besar setelah dikalahkan Ziyodakhon Isakova (Uzbekistan). ”Sejak sembilan tahun, saya bermimpi tampil di Paralimpiade. Meski banyak tantangan, tinggal di negara yang tak aman dan tiap hari terdengar ledakan, saya tak pernah mengkhianati komitmen (sebagai atlet),” ujar Khudadadi.

Di Perancis, Khudadadi mengembangkan potensi dirinya tanpa hawatir. ”Olahraga bak cahaya di tengah kegelapan hidup saya. Itu seperti mukjizat. Dari gadis yang menyembunyikan lengan di syal, saya kini menjadi atlet yang dikenal luas dunia,” ujar Khudadadi. Namanya kini dikenal luas, apalagi setelah tampil di Paralimpiade Paris 2024. ia membela Tim Pengungsi Paralimpiade, yang mewadahi atlet pengungsi dari banyak negara untuk tampil di panggung olahraga terbesar sejagat. Tim itu pertama diperkenalkan di Rio de Janeiro 2016. Di Paris, ia meraih prestasi yang belum pernah diukir atlet pengungsi sebelumnya di Paralimpiade, yaitu medali perunggu, yang ia raih usai mengalahkan Nurcihan Ekinci (Turki), Kamis (29/8) dan mundurnya calon lawannya, Naoual Larrif (Maroko) pada taekwondo nomor 47 kg putri kategori K44. Capaian Khudadadi dianggap menginspirasi banyak orang, khususnya perempuan dan pengungsi. (Yoga)


Perjuangan Ojek Online Mengais Kesejahteraan

31 Aug 2024

TIGA titik di Jakarta dipadati pengemudi layanan transportasi berbasis aplikasi atau ojek online pada Kamis, 29 Agustus 2024. Tempat-tempat tersebut adalah kantor Gojek Indonesia di Petojo, Jakarta Pusat; kantor Grab Indonesia di Cilandak, Jakarta Selatan; dan Istana Merdeka di Jakarta Pusat. Para pengemudi ojek online itu datang menyuarakan protes mereka kepada pemerintah. Mereka yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) meminta pemerintah mengatur tarif layanan transportasi ataupun pengiriman barang per kilometer. Selama ini, penyedia jasa yang menentukan besarannya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial, jenis tarif layanan tersebut tidak ditentukan oleh pemerintah.

Menurut Ketua Divisi Hukum KON Ramhan Thohir, tarif layanan yang dilepas ke pasar menimbulkan perang harga antarpenyedia aplikasi. "Jadinya ada pasar yang tidak sehat, yang merugikan mitra," ujarnya seperti dilansir Antara pada Kamis, 29 Agustus 2024. Idealnya, menurut dia, pemerintah menetapkan batas bawah tarif sebesar Rp 10 ribu untuk jarak terdekat, yaitu hingga 4 kilometer. Ada lima tuntutan yang digaungkan para pengemudi ini. Di antaranya, menuntut adanya evaluasi kegiatan bisnis penyedia aplikasi yang tidak adil terhadap mitra pengemudi. Kemudian penghapusan program tarif hemat untuk pengantaran barang dan makanan serta penyeragaman tarif kedua layanan tersebut. Mereka juga menolak program promosi dari pemilik aplikasi yang dibebankan pada pendapatan mitra pengemudi. Tuntutan lain yang tak kalah penting adalah melegalkan ojek online sebagai angkutan publik. (Yetede)

Ekonomi Digital Terjebak DIlema

31 Aug 2024

Setelah pemain on demand service (ODS) menaikkan tarif potongan ke para mitra driver, sejumlah platform e-commerce ikut mengerek tarif komisi ke para seller. Ini dilakukan untuk mengejar para profitabilitas, sebuah visi yang mencuat di era tech winter. Manuver pemain e-commerce itu menambah beban para seller, termasuk pelaku UMKM. Riset Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menyebutkan, jutaan pelaku UMKM memanfaatkan platform online untuk berdagang. Mayoritas mengalami kenaikan omzet begitu berjualan online. Ketahanan ekonomi digital Indonesia juga diuji, jika penaikan tarif malah menggerus penjualan. Sebab, e-commerce adalah salah satu mesin pertumbuhan ekonomi digital. Tahun 2023, berdasarkan riset Google, Temasek, dan Bain& Company, pasar perdagangan onlie atau e-commerce nasional diprediksi tumbuh 7% menjadi US$ 62 miliar dan naik 15%  menjadi US$ 82 miliar tahun 2025. Pada 2030, pasar e-commerce Indonesia bakal menembus US$ 160 miliar, terbesar diantara subsektor ekonomi digital. (Yetede)

United Tractors Mencari Tambang Potensial untuk Diakuisisi

31 Aug 2024

PT United Tractors Tbk (UNTR) menegaskan akan terus mencari tambang potensial untuk diakuisisi, baik didalam maupun di luar negeri. Anak usaha Grup Astra ini mengaku  tengah mencari tambang mineral seperti nikel, emas, tembaga, hingga lithium, yang bisa diakuisisi guna  mendongkrak konstribusi bisnis non-batu bara menjadi 50% dalam lima tahun kedepan. Saat ini, ketergantungan pendapatan perseroan dari bisnis batu bara masih cukup tinggi, mencapai 65% baik dari sketor kontrakstor batu bara maupun pertambangan batu bara. Dan diharapkan dalam lima tahun ke depan, kontribusi dari bisnis batu bara dan non-baru bara menjadi imbang. Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro mengatakan, dalam lima tahun terakhir, United Tractors telah menyusun strategi untuk diverifikasi usaha ke dua sektor, yakni pertambangan mineral (non-batu bara), dan bisnis energi baru terbarukan (EBT) atau rebewables energi. (Yetede)

Daya Beli Kelas Menengah Cenderung Menurun

31 Aug 2024

Pemerintah perlu membuat kebijakan yang memperkuat daya beli kelas menengah di Indonesia, mengingat kontribusinya yang tinggi terhadap perekonomian. Adapun jumlah populasi kelas ekonomi menengah saat ini cenderung menurun yang juga melanda banyak negara di seluruh dunia. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPS, jumlah kelas menengah dan menuju kelas menengah mencakup 66,35% dari total penduduk Indonesia, dengan proporsi konsumsi pengeluaran mencapai 81,49% dari total konsumsi masyarakat. namun posri kelas menengah  mulai mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19, dari 57,33 juta (21,45%) pada 2019. dari 47,85 juta (48,20%) menjadi 137,50 juta (49,22%). "Penguatan daya beli diperlukan tidak hanya untuk kelompok miskin, tapi juga untuk kelas menengah (middle class) dan menuju kelas menengah (aspiring middle class)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Yetede)

BNI Pertahankan Rasio Dividen

31 Aug 2024

PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) memastikan akan memberi nilai tambah kepada para pemegang saham, salah satunya melalui pembayaran dividen. Hingga posisi semester I-2024, rasio kecukupan modal BNI relatif kuat, sehingga perseroan bisa memberikan dividen minimal sama dengan tahun lalu dari sisi rasionya. Direktur keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, apabila riwayat pembayaran dividen bank bersandi saham BBNI ini, pada tahun buku 2021 dividend payout ratio (DPR) yang diberikan sebesar 25%. kemudian secara bertahap terus  meningkat sejalan dengan pertumbuhan kinerja  menjadi 30% pada tahun buku 2022. Berikutnya, pada tahun buku 2023, BBNI kembali mengerek DPR menjadi 50% dari laba bersih yang diperoleh. Novita menjelaskan bahwa dalam mempertimbangkan pembagian dividen, perseroan melakukan evaluasi, utamanya dari sisi kecukupan modal. Hingga posisi Juni 2024, CAR BNI cukup kuat dan sehat berada di level 20,7%, dengan Tier 1 sebesar 19,1%. (Yetede)

Peluang Emas Memburu Saham Berkualitas

30 Aug 2024

Dana asing ( hot money ) yang mengalir deras ke pasar saham membuat rally Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut. Seiring, saham-saham big cap terpantik, cenderung menanjak. Di tengah tren penguatan harga, masih ada sejumlah saham murah meriah berkualitas yang layak ditadah. Kamis (29/9), IHSG sempat menembus level 7.700 secara intraday . Penguatan ini tak bertahan hingga akhir perdagangan. IHSG pun berakhir dengan pelemahan 0,41% ke level 7.627,60. Namun, sepanjang tahun berjalan ini, IHSG menguat 4,88% dengan price to earning ratio (PER) sebesar 12,71 kali. Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG belakangan i dipicu peluang pemangkasan suku bunga. Hal ini membuat asing memburu kembali saham dalam negeri. Head of Equity Trading MNC Sekuritas, Frankie WP menyebut, meskipun kenaikan IDX Value30 sudah cukup tinggi, tetapi masih ada saham-saham di daftar indeks ini yang tergolong undervalue . "Valuasi saham di IDX Value30 masih berpotensi naik lagi menjelang akhir tahun 2024," kata Frankie. 

Untuk memilih saham yang masih murah, dapat cermati prospek kinerja ke depan dan valuasi harganya. Frankie mencontohkan, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dinilai masih undervalue. Terlihat dari ekspansi INKP yang agresif dengan membangun pabrik baru yang akan mendorong kinerjanya ke depan. Dengan raihan laba bersih di semester I-2024 sebesar US$ 278,7 juta, saat ini saham INKP diperdagangkan dengan PER 5 kali. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga terbilang menarik. Emiten Grup Salim ini bakal ketiban berkah dari adanya pelemahan dolar Amerika Serikat. . Sedangkan Adityo menakar sejumlah saham besar yang lajunya masih tertinggal. Contohnya, saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Valuasi saham-saham ini juga masih rendah. Contoh, PER ASII berada di 6,37 kali dan TLKM 12,76 kali.