;

WAWANCARA KHUSUS DUBES RI UNTUK TAKHTA SUCI VATIKAN

Ekonomi Yoga 31 Aug 2024 Kompas (H)
WAWANCARA KHUSUS DUBES RI UNTUK TAKHTA SUCI VATIKAN

Dubes Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono menjelaskan hubungan bilateral Vatikan dan Indonesia dalam wawancara khusus dengan Kompas di Jakarta, Rabu (28/8) sebagai berikut: Isu kemanusiaan menjadi perhatian Vatikan dan Indonesia. Salah satu yang membuat Vatikan kagum dengan Indonesia ialah Pancasila. Itu diakui Vatikan sejak negara itu mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947. Di dalam Pancasila ada nilai-nilai kemanusiaan. Sila kedua Pancasila dengan tegas menyebut: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Indonesia dan Vatikan juga punya semangat yang sama kalau membahas persaudaraan antarmanusia.

Siapa pun dia, dia adalah saudara kita. Tidak peduli agama atau sukunya. Perdamaian juga menjadi perhatian bersama. Vatikan dan Indonesia punya sikap yang sama terhadap perdamaian dunia. Dalam konflik Palestina, contohnya, kedua negara punya sikap yang sama, yaitu two state solution. Bagi Vatikan dan Indonesia, perang tidak menyelesaikan konflik. Perang hanya menghasilkan perang lagi. Nilai persaudaraan dan kerja sama antaragama juga menjadi titik berat Vatikan dan Indonesia. Ini penting karena kita akan saling menghargai agama orang lain sehingga tahu posisi dan sikap masing-masing. Berbeda tidak apa-apa, tetapi tetap saling menerima apa adanya.

Kunjungan Paus ke Indonesia menegaskan penghargaan Takhta Suci Vatikan terhadap Indonesia. Terkait agama yang beragam dan Bhinneka Tunggal Ika, itu yang dihargai oleh Vatikan. Mereka memuji dan menghargai keberagaman dan upaya Indonesia menjalin persatuan. Vatikan kagum, bagaimana mungkin negara yang besar ini, dengan suku dan agama yang berbeda-beda, tetapi tetap bersatu. Salah satu kerja sama yang dilakukan antara Vatikan dan Indonesia adalah upaya untuk menghargai keberagaman tersebut. Ada mahasiswa-mahasiswi lintas agama yang dikirim untuk belajar di Roma menggunakan beasiswa dari Vatikan.

Mahasiswa non-Katolik itu belajar sekaligus memahami apa itu Katolik, siapa itu paus, uskup, dan romo. Selain itu, ada pula pastor-pastor Katolik yang juga belajar tentang Islamologi. WNI di Vatikan adalah biarawan-biarawati. Saya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan mengurusi biarawan-biarawati tersebut. Mereka ada yang menempuh pendidikan, ada yang berkarya. Tak sedikit biarawan-biarawati asal Indonesia yang menjabat sebagai pemimpin kongregasi internasional. Uskup Agung Ende Mgr Budi Kleden SVD, contohnya. Sebelum ditunjuk menjadi uskup, dia adalah pemimpin kongregasi SVD internasional. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :