Beasiswa Vatikan, menjembatani Mahasiswa Lintas Iman
Deni Iskandar (30) tak pernah bermimpi bisa berkuliah sampai Vatikan. Dengan latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan, ia sudah puas meraih gelar sarjana studi agama dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, tiba-tiba, ia ditawari seorang pastor Keuskupan Bogor untuk melanjutkan pendidikan di Vatikan. ”Waktu itu, saya mikirnya, ini tidak mungkin. Siapa saya? Saya enggak pernah terpikir sampai Vatikan, apalagi saya Muslim. Vatikan, kan, pusat Gereja Katolik seluruh dunia. Tapi, saya tersemangati karena banyak orang mendukung saya supaya kuliah di sana,” ujar Deni, Minggu (1/9). Deni merupakan salah satu penerima beasiswa dari Nostra Aetate Foundation, lembaga milik Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, yang mempromosikan dialog antaragama untuk perdamaian melalui pendidikan.
Skripsi Deni berjudul Potret Kebebasan Hak Beribadah Umat Katolik di Labuan, Pandeglang, Banten. Ia memilih tema itu karena kekagumannya terhadap toleransi antarumat beragama di pandeglang, kota sejuta santri. Meski Pandeglang diisi mayoritas umat Muslim, mereka tetap hidup berdampingan dengan umat Katolik. Skripsi itu menjadi faktor dia mendapat beasiswa tersebut. Nilai-nilai toleransi antar umat beragama itu yang kemudian Deni dalami ketika belajar di Pontifical University of Saint Thomas Aquinas-Angelicum dan Pontificia Universitas Gregoriana. Di sana, ia belajar mulai dari Teologi Katolik hingga Ensiklik Gereja Konsili Vatikan II. Ia pun mulai memahami intra-religious dialogue dalam konsep Gereja Katolik.
Kebahagiaan Deni semakin memuncak setelah berhasil bertemu secara langsung dengan Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada 28 Juni 2023. Dewi Kartika Maharani Praswida (28) sejak mengenyam bangku kuliah di Universitas Negeri Semarang di Jateng, pada 2013-2017, sudah aktif dalam dialog lintas agama. Setelah rampung kuliah, pertengahan Maret 2018, ia terpilih untuk mengikuti pertemuan anak muda dari sejumlah negara, Presynode Meeting, di Vatikan. Seluruh delegasi diminta mengumpulkan masukan yang nantinya akan disampaikan dalam Synodal Meeting pada Oktober 2018 dengan para uskup seluruh dunia dan diketuai oleh Paus.
Dewi kemudian mendapatkan informasi seleksi program beasiswa dari Nostra Aetate Foundation dan mengikuti proses seleksinya. Setelah dinyatakan lolos, ia mulai berkuliah di Pontifical University of Saint Thomas Aquinas-Angelicum dan Pontifical Institute for Arabic and Islamic Studies (PISAI), pada Juni 2019. Dewi bersyukur karena sekali waktu diberi kesempatan bertemu secara singkat dengan Paus Fransiskus di Alun-alun Santo Petrus, tepat di depan Basilika Santo Petrus, 2019 silam. Fotonya heboh di media sosial karena Dewi terlihat satu-satunya perempuan berhijab yang bersalaman dengan pemimpin Gereja Katolik Roma tersebut. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023