Daya Beli Masyarakat Semakin Tergerus
Daya beli masyarakat kala kena pukulan bertubi-tubi mulai kuartal IV tahun ini hingga 2025. Ini dikhawatirkan menggerus laju pertumbuhan ekonomi hingga di bawah 5%. Pukulan pertama akan datang dari pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya mulai Oktober 2024, tarif pajak penambahan nilai (PPN) naik menjadi 12% dan cukai minuman berpemanis dalam kemasan rencananya diberlakukan. Saat ini saja, sejumlah indikator menunjukkan daya beli masyarakat melemah. Pada Agustus 2024, deflasi kembali terjadi, yakni 0,03%, melanjutkan tren tiga bulanan sebelumnya. Beberapa ekonom menyebutkan, ini merupakan penanda daya beli melemah, kendati Badan Pusat Statistik (BPS) menilai deflasi dipicu suplai berlebih komoditas pangan. (Yetede)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
25 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023