Ekonomi
( 40460 )BUMN Karya Masih Berpeluang Bersinar
Jelang berakhirnya masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), sejumlah proyek strategis nasional (PSN) belum rampung dituntaskan pemerintah. Salah satu program yang digencarkan di era pemerintahan Jokowi adalah pembangunan infrastruktur.
Saat ini, sedikitnya masih ada 43 proyek PSN yang bakal diwariskan Jokowi kepada pemerintahan baru Presiden terpilih Prabowo Subianto. Kinerja sejumlah emiten BUMN Karya pun jadi sorotan. Contohnya PT PP Tbk (PTPP). Sejak 2020, PTPP memiliki 40 proyek PSN. Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo bilang, total nilai kontrak dari 40 PSN sejak 2020 mencapai Rp 47,5 triliun.
Joko menegaskan, PTPP masih fokus menuntaskan proyek PSN on going. Catatan KONTAN, PTPP menargetkan nilai kontrak baru tahun 2024 sebesar Rp 32 triliun.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas melihat, hingga akhir 2024, kinerja para emiten BUMN Karya juga berpotensi tumbuh. "Jika proyek PSN bisa selesai lebih cepat, emiten bisa dapat efisiensi operasional," tuturnya.
Founder Stocknow.id Hendra Wardana sepakat, peleburan holding BUMN Karya akan mempengaruhi kinerja emiten konstruksi pelat merah ke depannya.
Dia memproyeksi, kinerja BUMN Karya di kuartal III-2024 masih bisa tumbuh positif dibanding semester I-2024. Komitmen pemerintah baru melanjutkan PSN bisa jadi pendorong kinerja emiten BUMN Karya.
Ekspansi Pasar Ekspor: Harapan Bagi Emiten
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) diproyeksi mampu melanjutkan pertumbuhan kinerja, didukung oleh kenaikan harga rata-rata produk atau average selling price (ASP) serta kinerja di pasar ekspor yang bertumbuh. Analis Ciptadana Sekuritas, Putu Cantika Putri mengungkapkan, bisnis domestik emiten konsumer ini tumbuh dua digit pada Agustus 2024, dan bisnis ekspor naik satu digit besar, yang disokong oleh peningkatan harga jual. Hal ini memunculkan optimisme proyeksi penjualan keseluruhan sampai akhir 2024 akan mencapai 10%-12% year on year (yoy). MYOR juga mencatat saluran distribusi, terutama general trade terus berkinerja baik meskipun ada penyesuaian ASP yang lebih tinggi seiring dengan musim masuk sekolah. Pasar ekspor juga menunjukkan pertumbuhan positif.Pasar Thailand pulih setelah penyesuaian inventaris karena perubahan distributor. Kemudian Tiongkok dan Vietnam diuntungkan dari peningkatan permintaan terkait dengan Festival Kue Bulan pada September. Sementara, biaya produksi lainnya tetap stabil dengan harga gandum rata-rata sebesar US$ 5,3 per bushel dan harga CPO diperkirakan akan berkisar sekitar RM 4.500 per ton.
Oleh sebab perkembangan pergerakan harga bahan baku tersebut, MYOR berencana untuk secara bertahap menaikkan harga karena penyesuaian harga sebelumnya diprediksi tidak cukup untuk mempertahankan margin kotor untuk estimasi kuartal III-2024 yang sebesar 26,9%.
Junior Equity Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty Hafiya mengatakan, penyebaran pangsa pasar emiten ini cukup merata, baik di luar negeri maupun dalam negeri. Adapun di dalam negeri hingga kuartal I 2024 mencapai 64%.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo menilai, momentum Pilkada bisa menjadi pendorong kinerja MYOR, karena adanya potensi pertumbuhan daya beli. Tetapi di sisi lain tensi geopolitik juga bisa membuat masyarakat enggan berbelanja.
Putu menaikkan estimasi penjualan sebesar 3,8% YoYmenjadi Rp 35,1 triliun untuk akhir tahun ini dengan asumsi kenaikan ASP sebesar 5%. Kemudian laba bersih diperkirakan mencapai Rp 3,36 triliun pada akhir tahun 2024. Pada 2023 pendapatan MYOR sebesar Rp 31,48 triliun dan laba bersih Rp 3,19 triliun.
Pasar Perbankan Syariah Belum Maksimal
Perkembangan pangsa pasar perbankan syariah di Tanah Air bergerak lelet. Meski mayoritas populasi Indonesia beragama Islam dan regulator terus berupaya mendorong ekosistem syariah, pangsa pasar perbankan syariah hanya naik tipis dalam lima tahun terakhir. Per Juli 2024, pangsa pasar perbankan syariah dari sisi aset baru mencapai 7,26% dari total aset industri perbankan. Angka tersebut hanya naik tipis dari tahun 2020. dengan pangsa pasar sebesar 6,47%. Sedangkan pangsa pasar pembiayaan syariah baru mencapai 7,89% pada Juli 2024. Angka ini naik tipis dari 7,58% pada tahun 2022. Oleh karena itu, regulator dan juga pemain di industri ini perlu bekerja lebih keras lagi untuk melakukan edukasi dan menciptakan produk-produk syariah yang menarik. Agar pangsa pasar meningkat lebih cepat, perbankan syariah harus mampu menumbuhkan kredit jauh lebih tinggi dibanding industri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan syariah per Agustus 2024 tumbuh 11,65% secara tahunan. Pertumbuhannya sudah sedikit lebih baik dari pertumbuhan kredit secara industri, yang hanya mencapai 11,4% pada periode tersebut. Konsultan Ekonomi Syariah sekaligus Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Adiwarman Azwar Karim melihat, ada beberapa penyebab pangsa pasar tak cepat berkembang.
Pertama, beberapa unit usaha syariah (UUS) besar menahan pertumbuhan karena aset sudah hampir mencapai Rp 50 triliun, level yang diwajibkan untuk spin off.
Kedua, pilkada sangat berdampak pada Bank Pembangunan Daerah (BPD). UUS milik BPD mengalami perlambatan ekspansi karena cenderung wait and see.
Romy Buchari, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, melihat kondisi perbankan syariah saat ini lebih baik dibanding lima tahun terakhir. Sebelumnya, pangsa pasar bank syariah terjebak di level 5%.
Adapun aset Maybank Syariah per Juni 2024 tercatat sebesar Rp 41 triliun. Angka ini turun dari Rp 43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, Romy membantah pihaknya sengaja mengerem pertumbuhan aset guna menghindari kewajiban spin off.
Senada,
Corporate Secretary Division Head
Bank Mega Syariah Hanie Dewita optimistis industri perbankan syariah akan tumbuh positif sampai akhir tahun.
Asuransi Properti Jadi Andalan Baru
Bisnis asuransi properti masih tumbuh solid di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat hingga semester I 2024 pendapatan premi dari lini asuransi harta benda ini mampu tumbuh 32,8% secara tahunan menjadi Rp 16,6 triliun. Ketua AAUI Budi Herawan menyebut salah satu penopang pertumbuhan asuransi properti berasal dari segmen komersial. Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa tumbuh 4% sepanjang kuartal II 2024, meningkat dari posisi kuartal sebelumnya yang naik 3,41%. Pada saat yang sama, Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori jual naik 0,32% sepanjang triwulan II 2024, alias tak banyak berubah dari kuartal I. Sejumlah perusahaan asuransi umum pun mencatat kinerja positif pada lini bisnis asuransi harta benda. Hingga Agustus lalu, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia alias Tugu Insurance misalnya mencatat pertumbuhan premi asuransi properti sebesar 112% secara tahunan. Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat mengatakan pendapatan premi asuransi harta benda perusahaannya menembus Rp 2,2 triliun.
Angka tersebut menurutnya melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan.
Dalam mengembangkan bisnis ini, Tugu Insurance memiliki beberapa strategi. Di antaranya terus mengoptimalkan
captive business
di sejumlah sektor andalan sekaligus melakukan penetrasi non-
captive
dengan membangun berbagai kanal distribusi baru. Selain itu, Tugu Insurance juga terus mengembangkan berbagai produk yang kompetitif, agar dapat diterima dan sesuai kebutuhan pasar.
Sementara itu Presiden Direktur PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi pendapatan premi asuransi harta benda perseroan tumbuh 12% hingga Agustus 2024. Premi dari sektor properti komersial menjadi pendorongnya.
Sancoyo bilang, pihaknya optimistis dapat mempertahankan kinerja solid asuransi harta benda sampai dengan akhir tahun 2024. Sampai saat ini, lanjutnya, asuransi harta benda masih selaras dengan target yang ditetapkan perseroan senilai Rp 1 triliun.
INTP Tingkatkan Penjualan Semen di Pasar Domestik
Emiten produsen semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penjualan semen sebanyak 11,9 juta ton hingga bulan Agustus 2024 lalu. Jumlah ini meningkat 10,18% year on year (yoy) dibandingkan periode Januari-Agustus 2023 yang sebesar 10,8 juta ton. Corporate Secretary INTP Dani Handajani mengatakan, realisasi penjualan itu sejalan dengan target yang telah ditetapkan Perusahaan di awal tahun ini. "Indocement berhasil menjual semen sebanyak 11,9 juta ton dengan pangsa pasar mencapai 29,7%," ungkap Dani ke KONTAN, Rabu (2/10). Pertumbuhan penjualan itu turut ditopang oleh penjualan yang dibukukan PT Semen Grobogan. Perusahaan semen tersebut diakuisisi INTP pada Desember 2023 lalu. Semen Grobogan banyak menyumbang penjualan di wilayah Jawa Tengah.
Dengan bergabungnya Semen Grobogan, Manajemen INTP optimistis kinerja penjualan akan terus bertumbuh ke depannya. Dani menuturkan, pertumbuhan penjualan semen masih ditopang konsumsi semen curah.
Terjadi peningkatan signifikan pada komposisi pendapatan produk semen curah, yakni dari 25,4% pada semester I-2023 menjadi 30,6% pada semester I-2024.
Kendati pendapatan meningkat, tapi INTP mengalami penurunan laba bersih sebesar 37,76%
year on year
(yoy), yakni dari Rp 698,43 miliar di paruh pertama 2023 menjadi Rp 434,70 miliar di semester I-2024.
Adapun, terkait belanja modal atau
capital expenditure
(capex) tahun ini, INTP menganggarkan dana sebesar Rp 1 triliun. Adapun, penyerapan capex hingga semester I-2024 sebesar Rp 248 miliar.
Selain itu, Manajemen INTP berharap, kebijakan lanjutan pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dapat menggairahkan sektor properti, sehingga dapat menaikkan penjualan semen.
Di sisi lain, INTP juga berharap, agar pemerintah baru bisa meneruskan program insentif pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor properti. Bukan saja sektor properti, insentif itu juga menjadi salah satu katalis positif bagi industri semen.
Kebijakan Ekonomi Nasional yang Terintegrasi dengan Regulasi Tenaga Kerja Harus
Dalam kurun 2019-2024, pasar tenaga kerja Indonesia bergerak sangat dinamis. Berbagai peristiwa penting mewarnai, seperti pandemi Covid-19 yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja anjlok, berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja beserta peraturan turunannya, ketidakpastian ekonomi global, juga berkembangnya inovasi kecerdasan buatan generatif yang dikhawatirkan menggantikan tenaga kerja manusia. Untuk mengetahui lebih detail kondisi ketenagakerjaan Indonesia beberapa tahun terakhir, Kompas mewawancarai Ida Fauziyah melalui sambungan video, Jumat (27/9/2024), di Jakarta. Berikut petikan dari wawancara yang dilakukan saat Ida Fauziyah masih menjabat Menteri Ketenakerjaan periode 2019-2024. Apa capaian lima tahun terakhir? Selama lima tahun saya menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja, kondisi ketenagakerjaan Indonesia mengalami banyak perkembangan positif, baik secara makro maupun mikro. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2019 tercatat 5,23 persen dan berhasil turun menjadi 4,94 persen pada Februari 2020.
Namun, akibat pandemi Covid-19, TPT naik menjadi 7,07 persen pada Agustus 2020. Setelah melalui berbagai upaya mitigasi, TPT terus membaik hingga pada Februari 2024 mencapai 4,82 persen, yang merupakan TPT terendah sejak era Reformasi. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga menunjukkan perubahan signifikan. Pada akhir 2019, TPAK mencapai 67,53 persen dan meningkat menjadi 69,21 persen pada awal 2020. Namun, pandemi membuat TPAK menurun menjadi 68,08 persen pada 2021. Seiring meredanya pandemi, TPAK kembali stabil, yaitu sebesar 69,80 persen pada 2024. Capaian lainnya adalah perbaikan pada jumlah pekerja formal. Meskipun persentasenya belum kembali ke level sebelum pandemi (42,7 persen), pada 2024 jumlah pekerja formal mencapai 40,83 persen, angka tertinggi setelah pemulihan dari pandemi. Selain itu, angkatan kerja tumbuh rata-rata 2,4 juta orang per tahun selama 10 tahun terakhir, dengan pertumbuhan signifikan pada angkatan kerja berpendidikan SMA, SMK, dan perguruan tinggi. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Kemenaker meluncurkan program prioritas ”Sembilan Lompatan Kemenaker” yang diambil dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional(RPJMN). (Yoga)
Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Dalam lima tahun terakhir, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif atau ekraf Indonesia mengalami perkembangan signifikan meski sempat terhantam keras oleh pandemi Covid-19. Sektor ini mampu bangkit lebih cepat dan bahkan mencatatkan pencapaian yang melampaui ekspektasi. Dengan fokus pada upaya pemulihan, program-program unggulan berhasil mendorong pertumbuhan lapangan kerja dan kontribusi ekonomi yang berarti bagi negara. Bagaimana kinerja Kementerian Pariwisata danEkonomi Kreatif lima tahun terakhir? Berikut petikan wawancara dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta, Kamis (26/9/2024). Apa pencapaian Anda selama menjabat Menparekraf? Seperti yang selalu rutin saya update melalui Weekly Brief With Sandi Uno (WBSU), memang target indikator kinerja utama kita semua tercapai dengan baik. Bersyukur, setelah pandemiCovid-19 kita bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.
Target kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) tahun ini mencapai 14 juta, sementara pergerakan wisnus (wisatawan Nusantara) hingga Juli 2024 sudah mencapai 600 juta, dengan target lebih dari 1 miliar pergerakan wisnus pada akhir tahun. Yang paling menyentuh hati saya adalah terciptanya 4,4 juta lapangan kerja baru pada 2024, setelah lebih dari 5 juta lapangan kerja hilang selama pandemi. Secara agregat, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kini menciptakan 50 juta lapangan kerja. Untuk ekraf, Indonesia kini berada di peringkat tiga besar dunia dalam kontribusi terhadap PDB, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pencapaian nilai tambah sektor ekraf mencapai Rp 1.400 triliun, dengan nilai ekspor melebihi target sebesar 27 miliar dollar AS. Kami juga sangat bangga atas pencapaian dalam Indeks Kepariwisataan Dunia, Indonesia kini berada di peringkat ke-22, mengungguli negara seperti Turki, Belgia, dan Malaysia. Namun, kami harus terus meningkatkan kinerja sektor ini agar pencapaian masa depan semakin baik.
Apa saja program andalan Anda? Bagaimana realisasinya? Kami fokus pada tiga program utama. Pertama, desa wisata yang tumbuh pesat setelah pandemi. Saat ini, ada 6.016 desa wisata di seluruh Nusantara dan dua desa, Penglipuran di Bali serta Nglanggeran di Yogyakarta, telah meraih predikat terbaik dunia. Kedua, program Kaara (KEN), di mana kami mengurasi ribuan event dan memilih 100 event terbaik. Program ini mencakup konser musik, event budaya, olahraga seperti MotoGP, dan MICE (meeting, incentive, convention/conference, and exhibition) yang mampu mendukung pariwisata, termasuk ajang internasional seperti G20 dan ASEAN Summit. Untuk ekonomi kreatif, program Apresiasi Kreatif Indonesia (AKI) sangat dirasakan manfaatnya oleh UMKM. Lebih dari 6.000 UMKM telah dikurasi dan kini banyak yang berhasil mencatatkan produknya, memperoleh hak kekayaan intelektual, serta menembus pasar ekspor. Jadi, tiga program utama yang menurut saya sangat sukses adalah desa wisata, KEN, dan program AKI untuk UMKM. (Yoga)
Banyak Anggota DPR Terafiliasi Bisnis
Investasi besar-besaran AI di Asia Tenggara
Perusahaan teknologi global bakal berinvestasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan di Asia Tenggara. Asia Tenggara menjadi rantai pasok AI Hasil riset Access Partnership memproyeksikan, adopsi teknologi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) dapat memberikan manfaat ekonomi senilai 835 miliar dollar A atau lebih kurang Rp 12.756 triliun pada 2030 d iAsia Tenggara. Angka ini menyumbang 16 persen terhadap produk domestik bruto kawasan pada tahun itu. Proyeksi konsultan kebijakan publik khusus isu teknologi yang berkantor pusat di Inggris itu mensyaratkan pemerintah semua negara Asia Tenggara membangun kebijakan AI. Kebijakan yang dimaksud, antara lain, menyiapkan tenaga kerja siap dan melek AI serta memberikan insentif bagi bisnis untuk mengakselerasi inovasi AI. Prediksi lembaga lainnya juga menyebutkan hal yang sama, Asia Tenggara bakal menjadi tempat investasi AI. Laporan konsultan Kearney menyebutkan, lebih dari 70 persen responden survei lembaga ini melihat AI sebagai hal yang penting bagi masa depan Asia Tenggara.
Kawasan itu juga menunjukkan bahwa adopsi AI perlu dipercepat. Studi mereka mengungkapkan bahwa AI dapat memberikan dampak keseluruhan yang kuat, yaitu peningkatan PDB sebesar 10-18 persen di seluruh Asia Tenggara pada tahun 2030 atau setara dengan nilai hampir 1 triliun dollar AS. Dampak di setiap negara sangat bergantung pada kematangan relatif infrastruktur AI dan kesiapan adopsi oleh negara masing-masing. Terkait dengan prediksi-prediksi itu, negara-negara di Asia Tengara harus bersiap. Beberapa negara di kawasan itu telah menjadi tujuan investasi. Namun, tidak sedikit yang baru sampai tahap pengenalan awal AI. Oleh karena itu, manfaat yang akan diambil oleh beberapa negara menjadi minim. Gugatan lembaga-lembaga konsultan memperlihatkan pasokan sumber daya manusia, infrastruktur, dan juga aturan di negara masing-masing menjadi penyebab mereka tidak banyak menikmati investasi. Indonesia diperkirakan hanya akan menikmati sekitar 3,7 persen dari total alokasi investasi di
kawasan tersebut.
Padahal, apabila melihat sejumlah keputusan perusahaan teknologi di beberapa negara, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand, perusahaan teknologi bakal menjadikan Asia Tenggara sebagai bagian dari rantai pasok AI. Produksi beberapa peralatan dan juga perangkat lunak akan dilakukan di kawasan itu. Jika tidak segera bersiap, Indonesia akan tertinggal dalam rantai pasok AI. Menilik saran-saran dari berbagai lembaga, Indonesia perlu menambah jumlah sumber daya manusia yang berkualifikasi terkait kecerdasan buatan. Pemerintah juga perlu membuat aturan-aturan dan infrastruktur yang mendukung pengembangan AI. Kita belum terlambat, tetapi apabila tidak ada langkah nyata, kita bakal makin tertinggal. (Yoga)
Komitmen Pemerintah Dalam Pengendalian Tembakau Diragukan
Komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak buruk konsumsi produk tembakau diragukan karena batal menaikkan tarif cukai rokok pada 2025. Kenaikan tarif cukai yang diiringi dengan kenaikan harga rokok merupakan strategi yang efektif untuk menekan konsumsi rokok di masyarakat, terutama kelompok masyarakat tidak mampu serta anak dan remaja. Ketua Umum Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Hasbullah Thabrany dalam konferensi pers bertajuk ”Mendukung Kenaikan Tarif Cukai Rokok” menuturkan, kenaikan tarif cukai merupakan keniscayaan dalam upaya pengendalian produk tembakau di masyarakat. Tarif cukai rokok seharusnya terus naik sampai efektif untuk mengendalikan konsumsi tembakau. ”Kenaikan (tarif cukai) 10 persen yang diterapkan sebelumnya masih belum efektif menurunkan konsumsi tembakau pada orang miskin dan anak-anak.
Pemerintah pun sudah berkomitmen menaikkan cukai rokok 10 persen pada 2024 dan tahun berikutnya. Namun, kenapa pada 2025 ini cukai tidak jadi naik?” ujarnya. Mengutip siaran pers dari laman resmi Kementerian Keuangan yang dipublikasi pada 4 November 2022, pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk rokok sebesar 10 persen pada tahun 2023 dan 2024. Dalam rilis itu disebutkan juga, cukai rokok elektrik akan ditingkatkan rata-rata 15 persen dan 6 persen untuk hasil pengolahan hasil tembakau lainnya. Kenaikan ini berlaku setiap tahun dengan kenaikan 15 persen selama lima tahun kedepan. Menurut Hasbullah, rencana pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai pada 2025 menunjukkan ketidakberpihakan pemerintah terhadap masyarakat luas. Sebab keputusan tersebut menguntungkan segelintir kelompok masyarakat, terutama industri tembakau, dan justru mempertaruhkan kepentingan sebagian besar masyarakat dari ancaman produk rokok.
"Seharusnya pemerintah lebih mendengar, mengutamakan dan melindungi 280 juta rakyat dengan mencegah mereka, khususnya anak-anak, agar tidak mudah membeli rokok yang udah dibuktikan secara ilmiah punya efek negatif bagi kesehatan dan ekonomi,” katanya. Rencana pembatalan kenaikan tarif cukai tersebut juga dipertanyakan oleh Founder & Chief Executive Officer Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Diah Satyani Saminarsih. Menurut dia, keputusan untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok tidak sejalan dengan kebijakan dan target pemerintah dalam menekan konsumsi rokok di Indonesia, terutama pada anak-anak dan masyarakat tidak mampu. Keputusan ini juga bertentangan dengan target untuk menurunkan angka penyakit tidak menular yang sebagian besar terkait dengan rokok serta penyakit menular, seperti tuberkulosis, yang juga dipengaruhi oleh kebiasaan merokok. Akibatnya, beban biaya kesehatan yang harus dikeluarkan pemerintah semakin besar. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









