Ekonomi
( 40733 )Jokowi dan Prabowo Bahas Transisi Pemerintahan yang Mulus
Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto bertemu dalam agenda makan malam di Senayan, Jakarta, pada Selasa malam (8/10). Pertemuan ini terjadi hanya 12 hari sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, memunculkan spekulasi tentang materi diskusi mereka. Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menyebut pertemuan tersebut membahas program-program unggulan pemerintah yang akan diteruskan oleh Prabowo. Ari menganggap pertemuan ini sebagai contoh transisi pemerintahan yang baik, di mana Jokowi berbagi pengalaman dan pandangan terkait tantangan yang akan dihadapi.
Pengamat politik, Ujang Komarudin, menyatakan bahwa pertemuan tersebut mencerminkan sinergi antara kedua tokoh dalam menjaga transisi pemerintahan yang positif. Ujang menilai pertemuan ini menunjukkan kekompakan, semangat persahabatan, persatuan, dan gotong royong demi keberlanjutan pembangunan Indonesia.
Kebijakan SRBI Memengaruhi Likuiditas Perbankan
Belanja Hiburan Naik di Tengah Lesunya Daya Beli
Emiten Bernilai: Menilai Peluang Cuan di Pasar Saham
Fluktuasi Harga Komoditas Masih Berlanjut
Penurunan Suku Bunga Mendongkrak Kinerja PWON
Bank Digital Afrika Membidik Pasar UMKM Indonesia
Dampak Perang Timur Tengah Menggerus Bisnis Global
CLEO Memanfaatkan Peluang di Bisnis Air Minum
Indonesia Mendorong Anggota Asean Mempercepat Transformasi Energi yang Ramah Lingkungan
Indonesia mendorong agar negara-negara anggota Asean mempercepat transformasi energi yang ramah lingkungan, karena pesatnya investasi hijau dalam satu tahun terakhir. Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menghadiri Forum Khusus ASEAN-Indo Pasifik 2024 (AIPF) di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024), Wapres menyampaikan pentingnya mempercepat peralihan menuju ekonomi ramah lingkungan di kawasan, terlebih saat ini terdapat berbagai tantangan seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.
"Asean perlu mengintegrasikan inovasi lingkungan dengan transformasi digital untuk mendukung investasi dan sektor keuangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan transisi energi melalui teknologi bersih dan energi terbarukan," kata Ma'ruf Amin. Menurut Wapres, penanaman modal pada sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan mengalami peningkatan satu tahun belakangan. Investasi hijau di Asean tercatat mencapai US$ 6,3 miliar, atau meningkat 20% pada 2023. Untuk itu, Wapres menilai kawasan Indo-Pasifik adalah wilayah strategi bagi ekonomi global, mencakup negara-negara besar termasuk negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Kawasan ini memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB dunia yang menjadi pusat perdagangan hampir setengah abad dari total perdagangan internasional. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









