Dampak Perang Timur Tengah Menggerus Bisnis Global
Konflik yang memanas di Timur Tengah memberikan dampak negatif pada bisnis asuransi marine cargo di Indonesia. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI), melalui Wakil Presiden Direktur Nico Prawiro, mengakui bahwa konflik ini menghambat arus barang dan menurunkan daya beli masyarakat. Ditambah lagi, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS meningkatkan harga barang impor, sehingga permintaan menurun. Nico berharap industri domestik semakin kuat untuk mendukung arus perdagangan dalam negeri.
Linggawati Tok, Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI), menyatakan bahwa konflik Timur Tengah mempengaruhi permintaan produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit dan kopi, karena pengiriman barang melalui wilayah tersebut sangat terhambat. Sebagai solusi, GEGI mengalihkan fokus ke pasar domestik dan ekspor ke kawasan Asia Pasifik, Amerika, dan Eropa, dengan pendapatan premi marine cargo yang tumbuh 36% hingga mencapai Rp 94 miliar per September 2024.
Hasudungan Sianipar, Kepala Divisi Marine & Aviation PT Asuransi Central Asia (ACA), menyebutkan bahwa ACA kini lebih fokus pada pengiriman domestik karena risiko pengiriman ke Timur Tengah yang tinggi. ACA meraih pendapatan premi sebesar Rp 114 miliar hingga Agustus 2024, dari pasar marine cargo dalam negeri yang lebih aman.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023