;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Mimpi Indonesia Menjadi Jawara Global dengan Transformasi Sektor Perikanan

05 Oct 2024
Sektor kelautan dan perikanan diproyeksikan bakal menjadi penyumbang utama ketahanan pangan masa depan sejalan dengan kebutuhan pangan dan protein penduduk dunia yang terus meningkat. Dengan dua pertiga wilayahnya berupa lautan, Indonesia berpotensi besar menyediakan kebutuhan protein dan pangan global dari sumber daya perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan perikanan budidaya sebagai andalan pangan di masa depan serta menjadi substitusi atas hasil tangkapan ikan. Perikanan tangkap secara bertahap dikurangi untuk bergeser ke perikanan budidaya. Kesiapan ekosistem budidaya kini masih menjadi pekerjaan rumah, antara lain mencakup ketersediaan benih dan pakan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, upaya membangkitkan sektor kelautan dan perikanan perlu memprioritaskan komoditas unggulan dan bisa dikuasai. Namun, keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan ketahanan ekologi perlu dijaga Untuk mengetahui lebih dalam evaluasi dan kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan selama empat tahun terakhir, berikut wawancara khusus Kompas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Senin (23/9/2024). Apa yang menjadi target besar Kementerian Kelautan dan Perikanan? Mimpi kami, pertama, Indonesia memiliki kekuatan dan menjadi jawara di sektor perikanan budidaya, sebagai bagian dari kesejahteraan bangsa.

Perikanan budidaya memiliki ketertelusuran yang baik dalam komposisi dan kandungan serta tidak ada kandungan merkuri dan mikroplastik.Tetapi,terus terang Indonesia masih ketinggalan dalam perikanan budidaya. Kita tidak bisa bandingkan dengan China dan Jepang yang luar biasa. Dengan Vietnam saja kalah. Padahal, pasar perikanan dunia sangat besar dengan nilai lebih dari 280 miliar dollar AS. Kalau kontribusi pasar perikanan budidaya Indonesia hanya 5 miliar-6 miliar dollar AS, ini masih kecil. Ada lima komoditas yang kita desain menjadi unggulan, yakni udang, lobster, tilapia (nila), kepiting, dan rumput laut. Lima komoditas ini punya nilai yang begitu besar di pasar dunia. Di dalam negeri, pasar kita juga cukup kuat, dengan kebutuhan konsumsi lebih kurang 12 juta ton per tahun. Pasar ini harusnya juga kita bisa kelola dengan baik. (Yoga)

Deflasi Melemahkan kondisi perekonomian

05 Oct 2024
Gejala atas kondisi yang tak baik, sesamar apa pun, mesti dicermati dan diperbaiki. Hal ini termasuk deflasi yang bisa mengarah pada pelemahan kondisi perekonomian. Bagi sebagian masyarakat yang gemar berbelanja, penurunan harga barang bagaikan angin segar. Barang yang disasar serasa memanggil-manggil agar segera dibeli. Mengutip artikel di Forum Ekonomi Dunia dan Forbes, deflasi kerap kali terdengar dan terkesan baik. Sebab, harga yang turun kerap dimaknai memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk membeli barang. Akan tetapi, deflasi bisa mempertajam pelemahan ekonomi. Mengapa? Sebab, penurunan harga yang berlangsung secara terus-menerus membuat masyarakat memiliki ekspektasi lebih jauh, yakni harga barang akan turun lagi atau harga barang lain ikut turun. Lantas, masyarakat menunda ber- belanja. Jika terjadi terus-menerus, barang tidak terserap pasar.

Lebih lanjut, permintaan atas barang merosot. Akibatnya, produsen memperlambat roda produksi untuk mengurangi produksi barang. Jika hal ini terjadi, pendapatan anjlok sehingga biaya produksi mesti ditekan, antara lain dengan mengurangi jumlah pekerja. Jumlah penganggur bertambah. Hal ini kerap disebut sebagai jebakan deflasi. Deflasi terjadi saat inflasi berbalik menjadi negatif, yang mengindikasikan penurunan harga rata-rata barang dan jasa selama periode tertentu. Dalam jangka pendek, deflasi bisa memicu deflasi lebih lanjut. Indonesia, pada Mei-September 2024, mengalami deflasi bulanan. Meski demikian, secara tahunan pada September 2024 masih tercatat inflasi 1,84 persen. Sejumlah ekonom menyampaikan kekhawatiran perihal deflasi ini, yakni keterbatasan dana masyarakat untuk berbelanja atau membeli barang. Akibatnya, barang tak terserap dan pasokan berlebih. Harga barang pun turun.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, deflasi disebabkan pasokan barang pangan yang berlimpah. Masyarakat yang mengurangi belanja atau tak berbelanja mesti ditelisik penyebab dan dampaknya. Belanja atau konsumsi masyarakat berperan 52-54 persen terhadap produk domestik bruto. Maka, belanja masyarakat yang berkurang akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Adapun penyebabnya mesti ditelisik agar bisa ditangani secara lebih menyeluruh. Solusi untuk menopang belanja masyarakat berupa bantuan sosial hanya bisa sementara. Harus ada solusi yang lebih fundamental dan berkelanjutan. Jika disederhanakan, masyarakat akan berbelanja jika barang tersedia, harganya terjangkau, dan memiliki dana untuk dibelanjakan. (Yoga)

Akses Pengobatan yang Terjangkau bagi Pasien HIV

05 Oct 2024
Kelompok masyarakat sipil, termasuk orang dengan HIV, mendorong produksi generik dan akses yang terjangkau dalam pengobatan HIV, khususnya penyediaan obat lenacapavir. Produksi generik dan akses terjangkau obat lenacapavir ini sangat penting karena pasien HIV membutuhkan obat antiretroviral yang harus dikonsumsi setiap hari. Upaya mendorong produksi generik dan akses pengobatan HIV yang terjangkau dilakukan kelompok masyarakat sipil dengan mengajukan permohonan banding atas pemberian paten obat lenacapavir ke Komisi Banding Paten Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Banding paten ini sudah diajukan sejak 2023 dan sidang selanjutnya dijadwalkan pada Selasa, 8 Oktober 2024.

Lenacapavir adalah obat antiretroviral (ARV) generasi baru dengan cara kerja longacting (jangka panjang) atau tidak perlu dikonsumsi setiap hari. Obat ini didaftarkan patennya di Kemenkumham oleh perusahaan farmasi global Gilead Sciences di Indonesia. Peneliti Senior Indonesia lobal Justice (IGJ) Lutfiyah Hanim menyampaikan, banding paten yang dilakukan kelompok masyarakat sipil ini sangat penting untuk memastikan adanya akses pengobatan HIV bagi masyarakat secara generik dan terjangkau. ”Pengobatan HIV di Indonesia sebenarnya dimasukkan ke dalam program di mana orang dengan HIV mendapatkan obat secara gratis dari pemerintah. Namun, berdasarkan pengalaman kami, akan semakin banyak pasien yang di-cover jika harga obat semakin terjangkau,” ujar Hanim dalam konferensi pers secara daring, Jumat (4/10/2024).

Banding paten obat lenacapavir sangat penting karena selama ini banyak perusahaan farmasi besar berupaya mematenkan obat tersebut. Padahal Hanim menilai lenacapavir bukanlah obat yang bisa dipatenkan karena tidak memiliki kebaruan. Paten ini juga akan mempersulit sebuah perusahaan memproduksi lenacapavir secara generik. Menurut Hanim, perusahaan pemilik paten lenacapavir telah mengajukan paten di banyak negara, seperti India dan Vietnam. Pengajuan banding paten tidak hanya dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil di Indonesia, tetapi juga banyak negara, termasuk India. (Yoga)

Membenahi Tata Kelola Bursa Karbon

04 Oct 2024

Memasuki tahun pertama operasinya, Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) telah membukukan pencapaian yang cukup baik, namun masih jauh dari potensinya. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman tetap optimis, meskipun transaksi karbon IDX Carbon hingga Agustus 2024 hanya mencapai Rp6,14 miliar, jauh lebih rendah dari 2023 yang sebesar Rp30,9 miliar. Iman menyebut IDX Carbon masih lebih baik dibandingkan bursa karbon di Malaysia dan Jepang, serta berencana menambah jumlah partisipan dan meningkatkan likuiditas pasar melalui edukasi dan koordinasi dengan OJK dan kementerian terkait.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, juga melihat potensi IDX Carbon yang besar, terutama dengan adanya ribuan calon partisipan terdaftar di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI). Ia menekankan pentingnya penguatan regulasi untuk meningkatkan volume transaksi karbon.

Namun, pengamat pasar modal Teguh Hidayat dan Guru Besar FEB UI Budi Frensidy mengkritik lambatnya pertumbuhan IDX Carbon akibat kurangnya ketegasan pemerintah untuk mewajibkan korporasi membeli kredit karbon. Budi menilai BEI perlu lebih aktif melakukan sosialisasi mengenai aturan karbon dan proses verifikasi emisi. Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association, Hendra Sinadia, menambahkan bahwa Bursa Karbon adalah opsi positif bagi sektor usaha, terutama pertambangan, dalam dekarbonisasi, namun masih membutuhkan kepastian dan sosialisasi terkait pajak karbon dari pemerintah.

Pemerintah Ajak Jepang Kelola Bandara di IKN

04 Oct 2024

Kementerian Perhubungan sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan Jepang untuk pengelolaan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Bandara Sepinggan) di Balikpapan serta Bandara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengungkapkan bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah bertemu dengan pejabat Jepang untuk membahas kerja sama ini sebagai bagian dari upaya menarik investor untuk IKN Nusantara. Meski pertemuan masih dalam tahap awal, Jepang menunjukkan ketertarikannya dalam pembangunan dan pengoperasian beberapa bandara di Indonesia.

Budi Karya juga menyatakan bahwa pemerintah berencana melelang pengelolaan Bandara IKN Nusantara kepada entitas asing melalui skema kerja sama pemerintah-badan usaha (KPBU) setelah pembangunan rampung. Di sisi lain, Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menegaskan kesiapan perusahaannya untuk mengelola Bandara IKN Nusantara dengan menerapkan konsep multi-airport system, apabila diminta oleh pemerintah.

Investasi Primadona di Jawa Tengah

04 Oct 2024

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) telah berkembang menjadi pusat investasi asing yang signifikan di Jawa Tengah, menarik perhatian berbagai investor yang merelokasi produksi mereka ke Indonesia. Direktur KITB, Ngurah Wirawan, melaporkan bahwa investasi di kawasan ini mencapai Rp16 triliun, sebagian besar dari penanaman modal asing (PMA), termasuk perusahaan besar seperti KCC Glass dari Korea Selatan dan Orbia Building & Infrastructure (Wavin).

Fasilitas Wavin yang baru diresmikan, dengan investasi Rp825 miliar, berperan dalam mendukung infrastruktur sanitasi berkelanjutan di Indonesia dan Asia Pasifik. Executive Vice President Orbia, Freek Crum, menyatakan bahwa produksi di KITB memberikan keuntungan strategis bagi perusahaan untuk memasarkan produk berkualitas di Asia Tenggara hingga Australia.

Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani optimis bahwa kehadiran perusahaan seperti Orbia dan KCC Glass, yang fokus pada ekspor, akan membuka peluang kerja sama baru, mendukung perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja. KCC Glass, yang berkomitmen untuk menambah investasi hingga Rp12 triliun, diproyeksikan akan mengekspor 80% produknya, memperkuat posisi KITB sebagai pusat produksi berorientasi ekspor.

Apple Ajukan Syarat Khusus untuk Investasi

04 Oct 2024

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa Apple mengajukan syarat cukup berat untuk membangun pabrik di Indonesia, termasuk permintaan tax holiday selama 50 tahun—mirip dengan insentif yang diberikan oleh Vietnam. Menurut Budi, jika pemerintah mengabulkan permintaan tersebut, perusahaan teknologi asing lain mungkin juga akan meminta insentif serupa, yang bisa menimbulkan beban tambahan.

Saat ini, investasi Apple di Indonesia terbatas pada empat Apple Developer Academy di Jakarta, Surabaya, Batam, dan Bali, dengan nilai sekitar Rp1,6 triliun. Investasi ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan komitmen Apple di Vietnam sebesar Rp256,22 triliun, yang menciptakan sekitar 200.000 lapangan kerja, serta di Singapura senilai Rp4 triliun. Pemerintah Indonesia masih mempertimbangkan kebijakan insentif untuk menarik investasi Apple, mengingat kebijakan harus seimbang dengan kepentingan nasional.

Kredit Nganggur Naik: Tanda Ekonomi Bermasalah

04 Oct 2024

Fasilitas kredit yang belum dicairkan debitur di perbankan atau undisbursed loan terus meningkat sampai dengan kuartal III-2024. Penurunan daya beli masyarakat membuat pengusaha menahan diri untuk menarik fasilitas kreditnya. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total undisbursed loan bank umum per Juli mencapai Rp 2.158,2 triliun. Angka ini meningkat 6,89% secara tahunan dan secara bulanan naik 0,28%. Jika dirinci, kredit menganggur di bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turun 1,47% secara tahunan menjadi Rp 408,14 triliun, dan hanya naik 1,63% secara bulanan. Sedangkan undisbursed loan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) naik 15,92% secara tahunan menjadi Rp 31,39 triliun dan di bank swasta nasional naik 13,97% menjadi Rp 1.442,36 triliun. BCA juga mencatat kenaikan undisbursed loan 11,19% jadi Rp 405,04 triliun. Tapi, total kredit bank ini tumbuh 16%. "Kenaikan ini dikarenakan meningkatnya pembiayaan di semua segmen," kata Hera F Haryn, EVP Corporate Communication BCA, kemarin. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kebanyakan kredit menganggur berasal dari debitur segmen usaha kecil menengah (UKM), korporasi dan komersial. Namun, Lani menyebut peningkatan kredit menganggur di CIMB Niaga tak terlalu besar karena perseroan ini memang selektif menyalurkan kredit. Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi juga menjelaskan, peningkatan kredit menganggur terjadi karena pelaku usaha berhati-hati menggunakan fasilitas kredit. 

"Pelaku usaha memperhatikan perkembangan daya beli masyarakat, perekonomian, juga kondisi ekonomi dari negara-negara mitra usaha," kata dia. Pengamat Perbankan Arianto Muditomo menilai, meningkatnya kredit menganggur berkaitan dengan pelemahan daya beli dan tren deflasi secara beruntun. Indonesia memang tengah mengalami deflasi lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024. Deflasi beruntun tersebut merupakan pertama kali terjadi sejak 1999. Di sisi lain, kredit perbankan per Agustus 2024 tumbuh sebesar 11,4% secara tahunan. Didiet menilai, pertumbuhan outstanding kredit maupun undisbursed loan menunjukkan adanya keinginan pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan. Namun, pelaku usaha menunda merealisasikan penggunaan kredit. Edi Masrianto, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim menyebut, undisbursed loan di Bank Jatim naik karena deflasi yang terjadi antara bulan Mei-September 2024 ini. Tapi, Edi menilai, fasilitas kredit di Bank Jatim relatif sudah digunakan debitur. Ini dapat dilihat dari pertumbuhan kredit secara bulanan menjadi Rp 1,2 triliun.

Prabowo Pertimbangkan Perubahan Asumsi Makro 2025

04 Oct 2024

Presiden terpilih Prabowo Subianto membuka peluang untuk mengubah anggaran tahun pertamanya melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2025. Ini dilakukan untuk mengantisipasi fluktuasi harga minyak yang berpotensi merangkak. Harga minyak mentah jenis Brent pada Kamis (3/10) pukul 20.25 berada pada level US$ 75,61 per barel, naik dibanding hari sebelumnya yang berada pada level US$ 74,67 per barel. Kenaikan harga minyak jenis ini, dipicu oleh konflik Timur Tengah dan terjadi sejak 27 September 2024 lalu. Meski memang, level harga Brent tersebut masih di bawah outlook harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) 2024 dan masih di bawah target dalam APBN 2025 masing-masing sebesar US$ 82 per barel. Meski begitu, Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN Fanta) Prabowo-Gibran, Anggawira mengatakan, pemerintahan baru kemungkinan akan merevisi asumsi harga minyak dalam APBN 2025 melalui APBN-P dengan proyeksi lebih realistis. "Ini penting untuk menjaga akurasi perhitungan belanja negara, terutama terkait subsidi energi," kata Anggawira kepada KONTAN, kemarin. Jika konflik Timur Tengah terus bereskalasi, harga minyak berpotensi naik lebih tinggi dari perkiraan. "Beberapa analis memperkirakan harga bisa mencapai US$ 85 hingga US$ 90 jika situasi memburuk dan pasokan terganggu lebih parah," tambahnya. Di sisi lain, pemerintahan Prabowo juga kemungkinan mengubah skema subsidi energi dari yang saat ini diterapkan menjadi pemberian bantuan langsung tunai (BLT). Anggawira bilang, hal ini akan dilakukan juga untuk meringankan beban APBN saat harga minyak naik. 

Tak hanya itu, ada asumsi makro lainnya turut dipertimbangkan, yakni nilai tukar rupiah. Pasalnya, kurs terus bergerak melemah. Rupiah di pasar spot kemarin, berada level Rp 15.404 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,88% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Awalil Rizky, Ekonom Bright Institute menilai, harga minyak mentah dunia berpotensi meningkat. Namun, akan tergantung pada perkembangan perkembangan konflik Timur Tengah. Hitungannya, batas aman ICP yakni sebesar US$ 85 per barel. Berdasarkan tabel Sensitivitas APBN 2024 terhadap Perubahan Asumsi Dasar Ekonomi Makro, setiap kenaikan ICP US$ per barel maka ada tambahan defisit anggaran sebesar Rp 6,5 triliun. Dengan demikian, jika ICP meningkat ke level US$ 65 per barel maka akan menambah defisit anggaran Rp 19,5 triliun. Sementara berdasarkan tabel Sensitivitas APBN 2024, setiap kenaikan ICP US$ 1 per barel maka akan menambah defisit Rp 6,9 triliun. Artinya, jika ICP tahun depan juga naik ke level US$ 85 per barel maka defisit anggaran 2025 akan bertambah Rp 20,7 triliun.

Emiten Kurang Menarik di Tengah Deflasi

04 Oct 2024

Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali turun atau mengalami deflasi selama lima bulan beruntun. Ini menjadi yang terparah setelah tahun 1999. Bank Indonesia (BI) melaporkan pada September 2024 terjadi deflasi sebesar 0,12% secara bulanan. Laju deflasi itu lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus di angka 0,03% secara bulanan. Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Vinko Satrio Pekerti menganalisa, deflasi yang terjadi selama lima bulan beruntun, menunjukkan tren pelemahan daya beli konsumen. Kondisi itu bisa berdampak negatif pada pendapatan sejumlah emiten. Terutama, emiten di sektor konsumsi, seperti consumer goods dan ritel. Ini menjadi hambatan perusahaan untuk mempertahankan marjin keuntungannya. "Kami memandang emiten di sektor-sektor yang sensitif terhadap permintaan domestik, kemungkinan pendapatannya akan turun di kuartal III-2024," kata Vinko kepada KONTAN, Kamis (3/10). Emiten barang konsumsi seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) atau PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), berpeluang merasakan dampak penurunan permintaan domestik. Senasib, emiten saham di sektor otomotif dan properti, semisal PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), bakal terkena getah deflasi. Pendapatan emiten bisa turun. 

Dus, saham-saham di sektor tersebut bisa mengalami volatilitas tinggi dan cenderung bearish. Sektor perbankan justru akan diuntungkan deflasi. Tren deflasi akan mendorong BI terus memangkas suku bunga acuan. Sedangkan sektor utilitas dan infrastruktur lebih defensif dan tidak terlalu bergantung siklus ekonomi. Senior Research Analyst BNI Sekuritas, Patricia Gabriela melihat, penjualan emiten barang konsumsi tumbuh kuat di kuartal III-2024, meski ada deflasi selama 5 bulan. Ini sejalan meningkatnya data retail sales index (RSI). Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menimpali, deflasi dapat memengaruhi pendapatan serta laba emiten. Sektor-sektor yang bergantung pada konsumsi seperti ritel serta makanan dan minuman, akan menghadapi tekanan pertumbuhan pendapatan akibat penurunan harga. Namun, penurunan suku bunga BI pada September lalu berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat. Ini bisa mendukung pemulihan konsumsi menjelang akhir tahun. "Biasanya ada lonjakan belanja pada saat perayaan Natal dan liburan tahun baru," kata Hendra.