;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Keuntungan Kebijakan Antidumping Menutup Tahun

08 Oct 2024

Penerapan Bea Masuk Antidumping (BMAD) pada produk impor Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) dari China dan Malaysia dipandang akan menguntungkan industri dalam negeri, terutama bagi produsen plastik. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, menyatakan bahwa kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 60/2024 ini akan mulai berdampak signifikan pada November atau Desember, seiring habisnya stok impor lama yang belum terkena BMAD.

Fajar menilai, kebijakan ini akan membantu industri plastik BOPP dalam negeri yang selama ini merugi akibat banjir produk impor murah dari China dan Malaysia. Tarif antidumping yang dikenakan berkisar 6,36% hingga 18,60% tergantung produsennya, dan diharapkan akan meningkatkan utilitas produksi BOPP dalam negeri dari 50% menuju idealnya di atas 65%.

Di sisi lain, beberapa industri, terutama makanan dan minuman, sedikit keberatan karena tarif baru ini dapat menaikkan biaya komponen produksi. Namun, Fajar optimistis dampaknya tidak akan terlalu menekan industri pengguna secara signifikan. Hasil penyelidikan Komite Anti Dumping Indonesia mendukung langkah ini karena ditemukan bahwa dumping produk BOPP dari kedua negara tersebut memang telah merugikan industri domestik, sehingga langkah antidumping ini dianggap sebagai kebijakan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan industri nasional.

GIAA Terpicu oleh Persaingan dengan BBN Airlines

08 Oct 2024

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra, menyambut positif kehadiran maskapai baru, BBN Airlines Indonesia, yang mulai melayani rute penerbangan domestik di Indonesia. Menurut Irfan, kehadiran BBN Airlines akan meningkatkan persaingan sehat dalam industri penerbangan, yang diharapkan mendorong Garuda untuk terus memperbaiki kinerjanya.

Irfan juga optimis mengenai prospek industri penerbangan di Indonesia yang didukung oleh pertumbuhan pariwisata dan program strategis pemerintah untuk meningkatkan mobilitas masyarakat melalui transportasi udara. Garuda Indonesia berupaya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat profitabilitas perusahaan dan menjaga kinerja positif hingga akhir 2024 dengan mengoptimalkan jaringan penerbangan dan meningkatkan lini bisnis tambahan (ancillary revenue).

BBN Airlines Indonesia, didirikan pada 2022 oleh Avia Solutions Group, berbasis di Dublin, Irlandia. Maskapai ini melayani tiga rute utama: Jakarta–Surabaya, Jakarta–Balikpapan, dan Jakarta–Denpasar, dengan armada global sebanyak 199 pesawat yang dimiliki Avia Solutions Group.

Optimalisasi Ekonomi Syariah untuk Kemajuan Riau 2024

08 Oct 2024

Ekonomi syariah di Riau menunjukkan potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Aang Ananda Suherman, Kepala Kantor Perwakilan Bisnis Indonesia Pekanbaru, menekankan pentingnya ekonomi syariah yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan UMKM dan pesantren.

Provinsi Riau, dengan mayoritas penduduk muslim, memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis syariah. Kepala Biro Perekonomian Provinsi Riau, Alzuhra Dini Alinoni, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung industri halal, termasuk melalui konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). BRKS berperan penting dalam mendukung perbankan syariah dan program ekonomi syariah di Riau.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Riau, Panji Achmad, menyampaikan bahwa BI telah menginisiasi berbagai program untuk memperkuat ekonomi syariah di Riau. Empat program utama tersebut mencakup pengembangan rantai nilai halal, penguatan keuangan syariah melalui optimalisasi dana Ziswaf, peningkatan literasi dan inklusi syariah, serta penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung ekonomi pesantren.

Inisiatif seperti program Jelajah Ekonomi Syariah oleh Bank Indonesia bersama Bisnis Indonesia diharapkan dapat meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat Riau dan mendorong partisipasi aktif berbagai pihak.

Penjualan iPhone 16 Tersendat Aturan TKDN

08 Oct 2024

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan syarat bagi Apple agar dapat menjual iPhone 16 series di Indonesia, yakni dengan memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) melalui pembangunan Apple Developer Academy. Menurut juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, sertifikasi TKDN akan diberikan jika Apple merealisasikan investasi ini di Tanah Air. Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook telah mengumumkan rencana peningkatan investasi di Indonesia dengan membangun program pengembangan talenta IT di Bali.

Saat ini, Apple memiliki empat akademi di Indonesia, yaitu di Jakarta, Surabaya, Batam, dan Denpasar, dengan total investasi mencapai Rp1,6 triliun. Meskipun demikian, iPhone 16 series masih dianggap ilegal di Indonesia karena sertifikasi TKDN-nya belum selesai diproses. Kemenperin menegaskan bahwa setiap perangkat telematika, termasuk handphone yang menggunakan frekuensi publik, wajib memiliki sertifikasi TKDN untuk dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia.

Suku Bunga Deposito Mulai Melandai

08 Oct 2024

Perbankan mulai merespons penurunan suku bunga acuan demi mengurangi beban bunga dan menaikkan margin. Berdasarkan penelusuran KONTAN, beberapa bank yang telah memangkas bunga deposito di awal bulan ini. Salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang memangkas bunga deposito sebesar 25 basis poin (bps) untuk deposito tenor tiga bulan. Bunga dipangkas dari 3,25% menjadi 3% per 1 Oktober. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas, situasi pasar, serta suku bunga acuan Bank Indonesia. Suku bunga deposito rupiah BCA saat ini bervariasi. Bunga deposito di bank milik Grup Djarum ini paling tinggi mencapai 3,25% per tahun, sedangkan bunga terendah sebesar 2% per tahun. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) juga telah menyesuaikan bunga yang diberikan ke deposan dengan besaran antara 25-50 bps, tergantung nilai dana yang disimpan dan tenor yang dipilih. "Di awal Oktober 2024 ini, bunga deposito di Bank BJB mulai dari 3,5% hingga 5%," kata Yuddy Renaldi, Direktur Utama BJB. Di sisi lain, BJBR menjaga agar DPK tumbuh pada level yang optimal, sehingga tidak meningkatkan biaya dana. "Strategi dalam mengoptimalkan DPK dengan menjaga loan to deposit ratio (LDR), mengelola ekosistem keuangan, menjaga manajemen aset dan liabilitas," papar Yuddy.

"Selain mempertimbangkan tren penurunan bunga, Bank Mandiri juga mengamati perkembangan suku bunga, kondisi likuiditas perbankan dalam penentuan suku bunga yang akan ditawarkan, dan strategi biaya dana," ujar Evi Dempowati, SVP Retail Deposit Product and Solution Bank Mandiri. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga tak mau ketinggalan. Direktur SME & Retail Funding BTN Muhammad Iqbal menuturkan, BTN mengikuti perkembangan suku bunga acuan. Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menilai, penurunan bunga akan membuat nasabah mempertimbangkan instrumen investasi lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Menurut dia, deposito masih akan menarik bagi nasabah yang mencari keamanan dan stabilitas. Sekadar info, perbankan masih tampak mengerek bunga simpanan hingga Agustus 2024. Berdasarkan data Bank Indonesia, suku bunga simpanan pada Juli 2024 pada tenor satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan, masing-masing berada di 4,75%, 5,41%, 5,44% dan 5,87%.

Stimulus Ganda untuk Meningkatkan Daya Beli Konsumen

08 Oct 2024

Tingkat deflasi selama lima bulan beruntun pada tahun ini mengindikasikan daya beli masyarakat lunglai. Karena itu, pemerintah perlu menyuntikkan stimulus untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengalami deflasi selama lima bulan terakhir, sejak Mei yang tercatat 0,03% month to month (mtm) per September sebesar 0,12% mtm. Alhasil, inflasi tahunan bulan lalu mendekati batas bawah target, yakni 1,84% year-on-year (yoy). Bahkan, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) memperkirakan, deflasi bakal berlanjut hingga bulan ini dengan proyeksi 0,1% mtm dan inflasi tahunan di kisaran 1,5%-2% yoy. 

Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menilai, fenomena deflasi perlu dikaji dari dua sudut pandang ekonomi, yaitu sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi permintaan, indikator ekonomi menunjukkan daya beli masyarakat sedang menurun. Salah satunya karena menurunnya kelas menengah. Sebelumnya, LPEM UI mencatat bahwa lebih dari 8,5 juta penduduk Indonesia turun kelas sejak tahun 2018. Sedangkan dari sisi penawaran, data ekonomi menunjukkan adanya tekanan. 

Beberapa di antaranya, Purchase Manager's Index (PMI), yang terus menurun sejak April 2024 dan terkontraksi sejak Juli 2024. Menurut dia, setidaknya pemerintah harus mengeluarkan tiga kebijakan prioritas untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pertama, kebijakan fiskal. Salah satunya, mempertimbangkan penundaan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% tahun depan. Kedua, kebijakan moneter. Di kuartal keempat ini, dunia usaha mengharapkan BI kembali melakukan penyesuaian suku bunga, misalnya diturunkan 25 basis poin (bps) setelah penurunan ke level 6% pada bulan lalu. Ketiga, menelurkan kebijakan investasi yang lebih berkualitas dan mampu menyerap tenaga kerja. 

Staf Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto melihat, daya beli masyarakat masih cukup baik yang tecermin dari perkembangan inflasi inti. Tren inflasi inti secara tahunan cenderung meningkat.

Prospek Cerah Saham BUMN

08 Oct 2024

Setoran dividen emiten pelat merah ke kas negara semakin membaik. Kementerian Keuangan mencatat, hingga Agustus 2024 realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pos kekayaan negara yang dipisahkan (KND) atau dividen BUMN mencapai Rp 70,29 triliun. Realisasi tersebut sudah mencapai 78,88% dari target yang dipatok pemerintah sebesar 85,84 triliun di sepanjang tahun ini. 

Tiga emiten bank pelat merah dalam kumpulan indeks BUMN20 menjadi penyumbang terbesar setoran dividen BUMN. Pertama, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang telah menyetor dividen Rp 25,71 triliun. Kedua, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menyumbang dividen senilai Rp 17,18 triliun. Ketiga, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), yang menyetor dividen sebesar Rp 9,21 triliun. Ironisnya, meski konstituennya jadi penyumbang dividen terbesar ke negara, kinerja saham indeks BUMN20 masih merah. 

Senin (7/10), kinerja IDX BUMN20 terkoreksi 0,14% ke 398,44. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, penurunan harga saham sejumlah emiten konstituen, dipicu banyak sentimen negatif dari eksternal. Di antaranya, naiknya tensi geopolitik hingga beralihnya dana investor asing ke pasar keuangan emerging market yang dinilai lebih potensial. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama sepakat, jika kondisi global mulai kondusif, emiten BUMN bisa genjot kinerjanya hingga akhir tahun ini.

Saham PGAS Siap Menggebrak Pasar

08 Oct 2024

Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) masih cukup solid di semester pertama 2024. Kabar baiknya, ke depan penjualan Liqufied Natural Gas (LNG) akan mendukung kinerja PGAS di tengah penurunan pasokan gas bumi yang dialirkan melalui pipa. Analis Ciptadana Sekuritas, Arief Budiman mengatakan laba bersih PGAS masih bertumbuh 28% year on year (yoy) menjadi US$ 187 juta pada semester I-2024. Capaian ini berkat pendapatan yang naik 3,1% yoy menjadi US$ 1.839 juta karena margin distribusi gas yang melebar. Meski begitu penjualan dan laba bersih cukup tertekan selama kuartal kedua 2024. Laba bersih turun 46% secara kuartalan menjadi sebesar US$ 65 juta. Hasil tersebut sejalan dengan pendapatan yang turun 6,3% secara kuartalan menjadi US$ 890 juta. 

Dus, Arief melihat kinerja PGAS di semester pertama sejalan dengan perkiraan. Periode semester satu biasanya memang relatif lebih kuat daripada semester kedua, karena PGAS membebankan beberapa biaya ataupun pengeluaran di kuartal keempat. "Kami melihat peningkatan offtake LNG sebagai hal yang positif bagi PGAS, karena akan membantu meningkatkan margin," ujar Arief dalam riset 27 Agustus 2024. Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta mengatakan, PGAS saat ini tengah melanjutkan berbagai pembangunan infrastruktur LNG dan gas di Semarang dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang menghubungkan jaringan pipa Cisem-1. Saat ini proyek Cisem-1 hanya berkontribusi sekitar 1,65 mmscfd terhadap volume transmisi gas secara keseluruhan atau sekitar 1% per Agustus 2024. Meski begitu, infrastruktur yang dibangun PGAS ini akan bermanfaat bagi prospek jangka panjang. 

Ke depannya, Cisem-2 akan menghubungkan Semarang dengan Cirebon dan direncanakan akan selesai pada kuartal IV-2025. Namun, manajemen PGAS menegaskan bisnis perdagangan LNG saat ini akan ditangguhkan sementara hingga kasus Gunvor diselesaikan. PGAS memutuskan untuk tidak memasok kargo LNG yang dapat diperoleh PGAS dari Petronas (Malaysia) ke Tiongkok. Analis Bahana Sekuritas Dimas Wahyu Putra menyarankan buy on weakness PGAS dengan target harga Rp 1.700. "Investor dapat stop loss , jika PGAS turun di bawah Rp 1.400 per saham," jelas Dimas, Senin (7/10).

Laba BPD Tergerus Akibat Risiko Meningkat

08 Oct 2024

Kinerja laba bersih sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) terlihat sedikit tertekan pada Agustus 2024. Namun, penyaluran kredit BPD masih mampu tumbuh. PT BPD Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) misalnya, mencatatkan penurunan laba bersih 21% secara tahunan menjadi Rp 787,58 miliar per Agustus 2024 dari Rp 998,975 miliar tahun lalu. Penurunan ini disebabkan kerugian penurunan aset keuangan (impairment) yang naik 44,23% secara tahunan menjadi Rp 542,17 miliar per Agustus 2024. Sementara, pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) masih tumbuh 7,13% secara tahunan menjadi Rp 3,39 triliun per Agustus 2024. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih ini sejalan penyaluran kredit dan pembiayaan syariah yang tumbuh 18,57% secara tahunan menjadi Rp 60,65 triliun. Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong seluruh segmen kredit. "Secara eksponensial pertumbuhan kredit ada pada segmen kredit ritel menengah, dengan penyaluran mayoritas di sektor ekonomi jenis perdagangan, pertanian dan peternakan," papar dia, kemarin. 

Edi menerangkan, dampak pelemahan ekonomi di kelas menengah ke bawah terefleksi pada peningkatan rasio NPL Bank Jatim di segmen ritel. NPL segmen ritel Bank Jatim di 1,41% per Agustus 2024, naik dari tahun sebelumnya 0,97%. Untuk itu Bank Jatim memitigasi kualitas kredit dengan selektif menyalurkan kredit bagi nasabah baru. PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) juga mencatatkan penurunan laba bersih secara bank only sebesar 21,69% secara tahunan menjadi Rp 954,390 miliar per Agustus 2024. Ini disebabkan menurunnya NII sebesar 10,93% secara tahunan menjadi Rp 4,14 triliun. Beban bunga Bank BJB juga meningkat 25,24% secara tahunan menjadi Rp 5,04 triliun. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, pertumbuhan tersebut sejalan dengan target tahun ini, yang diprediksi 6%-8%. Kualitas kredit juga terjaga baik pada level 1,5% per Agustus 2024.

Fintech Semakin Efisien, Laba Terus Meningkat

08 Oct 2024

Prospek bisnis fintech peer to peer (P2P) lending nampaknya masih cukup cerah. Hal ini tercermin dari keuntungan yang didapat pelaku industri fintech lending yang kian menggemuk. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman bilang hingga Agustus 2024, perusahaan fintech lending membukukan laba sebesar Rp 656,8 miliar. Bila dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun lalu yang sebanyak Rp 521,1 miliar, keuntungan pemain fintech lending meningkat 26%. "Peningkatan laba ini antara lain karena adanya peningkatan pendapatan operasional yang disertai dengan efisiensi dari beban operasional," kata Agusman. Strategi tersebut juga dijalankan oleh Akseleran untuk mendapat keuntungan. Di satu sisi, Group CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan mengatakan pihaknya berhasil menggenjot pendapatan dari kenaikan volume penyaluran pinjaman sekaligus meningkatnya fee yang didapat. 

Di sisi yang lain, pihaknya terus meningkatkan efisiensi sehingga beban pengeluaran perusahaan berhasil ditekan sekitar 40%. Meski tak menyebut angka pasti, namun Ivan bilang Akseleran mampu konsisten mengantongi laba sejak awal tahun lewat cara ini. Pemain fintech lending lain yakni Modalku juga optimistis bisa mendorong perolehan laba hingga tutup tahun nanti. Country Head Modalku Indonesia Arthur Adisusanto bilang ada sejumlah upaya yang akan diterapkan untuk bisa mencapainya. Di antaranya, Modalku akan berupaya mendorong strategi pemasaran produk pinjaman yang lebih luas dan ekspansif.Tentunya dengan tetap menjaga kehati-hatian. Selain itu, Modalku juga akan berfokus pada optimalisasi proses bisnis untuk memastikan pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Ditambah lagi, perseroan juga disebut Arthur akan terus melanjutkan upaya efisiensi yang sudah dilakukan sebelumnya. Dimana sepanjang 2023, Modalku berhasil mengurangi beban operasional sekitar 31% dibandingkan tahun sebelumnya.