;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Jakarta Bikin Cetak Biru untuk Kejar Target Kota Global

09 Oct 2024
Jakarta harus mampu meningkatkan sumber daya manusia, menciptakan lapangan kerja, dan berinovasi untuk lepas dari papan tengah indeks kota global. Upaya ini tidak mudah, tetapi harus berjalan dengan menyamakan
visi dan misi lewat satu cetak biru dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Jakarta bisa masuk 20 besar kota global dalam 20 tahun ke depan. Target itu, antara lain, ditindaklanjuti dengan kajian yang telah menelurkan satu dari delapan buku sebagai cetak biru. Buku pertama berjudul Jakarta’s Path to Top 20 Global City: Book 1 Jakarta’ s Profile for Global Competitiveness yang
masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah. Buku ini diluncurkan di Jakarta, Selasa (8/10/2024). Hasil kajian ini diharapkan menjadi panduan bagi organisasi perangkat daerah serta pemimpin daerah ke depan. President Director and Partner Kearney Indonesia Shirley Santoso menuturkan, Jakarta menempati urutan ke-74 dari 156 kota dalam Global City Index 2023.

Salah satunya karena sumber daya manusia (SDM) yang belum produktif atau Jakarta belum menjadi kota yang produktif. ”Jadi, ke depan (Jakarta) harus menguatkan SDM, produktivitasnya, UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), dan menyediakan lapangan kerja. Untuk itu, butuh program-program, seperti pelatihan  keterampilan, industri bernilai lebih di sektor ritel, layanan keuangan, dan manufaktur digital,” kata Shirley seusai peluncuran buku tersebut. Kearney Indonesia merupakan lembaga riset dan konsultan ekonomi internasional. Lembaga ini menjadi salah satu rekanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta dalam kajian kota global. Shirley menambahkan, penguatan SDM dan lapangan kerja tak terelakkan karena Jakarta harus produktif. Produktif berarti memiliki tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi dan efisien serta mampu menciptakan lapangan kerja, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Kajian tersebut dilakukan organisasi perangkat daerah, badan usaha milik daerah, dan melibatkan partisipasi kementerian/lembaga, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan asosiasi profesi. Mereka bekerja dalam
waktu 5 bulan sejak persiapan pada Agustus 2024 sampai finalisasi akhir tahun 2024. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania menuturkan, hasil kajian, antara lain, berisi gambaran Jakarta ke depan, strategi, tahapan pelaksanaan, quick wins, stakeholder mapping, dan peta jalan sebagai pedoman dalam operasional
perwujudan Jakarta sebagai Top 20 Global City. Buku 1, misalnya, mengulasi kondisi Jakarta saat ini dan
peralihannya jadi daerah khusus, panduan strategis sebagai pendorong mewujudkan kota global, dan cetak biru berupa aspek kunci serta implikasi strategi terhadap rencana pembangunan jangka panjang daerah.
”Kami memetakan tantangan dan kendala yang menjadi pekerjaan rumah Jakarta, seperti transportasi, kualitas layanan publik, kualitas riset dan inovasi, lingkungan, serta tantangan lainnya,” kata  Atika. (Yoga)

Produksitivitas di Indonesia Belum Meningkat

09 Oct 2024

Kebijakan hilirisasi oleh Presiden Jokowi harus terus ditingkatkan produktivitasnya agar dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dengan meningkatkan produktivitas maka  Indonesia bisa meningkatkan juga pendapatan. Dalam kebanyakan teori mainstream, berbicara tentang alokasi sumber daya, bagaimana cara mengefisiensikan alokasi sumber daya. Hal ini diungkapkan Profesor and Dean of the Institute of New Structural Economics, Peking University/Deputy Director, Economic Committee of the Chinese People’s Political Consultative Conference, Justin Yifu Lin dalam  sesi diskusi “Indonesia & The Global Economic Order,” dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, bertajuk “Accelerating Resselient  Growth” di Jakarta Convention Center (JJC), pada Selasa (08/10/2024).

Prof Justin mengatakan jika melihat negara-negara yang sukses, yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan produktivitas  setiap saat. “Dan jika Anda ingin meningkatkan produktivitas  maka Anda harus mengikuti satu prinsip  dalam cara pertumbuhan. Anda harus mengikuti  keunggulan kompetitif Anda. Tentukan apa yang menjadi keunggulan pabrik Anda, apa yang Anda miliki saat ini, dan cari tahu apa yang bisa  Anda lakukan dengan baik berdasarkan apa yang Anda miliki. Itulah, keunggulan kompetitif Anda. Ini adalah pinsip yang sangat umum,” ujar Prof Justin.  (Yetede)

Pasar Modal Berhasil Menjadi favorit Perbankan

09 Oct 2024
Perbankan yang memiliki fundamental solid dengan laba besar dan valuasi murah, berhasil menjadi sektor favorit investor di pasar modal. Tak hanya menunjukkan kinerja yang impresif baik dari sisi bisnis maupun pergerakan sahamnya selama ini, prospek sektor perbankan ke depannya pun diyakini terus moncer. Salah satunya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang merupakan wonderful company dengan pertumbuhan laba besar setiap tahunnya. “Saya akan pegang perbankan. Bidang usaha perbankan adalah yang terbaik karena labanya besar sekalipun valuasinya murah,” kata Lo Kheng Hong, Indonesia Value Investor saat menjadi pembicara dalam BNI Investor daily 2024 Special Session II dengan tema Indonesia Capital Market Outlook: Identifying New Investment Opportunities & Startegi di JCC, Jakarta. Lo Kheng Hong menambahkan, perbankan besar yang terdaftar di BEI merupakan wonderful company yang membukukan laba besar dan selalu naik. (Yetede

Industri Asuransi Diminta Melakukan Efisiensi

09 Oct 2024

OJK mencatatkan premi asuransi kesehatan per Agustus 2024 tumbuh tinggi. Pertumbuhan premi yang tinggi juga diiringi dengan klaim yang juga meningkat, sehingga industri asuransi diminta melakukan efisiensi. Kepala Pengawas Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, Dana Pensiun  Ogi Prastomiyono menjelaskan, sampai akhir Agustus 2024, premi asuransi kesehatan dari sektor asuransi jiwa mencapai Rp19,36 triliun, tumbuh 38,35% secara yoy. Sementara sektor asuransi umum juga mencatatkan pertumbuhan premi asuransi kesehatan yang mencapai Rp6,61 triliun, tumbuh 27% (yoy). “Walaupun pertumbuhan premi  dapat terbilang cukup baik, klaim di kedua sector ini masih terbilang cukup baik, klaim di kedua sektor ini masih terbilang tinggi, dan menjadi concern utama untuk melakukan efisiensi di berbagai lini. Mulai dari operasional  sampai kepada pemberian  layanan medis di rekanan klinik dan rumah sakit,” jelas Ogi. (Yetede)

Deflasi Akan Membahayakan Perekonomian Kita

09 Oct 2024
RESPONS buruk pemerintah terhadap potensi bahaya yang timbul dari deflasi lima bulan berturut-turut bisa membahayakan perekonomian kita. Alih-alih mencari akar masalahnya, para menteri Presiden Joko Widodo sibuk menyangkal dengan mengatakan kondisi masih baik-baik saja. Badan Pusat Statistik mengumumkan deflasi pada September 2024 mencapai -0,12 persen—lebih dalam dibanding pada Agustus 2024 yang cuma -0,03 persen. Deflasi tahun ini belum kunjung berbalik sejak pertama kali terjadi pada Mei lalu, yang mencapai -0,03 persen. 

Namun deflasi beruntun yang semestinya menjadi alarm pengingat justru dianggap biasa oleh pengambil kebijakan ekonomi. Bagi mereka, deflasi yang terjadi dalam sistem ekonomi menjadi kondisi yang sederhana, yang di dalamnya harga-harga barang sedang turun. Kemudian masyarakat dapat mengakses barang-barang tersebut dengan leluasa, yang sepintas menguntungkan konsumen.  Indikasi respons buruk bisa terlihat dari pernyataan para menteri ekonomi Jokowi. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tak suka terhadap deflasi. Sebab, hal itu berarti merugikan pedagang, sektor yang ia tangani. Menurut Zulkifli, deflasi membuat pedagang—juga petani—tak bisa menikmati harga secara optimal. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengatakan tak nyaman terhadap deflasi, sambil menyalahkan membeludaknya barang impor yang membuat pasokan berlebih. Barang-barang produksi dalam negeri kalah bersaing, yang kemudian menimbulkan inflasi. Tanggapan paling buruk justru datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang merasa bangga atas deflasi yang terjadi dalam lima bulan beruntun. Dia beralasan deflasi tersebut positif karena yang turun adalah harga bahan pangan bergejolak, seperti cabai, telur, dan daging. Artinya, harga pangan sedang turun. Daya beli masyarakat terjaga untuk mengakses kebutuhan sehari-hari. Dengan argumentasi ini, Sri Mulyani ingin membantah anggapan orang-orang yang menyebutkan ekonomi sedang tidak baik-baik saja dan daya beli masyarakat sedang turun. (Yetede)

Bagaimana Pembangunan IKN Setelah Pelantikan Prabowo

09 Oct 2024
PELAKSANA  tugas Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyatakan akan ada groundbreaking atau peletakan batu pertama lagi di Nusantara dalam waktu dekat. Ia memperkirakan groundbreaking dilakukan sebelum presiden terpilih Prabowo Subianto dilantik. "Saat ini sedang difinalkan kesiapannya," katanya di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, seperti dikutip dari Antara, Ahad, 6 Oktober 2024. Namun Basuki belum bisa memastikan jumlah proyek dan investasi yang masuk groundbreaking selanjutnya. Dia menyatakan pemerintah menawarkan semua sektor untuk berinvestasi, terutama logistik, guna mendorong tingkat keramaian di IKN.

Adapun groundbreaking di IKN sudah terlaksana hingga delapan tahap sejak 2023. Pada tahap pertama, 21-22 September 2023, realisasi investasinya mencapai Rp 22,9 triliun. Selain menggelar peletakan bilah pertama Garuda di Kantor Presiden IKN, sejumlah proyek swasta dibangun perusahaan dalam negeri, seperti hotel dan rumah sakit. Ada juga pusat pelatihan sepak bola yang anggarannya disokong Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sebesar Rp 85,6 miliar.  Beberapa taipan menjadi anggota konsorsium, antara lain Sugianto Kusuma alias Aguan (Agung Sedayu Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinarmas Group), Pui Sudarto (Pulau Intan), dan Budi Hartono (Grup Djarum). Selain itu, ada William Katuari (Wings Group), T.P. Rahmat dan Boy Thohir (Adaro Group), Prajogo Pangestu (Barito Pacific), Eka Tjandranegara (Mulia Group), dan Soeryadjaya (Grup Astra). (Yetede)

Strategi Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Korsel

08 Oct 2024
”Musuh bersama kita adalah kemiskinan, korupsi, dan komunisme”. Begitu pidato Park Chung-hee saat dilantik menjadi presiden Republik Korea atau Korea Selatan pada 1961 setelah berhasil merebut kekuasaan melalui kudeta militer. Berlatar belakang militer, Park memimpin Korea Selatan (Korsel) hingga 1979 secara otoriter melalui strategi pembangunan yang dikendalikan negara (state-led development). Park langsung menyusun strategi pembangunan 5 tahunan dan menjalankannya secara disiplin. Setahun pemerintahan, ekonomi Korsel tumbuh 7,1 persen, sebuah prestasi yang diakui dalam literatur sebagai salah satu kisah sukses kebijakan industrial dalam mencapai pertumbuhan tinggi.

Kisah sukses Korsel di bawah kepemimpinan Park Chung-hee sangat relevan dengan kita menjelang pergantian kepemimpinan pada 20 Oktober 2024. Presiden terpilih Prabowo Subianto juga berlatar belakang militer dan punya visi pertumbuhan tinggi: mencapai 8 persen dalam 5 tahun ke depan. Banyak pihak antusias dengan kepemimpinan baru ini yang diyakini akan membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Namun, banyak pula kekhawatiran. Kunci keberhasilan strategi industri Republik Korsel di bawah Park Chun-hee adalah perencanaan matang serta disiplin tinggi dalam implementasi. Gaya kepemimpinannya memungkinkan terjadinya distribusi sumber daya secara efektif melalui strategi industrialisasi yang menyeluruh pada periode 1962-1966. (Yoga)

INASCA ”Biro Jodoh” Bagi Pelaku Usaha Mencari Mitra

08 Oct 2024

Forum Bisnis Indonesia, Asia Selatan, dan Asia Tengah atau INASCA yang pertama telah selesai diadakan di Jakarta, Senin (7/10/2024). Acara itu menjadi ”biro jodoh" bagi para pelaku usaha dari 15 negara untuk mencari mitra yang cocok. Sepanjang acara, dibahas isu kebangkitan kekuatan ekonomi Asia di berbagai bidang dengan syarat ada perubahan pemikiran yang mendasar mengenai cara menjalankan kerja sama. ”Kita tidak bisa lagi berpikir dengan cara tradisional. Pelaku usaha harus melihat berbagai permasalahan nyata di dalam peningkatan ekonomi, yaitu krisis iklim,” kata Ijaz Nisar, pendiri sekaligus Direktur CEO Club Pakistan, lembaga konsultan dan kajian untuk bisnis. Ia menjelaskan, krisis iklim merupakan akibat ulah manu-sia dan telah merugikan perekonomian global. Namun, di negara-negara selatan dunia, belum banyak pelaku usaha menyadari ataupun mengakui koneksi krisis iklim dengan persoalan ekonomi. 

Sebagai contoh adalah Pakistan yang merupakan lumbung pangan kawasan Asia Selatan, tetapi setiap tahun menderita akibat banjir sehingga hasil panen rusak. ”Alam harus dihitung sebagai aset usaha sekaligus risiko kerugian. Aset jika bisa dimanfaatkan dan dilestarikan dengan baik. Risiko jika tidak ada tindakan mitigasi dan produktivitas terus terganggu akibat berbagai bencana alam ataupun kerusakan lingkungan,” tutur Nisar. Ia mengatakan, menerapkan pemikiran tersebut ke dalam produktivitas nyata perusahaan memang susah karena dari pemerintah, pelaku usaha, sampai dengan konsumen harus mengubah cara berpikir. Apalagi, keputusan untuk melakukannya kerap tidak populer di masyarakat. Menurut Nisar, perubahan pola pikir yang berbasis keberlanjutan lingkungan dan mitigasi krisis iklim ini harus diterapkan diteknologi,tata kelola usaha, kebijakan pemerintah, dan pengawasan masyarakat. Banyak pihak menganggap mengubah perilaku ini memakan tenaga, waktu, dan biaya. Ketua Dewan Usaha Sri Lanka-Indonesia Vish Govindasamy dalam pemaparannya menjelaskan, potensi bisnis besar di Asia Selatan dan Asia Tengah adalah ketahanan pangan. 

Setiap tahun, dunia merugi hingga 900 miliar dollar AS akibat bahan pangan yang rusak. Selain bencana alam, kerusakan juga terjadi karena minimnya sarana penyimpanan yang layak.  ”Kita membutuhkan teknologi ramah lingkungan untuk pemuliaan benih, penyimpanan hasil panen, distribusi yang cepat, dan penjualan berbasis daring yang terlacak,” ujarnya. Logistik Setelah persoalan utama, yaitu isu keberlanjutan alam, pembangunan infrastruktur logistik yang efisien menjadi benang merah kedua di dalam INASCA. Hal ini disampaikan Gulmira Rzayvea, peneliti senior di Institut Kajian Energi Oxford (OIES) yang berpengalaman menjadi staf ahli bidang energi untuk Presiden Azerbaijan hingga 2019. Kerja sama energi terbarukan memerlukan infrastruktur yang mumpuni. Memang, peralihannya tidak bisa sekejap karena berisiko menggoyang kestabilan ekonomi. Namun, peralihan bertahap ini bisa diupayakan dengan membangun sistem logistik yang komprehensif. ”Kita membutuhkan perpipaan, perkapalan, jalur darat, wadah, dan infrastruktur keterhubungan,” katanya. (Yoga)

Ketika Isu Politik Menyenggol Merek Dagang

08 Oct 2024

Pemilihan presiden di Amerika Serikat akhirnya menyenggol beberapa merek. McDonald’s menjadi perbincangan ketika salah satu calon, Kamala Harris, mengaku pernah bekerja di restoran cepat saji itu, tetapi lawannya, Donald Trump, mempermasalahkan klaim itu. Belakangan makin mudah merek terjerumus ke dalam isu-isu politik. Di Indonesia ada juga. Bagaimana produk pengharum bau badan harus bersikap ketika isu bau ketek merebak? Bagaimana perusahaan teknologi finansial harus bersikap ketika akunnya adalah milik orang penting? Bagaimana perusahaan e-dagang harus bersikap ketika muncul isu jet pribadi? Bagaimana pula platform perbincangan komunitas ketika muncul dalam perdebatan soal politik? Majalah Fast Company menyebut bahwa inti perseteruan Trump dan Kamala adalah burger dan kentang goreng produksi McDonald’s. Merek ini sepertinya tidak bisa lepas dari pemilihan presiden tahun 2024. Setidaknya mereka menyebut merek ini berulang-ulang.

Akan tetapi, McDonald’s sepertinya harus repot. Pasalnya, saling serang terkait dengan benar atau tidaknya Kamala pernah bekerja di tempat itu. Trump dengan blak-blakan menyerang klaim Kamala yang bekerja di McDonald’s saat masih bersekolah. ”Dia tidak pernah bekerja di sana!” kata Trump saat rapat umum di Indiana, Pennsylvania. Ia kemudian menyatakan dengan nada mengejek bahwa ia ingin melihat keadaan dapur McDonald’s tempat Kamala bekerja. Kamala sendiri sebenarnya telah menyebut pekerjaannya di McDonald’s sejak kampanye tahun 2019 untuk kursi kepresidenan, dan hal itu disebutkan dalam iklannya pada tahun 2024 yang menandakan latar belakang yang sederhana: ”Dia tumbuh di rumah kelas menengah,” lanjutnya. ”Dia adalah putri dari seorang ibu yang bekerja. Dan dia bekerja di McDonald’s sambil mendapatkan gelarnya.” Penjelasan ini tak cukup membungkam kubu Trump. Mereka mencari bukti-bukti bahwa Kamala tidak pernah bekerja ditempat itu dengan mengatakan, di dua buku tentang Kamala, pekerjaan itu tak disebut. 

Di tengah perdebatan konyol dan dengan segala kerepotan seperti itu, restoran cepat saji itu mendapat ”untung”. Nama McDonald’s boleh dibilang tampil menjadi ikon. Ikon ini layak disematkan karena buktinya satu dari delapan orang Amerika pernah bekerja untuk jaringan tersebut. Bagaimana perusahaan harus bersikap ketika masuk dalam isu-isu politik? Konsultan merek Mike Jones di dalam akun LinkedIn tahun 2017 mengatakan, iklan politik dan keterlibatan merek dalam perdebatan politik sedang meningkat dalam tatanan politik Amerika Serikat. Saat ini sudah menjadi hal yang populer untuk menggunakan politik sebagai salah satu alat pemasaran. Ia membeberkan sejumlah merek yang mulai masuk dalam pertengkaran politik. Semua ini membuat ia berpikir keras tentang upaya-upaya terbaru dari merek. Bolehkah merek mengambil sikap politik? Apakah ada saatnya mereka tidak seharusnya melakukannya? Jika ya, bagaimana mereka harus menghadapi pelanggan atau karyawan atau mitra dan vendor yang tidak sependapat dengan mereka? Apakah ada garis yang tidak boleh mereka lewati? Salah satu panduan yang diberikan Mike Jones adalah soal nilai-nilai perusahaan. Ini menjadi pertimbangan penting sebelum mereka melakukan langkah yang menyerempet
ke isu politik. (Yoga)

KA Mengalami Sembilan Kecelakaan dalam Sebulan

08 Oct 2024
Dalam satu bulan terakhir, setidaknya sembilan kecelakaanyang melibatkan kereta api dan kendaraan terjadi di pelintasan sebidang. Peristiwa terjadi akibat pengguna jalan menerobos pelintasan itu yang melibatkan mobil hingga truk tanpa izin kelaikan kendaraan. Penutupan pelintasan sebidang bisa menjadi salah satu solusi. Dalam 35 hari ini,terhitung sejak 1 September 2024, setidaknya sembilan kecelakaan kereta api terjadi di Jawa dan Sumatera. Kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi di pelintasan sebidang antara kereta api dan kendaraan lain, yakni mobil, minibus, dan truk.

Berkaca pada kecelakaan terakhir, KA ArgoBromo Anggrek jurusan Gambir-Surabaya Pasarturi yang melibatkan truk, Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mengemukakan, musibah semacam ini selalu berhubungan dengan kendaraan yang izin kelaikan uji kendaraan (kir)-nya telah mati. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ”Izin kelaikan kendaraan banyak yang sudah mati. Uji kir sudah nol rupiah, tetapi tidak dilakukan perpanjangan oleh pemilik kendaraan. Surat tanda nomor kendaraan/pelat nomor kendaraan bahkan sudah mati, surat izin mengemudi mati yang tidak di perpanjang, membuktikan kurangnya pengawasan dan penegakan hukum," tutur Deddy di jakarta, Senin (7/10/2024).

PT KAI akan bekerja sama dengan kepolisian untuk melanjutkan proses hukum atas kecelakaan ini. Pihaknya mengalami kerugian yang sedang dalam penghitungan, seperti dikutip dari siaran pers terbarunya. Kejadian yang terus berulang ini mendorong PT KAI menutup sejumlah pelintasan sebidang. Sejak Januari hingga September 2024, KAI telah menutup 130 pelintasan sebidang. Dalam periode 2020-2024 (per September), total 1.298 pelintasan telah ditutup. Penutupan didasari pelintasan yang bernomor jalur pelintasan langsung (JPL), tak dijaga, dan/atau tak berpintu dengan lebar kurang dari 2 meter. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri PerhubunganNomor 94Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. VPPublicRelationsPT KAI Anne Purba mengatakan, sebagian pelintasan sebidang melewati permukiman warga dan daerah industri sehingga berisiko terjadinya tabrakan. (Yoga)