;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Emiten Bernilai: Menilai Peluang Cuan di Pasar Saham

10 Oct 2024
Indeks IDX Value 30, yang terdiri dari saham-saham dengan valuasi rendah, memberikan return positif sebesar 12,68% sejak awal tahun, lebih tinggi dibandingkan IHSG yang hanya naik 3,14%. Emiten dengan return tertinggi di indeks ini adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan kenaikan 72,99%, diikuti oleh PT Panin Financial Tbk (PNLF) dengan 65,91% dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar 33,19%.

Vinko Satrio Pekerti dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan IDX Value 30 disebabkan oleh minat investor terhadap saham undervalued dan pengaruh sektor non-perbankan, yang menghindari penurunan harga saham bank besar yang menekan IHSG. Vinko menambahkan bahwa IDX Value 30 didominasi oleh sektor manufaktur dan energi, serta masih berpotensi tumbuh hingga akhir tahun, terutama dengan adanya momentum window dressing dan potensi arus dana asing yang tertarik pada valuasi saham Indonesia yang murah.

Hendra Wardana dari Stocknow.id menilai kenaikan performa indeks ini didukung oleh emiten di sektor ekspor dan infrastruktur yang solid, serta melihat peluang upside di beberapa saham seperti PGAS dengan target harga Rp 1.570, TKIM di Rp 8.000, dan PTBA di Rp 3.200.

Fluktuasi Harga Komoditas Masih Berlanjut

10 Oct 2024
Harga komoditas global diprediksi masih akan berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Harga minyak, batubara, CPO, dan emas baru-baru ini mengalami penurunan. Menurut Lukman Leong, pengamat komoditas, reli harga komoditas sebelumnya bukanlah sesuatu yang permanen, dan masih dapat berubah tergantung pada data ekonomi ke depan serta kebijakan stimulus dari pemerintah China. Faktor lain, seperti potensi gangguan produksi dan kondisi iklim yang ekstrem, juga mempengaruhi harga.

Lukman menilai bahwa harga minyak sangat bergantung pada eskalasi konflik Timur Tengah, yang dapat mendorongnya naik ke US$ 100 per barel jika ada gangguan pada fasilitas minyak. Untuk harga CPO, prospek penguatan masih terbuka menuju MYR 4.600 per ton, tetapi persaingan antara Indonesia dan Malaysia bisa menahan lonjakan harga. Sementara itu, batubara diprediksi akan stabil di kisaran US$ 150 per ton dengan adanya risiko cuaca La Nina di Australia, dan harga emas berpotensi mencapai US$ 2.800 per ons troi jika situasi geopolitik memanas.

Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, menambahkan bahwa prospek komoditas minyak dan gas masih positif, didukung oleh musim dingin dan ketegangan geopolitik. Namun, untuk emas, minat pasar bisa menurun karena tingginya biaya margin. Sutopo memperkirakan harga akhir tahun untuk minyak di US$ 75, batubara di US$ 153, CPO di MYR 4.500, dan emas di US$ 2.700 per ons troi.

Penurunan Suku Bunga Mendongkrak Kinerja PWON

10 Oct 2024
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), emiten properti terkemuka, diprediksi akan mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2024, didorong oleh insentif pajak pembelian properti dan penurunan suku bunga. Pada semester pertama 2024, PWON berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 12,6% menjadi Rp 3,26 triliun dan peningkatan EBITDA 10,3% menjadi Rp 1,79 triliun. Namun, laba bersihnya turun 22,97%, salah satunya akibat kerugian kurs.

Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas mencatat penjualan pemasaran PWON mencapai Rp 770 miliar pada paruh pertama tahun ini, sebagian besar berasal dari penjualan rumah tapak di proyek Grand Pakuwon dan Pakuwon City, serta apartemen di Jakarta dan Surabaya. Sekitar 70% penjualan memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).

Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas optimis bahwa penurunan suku bunga dan insentif pajak akan meningkatkan permintaan properti. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan seperti inflasi dan ketatnya persaingan di sektor properti mengharuskan PWON memperkuat strategi pemasaran dan manajemen risiko.

Baruna Arkasatyo dan Joanne Ong dari CGS Sekuritas Internasional menyoroti proyek baru PWON, termasuk kerja sama dengan Marriott International untuk pembangunan lima hotel baru dan proyek superblok di Ibu Kota Negara (IKN) dengan anggaran Rp 5 triliun. PWON juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,71 triliun pada 2024.

Dari sisi investasi, Axell merekomendasikan overweight untuk saham PWON dengan target harga Rp 575, sementara Vicky menilai saham ini undervalued dan merekomendasikan buy dengan target Rp 560 per saham.

Bank Digital Afrika Membidik Pasar UMKM Indonesia

10 Oct 2024
Minat investor asing untuk berinvestasi di sektor perbankan Indonesia terus meningkat, dan Tyme Group, bank asal Afrika Selatan, adalah salah satu yang terbaru dalam daftar tersebut. Menurut CEO Tyme Bank, Coenraad Jonker, pihaknya berencana memperkenalkan produk *Merchant Cash Advance* di Indonesia, dengan fokus utama pada sektor UMKM yang dinilai ideal untuk model bisnis Tyme.

CEO Go Tyme Capital Indonesia, Timothy Delahunty, mengonfirmasi rencana ini dan menyebut bahwa layanan keuangan fleksibel dari Tyme akan segera diluncurkan, menyasar UMKM yang dinilai sangat dinamis di Indonesia. Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa belum ada pembicaraan resmi dengan Tyme terkait izin operasional di Indonesia.

Rustarti Suri Pertiwi, Direktur Keuangan Bank Raya Indonesia, menyambut baik masuknya bank asing yang dapat meningkatkan layanan keuangan untuk UMKM. Namun, ia mengingatkan bahwa memahami karakteristik UMKM lokal sangat penting untuk kesuksesan produk yang ditawarkan. Menurut Ekonom Segara Institute, Piter Abdullah, bank asing sering kali kesulitan menembus pasar UMKM karena pasar ritel ini umumnya dikuasai bank domestik yang lebih memahami budaya dan kebutuhan lokal.

Dampak Perang Timur Tengah Menggerus Bisnis Global

10 Oct 2024
Konflik yang memanas di Timur Tengah memberikan dampak negatif pada bisnis asuransi marine cargo di Indonesia. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI), melalui Wakil Presiden Direktur Nico Prawiro, mengakui bahwa konflik ini menghambat arus barang dan menurunkan daya beli masyarakat. Ditambah lagi, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS meningkatkan harga barang impor, sehingga permintaan menurun. Nico berharap industri domestik semakin kuat untuk mendukung arus perdagangan dalam negeri.

Linggawati Tok, Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI), menyatakan bahwa konflik Timur Tengah mempengaruhi permintaan produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit dan kopi, karena pengiriman barang melalui wilayah tersebut sangat terhambat. Sebagai solusi, GEGI mengalihkan fokus ke pasar domestik dan ekspor ke kawasan Asia Pasifik, Amerika, dan Eropa, dengan pendapatan premi marine cargo yang tumbuh 36% hingga mencapai Rp 94 miliar per September 2024.

Hasudungan Sianipar, Kepala Divisi Marine & Aviation PT Asuransi Central Asia (ACA), menyebutkan bahwa ACA kini lebih fokus pada pengiriman domestik karena risiko pengiriman ke Timur Tengah yang tinggi. ACA meraih pendapatan premi sebesar Rp 114 miliar hingga Agustus 2024, dari pasar marine cargo dalam negeri yang lebih aman.

CLEO Memanfaatkan Peluang di Bisnis Air Minum

10 Oct 2024
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), produsen air minum dalam kemasan (AMDK), memperkuat posisinya dengan diversifikasi produk dan strategi berkelanjutan jangka panjang. Melisa Patricia, CEO CLEO, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dan populasi menjadi pendorong peningkatan permintaan AMDK. CLEO menawarkan produk untuk berbagai segmen, seperti Horeka, rumah tangga, dan galon berteknologi non-spill cap. Selain itu, CLEO memproduksi sparkling water untuk memperluas pilihan konsumen.

Dari sisi keuangan, CLEO mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 75% yoy pada semester I-2024, menjadi Rp 225,04 miliar. Penjualan juga meningkat 33% yoy menjadi Rp 1,29 triliun, didorong oleh ekspansi distribusi dan efisiensi produksi. Untuk kualitas, CLEO mengedepankan teknologi nano filter dalam proses air murni dan menggunakan kemasan bebas BPA. CLEO juga menerapkan ekonomi sirkular dengan daur ulang plastik r-PET.

Selain itu, CLEO berhasil meraih sertifikasi industri hijau untuk pabrik di Pandaan, dan berencana membuka tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru untuk memperkuat jangkauan pasar dan mengurangi biaya logistik.

Indonesia Mendorong Anggota Asean Mempercepat Transformasi Energi yang Ramah Lingkungan

10 Oct 2024

Indonesia mendorong agar negara-negara anggota Asean mempercepat transformasi energi yang ramah lingkungan, karena pesatnya investasi hijau dalam satu tahun terakhir.  Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menghadiri Forum Khusus ASEAN-Indo Pasifik 2024 (AIPF) di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024), Wapres menyampaikan pentingnya  mempercepat peralihan menuju  ekonomi ramah lingkungan di kawasan, terlebih saat ini terdapat berbagai  tantangan seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

"Asean perlu mengintegrasikan inovasi lingkungan dengan transformasi digital untuk mendukung investasi dan sektor keuangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan transisi energi melalui teknologi bersih dan energi terbarukan," kata Ma'ruf Amin. Menurut Wapres, penanaman modal pada sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan mengalami peningkatan  satu tahun belakangan. Investasi hijau di Asean tercatat mencapai US$ 6,3 miliar, atau meningkat 20% pada 2023. Untuk itu, Wapres menilai kawasan Indo-Pasifik adalah wilayah strategi bagi ekonomi global, mencakup negara-negara besar termasuk negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Kawasan ini memberikan kontribusi  lebih dari 60% terhadap PDB dunia yang menjadi pusat perdagangan hampir setengah abad dari total perdagangan internasional. (Yetede)

Peluang Baru untuk Penarikan Utang Negara

09 Oct 2024

Stabilitas pasar surat utang Indonesia menjadi peluang bagi pemerintah yang bersiap mengadakan lelang Surat Berharga Negara (SBN) lebih besar pada kuartal IV/2024 dengan target awal Rp180 triliun. Menurut anggota PWMII, Siswa Rizali, pasar SBN masih kuat meskipun terdapat peningkatan yield SBN 10 tahun karena ekspektasi peningkatan suplai. Pemerintah pun mempertimbangkan front loading untuk pembiayaan utang 2025, yang dikonfirmasi oleh Direktur Strategi DJPPR Kemenkeu, Riko Amir, sebagai langkah fleksibel dalam mengantisipasi kondisi pasar.

Senior Vice President Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan, mendukung strategi ini karena penggalangan dana lebih awal membantu stabilitas pasar dan mengurangi beban utang tahun depan. Ezra Nazula, Chief Investment Officer Fixed Income di Manulife Aset Manajemen Indonesia, juga menyebut pasar SBN masih menarik bagi investor karena prospek penurunan suku bunga BI dan The Fed, dengan estimasi yield SBN 10 tahun antara 6% hingga 6,25% hingga akhir tahun.

Survei Menunjukkan Kepercayaan Konsumen Melemah

09 Oct 2024

Optimisme konsumen Indonesia kembali menurun pada September 2024, mencerminkan ketidakpastian ekonomi yang ditandai dengan penurunan indeks keyakinan konsumen dari 124,4 pada Agustus menjadi 123,5. Laporan Bank Indonesia menunjukkan melemahnya ekspektasi penghasilan dan daya beli, khususnya di kalangan kelas menengah ke bawah. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, mengaitkan pelemahan ini dengan tingginya suku bunga dan kenaikan harga bahan bakar, membuat konsumen lebih berhati-hati dalam berbelanja, terutama barang tahan lama.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, menjelaskan bahwa penurunan indikator ekonomi berdampak pada minat ekspansi bisnis, karena lemahnya permintaan memicu pengusaha untuk menunda ekspansi. Hariyadi juga menyoroti ketidakseimbangan di pasar tenaga kerja yang menyebabkan lebih banyak pekerja masuk ke sektor informal, yang memiliki daya beli lebih rendah. Ia mendorong peningkatan lapangan kerja formal untuk memperkuat daya beli masyarakat.

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, menyebut pelemahan indikator ekonomi sebagai ancaman serius bagi dunia usaha karena dapat menekan omzet dan meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja. Sarman berharap Pilkada November serta musim libur akhir tahun dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal melalui belanja kampanye dan konsumsi musiman.

Penjualan iPhone 16: Apple Diharapkan Menepati Komitmen

09 Oct 2024

Pemerintah Indonesia menagih komitmen investasi tambahan sebesar Rp240 miliar dari Apple Inc. agar perusahaan tersebut dapat memperpanjang izin menjual produk terbarunya, seperti iPhone 16, di pasar Indonesia. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa Apple belum merealisasikan seluruh investasi yang dijanjikan, yang diperlukan untuk memenuhi syarat sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Agus menyatakan bahwa perpanjangan sertifikasi TKDN Apple saat ini tergantung pada realisasi tambahan investasi, yang akan menaikkan nilai TKDN Apple menjadi 40%, memungkinkan produk-produk Apple untuk dijual di Indonesia. Sejauh ini, Apple telah merealisasikan investasi sebesar Rp1,48 triliun dari total komitmen Rp1,71 triliun. Agus juga mendorong Apple untuk tidak hanya mendirikan Apple Academy, tetapi juga mempertimbangkan untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri.