;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Bungkil Inti Sawit Tetap Menjadi Komoditas Utama Ekspor

10 Oct 2024

Indonesia berhasil menjadikan Selandia Baru sebagai pasar utama ekspor bungkil inti sawit atau palm kernel expeller (PKE), dengan penyerapan mencapai 74% dari total ekspor PKE, yaitu sekitar 26 juta ton pada 2023. Direktur Standar Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia, AM Adnan, menyebut bahwa selain Selandia Baru, PKE juga diekspor ke Australia, China, Jerman, Prancis, Jepang, dan Belanda. Namun, untuk dapat memasuki pasar Selandia Baru, eksportir harus memenuhi standar ketat terkait sanitasi dan fitosanitasi sesuai kesepakatan antara Kementerian Pertanian Indonesia dan Kementerian Industri Primer Selandia Baru sejak 2013.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatra Selatan, Kostan Manalu, menambahkan bahwa pihaknya terus mendampingi perusahaan sawit di Sumatra Selatan untuk memenuhi persyaratan ekspor PKE melalui diskusi kelompok terarah (focus group discussion) agar dapat meningkatkan volume ekspor. Data menunjukkan bahwa ekspor PKE dari wilayah tersebut meningkat dari 157.000 ton pada 2022 menjadi 169.000 ton pada 2023.

Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti potensi pasar minyak sawit mentah (CPO) di Bulgaria, yang mendorong adanya penjajakan hubungan sister city antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan salah satu kota di Bulgaria. Sri Mulyani menyebut bahwa pertemuan ini dapat membuka peluang kerjasama bilateral di sektor pangan, sawit, dan pariwisata antara kedua wilayah.

Hambatan Investasi Teknologi Tinggi di Pusat Data Google

10 Oct 2024

Indonesia gagal menarik investasi pusat data dari Google, yang memilih Malaysia sebagai lokasi pembangunan data center di Asia Tenggara. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa keputusan Google dipengaruhi oleh beberapa faktor: tarif listrik industri di Malaysia lebih murah, insentif bebas bea masuk untuk barang modal, dan kepastian hukum yang lebih baik. Tarif listrik di Malaysia, yang hanya 8 sen dolar AS per kilowatt-jam, lebih menarik dibandingkan tarif di Indonesia. Selain itu, Budi menyoroti pentingnya pembenahan kepastian hukum di Indonesia untuk meningkatkan daya saing dalam menarik investor asing.

Google telah mengumumkan investasi sebesar US$2 miliar di Malaysia dan US$1 miliar di Thailand, untuk membangun pusat data dan infrastruktur cloud. Meski pemerintah Indonesia tengah mengupayakan negosiasi dengan Google agar pusat data untuk pengguna di Indonesia dapat ditempatkan di dalam negeri, keputusan investasi sejauh ini mengarah ke negara tetangga.

Jokowi dan Prabowo Bahas Transisi Pemerintahan yang Mulus

10 Oct 2024

Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto bertemu dalam agenda makan malam di Senayan, Jakarta, pada Selasa malam (8/10). Pertemuan ini terjadi hanya 12 hari sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, memunculkan spekulasi tentang materi diskusi mereka. Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menyebut pertemuan tersebut membahas program-program unggulan pemerintah yang akan diteruskan oleh Prabowo. Ari menganggap pertemuan ini sebagai contoh transisi pemerintahan yang baik, di mana Jokowi berbagi pengalaman dan pandangan terkait tantangan yang akan dihadapi.

Pengamat politik, Ujang Komarudin, menyatakan bahwa pertemuan tersebut mencerminkan sinergi antara kedua tokoh dalam menjaga transisi pemerintahan yang positif. Ujang menilai pertemuan ini menunjukkan kekompakan, semangat persahabatan, persatuan, dan gotong royong demi keberlanjutan pembangunan Indonesia.

Kebijakan SRBI Memengaruhi Likuiditas Perbankan

10 Oct 2024
Likuiditas perbankan Indonesia terus mengetat akibat tingginya imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang menarik dana dari sektor perbankan. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Edi Susianto, mengatakan pihaknya berupaya mengembangkan pasar sekunder untuk SRBI guna mendukung likuiditas perbankan. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menyatakan perlunya penurunan bunga SRBI secara lebih agresif agar likuiditas perbankan membaik. Sementara itu, Direktur SME & Retail Funding BTN, Muhammad Iqbal, melihat minat investasi ke SRBI tetap tinggi karena imbal hasil yang menarik. EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, memastikan likuiditas BCA solid, meskipun penempatan dana di SRBI ada, namun tetap dominan pada obligasi pemerintah.

Belanja Hiburan Naik di Tengah Lesunya Daya Beli

10 Oct 2024
Pada September 2024, tren belanja masyarakat menunjukkan perlambatan, namun konsumsi untuk hobi dan hiburan justru meningkat. Data dari Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan peningkatan indeks nilai belanja menjadi 229,5 dari Agustus 208,2, dengan belanja hiburan naik 6,4% ke level 179,4, terutama untuk olahraga, hobi, dan hiburan. Sementara itu, konsumsi untuk perawatan kecantikan, hotel, dan perhiasan menurun.

Di sisi mobilitas, belanja untuk maskapai dan bahan bakar kembali naik, didorong aktivitas pasca-liburan sekolah. Meskipun demikian, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 123,5, dan Indeks Penjualan Riil (IPR) diperkirakan mencapai 210,5, naik 4,7% year on year tetapi melambat dibanding bulan sebelumnya.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, pertumbuhan penjualan eceran terutama didorong oleh kelompok bahan bakar, suku cadang, dan sandang. Sementara itu, Myrdal Gunarto dari Maybank Indonesia optimis belanja masyarakat akan meningkat ke depan seiring penurunan suku bunga yang mengurangi beban cicilan, memberikan konsumen lebih banyak ruang untuk berbelanja, terutama dengan diskon akhir tahun. Hal ini diperkirakan akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,05% sepanjang 2024.

Emiten Bernilai: Menilai Peluang Cuan di Pasar Saham

10 Oct 2024
Indeks IDX Value 30, yang terdiri dari saham-saham dengan valuasi rendah, memberikan return positif sebesar 12,68% sejak awal tahun, lebih tinggi dibandingkan IHSG yang hanya naik 3,14%. Emiten dengan return tertinggi di indeks ini adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan kenaikan 72,99%, diikuti oleh PT Panin Financial Tbk (PNLF) dengan 65,91% dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar 33,19%.

Vinko Satrio Pekerti dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan IDX Value 30 disebabkan oleh minat investor terhadap saham undervalued dan pengaruh sektor non-perbankan, yang menghindari penurunan harga saham bank besar yang menekan IHSG. Vinko menambahkan bahwa IDX Value 30 didominasi oleh sektor manufaktur dan energi, serta masih berpotensi tumbuh hingga akhir tahun, terutama dengan adanya momentum window dressing dan potensi arus dana asing yang tertarik pada valuasi saham Indonesia yang murah.

Hendra Wardana dari Stocknow.id menilai kenaikan performa indeks ini didukung oleh emiten di sektor ekspor dan infrastruktur yang solid, serta melihat peluang upside di beberapa saham seperti PGAS dengan target harga Rp 1.570, TKIM di Rp 8.000, dan PTBA di Rp 3.200.

Fluktuasi Harga Komoditas Masih Berlanjut

10 Oct 2024
Harga komoditas global diprediksi masih akan berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Harga minyak, batubara, CPO, dan emas baru-baru ini mengalami penurunan. Menurut Lukman Leong, pengamat komoditas, reli harga komoditas sebelumnya bukanlah sesuatu yang permanen, dan masih dapat berubah tergantung pada data ekonomi ke depan serta kebijakan stimulus dari pemerintah China. Faktor lain, seperti potensi gangguan produksi dan kondisi iklim yang ekstrem, juga mempengaruhi harga.

Lukman menilai bahwa harga minyak sangat bergantung pada eskalasi konflik Timur Tengah, yang dapat mendorongnya naik ke US$ 100 per barel jika ada gangguan pada fasilitas minyak. Untuk harga CPO, prospek penguatan masih terbuka menuju MYR 4.600 per ton, tetapi persaingan antara Indonesia dan Malaysia bisa menahan lonjakan harga. Sementara itu, batubara diprediksi akan stabil di kisaran US$ 150 per ton dengan adanya risiko cuaca La Nina di Australia, dan harga emas berpotensi mencapai US$ 2.800 per ons troi jika situasi geopolitik memanas.

Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, menambahkan bahwa prospek komoditas minyak dan gas masih positif, didukung oleh musim dingin dan ketegangan geopolitik. Namun, untuk emas, minat pasar bisa menurun karena tingginya biaya margin. Sutopo memperkirakan harga akhir tahun untuk minyak di US$ 75, batubara di US$ 153, CPO di MYR 4.500, dan emas di US$ 2.700 per ons troi.

Penurunan Suku Bunga Mendongkrak Kinerja PWON

10 Oct 2024
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), emiten properti terkemuka, diprediksi akan mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2024, didorong oleh insentif pajak pembelian properti dan penurunan suku bunga. Pada semester pertama 2024, PWON berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 12,6% menjadi Rp 3,26 triliun dan peningkatan EBITDA 10,3% menjadi Rp 1,79 triliun. Namun, laba bersihnya turun 22,97%, salah satunya akibat kerugian kurs.

Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas mencatat penjualan pemasaran PWON mencapai Rp 770 miliar pada paruh pertama tahun ini, sebagian besar berasal dari penjualan rumah tapak di proyek Grand Pakuwon dan Pakuwon City, serta apartemen di Jakarta dan Surabaya. Sekitar 70% penjualan memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).

Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas optimis bahwa penurunan suku bunga dan insentif pajak akan meningkatkan permintaan properti. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan seperti inflasi dan ketatnya persaingan di sektor properti mengharuskan PWON memperkuat strategi pemasaran dan manajemen risiko.

Baruna Arkasatyo dan Joanne Ong dari CGS Sekuritas Internasional menyoroti proyek baru PWON, termasuk kerja sama dengan Marriott International untuk pembangunan lima hotel baru dan proyek superblok di Ibu Kota Negara (IKN) dengan anggaran Rp 5 triliun. PWON juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,71 triliun pada 2024.

Dari sisi investasi, Axell merekomendasikan overweight untuk saham PWON dengan target harga Rp 575, sementara Vicky menilai saham ini undervalued dan merekomendasikan buy dengan target Rp 560 per saham.

Bank Digital Afrika Membidik Pasar UMKM Indonesia

10 Oct 2024
Minat investor asing untuk berinvestasi di sektor perbankan Indonesia terus meningkat, dan Tyme Group, bank asal Afrika Selatan, adalah salah satu yang terbaru dalam daftar tersebut. Menurut CEO Tyme Bank, Coenraad Jonker, pihaknya berencana memperkenalkan produk *Merchant Cash Advance* di Indonesia, dengan fokus utama pada sektor UMKM yang dinilai ideal untuk model bisnis Tyme.

CEO Go Tyme Capital Indonesia, Timothy Delahunty, mengonfirmasi rencana ini dan menyebut bahwa layanan keuangan fleksibel dari Tyme akan segera diluncurkan, menyasar UMKM yang dinilai sangat dinamis di Indonesia. Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa belum ada pembicaraan resmi dengan Tyme terkait izin operasional di Indonesia.

Rustarti Suri Pertiwi, Direktur Keuangan Bank Raya Indonesia, menyambut baik masuknya bank asing yang dapat meningkatkan layanan keuangan untuk UMKM. Namun, ia mengingatkan bahwa memahami karakteristik UMKM lokal sangat penting untuk kesuksesan produk yang ditawarkan. Menurut Ekonom Segara Institute, Piter Abdullah, bank asing sering kali kesulitan menembus pasar UMKM karena pasar ritel ini umumnya dikuasai bank domestik yang lebih memahami budaya dan kebutuhan lokal.

Dampak Perang Timur Tengah Menggerus Bisnis Global

10 Oct 2024
Konflik yang memanas di Timur Tengah memberikan dampak negatif pada bisnis asuransi marine cargo di Indonesia. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI), melalui Wakil Presiden Direktur Nico Prawiro, mengakui bahwa konflik ini menghambat arus barang dan menurunkan daya beli masyarakat. Ditambah lagi, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS meningkatkan harga barang impor, sehingga permintaan menurun. Nico berharap industri domestik semakin kuat untuk mendukung arus perdagangan dalam negeri.

Linggawati Tok, Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI), menyatakan bahwa konflik Timur Tengah mempengaruhi permintaan produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit dan kopi, karena pengiriman barang melalui wilayah tersebut sangat terhambat. Sebagai solusi, GEGI mengalihkan fokus ke pasar domestik dan ekspor ke kawasan Asia Pasifik, Amerika, dan Eropa, dengan pendapatan premi marine cargo yang tumbuh 36% hingga mencapai Rp 94 miliar per September 2024.

Hasudungan Sianipar, Kepala Divisi Marine & Aviation PT Asuransi Central Asia (ACA), menyebutkan bahwa ACA kini lebih fokus pada pengiriman domestik karena risiko pengiriman ke Timur Tengah yang tinggi. ACA meraih pendapatan premi sebesar Rp 114 miliar hingga Agustus 2024, dari pasar marine cargo dalam negeri yang lebih aman.