Ekonomi
( 40554 )Potensi Setoran Sawit Dipertanyakan
Pemerintahan Prabowo Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Presiden terpilih Prabowo Subianto mematok target pertumbuhan ekonomi tinggi, yakni sebesar 8% per tahun, melampaui rata-rata 10 tahun terakhir sekitar 5%. Pemerintah sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan target tersebut. Strategi ini antara lain mengoptimalkan investasi berkelanjutan, lalu melibatkan swasta di proyek mercusuar, menciptakan kemandirian energi dan pangan, serta menggenjot inovasi teknologi untuk mencegah korupsi. Secara historia, Indonesia pernah mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, yakni pada 1977, 1980, 1981, dan 1995.
Artinya target itu bukan mustahil tercapai, kendati perlu upaya keras. Itu sebabnya, ekonom menyarankan pemerintah menjaga daya beli kelas menengah karena mereka penggerak pertumbuhan ekonomi dengan cara pemberian subsidi, fasilitas kesehatan, dan pendidikan hingga penundaan kenaikan pajak. Lalu, pemerintah bisa mendorong pertumbuhan usaha dengan pemberian insentif dan kredit khususnya pada industri padat karya. Investasi juga harus dipacu habis-habisan hingga mencapai 53% dari PDB atau setara Rp 11 ribu triliun. Jumlah itu jauh diatas target 2024 sebesar Rp1.600 rupiah. (Yetede)
Jalur Licin Asuransi
Memperbesar Kontribusi Koperasi ke Perekonomian
Pemerintah mendorong peningkatan kontribusi usaha koperasi terhadap PDB nasional dari 5,7% menjadi 6,2% pada tahun ini. Untuk itu, pemerintah menerapkan program koperasi modern mulai tahun 2020 hingga 2023 yang menghasilkan 400 koperasi, dan target tahun ini menjadi 500 koperasi modern. Kontribusi koperasi terhadap PDB telah mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dalam rencana tersebut, target kontribusi koperasi mencapai 5,5% terhadap PDB nasional pada 2024.
Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (Kemekop UKM) Ahmad Zabadi mengatakan, program korporatisasi petani yang menghadirkan ekosistem hulu hilir dengan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani anggota koperasi. Dalam program ini petani menjadi penyedia bahan baku/supplyer dan koperasi menjadi konsolidator dan agregator produk pertanian dengan mencari pasar/offtaker. "Kami ingin koperasi menjadi bagian dari rantai pasok dan ekosistem bisnis dan terhubung dengan dunia usaha lain atau industri. Program hilirisasi koprasi kita dorong agar terintegrasi dari hulu ke hilir dalam konteks koperasi di sektor riil," jelas Ahmad. (Yetede)
Strategi Pasangan Calon di Daerah Mendompleng Ketenaran Prabowo Subianto
Kolaborasi inklusif Pemerintah-Swasta Menentukan Kecepatan dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi
Menekan Ketimpangan dan Kebocoran
BP Tapera diusulkan Jadi Badan Investasi
Prediksi Membaiknya Perdagangan di Tahun 2025
Bank Thailand Merambah Indonesia
Lembaga keuangan dari Thailand dalam beberapa tahun terakhir mulai mengakuisisi perbankan diIndonesia. Apa strategi kerja sama antara industri keuangan ”Negeri Gajah Putih” dan Indonesia? PT Bank Permata Tbk pada akhir September 2024 mengukuhkan kerja sama mereka dengan Bangkok Bank dengan mengganti logo berbentuk permata yang telah mereka pertahankan selama 21 tahun. Logo itu berganti menjadi bunga lotus, yang akrab dengan filosofi Buddha yang menjadi kepercayaan mayoritas di Thailand. Bangkok Bank menjadi satu-satunya pengendali saham bank yang terdaftar di bursa dengan kode BNLI tersebut. Per 30 September, Bangkok Bank menguasai 89,12 persen saham BNLI dan sisanya oleh publik.
Kepemilikan ini tercapai sejak Bangkok Bankmengakuisisi Bank Permata dari PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank pada pertengahan 2020. Presiden Direktur Bank Permata Meliza M Rusli saat ditemui di Jakarta, Kamis (10/10/2024), menjelaskan, Bangkok Bank mengakuisisi mereka karena memiliki visi untuk mendukung nasabah Indonesia yang memiliki bisnis di luar Indonesia. Demikian sebaliknya dengan Bangkok Bank yang sebelumnya sudah membuka cabang di Indonesia sejak 1968. Mereka berekspansi mengikuti perkembangan bisnis nasabahnya. ”Sekarang Indonesia ini, kan, sudah berada di tahap dimana banyak perusahaan Indonesia yang menjadi pemain regional, bahkan menjadi pemain global. Mereka punya bisnis di Afrika, di London, dibanyak tempat. Kami ingin menjadi salah satu bank yang juga bisa memberikan dukungan kepada nasabah-nasabah kami ini dalam transaksi lintas batas,” tuturnya.
Bankok Bank, yang merupakan Lembaga keuangan dari Thailand dalam beberapa tahun terakhir mulai mengakuisisi perbankan di Indonesia. Apa strategi kerja sama antara industri keuangan ”Negeri Gajah Putih” dan Indonesia? PT Bank Permata Tbk pada akhir September 2024 mengukuhkan kerja sama mereka dengan Bangkok Bank dengan mengganti logo berbentuk permata yang telah mereka pertahankan selama 21 tahun. Logo itu berganti menjadi bunga lotus, yang akrab dengan filosofi Buddha yang menjadi kepercayaan mayoritas di Thailand. Bangkok Bank menjadi satu-satunya pengendali saham bank yang terdaftar di bursa dengan kode BNLI tersebut. Per 30 September, Bangkok Bank menguasai 89,12 persen saham BNLI dan sisanya oleh publik. Kepemilikan ini tercapai sejak Bangkok Bank mengakuisisi Bank Permata dari PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank pada pertengahan 2020. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









