;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Dilema Stimulus: Menghidupkan Kembali Bursa Saham

14 Oct 2024
Pemerintah China mengumumkan paket stimulus fiskal baru berupa penerbitan obligasi khusus senilai sekitar USD 325,5 miliar. Langkah ini bertujuan mengatasi krisis sektor properti dan rendahnya konsumsi masyarakat di China. Cheril Tanuwijaya dari Mega Capital Sekuritas mengamati bahwa stimulus ini memicu arus keluar dana asing dari Bursa Efek Indonesia (BEI), memperkuat tren net sell yang mencapai Rp 4,99 triliun minggu lalu.

Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa stimulus tersebut membuat valuasi saham China lebih menarik dibandingkan pasar Indonesia, yang sudah relatif tinggi. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, melihat bahwa dana asing kemungkinan besar akan mengalir ke China, menghambat investasi asing jangka pendek di Indonesia. Hal ini turut menekan nilai tukar rupiah, yang terdepresiasi sejak akhir September.

Namun, David Sumual dari Bank Central Asia memproyeksikan bahwa dalam jangka menengah, Indonesia berpotensi mendapatkan manfaat dari stimulus China, mengingat negara tersebut adalah mitra dagang utama Indonesia, terutama dalam ekspor komoditas seperti nikel dan batubara. Josua Pardede menambahkan, jika stimulus berhasil menggerakkan ekonomi China, ekspor Indonesia ke China bisa meningkat, sehingga devisa bertambah dan memberikan dampak positif pada pasar saham Indonesia di masa mendatang.

Minyak Sawit Berkontribusi pada Kenaikan Neraca Dagang

14 Oct 2024
Neraca perdagangan Indonesia pada September 2024 diproyeksikan akan terus mencatat surplus, dengan nilai diperkirakan antara USD 2,5 hingga USD 3,13 miliar. Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, memperkirakan surplus sebesar USD 2,55 miliar, didorong oleh peningkatan permintaan ekspor terutama untuk produk manufaktur dan minyak sawit mentah (CPO), yang selaras dengan peningkatan angka PMI Manufaktur Indonesia menjadi 49,2.

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalia Situmorong, memperkirakan surplus sebesar USD 2,80 miliar, karena ekspor CPO dan batubara meningkat bersamaan dengan lonjakan impor sebesar 12,5% yoy akibat aktivitas domestik yang mulai pulih.

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA David Sumual memiliki prediksi surplus tertinggi, sebesar USD 3,13 miliar, mencatat bahwa kenaikan harga CPO mendukung ekspor, meskipun harga komoditas lain seperti batubara dan minyak relatif melambat.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, memperkirakan surplus di kisaran USD 2,5 hingga USD 2,6 miliar dan mencatat bahwa impor bahan baku nonmigas masih rendah akibat PMI Manufaktur yang masih di bawah 50, menunjukkan sektor manufaktur dalam fase kontraksi dan lambatnya pembelian bahan baku industri.

MENADAH BIG CAP SAAT HARGA MURAH

14 Oct 2024
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan, kembali ke level 7.520,60 setelah penurunan 3,56% dalam sebulan terakhir. Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menjadi faktor utama yang menekan IHSG.

Daniel Agustinus, seorang Certified Elliott Wave Analyst, menyebut bahwa arus keluar dana asing, terutama karena stimulus ekonomi di China, berdampak besar pada saham-saham big cap di Indonesia. 

Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menambahkan bahwa pelantikan presiden baru dan potensi penurunan suku bunga oleh The Fed bisa mengembalikan minat investor asing. Menurutnya, musim laporan keuangan kuartal III-2024 akan menjadi katalis positif untuk saham big cap. 

Analis Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas melihat penurunan harga saham big cap sebagai peluang koleksi saham seperti BBRI dan ASII secara bertahap.

William Hartanto, pengamat pasar modal, menyarankan strategi buy on weakness untuk saham seperti BBRI, TLKM, dan BBNI, meskipun ia memperkirakan pelemahan big cap masih bisa terjadi tetapi terbatas.

Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas menyoroti sektor perbankan, menjelang rilis laporan keuangan dan insentif di sektor properti, dengan rekomendasi pada BMRI. Audi merekomendasikan saham BBCA, BMRI, BBRI, dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp 11.150, Rp 7.200, Rp 5.900, dan Rp 3.750 per saham.

Strategi Emiten Properti Bangkit di Tengah Pemulihan Ekonomi

14 Oct 2024
Peluang positif di sektor properti yang didorong oleh kebijakan moneter dan rencana kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto. Kebijakan Bank Indonesia (BI) dan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga pada September 2024 memberikan angin segar bagi sektor ini, dan penurunan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir tahun diprediksi akan mendukung kinerja perusahaan properti.

Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana memberikan relaksasi pajak properti, termasuk menghapus PPN 11% dan BPHTB 5% untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta mencanangkan pembangunan tiga juta rumah per tahun yang diharapkan akan mendorong permintaan KPR subsidi.

Menurut analis properti, seperti Daniel Agustinus dari Kanaka Hita Solvera, dan Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas Indonesia, kebijakan PPN DTP 100% serta penurunan suku bunga akan mendukung emiten properti seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA), yang telah mencatat kenaikan harga saham tahun ini. Namun, mereka juga mencatat risiko dari kondisi makroekonomi, seperti potensi kenaikan tarif PPN menjadi 12% di 2025 yang bisa mempengaruhi daya beli.

Sementara itu, Nafan Aji Gusta Utama dari Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan kinerja emiten properti akan tetap bergairah, dan merekomendasikan saham-saham properti seperti BSDE, APLN, dan CTRA.

Penurunan Biaya Pakan Jadi Pemacu Pertumbuhan Sektor

14 Oct 2024
Prospek positif bagi emiten sektor unggas pada akhir tahun 2024, didukung oleh penurunan biaya pakan dan potensi kenaikan harga ayam. Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Saragih, mencatat adanya perbaikan harga Day Old Chick (DOC) dan ayam pedaging pada September 2024 setelah penurunan sebelumnya, dan memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut. Inflasi yang terkendali juga dipandang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi, mencatat bahwa harga bahan pakan seperti jagung dan soybean meal turun, yang dapat mendukung profitabilitas meskipun harga ayam menurun. Penurunan harga ini dinilai mampu menjaga laba bersih sektor unggas tetap positif.

Selain itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menganggap program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai katalis positif tambahan bagi sektor unggas. Menurutnya, permintaan poultry juga diproyeksikan meningkat pada kuartal IV karena musim libur Natal dan Tahun Baru.

Victor dan Andreas merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebagai pilihan utama, dengan target harga masing-masing Rp 5.825 per saham. Meski sektor unggas masih menghadapi risiko pelemahan daya beli, penurunan biaya pakan, serta adanya program MBG menjadi dorongan positif bagi kinerja sektor ini.

Pertumbuhan Tipis Tabungan Nasabah Kelas Menengah

14 Oct 2024
Fenomena "makan tabungan" di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah, yang tercermin dari pertumbuhan rendah simpanan di bawah Rp 100 juta. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan simpanan kelompok ini hanya naik 0,8% sepanjang 2024 hingga Agustus.

Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB, mengamati nasabah menengah ke bawah lebih banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BJB lebih banyak didorong oleh nasabah prioritas. Dia memperkirakan peningkatan tabungan pada akhir tahun didorong oleh konsumsi libur akhir tahun dan pilkada.

Di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Direktur Santoso juga melihat tren "makan tabungan" dengan pertumbuhan saldo rata-rata yang cenderung menurun. Sementara itu, Bank Mandiri mencatat peningkatan simpanan sebesar 5% pada nasabah kelas menengah ke bawah per Agustus 2024, meski Evi Dempowati menyebut kelompok ini semakin berhati-hati dalam pengeluaran.

Menurut pengamat perbankan Arianto Muditomo, fenomena ini terjadi karena pendapatan yang stagnan, meskipun harga barang cenderung turun, sehingga masyarakat mengurangi tabungan demi pengeluaran.

Strategi Asuransi Jiwa di Tengah Gejolak Sentimen Pasar

14 Oct 2024
Industri asuransi jiwa optimistis menghadapi prospek kinerja investasi menjelang akhir tahun, didorong oleh sentimen penurunan suku bunga acuan dan window dressing. Direktur Ciputra Life, Listianiwati Sugiyanto, melihat potensi kenaikan pada instrumen surat utang dan saham. Ciputra Life akan menyesuaikan strateginya dengan meningkatkan porsi investasi di saham dan mempertahankan obligasi, terutama obligasi pemerintah dan korporasi dengan rating minimal investment grade.

Wiratama dari MSIG Life menilai bahwa penurunan suku bunga bisa memperkuat investasi pada obligasi pemerintah, yang menawarkan imbal hasil kompetitif dengan risiko rendah. Hal ini sejalan dengan strategi MSIG Life yang berfokus pada investasi dalam obligasi untuk memenuhi kebutuhan durasi perusahaan.

Di sisi lain, Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia, Ong Le Keat, menegaskan pentingnya kehati-hatian di tengah tantangan seperti pelemahan daya beli, tensi geopolitik, dan perlambatan ekonomi global. Allianz tetap mengutamakan strategi fundamental dan pengelolaan risiko untuk mencapai imbal hasil yang optimal.

Bird Pacu Pertumbuhan Kinerja di Tengah Persaingan Ketat

14 Oct 2024
PT Blue Bird Tbk (BIRD) optimistis mencapai target bisnis 2024 dengan pertumbuhan dua digit hingga akhir tahun. Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, atau Andre, mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan pada paruh pertama 2024 telah tumbuh 11% dibandingkan tahun lalu, dengan laba sebesar Rp 263 miliar. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh layanan non-taksi dengan margin keuntungan mencapai 40%.

Pada tahun 2024, Blue Bird mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,5 triliun untuk menambah 7.000 armada baru, termasuk kendaraan non-taksi dan kendaraan listrik (EV). Selain itu, perusahaan terus mengembangkan aplikasi MyBluebird untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Hingga akhir 2024, Blue Bird menargetkan pertumbuhan double-digit, dengan kontribusi utama tetap berasal dari segmen taksi, sementara non-taksi menyumbang sekitar 10%-15%.

Blue Bird juga memperluas jangkauannya di Balikpapan, menyediakan berbagai layanan, seperti Bluebird taksi reguler, Goldenbird (sewa kendaraan), dan Cititrans (shuttle antarkota). Infrastruktur untuk pengisian daya mobil listrik Blue Bird di kota tersebut juga diharapkan selesai pada akhir tahun.

Paradoks kondisi kesejahteraan petani

14 Oct 2024
Sekitar 48,86 persen rumah tangga miskin di ndonesia menjadikan sektor pertanian sebagaitumpuan nafkahnya. Sektor pertanian juga menampung hampir sepertiga (28,21 persen) penduduk Indonesia yang bekerja. Sebuah paradoks dengan kondisi kesejahteraan petani tergambar dari kinerja produksi padi nasional. Kerja keras petani yang merupakan penghasil pangan bagi 270 juta jiwa lebih penduduk Indonesia membuahkan hasil manis dan mendapat apresiasi secara internasional pada bulan kemerdekaan dua tahun lalu. Pada Agustus 2022, Indonesia memperoleh penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) karena telah berhasil mencapai swasembada beras.

Tahun setelah penghargaan itu diterima adalah tahun yang berat untuk mempertahankan volume produksi padi. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data, produksi padi nasional tahun 2023 mencapai 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini turun 1,4 persen dibandingkan 2022 yang mencapai 54,75 juta ton GKG atau turun 1,4 persen. Diperlukan strategi untuk mengatasi penurunan ini agar tak terjadi lagi pada 2024. Meskipun alarm penurunan sebenarnya sudah terlihat pada realisasi produksi padi pada periode subround 1 2024 (Januari-April) yang tumbuh negatif 17,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2023, masih ada peluang untuk menggenjot produksi di dua subround selanjutnya hingga akhir 2024.

Teknologi pertanian perlu sentuhan teknologi untuk memitigasi kondisi alam yang kadang tidak sejalan dengan fase pertumbuhan padi. Pertanyaannya, seberapa banyak berbagai hasil riset mengenai teknologi pertanian telah diadopsi oleh petani? Diperlukan suatu lembaga yang dapat menjembatani kebermanfaatan hasil riset ilmiah itu hingga sampai ke tangan petani dengan bahasa sederhana. BPS mencatat pertanian Indonesia lewat Sensus Pertanian setiap sepuluh tahun sekali. Banyak informasi bisa direfleksikan dari pencatatan SensusPertanian. Pada Sensus Pertanian 2023, terdapat sekitar 59,53 persen petani yang terjaring kedalam petani milenial, yaitu berusia 19-39 tahun dan/atau menggunakan teknologi digital dalam proses pertaniannya. (Yoga)

Pembentukan Badan Karbon Untuk Mendukung Ekonomi Hijau

14 Oct 2024
Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah mengadaptasi berbagai aturan perdagangan karbon untuk menciptakan insentif ekonomi bagi perusahaan yang mampu mengurangi emisi gas karbon. Melanjutkan upaya tersebut, pemerintahan Prabowo Subianto berencana membentuk Badan Pengelola Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Niaga Karbon. Inisiatif tersebut tercetus sejak Agustus 2024 seusai tim ekonomi presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkoordinasi dengan Kantor Staf Presiden. Ide lembaga yang disebut juga sebagai Badan Karbon itu terus dimatangkan hingga selesai pada pertengahan Oktober 2024  menjelang pelantikan kepemimpinan nasional pada 20 Oktober 2024.

Bagian dari tim ekonomi Prabowo-Gibran, Ketua Umum Pengusaha Muda Nasional Anggawira, saat dihubungi akhir pekan lalu di Jakarta menyampaikan, pembentukan Badan Karbon merupakan komitmen dalam mengatasi perubahan iklim dan menangkap peluang ekonomi dari pasar karbon global yang semakin berkembang. Langkah ini juga sejalan dengan delapan misi Astacita Prabowo-Gibran, yaitu mendorong kemandirian bangsa, salah satunya melalui ekonomi hijau ”Badan Karbon akan menjadi regulator utama yang mengelola pasar karbon nasional. Ini termasuk pendaftaran proyek penurunan emisi, penerbitan sertifikat karbon, dan memastikan bahwa setiap transaksi  karbon dilakukan sesuai dengan standar internasional," tuturnya.   

Badan ini, lanjut Anggawira, akan mengawasi penghitungan, verifikasi, dan pelaporan penurunan emisi yang dilakukan oleh perusahaan berbagai sektor, seperti energi, industri berat, serta sektor kehutanan dan pertanian, yang berpartisipasi dalam perdagangan karbon. Perdagangan karbon merupakan mekanisme berbasis pasar. Dalam mekanisme ini, izin emisi atau unit karbon dapat diperdagangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Badan Karbon juga akan menyediakan platform digital untuk memfasilitasi jual beli kredit karbon, baik di pasar domestik maupun global, yang transparan dan akuntabel. Dengan mendorong perdgangan karbon, Badan Karbon diharapkan mampu meningkatkan investasi di proyek-proyek energi bersih, rehabilitasi hutan, dan teknologi ramah lingkungan. Pendapatan dari perdagangan karbon akan digunakan untuk mendanai program keberlanjutan lingkungan. (Yoga)