Kategori
Ekonomi
( 40733 )Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Suku Bunga Acuan Ditahan Tetap 6 Persen
17 Oct 2024
Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di angka 6 persen. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi risiko dari ketidakpastian pasar keuangan global akibat konflik geopolitik, memperkuat stabilitas nilai tukar, dan menjaga inflasi dalam sasaran yang telah ditetapkan. Keputusan tersebut diumumkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo pada Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (16/10/2024). BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility 5,25 persen dan lending facility di 6,75 persen. Perry menjelaskan, kebijakan ini konsisten dengan tujuan menjaga inflasi dalam kisaran 1,5-3,5 persen pada 2024 dan 2025 serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Perry menambahkan, kebijakan makroprudensial longgar tetap diterapkan untuk mendorong penyaluran kredit di sektor-sektor prioritas demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sistem pembayaran pun diarahkan untuk mempercepat digitalisasi dan memperluas akseptasi di berbagai lapisan masyarakat.
”Fokus kebijakan moneter jangka pendek adalah stabilitas nilai tukar rupiah akibat ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Perry. Ia menyoroti ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menambah ketidakpastian, sementara pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat pada 2024 dengan proyeksi 3,2 persen. Meski demikian, tren penurunan inflasi global telah memicu konvergensi pelonggaran kebijakan moneter di negara maju. Penurunan suku bunga negara-negara maju, terutama Amerika Serikat (AS), diperkirakan terus berlanjut meskipun ketegang geopolitik perlu terus diwaspadai. Dalam merespons dinamika global ini, Perry menekankan pentingnya kebijakan yang berhati-hati untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan aliran modal asing guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Di dalam negeri, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2024 tercatat 1,84 persen secara tahunan dengan inflasi inti mencapai 2,09 persen. Inflasi harga bergejolak berada pada 1,43 persen. Semua masih dalam rentang sasaran BI sebesar 1,5-3,5 persen.
Nilai tukar rupiah pada 15 Oktober 2024 mencapai Rp 15.555 per dollar AS, terdepresiasi 2,82 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian global akibat ketegangan di Timur Tengah. Jika dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2023, depresiasi rupiah 1,17 persen. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di kisaran 4,7-5,5 persen dengan proyeksi peningkatan pada 2025. Untuk mencapai target tersebut diperlukan berbagai langkah strategis, salah satunya dengan memperkuat bauran kebijakan moneter ”BI akan terus mencermati potensi penurunan suku bunga dengan tetap memperhatikan prospek inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi,” kata Perry. Kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesi (LPEM FEB UI), Teuku Riefki berpendapat, stabilitas nilai tukar yang memberikan sinyal positif terhadap kebijakan moneter. Menurut dia, BI bisa saja memangkas suku bunga acuan di akhir tahun guna mendorong permintaan di sektor riil, terutama jika tren deflasi berlanjut. (Yoga)
Industri Sambal Tanah Air Tumbuh Berkat Peran Wirausaha Lokal yang Gigih dan Inovatif
16 Oct 2024
Dengan kreativitas dan keberanian, Lanny, Susilaningsih, dan Mujiati berhasil mengubah sambal tradisional menjadi komoditas bernilai tinggi yang mampu menembus pasar internasional. Selain menciptakan lapangan kerja, usaha ini juga mendukung petani lokal dengan meningkatkan permintaan cabai dan bawang. Dengan kualitas, cita rasa otentik, dan inovasi, sejumlah produk sambal asal Indonesia telah membuktikan diri sebagai produk unggulan yang bisa bersaing di kancah global. Berkat ketekunan dan kreativitas mereka, merek sambal seperti Bu Rudy, DD1 Dede Satoe, dan CUK! kini tersedia di sejumlah negara, mulai dari Asia hingga Amerika. Ketiga perempuan pengusaha itu seolah ”menunggangi” gelombang permintaan global akan cabai serta bumbu dan saus yang tumbuh beberapa tahun terakhir.
Perusahaan riset pasar IMARC Group menyebutkan, pasar cabai global mencapai 1,42 miliar dollarAS pada 2023. Pada 2032, angkanya diperkirakan naik menjadi 2,34 miliar dollar AS dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) mencapai 5,7 persen selama 2023-2032. Peningkatan permintaan itu dinilai turut didorong oleh tren orang-orang yang makin menyukai masakan pedas. Cabai banyak digunakan untuk memenuhi permintaan rasa pedas dalam berbagai masakan. Selain itu, peningkatan juga terjadi karena sifat cabai yang serbaguna, yang membuatnya cocok untuk saus, salsa, bumbu dapur, dan bumbu rendaman. Para koki dan produsen makanan terus berinovasi dengan produk berbasis cabai untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen. Data dari perusahaan data dan analitik Global Data menunjukkan tren serupa.
Dalam laporan ”Indonesia Seasonings, Dressing, and Sauce-Market Assessment and Forecasts to 2024”, Global Data menyebut, sektor bumbu, saus, dan dressing di Indonesia diperkirakan tumbuh dari Rp 48,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 70,5 triliun pada 2024. CAGR mencapai 7,9 persen. Menurut laporan ”Food Out look” dari FAO, permintaan cabai global terus meningkat seiring dengan berkembangnya tren konsumsi makanan pedas di sejumlah negara. Selain kebutuhan konsumen rumah tangga, permintaan ini juga didorong oleh sektor makanan dan minuman serta industri farmasi dan kosmetik. Pertumbuhan permintaan tidak hanya terjadi di negara-negara pengonsumsi cabai tradisional, seperti India dan Thailand, tetapi juga di Amerika Utara dan Eropa, tempat makanan pedas semakin populer. (Yoga)
Melemahnya Kinerja Ekspor Nonmigas
16 Oct 2024
Kinerja ekspor nonmigas Indonesia pada September 2024 turun di tengah pelemahan kinerja industri manufaktur di sejumlah negara mitra dagang utama. Penurunan itu disebabkan penurunan ekspor sektor industri manufaktur dan pertambangan. Namun, penurunan ekspor nonmigas itu tertopang kenaikan ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (15/10/2024), merilis, total ekspor nonmigas Indonesia pada September 2024 senilai 20,91 miliar dollar AS atau sekitar Rp 326,21 triliun. Nilai ekspor tersebut turun 5,96 persen secara bulanan. Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penurunan nilai ekspor nonmigas itu disebabkan penurunan ekspor sektor industri manufaktur dan pertambangan. Pada September 2024, nilai ekspor industri manufaktur dan pertambangan turun masing-masing 6,38 persen dan 5,36 persen secara bulanan.
Komoditas di kedua sektor tersebut yang mengalami penurunan nilai ekspor adalah minyak sawit, logam dasar mulia, pakaian jadi, dan bijih tembaga. Ekspor minyak sawit dan produk turunannya, misalnya, nilainya turun 21,46 persen dari 1,77 miliar dollar AS pada Agustus 2024 menjadi 1,38 miliar dollar AS pada September 2024. Di tengah penurunan ekspor kedua sektor itu, lanjut Amalia, nilai ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru naik 2,95 persen. Sejumlah komoditas yang berkontribusi besar terhadap kenaikan ekspor sektor tersebut adalah lada hitam, pisang, kelapa, manggis, udang tangkap, dan mutiara budidaya. ”Bahkan, sepanjang Januari-September 2024, nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh paling tinggi, yakni 38,76 persen secara tahunan. Sementara ekspor sektor industri pengolahan dan pertambangan turun masing-masing 7,11 persen dan 9,03 persen,” ujarnya.
Menurut Amalia, penurunan ekspor nonmigas itu tidak terlepas dari pengaruh pelemahan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia. Pada September 2024, (PMII) manufaktur Kinerja tur China, Amerika Serikat, dan Jepang berada di zona kontraksi, yakni masing-masing 49,3, 47,3, dan 49,7. Meskipun demikian, BPS mencatat, neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada September 2024 masih surplus 4,61 miliar dollar AS. Indonesia telah membukukan surplus neraca perdagangan nonmigas secara berturut-turut selama 53 bulan sejak Mei 2020. Neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada Januari-September 2024 juga surplus 37,02 miliar dollar AS. Dalam Forum Pangan Dunia yang digelar Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di Roma, Italia, 14 Oktober 2024 WTO menyeruan peran penting perdagangan di sektor pertanian dan ketahanan pangan. (Yoga)
Indonesia dan Korea Selatan Bekerja Sama dalam Pengelolaan Bandara Asing
16 Oct 2024
Indonesia dan Korea Selatan bekerja sama dalam pengelolaan bandara asing guna meningkatkan daya saing. Kolaborasi ini diharapkan menyentuh daerah Asia dan Timur Tengah. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dan Incheon International Airport Corporation (IIAC) asal Korea Selatan bekerja sama untuk mengelola bandara dan pengembangan sumber daya manusia. Nota kesepahaman (MoU) menjadi langkah awal guna membahas empat hal. Pertama, InJourney Airports dan IIAC bekerja sama untuk mengelola bandara di Kuwait, Uzbekistan, dan Filipina. Kedua, anak usaha akan dibentuk guna mengikuti lelang pengelolaan bandara di Asia dan Timur Tengah. Ketiga, kompetensi sumber daya manusia akan dikembangkan guna pengelolaan bandara berstandar global.
Keempat, pengelola bandara Indonesia dan Korea Selatan tengah menjajaki kemitraan konsep bandara saudara (sister airport). ”Bagi InJourney Airports, menjadi pengelola bandara di luar negeri bertujuan meningkatkan daya saing dan memperluas kapasitas perusahaan sehingga dapat agresif mendorong transformasi bandara-bandara di dalam negeri,” kata Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi secara tertulis melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (15/10/2024). Kerja sama kedua pihak ini diharapkan mendorong InJourney Airports memberi pengalaman menyenangkan bagi penumpang pesawat. Perusahaan yang telah mengabungkan PT Angkasa Pura Indonesia I dan II ini berupaya berperan sebagai agen perkembangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan nilai tambah operasional bandara.
MoU dengan IIAC makan penandatanganan kedua setelah perusahaan bekerja sama mengelola Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. InJourney yang baru saja merger pada bulan lalu disebut menjadi operator bandara terbesar kelima di dunia dengan mengelola 37 bandara di Indonesia. Mitranya, IIAC, adalah pengelola bandara kelas dunia yang mengelola Bandara Incheon, Korea Selatan. Perusahaan ini menyabet predikat sebagai bandara terbaik ketiga dunia pada 2024 versi Skytrax. IIAC juga mengelola bisnis kebandarudaraan di 15 negara lainnya ”Kami bermitra dengan II AC yang telah menjadi operator bandara kelas dunia melalui berbagai keunggulan, di antaranya dalam hal teknologi kebandarudaraan,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports Ferry Kusnowo. (Yoga)
Pemerintah Mendorong Investasi Energi Bersih dan Orientasi Ekspor
16 Oct 2024
Pemerintah akan berfokus pada investasi di sektor-sektor seperti energi bersih dan yang berorientasi ekspor untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Namun, selain mengejar target pertumbuhan, investasi tersebut juga harus memperhatikan sektor-sektor yang dapat menyerap tenaga kerja, seperti manufaktur Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan, di masa mendatang, tren pasar cenderung akan mengarah ke sektor energi bersih. Beberapa perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia, seperti perusahaan di bidang mobil listrik, meminta akses energi bersih atau energi terbarukan. ”Mereka (investor) request-nya, inginnya, karena mereka membuat mobil listrik, harapannya tenaga atau energi yang mereka dapat juga adalah dari energi bersih dari energi terbarukan. Itu juga yang mereka harapkan, dan itu yang akan kita dorong,” katanya dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan III-2024 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Rosan menambahkan, penanaman investasi pada 2025 memang ditargetkan lebih tinggi dibanding tahun 2024 sekitar Rp 1.400 triliun. Sejalan dengan permintaan pasar mendatang, target tersebut dapat tercapai apabila turut dilakukan akselerasi penyediaan tenaga kerja berbasis energi hijau agar dapat menarik investasi masuk. Merujuk Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Pencanaan Pembangunan Nasional Nomor 2 Tahun 2024 tentang Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), investasi diharapkan dapat meningkat menjadi Rp 1.868-Rp 1.906 triliun ”Jadi, temanya adalah bagaimana kita mengarahkan investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah yang energi bersih dan juga berorientasi ekspor.
Mengapa? Sebab, apabila kita ingin mencapai pertumbuhan di atas 5 persen, kuncinya salah satunya adalah di investasi dan ekspor karena dua ruang itu yang masih mempunyai ruang untuk bertumbuh dengan tinggi,” ujar Rosan. Hal itu mengingat investasi menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dengan porsi 25-26 persen setelah konsumsi domestik yang mencapai lebih dari 50 persen. Sementara itu, belanja pemerintah berkontribusi 8-9 persen disusul dengan kinerja ekspor yang belum begitu signifikan. Oleh karena itu, kata Rosan, pertumbuhan yang bisa didorong adalah dari investasi. Manufaktur Dihubungi terpisah, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, berpendapat target penanaman investasi yang ditetapkan pada 2025 sangat optimistis. Kendati target tersebut ada kaitannya dengan upaya mengejar per tumbuhan ekonomi 8 persen, akan memberatkan bagi pemerintahan baru ke depan. (Yoga)
Industri Alat Kesehatan dalam Negeri Mengalami Pertumbuhan Pesat Pascapandemi
16 Oct 2024
Industri alat kesehatan dalam negeri mengalami pertumbuhan pesat pasca pandemi. Jumlah perusahaan di sektor ini meningkat secara signifikan. Untuk menjaga momentum tersebut, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah melalui regulasi yang mendorong belanja dan penggunaan produk dalam negeri. Mengutip data Kementerian Perindustrian, jumlah perusahaan industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri pada 2019 sebanyak 150 perusahaan. Adapun pada Juni 2024 jumlah industri alat kesehatan mencapai 1.199 perusahaan. Ketua I Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) Erwin Hermanto menjelaskan, lonjakan jumlah perusahaan alat kesehatan terjadi mulai 2020. Saat itu, masyarakat membutuhkan banyak sekali alat kesehatan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.
Akhirnya, banyak industri sektor lain yang ikut memproduksi alat kesehatan. ”Kebutuhan pasar sangat tinggi saat itu. Jadi, semua bergerak memproduksi alat kesehatan,” ujar Erwin, dihubungi pada Selasa (15/10/2024). Ia menambahkan, industri alat kesehatan kian tumbuh pesat setelah keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha, Mikro, Kecil, dan Koperasi dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Inpres No 2/2022 itu, menurut Erwin, menjadi sinyal keberpihakan pada industri alat kesehatan dalam negeri. Sebab, di dalamnya terdapat instruksi supaya alat kesehatan dalam negeri bisa jadi substitusi impor Industri alat kesehatan dalam negeri tidak hanya mampu menjadi substitusi impor, tetapi juga bisa menembus ekspor.
Stetoskop produk lokal sudah menembus pasar ekspor Amerika Serikat dan kasur rumah sakit diekspor ke Jepang dan Afrika. Selain itu, industri lokal alat kesehatan dalam negeri juga sudah bisa menciptakan alat kesehatan berteknologi tinggi, seperti alat digital untuk diagnostik. Erwin menjelaskan, sebelum muncul Inpres No 2/2022, impor alat kesehatan mendominasi hingga sekitar 92 persen dari total pasar industri alat kesehatan. Pada 2023, produksi alat kesehatan dalam negeri beranjak naik dengan pesat hingga 50 persen. Artinya, setelah inpres itu keluar, belanja alat kesehatan oleh dokter dan rumah sakit secara signifikan menggunakan produk dalam negeri. ”Harapannya, di pemerintah berikutnya, keberpihakan ini bisa dilanjutkan. Harapannya ada kontinuitas dan kesinambungan dalam penerapan relasi percepatan penggunaan produk dalam negeri," ujar Erwin. (Yoga)
Digitalisasi di Sektor Pertanian Terus Digalakkan oleh Pemerintah
16 Oct 2024
Modernisasi digital yang diterapkan di berbagai sektor seperti keuangan, kesehatan, pendidikan, perdagangan, pertanian, dan menjadi prioritas pemerintah Presiden Jokowi dalam 10 tahun terakhir telah memberikan dampak signifikan, terutama dalam peningkatan produktivitas. Hal ini pula yang diyakini akan mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi dan sejumlah program yang dicanangkan pemerintah Prabowo Subianto di masa mendatang. Direktur Eksekutif ICT sekaligus Pengamat Ekonomi Digital, Heru Sutadi mengatakan, Presiden Terpilih Prabowo Subianto telah mencanangkan target pertumbuhan ekonomi 8%. target ini tidak mudah untuk dicapai. Untuk mewujudkan target tersebut salah satu upaya yang bisa dilakukan melalui peningkatan ekonomi digital. Perlu langkah extra ordinary untuk mencapai target pertumbuhan 8%, salah satu upaya yang mungkin bisa dilakukan adalah bagaimana kita mendukung pertumbuhan ekonomi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik dan lebih tinggi," kata Heru. (Yetede)
Industri Perhiasan Capai Ekspor US$ 3,94 Juta
16 Oct 2024
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita menerangkan, data BPS yang diolah Kemepenrin menunjukkan capaian nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia pada Januari-Agustus 2024 sebesar US$ 3,94 juta. Hasil tersebut mengalami peningkatan sebesar 15,98% secara kumulatif jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di 2023 yang sebesar US$ 3,4 juta. "Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor industri perhiasan berpotensi untuk terus bertambah," kata dia. Apalagi, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya manajemen keuangan, dengan salah satunya melakukan melalui investasi juga ikut berperan pada meningkatnya permintaan pasar dan industri perhiasan. Reni menerangkan, selain sebagai perhiasan, emas dalam bentuk logam mulia semakin digemari oleh masyarakat sebagai salah satu intrusmen investasi yang dinilai aman dan menguntungkan, terutama dari sisis nilai jual kembali. (Yetede)
Pelaku Usaha Berharap Kabinet Baru Bisa Mengatasi Perekonomian yang Lemah
16 Oct 2024
Kalangan pelaku usaha menyampaikan harapannya agar presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dapat menyusun kabinet profesional yang jauh dari ego sektoral, terutama kementerian yang menangani sektor perekonomian. Ini menjadi penekanan karena perekonomian global dan nasional sedang melemah. "Pelaku usaha berharap agar kabinet Prabowo-Gibran lebih mengedepankan figur yang profesional, pengalaman leadership, semangat kolaboratif, mumpuni pada bidang yang dipimpinnya, dan jauh dari sifat ego sektoral," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang. Oleh karena itu, lanjut, dia, presiden dan wakil presiden terpilih tersebut harus selektif dalam memilih anggota kabinet. Dengan perekonomian global dan nasioanl sedang melemah, diperlukan tim kabinet yang berpengalaman yang mampu bekerja sama menciptakan strategi dan terobosan terbaru untuk menghadapi dinamika perekonomian yang penuh ketidakpastian. (Yetede)
OJK Menyebut Dua UUS Melakukan Spin Off
16 Oct 2024
OJK menyebut terdapat dua Unit Usaha Syariah (UUS) bank yang tengah berproses melakukan pemisahan diri dari induk (spin off). Keduanya adalah UUS PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan UUS PT Bank CIMN Niaga Tbk. Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengungkapkan, sudah ada perkembangan yang terkait progres spin off BTN Syariah, dimana telah ada kesepakatan mengenai harga untuk eksekusi bank syariah yang diakuisisi tersebut nantinya menjadi cangkang untuk BTN Syariah usai spin off. Bank Victoria Syariah yang digadang-gadang menjadi incaran BTN setelah sebelumnya tidak melanjutkan mengakuisisi bank Muamalat. Nixon mengungkapkan, bahwa saat ini prosesnya sudah menuju tahap akhir. "Kami sedang mempersiapkan dua dokumen penting untuk proses akuisisi ini dalam tahap penyelesaian," ujar Nixon. Pihaknya mengharapkan penjanjian jual beli bersyarat dapat rampung pada akhir tahun ini. Sehingga bisa dilanjutkan dengan tahap rapat umum pemegang saham luar biasa pada tahun depan untuk meminta persetujuan pemegang saham. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









