;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Penjualan Mobil Chery Mendekati Target

15 Oct 2024

Sales Director PT Chery Sales indonesia (CSI) Budhi Dharmawan menerangkan, pihaknya tetap optimistis di tengah kondisi dan situasi yang menantang. Hal ini karena Chery adalah salah satu jenama yang masih menunjukkan trend positif di saat market lagi negatif. "Hingga saat ini kita sudah achieve lebih dari 80% dari target penjualan kita di tahun ini," jelas dia. Sebelumnya Asisstant President Director CSI Zeng Shou menargetkan penjualan mobil Chery di tahun ini sebesar 10.000 sampai 11.000 unit. Budi menjelaskan, kontribusi terbesar dari penjualan mobil yaitu pada kendaraan listrik dan ICE. "Saat ini kontribusinya hampir sama. Tapi sedikit lebih besar EV-nya yaitu 55% bandingkan ICE sebesar 45%," Untuk menghadapi pelemahan daya beli dan peningkatan penjualan, Chery menghadirkan sejumlah strategi penjualan. Salah satunya memberikan alternatif produk yang lebih variatif kepada konsumen. "Yang baru kita launching itu Tiggo 8 kan menggebrak market. Saat kelesu-lesuan ini kita memberikan kayak suatu rangsangan baru," kata Budi. (Yetede)

Strategi Mengatasi Lesunya Bursa Kripto

14 Oct 2024

Pada pekan ini, tepatnya 16 Oktober 2024, pendaftaran Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) ditutup. Persoalannya, hingga saat ini hanya ada lima perusahaan yang secara resmi mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Ketatnya ketentuan yang wajib dipatuhi dituding sebagai penyebab sulitnya pedagang fisik mendapatkan izin dari Bappebti. Padahal, jumlah PFAK diyakini memengaruhi nilai transaksi perdagangan kripto yang menyusut dari level puncak pada 2021 silam. Pelaku usaha pun berharap adanya stimulus sebagai kompensasi atas beratnya upaya untuk memenuhi ketentuan tersebut. Harapan besar ditempatkan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang akan mengambil alih fungsi pengawasan Bursa Kripto dari Bappebti mulai Januari 2025.

Memperkuat Infrastruktur Kripto untuk Stabilitas Pasar

14 Oct 2024

Sejak diakui sebagai aset komoditi bursa berjangka pada 2018, perdagangan aset kripto di Indonesia mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam hal regulasi dan partisipasi pasar. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mulai memperketat aturan dengan mensyaratkan izin bagi pedagang fisik aset kripto pada 2021, sehingga hanya pedagang resmi yang dapat memperdagangkan aset kripto. Ini dilakukan seiring peningkatan nilai transaksi yang mencapai Rp859,4 triliun pada 2021 dengan 11 juta investor, meskipun isu keamanan dana nasabah masih menjadi sorotan.

Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2022 diterapkan untuk memperkuat ekosistem kripto, dengan menunjuk PT Bursa Komoditi Nusantara sebagai bursa berjangka dan PT Kliring Komoditi Indonesia sebagai lembaga kliring untuk perdagangan aset kripto. Pada Mei 2022, pemerintah mulai memungut pajak dari transaksi kripto, dengan tarif PPh 0,1% untuk penjual dan PPN 0,11% untuk pembeli. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dan memastikan transparansi dalam ekosistem kripto.

Regulasi pajak yang ketat juga mencakup tarif lebih tinggi bagi pedagang tidak resmi. Hingga saat ini, hanya ada 5 pedagang fisik kripto yang terdaftar di Bappebti, sementara 30 calon lainnya masih memenuhi persyaratan sebelum batas waktu yang ditetapkan. Ke depannya, kewenangan pengaturan aset kripto akan beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diharapkan membawa ekosistem kripto yang lebih aman, teratur, dan inklusif bagi investor dan pelaku pasar.

Bursa Kripto Butuh Stimulus Segera untuk Bangkit

14 Oct 2024

Indonesia menghadapi tantangan dalam mencapai ambisinya untuk menjadi pusat kripto Asia. Meskipun industri kripto pernah mencatatkan transaksi tinggi pada tahun 2021, yaitu Rp859,4 triliun, nilainya terus menurun hingga Rp149 triliun pada 2023. Tantangan ini diperparah oleh ketatnya persyaratan yang ditetapkan Bappebti untuk Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), termasuk modal yang besar dan sistem keamanan yang tinggi, yang menurut Chief Marketing Officer Tokocrypto, Wan Iqbal, menghambat pertumbuhan jumlah PFAK. Wakil Ketua Aspakrindo Yudhono Rawis menyarankan adanya insentif untuk merangsang minat usaha, sementara CEO Reku Jesse Choi menekankan pentingnya edukasi masyarakat untuk menghindari platform ilegal.

Kepala Bappebti, Kasan, optimistis bahwa nilai transaksi kripto dapat pulih hingga 300-400% pada tahun 2024, meskipun crypto winter baru-baru ini menekan aktivitas perdagangan. General Counsel PINTU Malikulkusno Utomo menambahkan bahwa tren positif seperti Bitcoin Halving dan suku bunga rendah mendukung potensi pertumbuhan pasar kripto di tahun 2024. Selain itu, faktor eksternal seperti suku bunga Federal Reserve AS dan hasil Pemilu AS juga diprediksi mempengaruhi prospek perdagangan aset kripto di Indonesia.

Kebijakan Baru: Peralihan Pengawasan dan Aturan Kripto

14 Oct 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan jaminan kepada pelaku industri dan investor aset kripto mengenai stabilitas regulasi saat mengambil alih pengawasan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mulai Januari 2025. Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan substansial dalam regulasi yang akan mempengaruhi pelaku industri. Robby, Ketua Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI), juga menyatakan keyakinan bahwa peralihan pengawasan akan berjalan lancar, namun ia menggarisbawahi perlunya evaluasi terhadap mekanisme perpajakan yang dinilai kurang kompetitif.

Di sisi lain, Dwi Astuti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, melaporkan peningkatan realisasi penerimaan pajak dari transaksi kripto. Para pengamat, seperti Fajry Akbar dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), menyoroti pentingnya OJK untuk melakukan sosialisasi agar transaksi di bursa kripto meningkat, serta memperkuat penegakan hukum untuk mencegah perpindahan pengguna ke platform ilegal. Dengan demikian, OJK diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pajak dan perkembangan pasar kripto di Indonesia.

Dilema Stimulus: Menghidupkan Kembali Bursa Saham

14 Oct 2024
Pemerintah China mengumumkan paket stimulus fiskal baru berupa penerbitan obligasi khusus senilai sekitar USD 325,5 miliar. Langkah ini bertujuan mengatasi krisis sektor properti dan rendahnya konsumsi masyarakat di China. Cheril Tanuwijaya dari Mega Capital Sekuritas mengamati bahwa stimulus ini memicu arus keluar dana asing dari Bursa Efek Indonesia (BEI), memperkuat tren net sell yang mencapai Rp 4,99 triliun minggu lalu.

Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa stimulus tersebut membuat valuasi saham China lebih menarik dibandingkan pasar Indonesia, yang sudah relatif tinggi. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, melihat bahwa dana asing kemungkinan besar akan mengalir ke China, menghambat investasi asing jangka pendek di Indonesia. Hal ini turut menekan nilai tukar rupiah, yang terdepresiasi sejak akhir September.

Namun, David Sumual dari Bank Central Asia memproyeksikan bahwa dalam jangka menengah, Indonesia berpotensi mendapatkan manfaat dari stimulus China, mengingat negara tersebut adalah mitra dagang utama Indonesia, terutama dalam ekspor komoditas seperti nikel dan batubara. Josua Pardede menambahkan, jika stimulus berhasil menggerakkan ekonomi China, ekspor Indonesia ke China bisa meningkat, sehingga devisa bertambah dan memberikan dampak positif pada pasar saham Indonesia di masa mendatang.

Minyak Sawit Berkontribusi pada Kenaikan Neraca Dagang

14 Oct 2024
Neraca perdagangan Indonesia pada September 2024 diproyeksikan akan terus mencatat surplus, dengan nilai diperkirakan antara USD 2,5 hingga USD 3,13 miliar. Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, memperkirakan surplus sebesar USD 2,55 miliar, didorong oleh peningkatan permintaan ekspor terutama untuk produk manufaktur dan minyak sawit mentah (CPO), yang selaras dengan peningkatan angka PMI Manufaktur Indonesia menjadi 49,2.

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalia Situmorong, memperkirakan surplus sebesar USD 2,80 miliar, karena ekspor CPO dan batubara meningkat bersamaan dengan lonjakan impor sebesar 12,5% yoy akibat aktivitas domestik yang mulai pulih.

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA David Sumual memiliki prediksi surplus tertinggi, sebesar USD 3,13 miliar, mencatat bahwa kenaikan harga CPO mendukung ekspor, meskipun harga komoditas lain seperti batubara dan minyak relatif melambat.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, memperkirakan surplus di kisaran USD 2,5 hingga USD 2,6 miliar dan mencatat bahwa impor bahan baku nonmigas masih rendah akibat PMI Manufaktur yang masih di bawah 50, menunjukkan sektor manufaktur dalam fase kontraksi dan lambatnya pembelian bahan baku industri.

MENADAH BIG CAP SAAT HARGA MURAH

14 Oct 2024
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan, kembali ke level 7.520,60 setelah penurunan 3,56% dalam sebulan terakhir. Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menjadi faktor utama yang menekan IHSG.

Daniel Agustinus, seorang Certified Elliott Wave Analyst, menyebut bahwa arus keluar dana asing, terutama karena stimulus ekonomi di China, berdampak besar pada saham-saham big cap di Indonesia. 

Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menambahkan bahwa pelantikan presiden baru dan potensi penurunan suku bunga oleh The Fed bisa mengembalikan minat investor asing. Menurutnya, musim laporan keuangan kuartal III-2024 akan menjadi katalis positif untuk saham big cap. 

Analis Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas melihat penurunan harga saham big cap sebagai peluang koleksi saham seperti BBRI dan ASII secara bertahap.

William Hartanto, pengamat pasar modal, menyarankan strategi buy on weakness untuk saham seperti BBRI, TLKM, dan BBNI, meskipun ia memperkirakan pelemahan big cap masih bisa terjadi tetapi terbatas.

Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas menyoroti sektor perbankan, menjelang rilis laporan keuangan dan insentif di sektor properti, dengan rekomendasi pada BMRI. Audi merekomendasikan saham BBCA, BMRI, BBRI, dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp 11.150, Rp 7.200, Rp 5.900, dan Rp 3.750 per saham.

Strategi Emiten Properti Bangkit di Tengah Pemulihan Ekonomi

14 Oct 2024
Peluang positif di sektor properti yang didorong oleh kebijakan moneter dan rencana kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto. Kebijakan Bank Indonesia (BI) dan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga pada September 2024 memberikan angin segar bagi sektor ini, dan penurunan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir tahun diprediksi akan mendukung kinerja perusahaan properti.

Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana memberikan relaksasi pajak properti, termasuk menghapus PPN 11% dan BPHTB 5% untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta mencanangkan pembangunan tiga juta rumah per tahun yang diharapkan akan mendorong permintaan KPR subsidi.

Menurut analis properti, seperti Daniel Agustinus dari Kanaka Hita Solvera, dan Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas Indonesia, kebijakan PPN DTP 100% serta penurunan suku bunga akan mendukung emiten properti seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA), yang telah mencatat kenaikan harga saham tahun ini. Namun, mereka juga mencatat risiko dari kondisi makroekonomi, seperti potensi kenaikan tarif PPN menjadi 12% di 2025 yang bisa mempengaruhi daya beli.

Sementara itu, Nafan Aji Gusta Utama dari Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan kinerja emiten properti akan tetap bergairah, dan merekomendasikan saham-saham properti seperti BSDE, APLN, dan CTRA.

Penurunan Biaya Pakan Jadi Pemacu Pertumbuhan Sektor

14 Oct 2024
Prospek positif bagi emiten sektor unggas pada akhir tahun 2024, didukung oleh penurunan biaya pakan dan potensi kenaikan harga ayam. Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Saragih, mencatat adanya perbaikan harga Day Old Chick (DOC) dan ayam pedaging pada September 2024 setelah penurunan sebelumnya, dan memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut. Inflasi yang terkendali juga dipandang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi, mencatat bahwa harga bahan pakan seperti jagung dan soybean meal turun, yang dapat mendukung profitabilitas meskipun harga ayam menurun. Penurunan harga ini dinilai mampu menjaga laba bersih sektor unggas tetap positif.

Selain itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menganggap program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai katalis positif tambahan bagi sektor unggas. Menurutnya, permintaan poultry juga diproyeksikan meningkat pada kuartal IV karena musim libur Natal dan Tahun Baru.

Victor dan Andreas merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebagai pilihan utama, dengan target harga masing-masing Rp 5.825 per saham. Meski sektor unggas masih menghadapi risiko pelemahan daya beli, penurunan biaya pakan, serta adanya program MBG menjadi dorongan positif bagi kinerja sektor ini.