Strategi Emiten Properti Bangkit di Tengah Pemulihan Ekonomi
Peluang positif di sektor properti yang didorong oleh kebijakan moneter dan rencana kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto. Kebijakan Bank Indonesia (BI) dan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga pada September 2024 memberikan angin segar bagi sektor ini, dan penurunan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir tahun diprediksi akan mendukung kinerja perusahaan properti.
Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana memberikan relaksasi pajak properti, termasuk menghapus PPN 11% dan BPHTB 5% untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta mencanangkan pembangunan tiga juta rumah per tahun yang diharapkan akan mendorong permintaan KPR subsidi.
Menurut analis properti, seperti Daniel Agustinus dari Kanaka Hita Solvera, dan Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas Indonesia, kebijakan PPN DTP 100% serta penurunan suku bunga akan mendukung emiten properti seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA), yang telah mencatat kenaikan harga saham tahun ini. Namun, mereka juga mencatat risiko dari kondisi makroekonomi, seperti potensi kenaikan tarif PPN menjadi 12% di 2025 yang bisa mempengaruhi daya beli.
Sementara itu, Nafan Aji Gusta Utama dari Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan kinerja emiten properti akan tetap bergairah, dan merekomendasikan saham-saham properti seperti BSDE, APLN, dan CTRA.
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023