;

Saham Sektor Energi Masih Berpotensi Tumbuh

Ekonomi Hairul Rizal 15 Oct 2024 Kontan
Saham Sektor Energi Masih Berpotensi Tumbuh
Harga komoditas energi global, termasuk minyak, gas alam, dan batubara, tengah mengalami volatilitas yang dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Menurut Liza Camelia Suryanata, Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, tiga faktor utama yang memengaruhi prospek harga energi adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, penurunan suku bunga di AS, dan perlambatan ekonomi di China. 

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Muhamad Heru Mustofa, menambahkan bahwa faktor cuaca ekstrem, seperti badai di Florida dan hujan lebat di China, juga berperan dalam fluktuasi harga energi. Heru memperkirakan harga minyak mentah dunia akan bergerak di rentang US$ 72–US$ 77 per barel, sementara harga batubara berkisar antara US$ 145–US$ 155 per ton hingga akhir 2024.

Emil Fajrizki dari Stocknow.id memprediksi bahwa harga minyak bisa mencapai US$ 80–US$ 95 per barel dalam jangka pendek. Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut harga minyak kemungkinan bertahan di level US$ 71–US$ 77 per barel, sementara harga batubara bisa tetap di atas US$ 150 per ton.

Meski sektor energi sempat mengalami penurunan saham akibat aksi profit-taking, menjelang rilis kinerja kuartal III-2024, emiten energi diprediksi menunjukkan hasil positif. Emil merekomendasikan saham PTBA, HRUM, dan BUMI untuk dibeli dengan target harga masing-masing Rp 4.100, Rp 1.465, dan Rp 200.
Download Aplikasi Labirin :