Ekonomi
( 40733 )Bird Pacu Pertumbuhan Kinerja di Tengah Persaingan Ketat
Paradoks kondisi kesejahteraan petani
Pembentukan Badan Karbon Untuk Mendukung Ekonomi Hijau
Pelayaran Rakyat Belum Dilibatkan dalam Tol Laut
Yang Dibutuhkan Rakyat AS yang "Terlihat" Kuat Serta Tegas
Transaksi Judi Daring Berkembang, dari Perbankan Hingga Melalui Minimarket dan Dompet Elektronik
Pamor Kecantikan Yang Berdampak Buruk
Kosmetik dalam negeri juga makin diminati. Hal ini tidak terlepas dari berkembangnya produk cosmeuticals. Cosmeuticals adalah produk yang memiliki efek kosmetik serta terapeutik yang berdampak positif bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Selain itu, inovasi produk dan desain kemasan juga semakin menarik sehingga meningkatkan penjualan. Sertifikat halal melengkapinya. Tren positif itu terjadi secara global. Dalam laporan McKinsey & Company berjudul ”The State of Fashion Beauty” pada Mei 2023, industri kecantikan diprediksi menghasilkan sekitar 460 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.180,14 triliun tahun ini. Adapun pada 2027, penjualan ritel produk kecantikan diproyeksikan tembus angka 580 miliar dollar AS atau Rp 9.053,22 triliun. (Yoga)
Transisi Pemerintahan Mulus dan Lancar Menguatkan IHSG
Transisi Pemerintahan Lancar, IHSG Diperkirakan Menguat
Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, indeks harga saham gabungan (IHSG) kedepan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah keyakinan para pelaku pasar dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat, IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 dan resistance 7.600. Pekan ini, IHSG diperkirakan menguat dengan estimasi kisaran 7.500 hingga 7.800, didukung oleh funfamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil.
Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor pendorong yang dapat meningkatkan performa IHSG. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan, dan konsumer. Menurut Founder Stocknow.id Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor pertumbuhan. (Yetede)
Pyridam Akan Mengakusisi 7 Perusahaan Farmasi Asing
Langkah agresif PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) dalam mencapai perusahaan farmasi asing, tampaknya belum berhenti. Setelah sukses mengakuisisi 100% saham asal Australia, Probiotec Limited senilai AUS$ 252 juta atau setara Rp2,75 triliun pada pertengahan Juni 2024, emiten berkode PYFA ini menyatakan rencana akuisisi lanjutan dengan tujuh target potensial. Aksi tersebut mendapat respon positif pelaku pasar, terlihat dari pergerakan harga saham PYFA yang melonjak 84% dalam satu bulan ini, dan melesat 140% selama tiga bulan terakhir. Manajemen Pyridam Farma mengungkapkan, pertumbuhan inorganik melalui merjer dan akuisisi menjadi salah satu strategi bisnis perseroan untuk mencatatkan kenaikan pendapatan ke depannya.
"Pertumbuhan inorganik dengan mengakuisi perusahaan farmasi lainnya untuk mendapatkan akses ke produk dan pasar baru, dengan 7 potensial target perusahaan," tulis manajemen PFYA dalam materi paparan publik yang dirilis Minggu (13/10/2024). Manajemen PFYA menyebut, tujuh perusahaan yang menjadi target merjer dan akuisisi perseroan yakni satu perusahaan asal Myanmar, dan satu lagi dari Malaysia. Strategi pertumbuhan inorganik tersebut, diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan pendapatan 2025 hingga lebih dari 50% dibanding hanya mengandalkan secara organik. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









