Rendahnya Rasio Penyerapan Tenaga Kerja
Pemerintahan Prabowo Subianto diharapkan dapat meningkatkan kualitas investasi di Indonesia untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja. Menurut Menteri Investasi Rosan Roeslani, total realisasi investasi Indonesia dari 2014 hingga September 2024 mencapai Rp 9.117,4 triliun, yang telah menyerap 13,84 juta tenaga kerja. Untuk periode Januari-September 2024 saja, investasi tercatat Rp 1.239,3 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1,88 juta orang.
Meskipun terdapat peningkatan dalam jumlah investasi dan tenaga kerja, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengkritik kualitas investasi yang menurun. Ia menunjukkan bahwa rasio penyerapan tenaga kerja terhadap investasi semakin rendah, dari 4.118 orang per Rp 1 triliun investasi pada 2012 menjadi hanya 1.283 orang pada 2023. Bhima juga menyoroti bahwa investasi saat ini lebih berorientasi pada modal dan diikuti oleh meningkatnya sektor informal, di mana pekerja informal meningkat dari 57,9% pada 2014 menjadi 59,17% pada 2024.
Bhima menyimpulkan bahwa meskipun investasi yang besar masuk ke Indonesia, kualitas dan dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja masih menjadi masalah, terutama terkait dengan meningkatnya impor mesin dan barang modal yang mengurangi janji transfer teknologi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023