Fluktuasi Harga Komoditas Masih Berlanjut
Harga komoditas global diprediksi masih akan berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Harga minyak, batubara, CPO, dan emas baru-baru ini mengalami penurunan. Menurut Lukman Leong, pengamat komoditas, reli harga komoditas sebelumnya bukanlah sesuatu yang permanen, dan masih dapat berubah tergantung pada data ekonomi ke depan serta kebijakan stimulus dari pemerintah China. Faktor lain, seperti potensi gangguan produksi dan kondisi iklim yang ekstrem, juga mempengaruhi harga.
Lukman menilai bahwa harga minyak sangat bergantung pada eskalasi konflik Timur Tengah, yang dapat mendorongnya naik ke US$ 100 per barel jika ada gangguan pada fasilitas minyak. Untuk harga CPO, prospek penguatan masih terbuka menuju MYR 4.600 per ton, tetapi persaingan antara Indonesia dan Malaysia bisa menahan lonjakan harga. Sementara itu, batubara diprediksi akan stabil di kisaran US$ 150 per ton dengan adanya risiko cuaca La Nina di Australia, dan harga emas berpotensi mencapai US$ 2.800 per ons troi jika situasi geopolitik memanas.
Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, menambahkan bahwa prospek komoditas minyak dan gas masih positif, didukung oleh musim dingin dan ketegangan geopolitik. Namun, untuk emas, minat pasar bisa menurun karena tingginya biaya margin. Sutopo memperkirakan harga akhir tahun untuk minyak di US$ 75, batubara di US$ 153, CPO di MYR 4.500, dan emas di US$ 2.700 per ons troi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023