;

Pasar Perbankan Syariah Belum Maksimal

Ekonomi Hairul Rizal 04 Oct 2024 Kontan
Pasar Perbankan Syariah Belum Maksimal

Perkembangan pangsa pasar perbankan syariah di Tanah Air bergerak lelet. Meski mayoritas populasi Indonesia beragama Islam dan regulator terus berupaya mendorong ekosistem syariah, pangsa pasar perbankan syariah hanya naik tipis dalam lima tahun terakhir. Per Juli 2024, pangsa pasar perbankan syariah dari sisi aset baru mencapai 7,26% dari total aset industri perbankan. Angka tersebut hanya naik tipis dari tahun 2020. dengan pangsa pasar sebesar 6,47%. Sedangkan pangsa pasar pembiayaan syariah baru mencapai 7,89% pada Juli 2024. Angka ini naik tipis dari 7,58% pada tahun 2022. Oleh karena itu, regulator dan juga pemain di industri ini perlu bekerja lebih keras lagi untuk melakukan edukasi dan menciptakan produk-produk syariah yang menarik. Agar pangsa pasar meningkat lebih cepat, perbankan syariah harus mampu menumbuhkan kredit jauh lebih tinggi dibanding industri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan syariah per Agustus 2024 tumbuh 11,65% secara tahunan. Pertumbuhannya sudah sedikit lebih baik dari pertumbuhan kredit secara industri, yang hanya mencapai 11,4% pada periode tersebut. Konsultan Ekonomi Syariah sekaligus Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Adiwarman Azwar Karim melihat, ada beberapa penyebab pangsa pasar tak cepat berkembang. 

Pertama, beberapa unit usaha syariah (UUS) besar menahan pertumbuhan karena aset sudah hampir mencapai Rp 50 triliun, level yang diwajibkan untuk spin off. Kedua, pilkada sangat berdampak pada Bank Pembangunan Daerah (BPD). UUS milik BPD mengalami perlambatan ekspansi karena cenderung wait and see. Romy Buchari, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, melihat kondisi perbankan syariah saat ini lebih baik dibanding lima tahun terakhir. Sebelumnya, pangsa pasar bank syariah terjebak di level 5%. Adapun aset Maybank Syariah per Juni 2024 tercatat sebesar Rp 41 triliun. Angka ini turun dari Rp 43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, Romy membantah pihaknya sengaja mengerem pertumbuhan aset guna menghindari kewajiban spin off. Senada, Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita optimistis industri perbankan syariah akan tumbuh positif sampai akhir tahun.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :