Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Dalam lima tahun terakhir, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif atau ekraf Indonesia mengalami perkembangan signifikan meski sempat terhantam keras oleh pandemi Covid-19. Sektor ini mampu bangkit lebih cepat dan bahkan mencatatkan pencapaian yang melampaui ekspektasi. Dengan fokus pada upaya pemulihan, program-program unggulan berhasil mendorong pertumbuhan lapangan kerja dan kontribusi ekonomi yang berarti bagi negara. Bagaimana kinerja Kementerian Pariwisata danEkonomi Kreatif lima tahun terakhir? Berikut petikan wawancara dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta, Kamis (26/9/2024). Apa pencapaian Anda selama menjabat Menparekraf? Seperti yang selalu rutin saya update melalui Weekly Brief With Sandi Uno (WBSU), memang target indikator kinerja utama kita semua tercapai dengan baik. Bersyukur, setelah pandemiCovid-19 kita bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.
Target kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) tahun ini mencapai 14 juta, sementara pergerakan wisnus (wisatawan Nusantara) hingga Juli 2024 sudah mencapai 600 juta, dengan target lebih dari 1 miliar pergerakan wisnus pada akhir tahun. Yang paling menyentuh hati saya adalah terciptanya 4,4 juta lapangan kerja baru pada 2024, setelah lebih dari 5 juta lapangan kerja hilang selama pandemi. Secara agregat, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kini menciptakan 50 juta lapangan kerja. Untuk ekraf, Indonesia kini berada di peringkat tiga besar dunia dalam kontribusi terhadap PDB, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pencapaian nilai tambah sektor ekraf mencapai Rp 1.400 triliun, dengan nilai ekspor melebihi target sebesar 27 miliar dollar AS. Kami juga sangat bangga atas pencapaian dalam Indeks Kepariwisataan Dunia, Indonesia kini berada di peringkat ke-22, mengungguli negara seperti Turki, Belgia, dan Malaysia. Namun, kami harus terus meningkatkan kinerja sektor ini agar pencapaian masa depan semakin baik.
Apa saja program andalan Anda? Bagaimana realisasinya? Kami fokus pada tiga program utama. Pertama, desa wisata yang tumbuh pesat setelah pandemi. Saat ini, ada 6.016 desa wisata di seluruh Nusantara dan dua desa, Penglipuran di Bali serta Nglanggeran di Yogyakarta, telah meraih predikat terbaik dunia. Kedua, program Kaara (KEN), di mana kami mengurasi ribuan event dan memilih 100 event terbaik. Program ini mencakup konser musik, event budaya, olahraga seperti MotoGP, dan MICE (meeting, incentive, convention/conference, and exhibition) yang mampu mendukung pariwisata, termasuk ajang internasional seperti G20 dan ASEAN Summit. Untuk ekonomi kreatif, program Apresiasi Kreatif Indonesia (AKI) sangat dirasakan manfaatnya oleh UMKM. Lebih dari 6.000 UMKM telah dikurasi dan kini banyak yang berhasil mencatatkan produknya, memperoleh hak kekayaan intelektual, serta menembus pasar ekspor. Jadi, tiga program utama yang menurut saya sangat sukses adalah desa wisata, KEN, dan program AKI untuk UMKM. (Yoga)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023