;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Nusron Wahid Beberkan Persoalan Proyek Tropical Coastland PIK 2

02 Jan 2025
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid blak-blakan ihwal permasalahan proyek strategis nasional atau PSN Tropical Coastland Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Proyek yang terletak di Kabupaten Tangerang, Banten, itu bermasalah karena tidak tercantum sebagai PSN pariwisata dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi maupun kabupaten/kota. “Padahal, ini masuknya PSN pariwisata,” kata Nusron dalam acara Media Gathering Kementerian ATR/BPN di kantornya pada Selasa, 31 Desember 2024. Walhasil, pemerintah daerah (Pemda) provinsi maupun kabupaten/mesti mengajukan perubahan RTRW. Nantinya, Kementerian ATR/BPN yang bakal mengeluarkan persetujuan. Bila Pemda tidak mengajukan, perusahaan atau si pemilik proyek harus meminta rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) kepada Menteri ATR/Kepala BPN. Namun hingga kini, Nusron mengaku belum mendapat permintaan dari Pemda maupun perusahaan. Adapun proyek Tropical Coastland PIK 2 merupakan proyek yang digarap PT Agung Sedayu Group, perusahaan milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan. “Jadi, kami tidak bisa menyatakan apa-apa,” tutur Nusron.

Selain persoalan RTRW, Nusron mengatakan 1.500 hektare lahan di PSN tersebut berada di area hutan lindung. Persoalan ini bisa diselesaikan dengan menurunkan status dari hutan lindung menjadi hutan konveksi. Kemudian, mengkonversinya menjadi area penggunaan lain (APL). Dalam penurunan status lahan itu, perusahaan mesti menyiapkan lahan pengganti yang nantinya ditentukan Kementerian Kehutanan. Namun, meski menemukan sejumlah persoalan, Politikus Partai Golkar itu menyatakan kementeriannya tidak memiliki wewenang terkait dengan status PSN Tropical Coastland PIK 2. “Bola di tangan Kemenko Perekonomian. Kami hanya sudut pandang tata ruangnya,” kata Nusron.  Namun, ia menjelaskan, KPPR menjadi pintu masuk untuk perizinan lain. “Sebelum ada itu, putar balik,” ucapnya. (Yetede)


Publik Optimis Meski Penuh Kekhawatiran

31 Dec 2024

Menyambut Tahun Baru 2025, masyarakat tidak bisa abai terhadap sejumlah tantangan ekonomi yang tengah dihadapi bangsa. Berbagaitantangan itu pun memunculkan kekhawatiran, terutama pada bayang-bayang kenaikan pajak serta stagnasi pendapatan. Sekalipun demikian. semangat publik tidak pupus. Mereka tetap optimistis akan adanya perbaikan ekonomi pada tahun depan. Kesimpulan itu terekam dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas awal Desember lalu. Minat publik merayakan tahun baru relatif diekspresikan secara sederhana dan biasa. Hasil jajak pendapat merekam, hampir separuh responden (49,8persen) mengaku akan menghabiskan momen libur tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga di rumah. Tidak hanya itu, sekitar seperlima dari responden jajak pendapat ini juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan kegiatan seperti biasa selama libur Tahun Baru. Hal ini menunjukkan kecenderungan masyarakat untuk merayakan momen libur Tahun Baru secara sederhana.

Meskipun demikian, ada juga sebagian responden yang berencana berpelesir sepanjang ibur akhir tahun ini. Jajak pendapat merekam, sekitar seperempat bagian responden mengatakan akan berwisata dimomen liburan tahun baru ini. Dari jumlah tersebut, hampir 15 persen di antaranya mengatakan ingin berwisata ke destinasi yang berada di dalam kota tempat mereka tinggal. Lebih lanjut, sekitar 10,7 persen dari mereka mengatakan berniat untuk berlibur ke luar kota. Hanya sedikit responden yang mengungkapkan rencana untuk berlibur ke luar negeri. Kecenderungan rendahnya minat responden untuk berwisata ke luar kota dan luar negeri ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak antusias untuk bepergian meski pemerintah telah memberikan stimulus potongan harga. Diketahui, pemerintah memberlakukan kebijakan diskon tiket pesawat sebesar 10 persen untuk semua jenis penerbangan, dari 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 mendatang. 

Potongan harga itu meliputi beberapa komponen biaya dalam tiket, misalnya pelayanan jasa penumpang pesawat udara, biaya bahan bakar, dan jasa pendaratan. Hasil jajak pendapat merekam, sebagian besar responden atau 62,6 persen menyatakan tidak tertarik menggunakan diskon tiket pesawat 10 persen itu. Mereka yang tertarik untuk membeli tiket pesawat dengan potongan harga itu hanya 36,4 persen.  Selain soal respons terhadap kebijakan pemerintah, pola mobilitas masyarakat selama libur tahun baru ini juga dapat memberikan gambaran mengenai kekhawatiran ekonomi yang dirasakan. Apalagi, hasil jajak pendapat ini juga merekam ke cenderungan masyarakat untuk membatasi konsumsi di masa libur akhir tahun. Pembatasan tersebut didasari oleh tiga hal yang bermuara ke persoalan ekonomi. Pertama, publik merasa belum perlu untuk melakukan aktivitas konsumtif. Kedua, mereka ingin berhemat. Terakhir, mereka juga merasa sudah banyak pengeluaran sepanjang 2024. Saat digali lebih dalam, terlihat bahwa beberapa hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat itu tidak terlepas dari bayang-bayang situasi ekonomi tahun depan. (Yoga)

Belanja Menjadi Kesenangan yang Membuat Boncos

31 Dec 2024
”Pakeeet…!” Kata yang biasanya diteriakkan kurir itu mungkin paling dinanti setelah seseorang berhasil check out atau menyelesaikan pembelian barang di aplikasi belanja daring (marketplace). Namun, apa jadinya jika paket yang berisi barang belanjaan daring terus-menerus datang? Mudahnya berbelanja daring membuat kebiasaan orang pun berubah. Berbelanja yang awalnya hanya untuk mencari barang yang dibutuhkan berubah menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang atau bahkan untuk mencari kesenangan di saat stres. Hal ini mungkin dialami sebagian orang. Berbelanja, khususnya belanja daring, menjadi cara mencari kebahagiaan ke- tika sedang penat atau stres. Rasa bahagia itu bisa didapatkan dari sekadar menggulir (scrolling) produk yang dijual di marketplace, memasukkan produk ke dalam keranjang belanja, sampai membelinya—padahal belum tentu dibutuhkan. Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Kristiana Siste Kurniasanti menuturkan, ketika seseorang sudah tak bisa mengontrol kegiatan belanja daring, saat belanja barang yang tidak dibutuhkan, sementara uang sudah habis, itu harus diwaspadai sebagai adiksi belanja daring.

”Adiksi belanja daring terjadi saat seseorang sudah kehilangan kontrol. Dia tidak bisa menghentikan untuk ber- belanja walaupun dia ingin menghentikannya. Keinginan untuk berbelanja tetap tinggi, padahal uang sudah habis, yang akhirnya berujung pada utang atau menggunakan pinjol (pinjaman online),” tuturnya, Kamis (12/12/2024). Adiksi belanja daring memiliki gejala yang sama dengan kondisi adiksi lain yang merupakan bagian dari masalah kejiwaan. Adiksi merupakan suatu kondisi saat seseorang berperilaku kompulsif dalam beraktivitas dan tidak dapat berhenti untuk melakukan perilaku tersebut. Adiksi terjadi akibat gangguan pada fungsi otak, terutama otak bagian depan yang disebut dengan korteks prefrontal. Area otak depan ini merupakan area otak yang terakhir matang (mature). Pada perempuan, area otak ini baru matang pada usia 20 tahun, sementara pada pria di usia 21 tahun. Korteks prefrontal berfungsi untuk mengendalikan perilaku dan memberikan sinyal pada tubuh untuk menghentikan suatu perilaku yang sudah berlebihan. (Yoga)

Perkuat Kerja Sama Bilateral

31 Dec 2024
Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat kerja sama bilateral dengan negara-negara tujuan penempatan pekerja migran. Salah satu tujuannya adalah memastikan upah yang layak bagi pekerja selama menjalankan tugas di luar negeri. ”Saya menekankan kepada tim di kementerian agar fokus penguatan hubungan bilateralbisa mendorong upah pekerja migran Indonesia yang lebih layak dan mereka harus terakses oleh perlindungan sosial,” ujar Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Senin (30/12/2024), di Jakarta. Perlindungan sosial yang dimaksud mencakup jaminan kesehatan. Upah lebih layak dan perlindungan sosial ini menjadi dua hal pokok yang harus ditekankan dalam setiap negosiasi memperkuat  hubungan kerja sama dengan negara penempatan. Karding mengakui sejumlah pekerja migran Indonesia masih terbebani mahalnya ongkos keberangkatan bekerja ke luar negeri. Pemerintah Indonesia berusaha mencari jalan keluar mengatasi persoalan itu dengan menyediakan skema kredit usaha rakyat pekerja migran Indonesia dengan bunga maksimal 6 persen. 

Meningkatnya biaya hidup, ekspektasi keluarga, tekanan media sosial, dan kurangnya keterampilan finansial yang membebani pekerja migran Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Diluarnegeri, sejumlah pekerja migran asal Asia Tenggara yang diwawancara sebenarnya memperoleh penghasilan tiga hingga lima kali lebih banyak daripada melakukan pekerjaan yang sama dinegara asalnya. Namun, pada saat bersamaan, biaya makanan dan sewa hunian tempat tinggal lebih mahal daripada biaya di negara asal masing-masing. Di Hong Kong, misalnya, gaji minimal naik 33,3 persen dari 2013 ke 2024. Namun, harga properti juga naik sebesar 33 persen selama periode yang sama, sementara harga pangan naik 2,5-3 persen setiap tahun. Contoh lain, di Uni Emirat Arab, pekerja kasar saat ini dibayar sedikitnya 1.500 dirham (408 dollar AS) per bulan, naik 36 persen dari gaji minimal yang mereka terima pada 2013. Akan tetapi, harga pangan telah meningkat 3-7 persen per tahun, sementar sewa di negara Teluk itu telah naik 5-10 persen per tahun selama 11 tahun terakhir. (Yoga)

Tutup Tahun, Bursa dan Rupiah Kurang Menggembirakan

31 Dec 2024
Kinerja bursa saham dan nilai tukar rupiah pada akhir 2024 kurang menggembirakan. Rupiah ditutup melemah dan tembus ke level Rp 16.000 per dollar AS. Sementara itu, kinerja bursa saham pada hari perdagangan terakhir melemah 2,56 persen dibandingkan pada awal tahun ini. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (30/12/2024) ditutup sebesar Rp 16.162 perdollar AS. Meski cenderung menguat 89 poin dibandingkan hari sebelumnya, rupiah tercatat melemah 1,61 persen dibandingkan pembukaan awal Desember 2024 yang berada dilevel Rp 15.905 per dollar AS. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Edi Susiato menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring menguatnya mata uang dollar AS. Dalam beberapa bulan terakhir, indeks dollar AS (DXY) menguat terhadap hampir semua mata uang dunia, baik mata uang negara utama maupun terhadap mata uang negara berkembang. ”Penguatan DXY tersebut didorong oleh faktor-faktor, antara lain adanya divergensi ekonomi. Di satu sisi ekonomi Amerika Serikat cukup berdaya tahan, sementara di sisi lain ekonomi negara-negara Eropa dan China cenderung melambat.

Resiliensi ekonomi AS menyebabkan agresivitas pemangkasan suku bunga menurun,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin. Selain itu, terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS atau dikenal sebagai fenomena Trump 2.0 juga menambah ketidakpastian global seiring dengan penerapan kebijakan tarifnya. Kemudian, isu geopolitik di Suriah serta kondisi politik di Perancis dan Korea Selatan turut menyebabkan ketidakpastian. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam berpendapat, pelemahan nilai tukar rupiah cen- derung dipengaruhi oleh faktor global, yakni menguatnya dollar AS. Penguatan kurs dollar AS tersebut tidak lepas dari kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan Trump. ”Sebenarnya bukan rupiah yang melemah, melainkan dollar AS yang menguat dan semua mata uang dunia juga melemah. Itu karena ekspektasi terhadap kebijakan Trump yang diperkirakan lebih mementingkan AS,” tuturnya. Oleh sebab itu, Piter melanjutkan, rupiah diperkirakan dapat kembali menguat seiring dengan perkembangan dinamika global ke depan. Hal itu terkait dengan pelantikan Trump sebagai presiden AS dan kejelasan arah kebijakannya. Ditengah ketidakpastian global tersebut, arah kebijakan pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru belum menunjukkan upaya untuk meyakinkan pasar. (Yoga)

Tantangan Ekonomi Maritim 2025

31 Dec 2024
Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat meningkatkan kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi pada tahun 2025. Salah satunya perang dagang antara AS dan China yang sempat memanas pula kala Trump memimpin AS pada 2017-2021. Kecemasan ini diperkirakan bakal berlanjut tahun depan. Ketidakpastian ekonomi ditambah bayang-bayang perang dagang antarnegara adidaya ini juga akan berimbas pada Indonesia. Risiko suplai dan permintaan angkutan maritim global, termasuk Indonesia, akan terpengaruh. ”Ekonomi maritim global, termasuk nasional, akan dipengaruhi adanya gangguan, termasuk risiko permintaan jasa maritim, terutama akibat risiko tensi geopolitik, menurunnya ekonomi (resesi) global,” ujar pengajar maritim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, Senin (30/12/2024). Selain itu, kebijakan proteksionisme akan diterapkan oleh negara-negara besar, seperti AS, China, Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Imbasnya, penyesuaian yang membatasi interaksi ekonomi dan perdagangan melalui laut.

Masalah dari sisi suplai, Saut melanjutkan, terjadi persoalan turunan lain, seperti gangguan atau disrupsi suplai maritim. Hal ini erat kaitannya dengan perang di Timur Tengah, Eropa, dan potensi di Asia. Suplai berlebih ruang muat kapal di berbagai pelabuhan utama dunia menimbulkan masalah baru. ”Termasuk masih belum terutilisasinya Terusan Suez dalam perdagangan Asia-Eropa dan sebaliknya sehingga rute tetap masih panjang dan lama serta relatif mahal. Kondisi ini mendorong faktor tambahan baru lewat diversifikasi suplai, partner bisnis, dan proses bisnis baru,” tutur Saut. Permintaan terhadap barang dan jasa akan menurun. Hal ini seiring makin rendahnya pemanfaatan kapasitas jasa pelayaran, pelabuhan, operator logistik maritim (forwarder), dan galangan kapal. China sebagai salah satu barometer ekonomi Asia juga mendapat tekanan domestik. Imbasnya, perdagangan internasional Indonesia ke China akan terpengaruh. Sejumlah faktor akan menyusutkan permintaan importasi, termasuk eksportasi dari dan ke Indonesia. (Yoga)

Karena Uang Palsu, UangRp 100.000 Jadi Tak Laku

31 Dec 2024
Sejak polisi mengungkap kasus pembuatan uang palsu di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, uang pecahan Rp 100.000 seolah tak lagi berarti. Banyak orang curiga dan menduga lembaran uang berwarna merah ini sebagai uang palsu. Syamsiah (50), pemilik toko kelontong di kawasan Jalan Pelita, Makassar, beberapa waktu terakhir tak mau menerima pecahan Rp 100.000. Dia meminta dibayar dalam pecahan Rp 50.000 ke bawah. ”Saya cuma pedagang kecil. Tidak ada alat untuk cek keaslian uang. Daripada dibayar pecahan 100.000 dan saya dapat uang palsu, mending uang kecil saja. Kalau dapat uang palsu, tidak diganti pemerintah,” katanya, Senin (30/12/2024). Di rumah makan dan pusat perbelanjaan, kasir lebih memilih pembayaran menggunakan kode batang atau transfer. Setelah kasus ini terungkap, sejumlah warga melaporkan mendapat uang palsu. Beberapa mendapatkannya saat menarik uang di ATM. Uang palsu ini tercampur dengan uang asli. Tidak sedikit warga yang bahkan menyobek uang untuk mencari tahu keasliannya. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel mengintensifkan edukasi pengenalan ciri-ciri uang asli. Upaya ini untuk meredam peredaran uang palsu. Temuan uang palsu juga dilaporkan dari daerah lain, termasuk Sulawesi Barat.

Ini bisa jadi terkait dengan penangkapan empat pelaku di Mamuju, Sulbar, yang dua diantaranya adalah ASN. Seorang warga Makassar yang berbelanja di Jakarta juga mengaku uang tunainya ditolak. ”Saya beli bedak di salah satu tempat belanja. Saat mendengar saya dan teman berbicara dalam logat Makassar, kasirnya memeriksa uang cukup lama. Akhirnya kami diminta bayar pakai QRIS,” kata Syahruni Aryanti, warga Makassar yang sedang berada di Jakarta, Jumat (27/12). Otak sindikat Dalam rilis akhir tahun Kepolisian Daerah Sulsel, Kepala Polda Sulsel Inspektur Jenderal Yudhiawan Wibisono mengatakan, penyidikan kasus ini terus berjalan. Polisi menunggu surat perintah penunjukan jaksa penuntut umum untuk mengikuti perkembangan penyidikan perkara tindak pidana (P-16). ”Tersangka utama sudah kami tahan. Tapi, karena sakit, kami pun bantarkan. Tapi, proses hukum terus berjalan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera (dilimpahkan). Kami sudah kerja sama dengan teman-teman kejaksaan,” katanya. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel Komisaris Besar Dedi Supriyadi mengatakan, tersangka utama adalah ASS. Di rumahnya di Jalan Sunu, Makassar, uang palsu pertama kali dicetak. (Yoga)

Kian Diberantas kian Merebak ”Virus” Judi Daring

31 Dec 2024
Kian diberantas kian merebak. Istilah ini menggambarkan fenomena judi daring dalam memengaruhi sendi kehidupan warga Jabodetabek. Aparat penegak hukum harus berpacu memberantasnya. Namun, di tengah gaung pemberantasan judi daring, tak sedikit yang justru membekingi bahkan melindungi praktik bisnis hitam itu demi meraup untung. Masa depan warga kian suram terjerat judi daring. Situasi inilah yang mendera SF (30), seorang ibu di Bekasi, Jawa Barat. Ia harus terpisah dengan anak tunggalnya yang kini dititipkan di Pandeglang, Banten, karena kasus judi daring yang menjerat suaminya. ”Kami sampai kehilangan rumah karena suami saya yang kecanduan judi online,” katanya, Minggu (29/12/2024). Dia harus bekerja menjadi asisten rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dan menyekolahkan anaknya. ”Kami berharap kami bisa kembali bangkit dari masalah ini,” katanya. Tidak hanya orang dewasa, judi daring juga merasuki dunia anak-anak. Tidak sulit bagi anak-anak untuk mengakses judi daring. Cukup menuliskan kata judi online pada mesin pencari Google akan muncul beberapa situs yang mengarahkan pengguna untuk mulai berselancar.

Promosi judi daring juga merambah hingga ke gim yang kerap dimainkan oleh anak-anak. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, Jumat (26/7), mengatakan, dalam periode 2017-2023, aktivitas judi daring naik hingga 300 persen. Pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat dengan gawai meningkat. Setali tiga uang, anak yang terpapar judi daring meningkat karena mereka umumnya belajar di rumah saat pandemi. PPATK mencatat, sepanjang 2024, sebanyak 197.540 anak terlibat judi daring. Nilai transaksi mencapai Rp 293,4 miliar dari sebanyak 2,2 juta kali transaksi. Situasi ini membuat Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi gelisah. Iklan pada gim, orangtua penjudi, dan masifnya promosi lewat media sosial menjadi penyebab rentannya anak-anak terjerat judi daring. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik berupaya meningkatkan pemahaman literasi digital masyarakat Jakarta. Salah satunya melalui webinar/seminar literasi digital Jakarta bertajuk Solid (Sadar Olah Literasi Digital yang dilakukan sejak 2022. (Yoga)

DPR: PP Harus Segera Terbit Aset Keuangan Digital

31 Dec 2024
Pemerintah diminta untuk segera menerbitkan peraturan pemerintah (PP) sebagai ketentuan pelaksana atau teknis terkait pengalihan dan pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK. Ini diperlukan untuk memberikan kepastian hukum dalam peralihan kewenangan tersebut. Terlebih, keberadaan industri aset keuangan digital (AKD)/ aset kripto (AK) di Indonesia ini telah melibatkan hingga 21,63 juta investor dengan total transaksi Rp475,13 triliun per Oktober 2024. Jumlah ini bahkan melebihi investor pasar modal yang masih di sekitas 14,35 juta. 

Selain itu, instrumen investasi ini memiliki risiko yang tinggi dan sering marak kemunculan aset kripto ilegal. mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), PP itu menjadi aturan aset kripto dari Bappebti ke OJK. Mengutip pasal 312 ayat (1) UU P2SK, peralihan  itu secara penuh paling lambat dilaksanakan 24 bulan sejak UU itu disahkan pada 12 Januari 2023 atau tepatnya 12 Januari 2025. (Yetede)

Badai Pasar Saham Belum Berlalu

31 Dec 2024

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 2,65% ke level 7.079 sepanjang 2024, terpuruk di Asean. Indeks terpukul oleh maraknya sentimen negatif global terutama labilnya kebijakan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS), Federal Funds Rate (FFR). Berdasarkan data BEI, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI Index naik 12,58% tahun ini, sedangkan PSEi Index 1,22%, Strait Times Index 1714%, SET Index turun 1,1% dan VN Index 12,95%. Di Asia, IHSG merupakan terburuk kedua setelah Kopsi Korea Selatan yang turun 9,63%. Memasuki 2025, badai pasar saham diprediksi belum berlalu.

Bahkan tantangan ke depan makin berat. Selain situasi global yang belum kondusif, dari dalam negeri, daya tahan indeks diuji oleh imbas kenaikan PPN 12% mulai 1 Januari 2025. Namun, masih ada secercah harapan di tahun depan. Syaratnya, pemerintah bisa meramu kebijakan tepat untuk menjaga fundamental ekonomi yang ada angun segar dari AS. Beberapa analis mematok IHSG akhir 2025 di level 8.000, berdasarkan skenaripo optimistis. Founder Stock.id Hendra Wardana menyatakan, PPN 12% diperkirakan membawa dampak signifikan pada berbagai sektor ekonomi, terutama yang bergantung pada  konsumsi domestik, seperti ritel, otomotif, dan properti. Kenaikan PPN akan menjadi pukulan keras bagi daya beli masyarakat. (Yetede)