Ekonomi
( 40554 )Turunnya Harga Singkong Sampai di Bawah Harga Acuan
Petani singkong di Lampung berharap kebijakan harga pembelian ubi kayu atau singkong di tingkat petani Rp 1.400 per kg segera diberlakukan. Petani menyebut harga singkong saat ini cenderung tidak stabil dan lebih rendah dari harga acuan. Pemprov Lampung menginisiasi kesepakatan bersama petani dan pelaku industri terkait harga pembelian ubi kayu atau singkong di tingkat petani. Harga pembelian singkong ditingkat petani ditetapkan paling rendah Rp 1.400 per kg dengan rafaksi 15 %, yang berlaku untuk singkong dengan masa tanam minimal sembilan bulan. Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang digelar pada Senin (23/12).
Kesepakatan bersama tersebut diharapkan mulai efektif berlaku pada Selasa (24/12). Tan Malaka (50), petani singkong di Kabupaten Lampung Timur, menuturkan, saat ini harga jual singkong di tingkat petani Rp 1.200-Rp 1.300 per kg. Selain itu, petani harus menanggung potongan kadar air atau rafaksi 25 %. ”Dengan harga tersebut ditambah potongan rafaksi dan ongkos angkut, harga yang diterima petani rata-rata Rp 700 per kg,” kata Malaka, Rabu (25/12). Menurut Malaka, petani singkong berharap kebijakan baru terkait harga singkong itu segera diberlakukan oleh industri. Dengan begitu, petani bisa menikmati harga yang lebih baik.
Dia juga menyebut, setiap musim panen, harga singkong cenderung rendah. Pada 2016, harga singkong di Lampung bahkan pernah menyentuh harga terendah, yakni Rp 400 per kg. Padahal, biaya produksi, mulai dari mengolah tanah, menyiapkan bibit, membeli pupuk, hingga membayar ongkos petik dan angkut, semakin mahal. Untuk mengolah 1 hektar lahan, petani harus mempunyai modal Rp 10 juta-Rp 12 juta. Jika harga bersih masih di bawah Rp 1.000 per kg, petani rata-rata hanya mendapat keuntungan Rp 8 juta-Rp 9 juta untuk satu kali masa panen. Namun, keuntungan itu hanya bisa didapatjika hasil panen cukup bagus atau di atas 20 ton per hektar. Padahal, petani singkong harus menunggu 8-9 bulan untuk bisa panen. (Yoga)
Alarm Suram Ekonomi Jateng, Pailitnya Sritex
Upaya Sritex untuk mengubah putusan pailit tersebut belum membuahkan hasil. Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi mereka pada 18 Desember 2024 sehingga putusan pailittetap berlaku. Sritex masih memiliki satu upaya hukum lagi, yakni peninjauan kembali (PK). Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto, dalam konferensi pers di kantor Sritex di Sukoharjo, Jumat (20/12/2024), mengatakan, pihaknya segera mengajukan PK. ”Ini jadi satu kesempatan terakhir kami untuk bisa memperjuangkan keberlangsungan usaha,” ucapnya. Keempat perusahaan yang dipailitkan itu memiliki sekitar 20.000 karyawan dari total 50.000 karyawan grup Sritex. Sejak putusan pailit, Sritex beroperasi sambil menempuh langkah hukum lanjutan. Namun, putusan itu membuat operasionalisasi pabrik terhambat karena tak bisa mengimpor bahan baku. Sebanyak 3.000 karyawan dari keempat perusahaan tersebut dirumahkan sementara akibat sudah kehabisan bahan baku. (Yoga)
Hilirisasi Nikel di Maluku Utara Akankah Hanya Janji Manis?
Potensi Tambah Penumpang Pada Whoosh
PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC menargetkan penambahan 3.000-5.000 penumpang kereta cepat Whoosh per hari seusai beroperasinya Stasiun KCIC Karawang, Jawa Barat, Selasa (24/12). Beroperasinya stasiun yang berjarak 8 km dari kawasan industri Karawang ini diharapkan berdampak bagi geliat ekonomi nasional. Dalam peresmian Stasiun KCIC Karawang di Desa Wanakerta, Telukjambe Barat, Karawang, Jabar, Selasa, Dirut PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, pada tahap pertama, Stasiun KCIC Karawang akan melayani 20 jadwal keberangkatan kereta cepat Whoosh setiap harinya, yang terdiri dari 10 keberangkatan dari Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, dan 10 keberangkatan dari Stasiun KCIC Tegalluar Summarecon, Kabupaten Bandung, Jabar. ”Targetnya. ada penambahan 3.000-5.000 penumpang per hari dari beroperasinya Stasiun Karawang,” ujarnya.
Penambahan penumpang akan ditunjang dengan layanan konektivitas, di antaranya bus pengumpan gratis untuk penumpang Whoosh. Secara bertahap, jumlah keberangkatan kereta akan ditambah hingga 62 keberangkatan per hari mulai Februari 2025. Penambahan jumlah keberangkatan kereta akan dilakukan sejalan dengan perbaikan akses dan infrastruktur penunjang yang menghubungkan stasiun dengan pusat kegiatan industri di Karawang. Dwiyana mengatakan, penambahan penumpang akan ditunjang dengan layanan konektivitas, salah satunya shuttle bus gratis bagi penumpang kereta cepat Whoosh, yang menghubungkan Stasiun KCIC Karawang dengan pusat perbelanjaan Summarecon Villaggio Outlets untuk mempermudah mobilitas penumpang. ”Dengan perbaikan akses secara utuh, ditargetkan Stasiun KCIC Karawang dapat mengangkut 14.000 penumpang per hari. Ditargetkan berbagai infrastruktur dan fasilitas penunjang stasiun untuk mempermudah akses penumpang dapat rampung Juli 2025,” ujarnya. (Yoga)
Menjalar di Berbagai Lini Terhadap Toleransi
Obral Diskon untuk Mendongkrak Daya Beli Konsumen yang Melemah dan untuk Mendorong Ritel yang Tertekan
Taksi Xanh Asal Vietnam Resmi Mengaspal di Indonesia
Bus Transjakarta Tingkat dengan Atap Terbuka Bisa Dinikmati di Masa Libur Nataru
Program Open Top Tour of Jakarta memiliki beberapa fitur keunggulan. Mulai dari akses eksklusif bagi pelanggan untuk dapat menikmati perjalanan dari lantai dua bus tingkat dengan pemandangan terbuka, disediakannya silent headphones untuk pelanggan mendengarkan narasi pemandu wisata dan musik untuk kenyamanan selama perjalanan, akses ke ruang tunggu premium dimana pelanggan dapat bersantai di lounge Ratu Plaza dengan sajian kuliner khas hasil kurasi Brightspot, pemesanan tiket digital yang mudah dan praktis untuk memberikan kepastian bagi pelanggan, serta pelanggan dapat membeli merchandise eksklusif hasil kerjasama dengan Brightspot sebagai kenang-kenangan. (Yetede)
Pemerintah Menetapkan Target Penyaluran KUR sebesar Rp 300 Triliun pada Tahun Depan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









