;

Belum Habis Jaringan Teroris MIT

Ekonomi Yoga 21 Dec 2024 Kompas
Belum Habis Jaringan Teroris MIT

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap tiga anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Sulawesi Tengah. Penangkapan itu memperlihatkan bahwa kelompok MIT belum habis meskipun pemimpin jaringan teroris di Poso itu telah tewas. Keberadaan tiga teroris itu pun menunjukkan bahwa ancaman teror tidak serta-merta hilang. Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Aswin Siregar mengungkapkan, tiga tersangka kelompok teroris itu berinisial RR, MW, dan AS. Ketiganya disangka terlibat dalam jaringan teroris di Poso, MIT. ”Ketiganya terlibat dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Sabar Daeng Koro dan Santoso,” ujar Aswin, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/12/2024). Aswin mengungkapkan, RR ditangkap pada 19 Desember 2024 di Kabupaten Tojo Una-una, Sulteng. RR merupakan fasilitator pelatihan militer atau tadrib asykari bagi para anggota yang baru bergabung ke kelompok MIT. Pelatihan militer yang diberikan berupa materi bongkar pasang senjata api, latihan menembak menggunakan senjata api, teknik tempur, kamuflase, penguatan fisik, dan pembuatan bahan peledak Adapun MW pernah menewaskan warga dengan tembakan dari senjata api jenis FN di Desa Sepe, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulteng.MW juga berperan mengantarkan logistik dan bahan peledak atau bom di kamp pelatihan militer Daeng Koro yang terletak di Pegunungan Poso.

MW ditangkap di Kelurahan Penaraga, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 4 September 2024. Sementara itu, AS merupakan anggota MIT yang melaksanakan pelatihan militer di daerah Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Materi yang ia berikan, antara lain, adalah penguatan fisik, teori membuat bom, taktik perang, pembacaan peta, dan latihan bongkar pasang senjata api. AS juga tergabung ke dalam grup media sosial kelompok radikal. Dia ditangkap di Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una Una, Sulteng. ”Pada akhir tahun 2013, AS berencana melakukan aksi amaliyah fa’i dengan sasaran bank-bank di wilayah Poso dan Parigi,” terang Aswin. Dari penangkapan tersebut, Densus 88 menyita sebuah senapan PCP, sebuah pisau karambit, sebuah handy talkie, seperangkat peralatan memasak untuk berkemah, buku-buku berjudul Kitab Tauhid, sebilah badik, serta sebuah sarung senjata. Atas penangkapan tiga teroris itu Aswin berharap, masyarakat tetap waspada terhadap lingkungan sekitarnya, terutama jika menemukan warga yang cenderung menutup diri dan menolak bersosialisasi dengan masyarakat. Penangkapan tiga tersangka teroris tersebut menunjukkan, sisa kelompok teror terdahulu masih ada di tengah masyarakat. Ancaman berupa aksi teror maupun penyebaran paham radikalisme pun masih ada. (Yoga)

Tags :
#Dalam Negeri
Download Aplikasi Labirin :